Month: <span>December 2020</span>

KONSEKUENSI TERBITNYA REKOMENDASI PEMBELAJARAN TATAP MUKA SD/MI

WAIKABUBAK – Wakil Ketua 3 Satgas Penangangan Covid 19 Kabupaten Sumba Barat, Ir. Yanis Eklens Luther Chr Loebaloe, menyampaikan bahwa Rekomendasi Pembelajaran Tatap Muka SD/MI telah ditandatangani Pjs. Bupati Sumba Barat pada akhir November lalu.

Yanis Loebaloe menjelaskan bahwa rekomendasi dikeluarkan sehubungan dengan kerinduan anak-anak SD/MI termasuk Kepala Sekolah dan pengawas untuk proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka langsung bisa dimulai. Sebagaimana telah disampaikan dalam pemberitaan sebelumnya (baca: Dengan Dukungan Psi, Satgas Covid-19 Sumba Barat Lakukan Monev Kesiapan SD) rekomendasi diterbitkan setelah Satgas melakukan monev didampingi para pengawas atas kesiapan SD/MI untuk pelaksanaan pembelajaran tatap muka dengan dukungan rekan-rekan Perkumpulan Stimulant Institute (PSI) mitra  Save The Children (STC).

Tujuan dari rekomendasi ini sebenarnya agar proses belajar mengajar tatap muka langsung itu dapat dilaksanakan ditingkat SD dan MI. Namun bagi SD/MI yang wilayah desa/kelurahannya terpapar covid, maka sesuai rekomendasi terutama point ke-8 SD/MI di desa/Kelurahan diliburkan selama 14 hari, setelah itu baru KBM dilakukan kembali.

Menanggapi dikeluarkannya Rekomendasi Pembelajaran Tatap muka SD/MI, James A. Ly Ratu, Spesialis Basic Education STC, mengatakan bahwa yang perlu diketahui pertama adalah STC memfasilitasi apa yang diharapkan oleh orang tua, guru-guru yang ada disekolah. Sekali lagi James menekankan STC sekedar memfasilitasi, sedangkan keputusan akhir sekolah dibuka atau tidak  sebenarnya ada di sekolah. “Rekomendasi tidak bisa menjadi dasar untuk memutuskan apakah sekolah masuk atau tidak, yang memutuskan menurut kami adalah orang tua dan sekolah itu, termasuk didalamnya komite, perangkat desa, karena tanggung jawab terkait ini bukan tanggung jawab yang ada di Dinas Pendidikan, Save The Chidren atau Stimulant tetapi ada di komunitas, dimana sekolah itu berada”.

Lebih lanjut juga James menegaskan bahwa kalo kita memutuskan untuk sekolah itu masuk, maka ada tanggung jawab besar  yang harus dipikul oleh orang tua murid, dan semua element sekolah  yang ada disekitar termasuk lingkungan pemerintah desa yang harus bersama-sama,  berkomitmen untuk bisa menjaga dan mematuhi protokol kesehatan.  “Sesungguhnya salah satu tujuan besar kami adalah mengedukasi masyakarat ketika masyarakat putuskan ingin melakukan sesuatu maka mereka harus paham bahwa ada konsekuensi yang harus mereka tanggung, artinya bahwa protokol kesehatan itu wajib, ini bukan hanya untuk anak-anak tetapi juga orang tua dan siapa saja yang terlibat termasuk oleh semua komunitas yang ada di sekolah”. tegas James

Margaretha Rosita Yeni Djelalu, Program Manager Stimulant Institute, juga menyampaikan bahwa pada dasarnya konsep yang disampaikan STC itu sama dengan PSI, besar harapan PSI tindak lanjut dari ini adalah memastikan bagaimana komite sekolah dan pihak sekolah punya kesepakatan, dan apabila ada orang tua yang keberatan, sebaiknya sekolah mengutus anak tetap belajar dirumah dan guru tetap melakukan pendampingan di rumah karena pastinya orang tua punya pemikiran sendiri, hal itu harus dipikirkan kembali oleh orang tua, dinas Pendidikan dan pihak sekolah.

