Month: <span>May 2021</span>

Korupsi Terbesar Di Republik Ada Di Desa

Waikabubak | Demikian sentil Bupati Sumba, Yohanis Dade, SH, dalam acara Kunjungan Kerja ke Kecamatan Kota Waikabubak, Sumba Barat, Senin 31 Mei 2021. Hal ini memang sesuai dengan hasil temuan ICW bahwa selama kurun waktu lima tahun terakhir dari 2015 sampai dengan 2020 terdapat terdapat 676 terdakwa kasus korupsi dari perangkat desa dan oleh karena itu ICW meminta pemerintah agar mengawasi pengolaan dan penggunaan dana desa. Pada tahun 2020, korupsi yang klaster ini berada diurutan kedua setelah klaster politik yakni anggota legislatif dan kepala daerah. Untuk itu bupati berharap agar tidak ada lagi program dan laporan fiktif atau siluman. Dua hal contoh adalah ternak babi yang diadakan tidak sesuai juknis dan pengadaan air bersih yang tidak yang tidak sesuai harapan di mana air hanya tersedia saat diresmikan untuk sekedar memenuhi kebutuhan dokumentasi penyelesaian proyek oleh kontraktor.Program dan kegiatan desa harus sesuai kebutuhan masyarakat dan bukan selera kepala desa.

Menanggapi penyampaian Bupati, Kepala Desa Tebara, Marten Rogowino Bira, SS, dalam seksi Tanya jawab yang dimoderasi Pejabat Sekertaris Daerah, Drs. Daniel Baya Pabala, tidak menampikan hal tersebut, namun menurutnya Inspektorat harus tegas sejak awal dalam pendampingan dan tidak meyalahkan desa di saat kemudian. Menurutnya, banyak kepala desa yang takut berbuat salah dalam penggunaan dan pengolaan dana desa dan sangat membutuhkan pendampingan sejak awal. Marten kemudian menyampaikan apa yang telah diraih desanya sebagai contoh tatakelola desa yang baik. Misalnya: pada tahun 2018, Desa Tebara meraih Peringkat 1 Nasional Pengeloaan Keuangan dan Aset Desa Terbaik dan tahun 2019 meraih Juara 2 Nasional Lomba Desa Wisata Nusantara.

Demikian salah satu dinamikan yang menarik dalam acara kunjungan Bupati ke Kecamatan Kota Waikabubak. Bupati menyampaikan apresiasi kepada kepala desa tebara dan mendorong desa-desa lain untuk mengikuti prestasi yang  telah diraih. Banyak hal lain yang sampaikan Johanes Dade kaitan dengan program kerja setarus hari, antara: mengubah Kota Waikabubak dari terkotor secara nasional menjadi terbersih se-FLOBAMORA; DKIPS harus menjadi gudang data daerah; rencan penyediaan air bersih; dan perampingan struktur OPD. Para tokoh masyarakat, tokoh agama, pelaku usaha dan semua pihak lainya diajak agar dapat bekerjasama dengan pemerintah daerah agar Sumba Barat maju. Turut menyampaikan materi dalam acara tersebut adalah Dandim 1613 Sumba Barat dan Pores Sumba Barat.

Selain anggota Forkopimda, kegiatan ini juga dihadiri oleh para pimpinan OPD, staf ahli, Penggerak PKK, para kepala desa/kelurahan dan kepala sekolah serta tokoh agama dan masyarakat.

Peliput: OK DKIPS

Bagikan Informasi Ini

Pengukuhan Bunda PAUD Kabupaten Sumba Barat

Waikabubak-Bunda PAUD Provinsi Nusa Tenggara Timur Julie Sutrisno Laiskodat mengkukuhkan Martha Bili Lalo, SH sebagai Bunda PAUD Kabupaten Sumba Barat, Sabtu (29/5).

Pengukuhan tersebut dilaksanakan secara virtual bersamaan dengan beberapa Kabupaten diantaranya Kabupaten Timur Tengah Utara, Kabupaten Malaka, Kabupaten Belu, Kabupaten Sumba Timur, Kabupaten Ngada, Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Manggarai Barat.

Dalam sambutannya Julie Laiskodat menyampaikan terima kasih atas terlaksananya kegiatan tersebut dan ucapan selamat atas pengukuhan Bunda PAUD Kabupaten Timur Tengah Utara, Kabupaten Malaka, Kabupaten Belu, Kabupaten Sumba Barat, Kabupaten Sumba Timur, Kabupaten Ngada, Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Manggarai Barat. Julie berharap adanya perubahan dan semangat baru guna meningkatkan kualitas PAUD yang bersertifikasi, baik tenaga pendidik maupun sarana prasarana PAUD. “tentunya kami tidak bisa berjalan sendiri, untuk itu kami memohon bantuan dari Kepala Daerah dan OPD terkait untuk berjalan  bersama kami,” Ujar Julie.

