Day: <span>November 7, 2020</span>

Shelter Bagi Korban Kekerasan Di Sumba Barat

Eksistensi Shelter bagi korban kekerasan terhadap perempuan dan anak sangat dibutuhkan. Banyaknya kasus akibat kekerasan yang sering terjadi di masyarakat perlu mendapat perhatian serius pemerintah. Shelter atau rumah aman merupakan tempat tinggal sementara bagi perempuan dan anak korban kekerasan yang membutuhkan perlindungan.
Di Sumba Barat, rumah shelter ada di bawah Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang ditangani oleh Bidang Perlindungan Hak Perempuan dan Perlindungan Khusus Anak. Rumah Shelter yang disediakan Pemerintah daerah terletak di sebelah kantor DP3A.


Ditemui diruang kerjanya,5-10-2020, Kepala Bidang Jacklien S. Bara Pa, A.Ks menyampaikan bahwa rumah aman ini digunakan untuk menampung korban yang mengalami kekerasan, khususnya bagi korban perempuan dan anak- anak. Rumah ini tersedia dengan dua buah kamar yang dilengkapi dengan dapur, KM/WC, ruang tengah dan berbagai perlengkapan seadanya yang dibutuhkan selama korban tinggal di penampungan sementara.

Berbagai kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang ditangani berupa KDRT, pencabulan, pemerkosaan, penganiayaan, perzinahan, pelecehan, penelantaran, pengancaman bahkan penculikan.”Biasanya kasus yang ditangani, berdasarkan laporan keluarga korban atau pengaduan dari masyarakat”, kata Jacklien. Lanjutnya ” Shelter DP3A Kab. Sumba Barat ini di tangani oleh Ibu Ester L. Dangu Manu, beliaulah yang mengurus rumah aman sekaligus bertindak mengurus penanganan kasus kekerasan anak dan perempuan di lapangan. Kasus-kasus yang terlaporkan, difasilitasi dan dimediasi oleh ibu/mama Shelter.”

Kasus- kasus yang ditangani adalah kasus-kasus terlapor, yang dimediasi secara kekeluargaan dan ada pula kasus yang dirujuk ke kepolisian, pengadilan bahkan sampai ingkrak. Bantuan yang diberikan kepada korban berupa mediasi keluarga, bantuan hukum, konseling, biaya pemeriksaan kesehatan dan pengobatan serta biaya operasional selama korban/ klien menginap di rumah Shelter.
Kerjasama juga dilakukan dengan Lembaga Bantuan Hukum. Korban kekerasan akan dibantu, didampingi secara hukum hingga masalahnya terselesaikan. Selain itu DP3A juga pernah bekerjasama dengan Save The Children, beberapa Kelompok Peduli Anak/KPA yang Ada di tingkat desa dibentuk oleh STC, dan masih ada beberapa KPA desa yang masih aktif sampai sekarang karena didukung oleh dana desa.

Sesuai data DP3A, jumlah korban kekerasan anak dan perempuan di Kabupaten Sumba Barat cukup tinggi. Kekerasan terhadap perempuan: tahun 2017:36 kasus; tahun 2018: 37 kasus; tahun 2019:28 kasus; sd. Oktober 2020:24 kasus. Kasus tertinggi diantaranya adalah KDRT, diikuti oleh kasus penganiayaan, pemerkosaan dan pelecehan seksual. Sedangkan data kasus kekerasan terhadap anak, pada tahun 2017:41kasus, tahun 2018:18 kasus, dan tahun 2019:12 kasus, kasus tertingginya adalah percabulan, diikuti penganiayaan, perkosaan dan pelecehan seksual. Kasus kekerasan terhadap perempuan yang ditangani Shelter Sumba Barat selama ini kebanyakan diselesaikan secara kekeluargaan, sedangkan kasus kekerasan terhadap anak, biasanya diproses secara hukum, namun banyak pula kasus kekerasan yg terjadi pada anak, yang kasusnya sedang diproses secara hukum, ditarik dan diselesaikan secara kekeluargaan.
Bertemu dengan Mama Shelter yang akrab disapa dengan Mama Esthon, di Rumah Shelter DP3A Kab. Sumba Barat- Waikabubak, Jumat, 6 Oktober 2020, beliau menceritakan suka duka menjadi pengelola Shelter. Banyak kasus kekerasan yang ditangani cukup rumit, namun untuk memudahkan penanganan kasus kekerasan beliau bekerjasama dengan pihak kepolisian, psikolog/konselor, Kelompok Peduli Anak desa, Dinas Sosial, Rumah Sakit, Kepala Desa/ Lurah, tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh wanita. Sembilan tahun mengelola Shelter, sejak didirikan tahun 2011 beliau menyampaikan bahwa masih banyak kasus kekerasan yang ditutupi korban karena kasus yang dialami dianggap aib/tabu bagi keluarga atau karena masyarakat takut berurusan dengan kepolisian.

