Day: <span>November 9, 2020</span>

Pjs. Bupati Serahkan Sertifikat Tanah PTSL Tahun 2020 kepada Masyarakat Desa Lokory

Waikabubak_ Penjabat Sementara Bupati Sumba Barat Drs. SEMUEL D. PAKERENG, MSi didampingi Anggota Forkopimda Kabupaten Sumba Barat, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Sumba Barat dan jajaran mengikuti acara Penyerahan Sertifikat Tanah untuk Rakyat Se Indonesia oleh Presiden Republik Indonesia yang dilaksanakan secara Virtual sekaligus Penyerahan Sertifikat Tanah PTSL Tahun 2020 kepada Perwakilan Masyarakat Kabupaten Sumba Barat secara simbolis oleh Pjs. Bupati Sumba Barat bertempat di Aula Kantor Bupati Sumba Barat. Senin, (09/11).

Acara yang disiarkan secara langsung melalui vidio conference dari Istana Presiden diawali dengan laporan kepala BPN/ATR Sofyan Jalil mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka peringatan Hari Agraria yg dilaksanakan dalam situasi covid 19.

Program ini juga merupakan program Presiden dalam memberikan kepastian hukum atas kepemilikan tanah warga indonesia melalui empat program elektronik yang telah diluncurkan oleh kementerian BPN/ATR untuk menghindari mafia tanah khususnya didaerah.

Dalam Sambutannya Presiden RI mengatakan dalam rangka bulan bakti Agraria Pemerintah akan membagikan 1 juta sertifikat tanah di 31 propinsi dan 201 kabupaten dari target 7 juta utk tahun 2020 untuk memberikan kepastian kepemilikan atas tanah masyarakat.

Presiden berharap agar setiap tahunnya target yang sudah ditetapkan agar dapat tercapai jika tidak maka pimpinan Pertanahan dari tingkat Pusat sampai Kabupaten harus bertanggungjawab.

Jokowi mengatakan dalam lima tahun sudah dibagikan langsung oleh presiden sebanyak 2,4 juta sertifikat. Hal ini dilakukan untuk menjawab seluruh keluhan masyarakat yang dilaporkan atau yang langsung didengar oleh Presiden atas konflik tanah yang belum bersertifikat.

Akhirnya Presiden berpesan agar sertifikat disimpan dengan baik ditempat yang aman dan dapat dijadikan Jaminan di Bank utk menambah modal usaha dsmi meningkatkan ekonomi keluarga.

Kepala BPN Kabupaten Sumba Barat dalam laporannya mengatakan bahwa untuk hari ini akan diserahkan sebanyak 1500 sertifikat tanah khusus untuk Desa Lokory Kecamatan Tanarighu.

“Diharapkan dengan adanya sertifikat tanah dapat memberikan kepastian hukum atas kepemilikan tanah sehingga masyarakat dapat mengusahakan tanahnya untuk kepentingan mereka terutama dalam meningkatkan perekonomian keluarga”, harapnya.

Pjs. Bupati Sumba Barat dalam sambutannya mengatakan tanah merupakan aset bagi kehidupan masyarakat sehingga perlu dikelola dengan baik sehingga tdk menimbulkan masalah dikemudian hari.

Semuel berpesan kepada masyarakat penerima sertifikat tanah agar dapat menyimpan dan menggunakan sertifikat tanah dengan baik untuk kepentingan yang dapat memperbaiki perekonomian keluarga. Hindari gaya hidup untuk menggadaikan tanah kepada siapapun untuk kepentingan sesaat.

Diakhir sambutan, Semuel mengucapkan terima kasih kepada Kepala BPN dan seluruh staf atas kerja keras dalam melayani masyarakat Sumba Barat dan semoga di tahun yang akan datang kegiatan PTSL dapat melayani semua masyarakat desa di Kabupaten Sumba Barat.

(RDjS)

Bagikan Informasi Ini

Sumba Barat lakukan Seleksi Penerima Beasiswa Pendidikan

Waikabubak – Senin, 9/11/20, bertempat di Aula Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Sumba Barat, Pemerintah Kabupaten Sumba Barat  bekerjasama dengan Universitas Kristen Petra lakukan Seleksi Penerima Beasiswa Pendidikan bagi Siswa-siswi dari Keluarga tidak mampu yang terpanggil menjadi guru.

