Day: <span>November 17, 2020</span>

PRESTASI TINGKAT NASIONAL, PAUD HOLISTIK INTEGRATIF SURYA HARAPAN SUMBA BARAT JADI TEMPAT STUDI BANDING ROMBONGAN PKK KABUPATEN TEBO, PROPINSI JAMBI

Waikabubak, 17 November 2020 – Ketua  Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Tebo, Propinsi Jambi, Hajjah Saniatul Lativa, S.E. M.M  berkunjung ke lokasi Paud Surya Harapan Pu’uweri, Desa Bera Bolu, Kecamatan Loli, Sumba Barat dalam rangka studi banding keberhasilan membangun Paud Holistik Integratif. Mendampingi rombongan, Bunda Paud Kabupaten Sumba Barat sekaligus Ketua Tim Penggerak PKK Kbaupaten Sumba Barat, Dra. Meti Dapawole Monteiro bersama Ketua Komisi C DPRD Sumba Barat, Lukas Lebu Gallu, S.H dan para angota Darma Wanita Kabupaten Sumba Barat. Setelah melakukan observasi, tim studi banding Kabupaten Lebo melakukan diskusi dengan tim pengelolah Paud Surya Harapan untuk menggali secara mendalam aspek-aspek pelayanan baik pendidikan, kesehatan, gisi, pengasuhan dan perlindungan anak.

Apa itu Paud Holistik Integratif dan mengapa Paud Surya Harapan Pu’uweri menjadi tempat percontohan?

PAUD Holistik Integratif adalah pendidikan anak usia dini yang mengintegrasikan segala aspek dan nilai-nilai dalam pendidikan seperti nilai moral, etis, religius, psikologis, filosofis, dan sosial dalam kesatuan yang dilakukan  secara menyeluruh antara jiwa dan badan serta aspek material dan aspek spiritual untuk memenuhi kebutuhan esensial anak. Tujuannya adalah:

  1. Terselenggaranya layanan Pengembangan Anak Usia Dini Holistik-Integratif menuju terwujudnya anak Indonesia yang sehat, cerdas, ceria, dan berakhlak mulia;
  2. Terpenuhinya kebutuhan esensial anak usia dini secara utuh meliputi kesehatan dan gizi, rangsangan pendidikan, pembinaan moral-emosional dan pengasuhan sehingga anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal sesuai kelompok umur;
  3. Terlindunginya anak dari segala bentuk kekerasan, penelantaran, perlakuan yang salah, dan eksploitasi di manapun anak berada;
  4. Terselenggaranya pelayanan anak usia dini secara terintegrasi dan selaras antar lembaga layanan terkait, sesuai kondisi wilayah; dan
  5. Terwujudnya komitmen seluruh unsur terkait yaitu orang tua, keluarga, masyarakat, Pemerintah dan Pemerintah Daerah, dalam upaya Pengembangan Anak Usia Dini Holistik-Integratif.

Para guru-guru PAUD diwajibkan memperhatikan 5 hal sebagai berikut:

  1. Pelatihan sebelum melaksanakan pembelajaran di sekolah PAUD.  Tujuannya adalah agar guru bisa menjadi guru yang memiliki sikap ramah, penyayang dan mampu memotivasi siswa-siswi secara tulus;
  2. Guru harus memberikan kesempatan anak untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya baik itu aspek emosi, sosial, kreatifitas dan aspek spiritual;
  3. Guru harus mampu membina dan membentuk karakter siswa-siswi dengan memperhatikan 9 pilar karakter yang diberikan secara intensif dengan metode knowing/mengetahui, loving/mencintai, and acting the good/melakukan kebaikan;
  4. Guru harus memberikan pengalaman pembelajaran yang bersifat konkret, kontekstual dan mampu merangsang siswa belajar aktif, menyenangkan dan tanpa tekanan atau beban; dan
  5. Guru Paud memberikan kesempatan secara langsung bagi siswa-siswi untuk melakukan kegiatan pembelajaran yang bersifat nyata.

Pengembangan PAUD Holistik Integratif di Kabupaten Sumba Barat dimulai pada tahun 2016 dengan luncurkannya program Taman Pawodda, yang dalam bahasa setempat berarti gotong royong, yakni sebuah program terpadu yang mensinergikan empat layanan yang dibutuhkan oleh anak usia dini yaitu pendidikan, kesehatan, pengasuhan, dan perlindungan.
mengacu pada arahan dari pemerintah pusat melalui Perpres No. 60 Tahun 2013.  Bahkan menurut Kepala Bappeda Kabupaten Sumba Barat, Titus Diaz Liurai, S.Sos. MM,  pelayanan ini akan ditambah lagi satu, yaitu: kesejahteraan, sehingga orang tua anak dapat diberdayakan melalui pelatihan bahkan bantuan permodalan agar dapat menjadi keluarga yang sejahtera. Yayasan Sayangi Tunas Cilik (YSTC) mitra dari Save the Children selanjutnya memfasilitasi para pemangku kebijakan dari daerah ini untuk belajar dan melihat langsung layanan terpadu Pendidikan Anak Usia Dini-Holistik Integratfif (PAUD-HI) yang sudah berjalan di beberapa daerah.

Kunjungan tersebut lantas ditindaklanjuti dengan sebuah lokakarya di Jakarta yang kemudian melahirkan Taman Pawodda sebagai bentuk layanan terintegrasi di Kabupaten Sumba Barat ini. Ada enam desa di enam kecamatan berbeda yang disepakati untuk menjadi lokasi penegembangan awal dari Taman Pawodda. Terdapat lebih dari 140 PAUD di Sumba Barat saat ini, dan 42 paud diantaranya, menurut,Yeni Jelangu, dari Stimulan Institute, masih difasilitasi Save the Children, melalui organisasinya. PAUD Surya Harapan merupakan satu dari 44 PAUD Holistik Integratif yang ada di Sumba Barat.

Diwanwancarai Tim DKIP di lokasi kunjungan tentang apakah tercapai ekspektasi Tim Studi Banding PKK Kabupaten Tebo, Lativa, yang juga adalah anggota DPR-RI mengatakan bahwa dari hasil diskusi yang amati apa yang diinginkan telah tercapai. “Kami ingin belajar dari PAUD di sini apa yang belum bisa dilasanakan di daerah kami. Apa yang telah dilakukan di sini dalam bekerjasama dengan lintas sektor terkait untuk mencapai keberhasilan dalam PAUD Holistik Integratif. Dukugan DPRD di sini sangat bagus. Hal ini yang belum didapatkan di daerah kami. PKK kami juga punya prestasi nasional dan kunjungan ini merupakan program kerja sekaligus insentif bagi keberhasilan secara nasional tiga kali berturut-turut PKK Kabupaten Tebo”.

Rombongan Tim PKK Kabupaten Tebo juga berkunjung ke beberapa daerah wisata di Sumba Barat Daya dan Sumba Barat, seperti Waikuri, Nihi Sumba, Air Terjun La Popu dan Prai Ijin. “Satu kata, Luar Biasa!” ujar beliau tentang pariwisata Sumba Barat, menutup wawancara kami.

OK – Tim Liputan DKIPS

 

Bagikan Informasi Ini