Namun karena sering adanya sosialisasi Shelter, tingkat kesadaran masyarakat semakin tinggi. Beliau berharap agar pemerintah daerah menyediakan anggaran yang cukup, tenaga kerja memadai dalam pengelolaan Shelter dan rumah Shelter yang bersifat tertutup sehingga korban kekerasan merasa aman dan nyaman selama dalam penampungan.
Red.YRS-DKIPS

Bagikan Informasi Ini

Pjs. Bupati Sumba Barat Pimpin Rapat Evaluasi Satgas Covid-19

Waikabubak, Jumat, 06/11/20, bertempat di Aula Rapat Kantor Bupati, Pjs. Bupati Sumba Barat, Drs. Samuel Pakereng, M.Si, didampingi Kapolres Sumba Barat, AKBP. Fx Irwan Arianto, S.I.K.,M.H, Kodim 1613 Sumba Barat, Letkol. Irawan Agung Wibowo, ST, M.Tr(Han) dan Pjs. Sekretaris Daerah, Drs. Daniel B. Pabala memimpin Rapat Evaluasi Pelaksanaan Satuan Tugas Penanganan COVID-19.

Dalam arahannya, Pjs. Bupati Sumba Barat, menyampaikan bahwa rapat evaluasi ini dimaksudkan untuk mengetahui sejauhmana Satgas COVID 19 Kabupaten Sumba Barat telah bekerja.

Sementara itu Kapolres Sumba Barat, selaku Wakil Ketua 2 Satgas meminta kepada masing-masing anggota Tim Satgas untuk menyampaikan laporan kegiatan selama ini dalam mendukung penanganan covid-19 di Sumba Barat.

Dalam pada itu laporan Bidang IV. Penanganan Kesehatan disampaikan secara berturut-turut oleh Kepala Dinas Kesehatan, drg. Bonar B. Sinaga, M.Kes, dilanjutkan laporan Kepala RSUD Waikabubak, dr. Ando Saragih, Sp.An, dan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Agustinus Rabilla, AMd.Kep, mewakili Para Kepala Puskesmas menyampaikan kegiatan yang telah dilaksanakan puskesmas dalam penanganan covid-19 ini.

mood

Laporan dari Bidang II. Komunikasi Publik disampaikan oleh Kepala DKIPS, Johanis Niga Leigju, S.Hut, MP, BINDA dan Bagian Humas Protokol Setda Sumba Barat.

Pelaksanaan kegiatan Bidang VI. Relawan disampaikan oleh Kepala Dinas Sosial, Semi D. Mesa, S.sos, yang melaporkan kegiatan Dinsos sekaligus kegiatan PMI yang telah dilaksanakan dalam penanganan Covid dan Laporan dari Dinas Perhubungan disampaikan oleh salah satu Kepala Bidangnya.

Sedangkan Laporan Bidang V. Penegakan Hukum dan Pendisiplinan, langsung disampaikan oleh Kapolres Sumba Barat dan Dandim 1613 Sumba Barat.

Dari Enam Bidang Satgas yang tercantum dalam SK, terdapat 2 Bidang yang timnya tidak berkesempatan hadir dalam rapat evaluasi tersebut yaitu Bidang Data dan Informasi dan Bidang Perubahan Prilaku.

Pada kegiatan evaluasi ini, dilakukan Sosialisasi Revisi ke-5 Pedoman Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 oleh Slamet Herawan, ST, S.Si, M.Sc, PH, Ahli Epodemiologi dari BBTKL PP- Surabaya Kemenkes RI, yang kehadirannya bertepatan dengan Supervisi dan Monitoring Pengendalian Covid-19 di Kabupaten Sumba Barat, untuk menyamakan persepsi seluruh Tim Satgas tentang adanya beberapa perubahan tindakan dalam pedoman yang baru ini. (RED.AR-DKIPS)

Bagikan Informasi Ini

Siang Bersih Malam Terang, Harus Terus Dilakukan di Sumba Barat

Waikabubak – Jum’at, 06/11/20, Di jumpai di Ruang Kerjanya, Drs. Semuel Pakereng, M.Si, Pjs Bupati Sumba Barat, menyampaikan harapan Kegiatan Jumat Bersih yang telah dilaksanakan selama beberapa minggu berturut-turut oleh ASN setiap hari jumat ini, agar terus dilaksanakan.

Pjs. Bupati, mengatakan bahwa sejak Gubernur dan Wakil Gubernur periode 2018-2023, Bapak Victor Laiskodat dan Bapak Josef Nae Soi memimpin NTTT, maka salah satu gerakan beliau adalah Gerakan Peduli Sampah, sebab masih banyak dijumpai kota-kota di NTT yang belum melaksanakan gerakan peduli sampah. “Oleh sebab itu, ketika kami dipercaya memimpin Sumba Barat selama 71 hari, maka salah satu program kami adalah gerakan peduli sampah, dengan tagline/moto adalah Siang Bersih, Malam Terang”.

