Day: <span>November 3, 2020</span>

Ibadah di GKS Sobawawi, Pjs Bupati Sumba Barat berikan Himbauan

 Waikabubak – Minggu, 01/11/20, memasuki minggu ke 6 sejak memimpin Kabupaten Sumba Barat, Pjs Bupati Sumba Barat, Drs. Semuel Pakereng, M.Si mengikuti ibadah hari minggu di GKS Jemaat Sobawawi, yang dipimpin oleh Pendeta Soleman Gah S.Th

Kegiatan beribadah berpindah gereja, setiap hari minggu dilakukan Pjs. Bupati beserta ibu guna lebih mendekatkan diri kepada masyarakat Sumba Barat sekaligus menjadi moment bagi Pjs, menyampaikan himbauan untuk mengajak gereja menjadi mitra pemerintah dalam melaksanakan seluruh Program Pemerintah Kabupaten Sumba Barat, serta menghimbau warga jemaat untuk menjaga masa kampanye agar tetap aman dan semua harus ikut berpartisipasi pada Pilkada 9 Desember mendatang. Sebab ini merupakan waktu bagi masyarakat Sumba Barat menentukan pilihannya “Siapa” Pemimpin Sumba Barat untuk 5 tahun mendatang.

Lebih lanjut Pjs. juga menghimbau agar jemaat wajib mendukung Gerakan Peduli Sampah. Mengingat saat ini telah masuk pada musim penghujan, maka diharapkan bagi warga jemaat yang memiliki kebun, ladang, sawah untuk mulai bercocok tanam. Ketahanan Pangan harus tetap dijaga. Pada akhir himbuannya, Pjs menyampaikan di masa pandemic Covid-19, diharapkan agar semua tetap menjaga Protokol Kesehatan. (RED.AR-DKIPS)

Bagikan Informasi Ini

DP3A Sumba Barat Salurkan Bantuan “Spesifik Dampak Covid-19” Kemen PP-PA

Waikabubak – Selasa, 3/11/20, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Sumba Barat, menyalurkan Bantuan Kebutuhan Spesifik Balita, Anak dan Perempuan Terdampak Covid-19 sebanyak 55 paket bantuan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PP-PA) yang diadakan melalui satker DP3A Propinsi NTT.

Kepala DP3A Kabupaten Sumba Barat, Drs. Djemi Dima, MM dalam penjelasannya mengatakan, penyaluran paket bantuan kebutuhan spesifik tersebut untuk memastikan ,ll.perempuan dan anak dapat terpenuhi hak-haknya di tengah pandemi Covid-19, dibawah sebuah gerakan yang digagas Kementerian PP-PA dengan titel BERJARAK (Bersama Jaga Keluarga Kita).  “Kami ingin memastikan perempuan dan anak terpenuhi hak-haknya. Sepanjang ini bantuan-bantuan yang diberikan lebih bersifat  umum, artinya sasaran bantuan tidak spesifik perempuan, anak dan penyandang disabilias yang  terdampak langsung maupun tidak langsung dengan Covid-19.”

Pemberian bantuan ini merupakan bentuk perhatian pemerintah dalam meringankan beban kelompok rentan, khususnya para perempuan dan ibu yang terdampak Covid-19 serta kebijakan pembatasan sosial. Penyaluran ini sebelumnya dilakukan melalui pendataan dan verifikasi oleh tim pendataan Kemen PP-PA berkoordinasi dengan Pemda, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 tingkat Provinsi serta para mitra dan jejaring kerja Kementerian PPPA atas data dan informasi dari Dinas P3A Kabupaten Sumba Barat. Distribusi bantuan kepada kelompok perempuan dan anak diprioritaskan untuk mereka yang berada di daerah padat penduduk, dan daerah miskin perkotaan.

Disampaikan pula kepada masyarakat luas baik pemerintah, dunia usaha, tokoh adat dan agama, bahwa di luar sana yang dibutuhkan masyarakat tidak hanya kebutuhan pokok saja, tetapi ada kebutuhan spesifik baik untuk kebutuhan tumbuh kembang anak maupun kebutuhan kesehatan reproduksi bagi perempuan serta kebutuhan spesifik lansia, demikian terang, Djemi Dima.

Dalam sambutan singkat Kepala DP3A Propinsi NTT yang diwakili oleh Staf pada Sub Bagian PDE, Jane Boymau, S.KM, menyampaikan Kabupaten Sumba Barat merupakan salah satu dari 11 Kabupaten/Kota di propinsi NTT yang menerima paket bantuan tersebut, dan berharap kiranya bantuan ini dapat bermanfaat bagi penerimanya.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa pemenuhan kebutuhan spesifik anak ditujukan bagi 5 kelompok, yakni anak usia 0-2 tahun, anak usia 3-4 tahun, anak usia 5-10 tahun, 10-17 tahun serta anak yang memerlukan perlindungan khusus. Bantuan yang diberikan tidak hanya untuk tambahan pemenuhan gizi dan nutrisi untuk proses tumbuh kembangnya, seperti kacang hijau, susu (hanya untuk anak di atas 2 tahun) dan vitamin, tetapi juga diapers (untuk bayi di bawah 2 tahun), sabun antiseptik, dan pembalut bagi perempuan dan remaja putri.

Sementara itu untuk bantuan spesifik perempuan dibagi ke 3 kelompok, yaitu perempuan disabilitas, perempuan lansia dan perempuan kepala keluarga berupa sabun, masker, supplement, sarung tangan, susu dan diapers untuk perempuan lansia dan disabilitas. (RED.AR/JD)

Bagikan Informasi Ini

Disdukcapil Menyapa Masyarakat

Wetana – Selasa, 3/11/20, melalui program DMM (Disdukcapil Menyapa Masyarakat), Disdukcapil Kabupaten Sumba Barat berupaya memberikan layanan publik yang lebih baik, melalui pendekatan langsung ke masyarakat yang belum memiliki dokumen administrasi kependudukan. Kegiatan ini dilakukan dengan mekanisme “jemput bola” langsung di lapangan.

Hari ini, Kepala Disdukcapil, Bepa B.Tobu, SH, menyampaikan bahwa DMM dilaksanakan di kecamatan Lamboya Barat sekaligus juga dilakukan pelayanan perekaman KTP Elekronik untuk warga Desa Gaura, Weetana, Patiala Dete dan Harona Kalla.

Melalui kegiatan ini, Bepa berharap masyarakat makin sadar pentingnya dokumen kependudukan dan kepemilikan dokumen administrasi kependudukan di wilayah Kabupaten Sumba Barat akan meningkat. Kegiatan yang sama telah dilaksanakan di Kecamatan Tana Righu dan Wanukaka pada beberapa waktu lalu, sedangkan pada 6 November nanti akan dilaksanakan di Kecamatan Lamboya, selanjutnya menyusul kecamatan Loli, serta Kecamatan Kota Waikabubak. (RED.AR-DKIPS)

Bagikan Informasi Ini