Diakhir wawancara, Wakil ketua 3 Satgas Covid 19 Sumba Barat berpendapat bahwa pelaksanaan Rekomendasi akan dievaluasi dalam beberapa minggu kedepan, untuk memastikan bahwa dengan dibukanya kembali pembelajaran tatap muka SD/MI tidak menjadi pemicu adanya cluster baru di sekolah.  James Ratu juga menyarankan untuk memperkuat Satgas covid-19 sampai ke tingkat desa, dan diperlukan adanya Keyperson di setiap tingkatan satgas, juga disekolah, sehingga koordinasi dalam kesigapan penyediaan data dan informasi bagi Satgas akan lebih cepat dan update. (RED.AR-DKIPS)

Bagikan Informasi Ini

Pjs. Bupati Sumba Barat Pimpin Rapat FKUB

Waikabubak, 3/12/2020 – Didampingi Bapak Letkol. CZl. Irawan Agung Wibowo, ST, M.Tr, Dandim 1613 Sumba Barat, Wakil Kapolres Sumba Barat, dan Kepala Dinas Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Sumba Barat, Penjabat Sementara Bupati Sumba Barat, Drs. Semuel D. Pakereng, M.Si, memimpin Rapat Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), yang dilaksanakan di Aula Kantor Bupati Sumba Barat.

Kegiatan ini bertujuan sebagai respon atas persoalan-persoalan yang tengah berkembang di masyarakat dalam mewujudkan pemeliharaan kerukunan umat beragama di Kabupaten Sumba Barat.

Dalam sambutannya, Pjs. Bupati Sumba Barat, menyambut baik penyelenggaraan kegiatan rapat FKUB yang merupakan momentum untuk menegaskan kembali seruan kepada seluruh anak bangsa agar tetap menjaga dan memelihara tali persaudaraan yang rukun dalam nuansa perbedaan keyakinan dan beragama, sebagai bentuk pengamalan jati diri bangsa Indonesia yang ber-Bhinneka Tunggal Ika. Makna dari Bhinneka Tunggal Ika adalah kesatuan di dalam keberagaman, baik suku, agama, maupun budaya.

Pada kesempatan tersebut pula, beliau mengingatkan bahwa Kabupaten Sumba Barat saat ini sedang menjalani tahapan-tahapan dalam Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah, di mana dalam tahapan-tahapan tersebut memiliki banyak potensi terjadinya gesekan di masyarakat yang disebabkan oleh berbagai kepentingan. Untuk itu, kegiatan ini harus mampu membuka cakrawala berpikir masyarakat untuk mampu memahami bahwa momentum politik adalah untuk membangun bangsa dan negara, khususnya Kabupaten Sumba Barat dalam suasana persaudaraan yang kuat, tambah beliau.

 “Hidup ber-Bhinneka Tunggal Ika sama halnya dengan paduan suara, ada yang suara bas, ada yang tenor, ada yang sopran, dan ada yang alto. Walau berbeda-beda tapi kita semuanya menyanyi lagu yang sama, hasilnya adalah harmoni. Ketika keragaman menjadi harmoni dan kesatuan, hasilnya adalah kekuatan tanpa batas”, kata Semuel.