Melalui gerakan “Siang Bersih, Malam Terang” ini, Pjs mengajak seluruh ASN dan masyarakat untuk membersihkan lingkungannya, tidak membuang sampah sembarangan tetapi mengumpulkannya, “Sebelum jam 6 pagi, sampah-sampah yang sudah dikumpulkan, diletakkan dipinggir jalan untuk diangkut oleh Petugas Kebersihan sampah atau armada sampah, dan pada malam hari semua lampu-lampu penerangan jalan harus dinyalakan”.

Kalo semua itu dapat dilakukan, maka kota akan nampak bersih pada siang hari dan malam hari terlihat terang. Dengan kondisi demikian, Pjs. Bupati yakin masyarakat akan hidup nyaman dan damai.

Diakhir penjelasannya Pjs. Bupati berharap, Gerakan Peduli Sampah, yang telah rutin dilakukan ini, agar terus dilakukan baik ketika Bapak Bupati dan Bapak wakil Bupati masuk kembali nanti, dan oleh Bupati sapapun nanti yang akan memimpin Sumba Barat, serta menjadi kegiatan rutin seluruh masyarakat Sumba Barat. (RED.AR-DKIPS)

Bagikan Informasi Ini

Tak Perlu Repot Lagi, DMM di Lamboya

Kabukarudi – Jumat, 06/11/20 Melalui Program Disdukcapil Menyapa Masyarakat, Disdukcapil Sumba Barat kembali melakukan optimalisai pelayanan publik jemput bola langsung di lapangan, dan hari ini dilakukan di Kantor Kecamatan Lamboya.

Sebagaimana yang telah dilaksanakan beberapa waktu terakhir ini, Disdukcapil tengah berupaya melakukan penjaringan masyarakat yang belum memiliki dokumen administrsi kependudukannya, langsung di wilayah-wilayah. Selain untuk menghindari adanya kerumuman antrian di Kantor Disdukcapil di masa pandemic Covid-19, pelayanan langsung di Kanto Camat ini, juga merupakan upaya pemberian pelayanan yang terbaik bagi masyarakat.

Kegiatan DMM dan Perekaman KTP Elektronik di Kecamatan Lamboya dilakukan selama 3 hari, mulai Jumat, 06/11/20 sampai dengan Senin, 09/11/20. Dengan jadwal hari Jumat untuk Desa Wailibo, Patiala Bawa, Bodohula dan Laboya Dete. Hari Sabtu untuk Desa Sodana, Palamoko, Watukarere dan Laboya Bawa. Sedangkan Hari Senin yang akan datang dilaksanakan untuk Desa Rajaka, Ringurara dan Kabukarudi.

Hadir pada kegiatan tersebut Camat Lamboya, Daud Eda Bora, SH, yang mengucapkan terima kasih kepada Kadisdukcapil beserta jajarannya, dengan adanya DMM sangat membantu masyarakat Lamboya, memudahkan masyarakat terutama yang belum memiliki KTP elektronik, tidak perlu repot-repot ke kota lagi. Camat menghimbau warganya agar memanfaatkan kesempatan yang ada, sebab dokumen kependudukan ini sangat diperlukan.

Kepala Disdukcapil Kabupaten Sumba Barat, Bepa B. Tobu, SH, dalam sambutannya menyampaikan bahwa dengan adanya regulasi tentang pendaftaran penduduk secara daring / online, maka semua penduduk wajib melakukan perekaman KTP elektronik secara online yaitu pendaftaran penduduk menggunakan SIAK ( Sistim Informasi Administrasi Kependudukan ) yang terhimpun dalam data base kependudukan dan dengan menggunakan sistim ini maka tidak akan terjadi pendobelan maupun manipulasi data kependudukan satu Indonesia.

Lebih lanjut diinformasikan, bahwa sejak Tahun 2020 ini, Disdukcapil Kabupaten Sumba Barat sudah melaksanakan Program/Kegiatan penerbitan Kartu Identitas Anak (KIA) dalam rangka memenuhi hak hukum anak-anak.

Disamping itu disdukcapil juga telah menerapkan Tanda Tangan Elektronik (TTE) untuk pencetakan Kartu Keluarga (KK) dan semua jenis akta (baik Akta Kelahiran, Akta Kematian maupun Akta Perceraian) dan dokumen kependudukan lainnya. Hal ini akan memudahkan masyarakat yang membutuhkan dokumen kependudukannya seperti KK ataupun Akta, tidak perlu dilegalisir lagi di Disdukcapil, tetapi cukup difotocopy dan langsung digunakan, dan terkait hal ini telah diterbitkan Surat Edaran Bupati beberapa waktu lalu kesemua perangkat daerah, instansi vertical, Camat, Lurah dan Kepala Desa/Lurah.

Diakhir sambutannya Kadisdukcapil berharap kiranya kegiatan DMM dan Perekaman KTP Elektronik “jemput bola” selama 3 hari di Kecamatan Lamboya ini benar-benar dimanfaatkan oleh masyarakat Lamboya dengan baik. (RED.AR-DKIPS)

Bagikan Informasi Ini