Sesuai Laporan Ketua Panitia yang dibacakan oleh Kasubid Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Kepegawaian dan Setda Pengawasan BAPPEDA, Andrian Affred Manteiro, S.STP, seleksi  ini diikuti oleh 30 orang siswa siswi kelas X  dari SMA/SMK/SMAS/PPA  se-Kabupaten Sumba Barat dengan perincian: PPA Makarios (4 org), SMA N 1 Tana Righu (4 org), SMA Kristen Weekerou (4 org), SMA Katolik Sint Piter (4 Org), SMK N 1 Wanukaka (4 Org), SMA N 1 Waikabubak (4 org), SMA Kristen Waikabubak (2 Org), dan SMA N 1 Loli (4 Org).

Dalam sambutannya Pjs. Bupati Sumba Barat, Drs. Semuel Pakereng, M.Si menyampaikan, saat ini Pemerintah Daerah terus berupaya memperbaiki dan meningkatkan mutu pendidikan yang ada di Kabupaten Sumba Barat.

Melalui kerjasama Pemerintah Kabupaten Sumba Barat dengan Yayasan Perguruan Tinggi Petra Surabaya diharapkan mutu dan kualitas pendidikan dapat lebih baik lagi dalam mencetak kader-kader muda di bidang keguruan dan ilmu pendidikan, juga dapat meningkatkan SDM yang handal dalam bidang pendidikan, dan memberi kesempatan kepada siswa/siswi yang berprestasi dari keluarga tidak mampu untuk mengikuti program kerjasama berupa pemberian beasiswa selama 7 tahun.

Seleksi  dengan 3 tahapan yaitu seleksi akademik (Matematika dan Bahasa Inggris), psikotest dan wawancara,  akan dilaksanakan selama 2 hari sampai dengan selasa, 10/11/20, di Aula BKPP Kabupaten Sumba Barat.

Kepala Bappeda, Titus Diaz Liuray, S.Sos, MM  berharap, banyak siswa yang lolos seleksi ini, agar kebutuhan tenaga pendidikan yang berkualitas di Kabupaten Sumba Barat dapat terpenuhi.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Tim seleksi dari Yayasan Perguruan Tinggi  Petra Surabaya, Kepala Bappeda Kabupaten Sumba Barat, Kepala BKPP Kabupaten Sumba Barat dan beberapa guru yang pendamping. (RED.AR-DKIPS)

Bagikan Informasi Ini

Sumba Barat Kembali Zona Hijau, Tetap Jalankan Protokol Kesehatan

 Waikabubak – Minggu, 8/11/20, Jubir Gugus Tugas Penanganan Covid -19 Kabupaten Sumba Barat, drg. Bonar B. Sinaga, M.Kes, melalui Media Sosial Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sumba Barat, telah mengumumkan bahwa Kabupaten Sumba Barat telah masuk dalam zona hijau kembali.

Atas pengumuman tersebut, Pjs. Bupati Sumba Barat, Drs. Semuel Pakereng, M.Si, mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas keadaan ini, dan berterima kasih kepada seluruh Forkominda beserta satuannya masing-masing, yang terus membantu agar covid tdk merajalela,  serta kepada Satgas Covid-19 Kabupaten Sumba Barat yang telah bekerja dengan luar biasa.

Lebih lanjut Pjs. Bupati menghimbau masyarakat untuk tidak terlena dengan keadaan ini, namun harus tetap pedomani protokol kesehatan dengan lebih ketat lagi.  “…… Sumba Barat saat ini, sudah kembali dalam zona hijau, tapi hal ini tidak boleh membuat kita terlena. Tetap protokol kesehatan kita jalankan, malah kalo perlu lebih ketat lagi supaya kita tetap berada di zona hijau”.

Pjs. Bupati menambahkan, jangan karena sudah zona hijau, lantas merasa aman dan tetap berciuman, tidak jaga jarak dan lupa kebersihan. Seharusnya kondisi ini justru harus lebih waspada, agar Sumba Barat tetap di Zona Hijau.  Sekali lagi diakhir wawancara Pjs. Kembali tegaskan agar tetap semangat menjalankan protokol kesehatan yaitu: pakai masker, jaga jarak, cuci tangan. (RED.AR-DKIPS)

 

Bagikan Informasi Ini