Hadir juga pada rapat tersebut Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Sumba Barat, Kepala Kejaksaan Negeri Sumba Barat, Ketua Pengadilan Negeri Waikabubak, Ketua Pengadilan Agama Waikabubak, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Sumba Barat,  Ketua Forum Kerukunan Umat Bergama, Staf Ahli Bupati dan Asisten pada Sekretariat Daerah Kabupaten Sumba Barat, Pimpinan Perangkat Daerah/Unit Kerja, dan Para Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat Kabupaten Sumba Barat. (TIMRED-DKIPS)

Bagikan Informasi Ini

DWP Kabupaten Sumba Barat Gelar Musyawarah Kabupaten Ke-IV

Waikabubak, 2/12/2020 – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Sumba Barat menggelar Musyawarah Kabupaten (MUSKAB) ke-IV tingkat Kabupaten Sumba Barat Tahun 2020. Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Kantor Bupati Sumba Barat bertujuan untuk menyampaikan Hasil Musyawarah Nasional (MUNAS) ke-IV dan Hasil Musyawarah Provinsi NTT ke-IV, Evaluasi Program Kerja dan Penyampaian Pertanggungjawaban Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Sumba Barat masa bhakti 2015 – 2020. Merujuk pada keputusan Musyawarah Nasional ke-IV Dharma Wanita Persatuan, MUSKAB ke-IV mengambil tema “Optimalisasi Kinerja Dharma Wanita Persatuan Sebagai Mitra Strategis Pemerintah untuk Suksesnya Pembangunan Nasional”.

Dalam sambutannya, Ny. M. Umbu Dingu Dedi, selaku Ketua DWP Kabupaten Sumba Barat mengatakan bahwa berdasarkan Anggaran Dasar DWP, Musyawarah Kabupaten diselenggarakan pada tingkat daerah dan dilaksanakan setiap lima tahun sekali. MUSKAB ke-IV merupakan tindaklanjut dari Musyawarah Nasional ke-IV tanggal 11-12 Desember 2019 dan Musyawarah Provinsi NTT ke-IV tanggal 28-29 Februari 2020. Pada kesempatan tersebut juga beliau menyampaikan bahwa DWP adalah organisasi wadah bagi isteri para ASN yang bersifat netral secara politis, demokratis, dan mandiri dalam menentukan visi dan misi serta kebijaksanaan organisasi dengan tujuan meningkatkan sumber daya dan kesejahteraan anggota serta tercapainya tujuan pembangunan nasional. Untuk mewujudkan visi dan misi, DWP Kabupaten Sumba Barat melaksanakan program kerja yang tertuang dalam bidang pendidikan, ekonomi, dan sosial-budaya, tambah beliau.

Penjabat Sementara Bupati Sumba Barat, Drs. Semuel D. Pakereng, selaku Penasihat DWP Kabupaten Sumba Barat, yang turut hadir pada kegiatan tersebut menyampaikan bahwa Dharma Wanita Persatuan adalah salah satu elemen yang ikut serta dalam membangun bangsa dan negara, khususnya di Kabupaten Sumba Barat melalui program kerja di bidang pendidikan, ekonomi, dan sosial-budaya yang bertujuan meningkatkan sumber daya dan kesejahteraan anggota serta tercapainya tujuan pembangunan nasional berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Beliau juga meminta DWP Kabupaten Sumba Barat dapat menjadi mitra kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Sumba Barat dalam beberapa hal, antara lain terus mengkampanyekan protokol kesehatan, menjadi pemeran dan penggerak utama dalam memerangi sampah di Kabupaten Sumba Barat, serta turut aktif dalam mensukseskan program kerja, baik dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, maupun Pemerintah Daerah.

Kegiatan MUSKAB ke-IV DWP Kabupaten Sumba Barat dihadiri oleh Pjs. Bupati Sumba Barat, Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Sumba Barat, Ibu Ketua DWP Kabupaten Sumba Barat, Bapak/Ibu Staf Ahli Bupati dan Asisten pada Sekretariat Daerah, Bapak/Ibu Pimpinan Perangkat Daerah dan Unit Kerja, PKK Kabupaten Sumba Barat, Ibu Ketua Bhayangkari Sumba Barat, Ibu Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Sumba Barat, dan Ibu Ketua DWP Unsur Pelaksana pada Dinas/Badan/Unit Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Sumba Barat. (red – DrR.DKIPS)

Bagikan Informasi Ini

7478 ORANG SUMBA BARAT DAPAT BPUM

Waikabubak – Realisasi Bantuan Presiden produktif Usaha Mikro (BPUM) sampai dengan saat ini sebanyak 7.478 orang (UMKM Sumba Barat-red) yang diusulkan oleh : PT. Bank BRI, Dinas Koperasi, UKM, Bank BNI, Pegadaian dan PT.PNM (Permodalan Nasional Madani)” adalah data yang disampaikan oleh Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (Diskop UMKM) Kabupaten Sumba Barat, Dra. Eko Purwaningsih dalam materinya pada kegiatan Webinar yang diselenggarakan oleh Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Kementerian Kominfo RI dan Pemkab Sumba Barat yang telah dilaksanakan pada Selasa, 1/12/20 melalui Zoom Meeting dan disiarkan secara live di  Youtube dan Instagram KPCPEN. (Baca: Pandemi Covid-19, Bukan Hambatan Untuk Terus Berbisnis)

Eko Purwaningsih menjelaskan Tujuan Program Pemulihan Ekonomi Nasional UMKM adalah melindungi mempertahankan dan meningkatkan kemampuan para pelaku usaha/kelompok usaha yang pada akhirnya dapat menjaga perekonomian nasional maupun stabilitas system keuangan. Dan diharapkan pelaku usaha dapat bertahan dan meningkatkan kinerja usahanya pada masa pandemik ini yang pada akhirnya memberi konstribusi pada perekonomian daerah khususnya dan Indonesia umumnya.

Berbagai Kebijakan Pemerintah telah diberikan pada pelaku UMKM adalah melalui Kementerian Koperasi, UKM–RI baik berupa Bantuan Presiden Produktif Usaha Mikro (BPUM); Pembiayaan investasi untuk koperasi melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir  (LPDB); Subsidi bunga bagi peminjam Kredit Usaha Rakyat (KUR); Restrukturisasi kredit/pembiayaan, (Pemerintah memberi keringanan pembayaran cicilan pinjaman di Bank/Lembaga Keuangan lainnya maupun Insentif pajak bagi pelaku UMKM.

Peluang perkembangan UMKM sendiri di Kabupaten Sumba Barat sangat bagus dengan adanya factor-faktor pendukung yang ada yaitu Pertumbuhan pariwisata sangat bagus, adanya dukungan kebijakan dari pemerintah pusat sampai pemerintah daerah, kebebasan berinovasi produk produk baru sampai dengan melakukan ekspansi usaha baik jenis, saluran, jumlah dan pemasarannya serta  memperluas jaringan pemasaran bisa dilakukan dengan digitalisasi yang dapat menghemat biaya.

Strategi peningkatan UMKM di Kabupaten Sumba Barat yang diupayakan yaitu: Pengembangan pengetahuan digital ( SDM, infrastruktur digital, pola pikir, kebijakan); Mengasah kemampuan beradaptasi UMKM, karena perkembangan teknologi yang sangat cepat ( dengan pelatihan atau pendampingan) serta meningkatkan ketrampilan, kompetensi dan keahlian SDM (pelatihan dan bimtek, pameran )

Lebih lanjut Eko Purwaningsih menyampaikan bahwa di Kabupaten Sumba Barat yang dapat melaksanakan usahanya dengan teknologi dan internet baru 5% dari jumlah UMKM. Dan diakhir materi Kadis Koperasi UMKM ini kembali mengingatkan  agar DALAM BERAKTIFITAS MARI KITA TETAP PATUHI PROTOKOL KESEHATAN : MEMAKAI MASKER, MENCUCI TANGAN, HINDARI KERUMUNAN. Serta  CIPTAKAN HATI YANG GEMBIRA DAN BAHAGIA AGAR IMMUN TUBUH MENINGKAT. (RED.AR-DKIPS)

 

Bagikan Informasi Ini