Hadir pada acara tersebut Bupati Sumba Barat Yohanis Dade, SH bersama Organisasi Perangkat Daerah Terkait, Perkumpulan Stimulant Institute, dan Stackholder.DKIPS

Bagikan Informasi Ini

Training of Trainer Pertolongan Pertama Kepada Staff Pengelola Usaha Kesehatan Sekolah di Puskesmas dan Guru Sekolah Dasar

Pelatihan Pertolongan Pertama adalah pelatihan untuk  memberikan pembekalan bagi siapa saja yang tidak termasuk dalam kategori petugas medis. Tujuan dari pelatihan pertolongan pertama adalah agar setiap orang yang tidak memiliki latar belakang pendidikan di bidang medis mampu untuk melakukan pertolongan pertama pada korban yang mengalami kasus kegawatdaruratan di lokasi kejadian. Kasus kegawatdaruratan tersebut mencakup henti jantung, henti nafas, perdarahan, patah tulang, pingsan, dan kasus kegawatdaruratan medis lainnya. Selain itu, Pertolongan Pertama diperlukan dalam lingkungan kerja dan juga Lembaga Pendidikan. Hal ini untuk mencegah risiko terjadinya kecelakaan kerja dan kecelakaan saat beraktivitas. Kecelakaan yang terjadi, dapat mengancam nyawa manusia. Situasi ini perlu diminimalisir dengan memberikan penguatan kapasitas bagi staff terkait pertolongan pertama.

Berbicara terkait kecelakaan pada saat beraktivitas dan penyakit-penyakit, khususnya pada anak-anak saat kegiatan belajar mengajar. Sekolah perlu memiliki kesiapan terkait kejadian cedera dan sakit mendadak pada anak selama jam sekolah. Perlu kerjasama dari semua pihak yaitu sekolah, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan dan Puskesmas untuk memastikan kegiatan pertolongan pertama terselenggara dengan baik. Program Sponsorship melalui Perkumpulan Stimulant Institute (PSI) bersama Save the Children mendukung Pemerintah Daerah Kabupaten Sumba Barat dengan menyelenggarakan pelatihan Training of Trainer (TOT) Pertolongan Pertama kepada staff pengelola Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) di Puskesmas dan Guru SD. TOT bertujuan untuk memastikan seluruh partisipan memiliki kemampuan/pengetahuan  terkait First Aid dan memperkuat layanan UKS yang sudah ada di Sekolah.

Bertempat di SDN Tabulo Dara, pelatihan TOT dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Sumba Barat, Dokter Bonar Sinaga. Dalam sambutannya, beliau memberikan apresiasi kepada Stimulant Institute dan Save the Children yang terus berupaya memberikan penguatan kapasitas kepada staff Puskesmas dan para Guru. Dalam situasi pandemi Covid-19 kedua Lembaga ini tetap komitmen melakukan program pemenuhan hak anak-anak. Untuk ibu/bapak peserta TOT, harus fokus mengikuti pelatihan hingga selesai sehingga dapat menguasi materi dengan baik. Peserta yang telah dilatih akan menjadi Master Trainer P3K bagi guru-guru UKS di Puskesmas dampingan. Oleh karena itu, ibu/bapak harus mengetahui jumlah sekolah dampingan di masing-masing Puskesmas. Kami akan ingatkan kepada Kepala Puskesmas, untuk tidak mengganti pengelola UKS yang telah dilatih, agar materi yang telah diperoleh tetap berkelanjutan. Untuk para Kepala Puskesmas, harus memberi perhatian kepada staff yang telah dilatih, sebab mereka akan memfasilitasi kegiatan pada tingkat sekolah dasar (SD).

TOT dilaksanakan selama tiga hari, dimulai pada tanggal 28 – 31 Mei 2021 dengan metode offline atau tatap muka. Peserta yang dilibatkan berjumlah 12 orang (5 perempuan dan 12 laki-laki), merupakan perwakilan dari Palang Merah Indonesia (PMI) dan pengelola UKS dari 10 Puskesmas. 17% atau 2 dari 12 peserta telah mengikuti pelatihan di tahun 2019, sedangkan 10 peserta baru pertama kali mengikuti pelatihan. Nina Herlina selaku dokter umum di Rumah Sakit Umum Daerah Waikabubak (RSUD) dan Luqman Indra Purnama Spesialist School Health and Nutrition (SHN) Save the Children menjadi fasilitator dalam pelatihan TOT.

Dengan komposisi peserta yang variative, maka metode brainstorming dan roleplay dipilih oleh fasilitator untuk menyampaikan materi. Materi yang dibagikan kepada peserta merupakan materi dasar yang wajib diberlakukan dalam pertolongan pertama. Materi tersebut adalah; a) dasar manajemen pertolongan pertama di sekolah, b) dasar tubuh manusia berkaitan dengan kondisi darurat, c) Pengenalan Bantuan Hidup Dasar (BHD), dan d) pengertian tanda dan gejala dalam kedaruratan medis. Istilah medis dan kesiapan pengelola UKS dalam melaksanakan pertolongan pertama menjadi topik utama diskusi. Sekalipun pengelola UKS background Pendidikan kesehatan, masih awam dengan istilah-istilah dalam pertolongan pertama. Dua metode pelatihan yang digunakan oleh fasilitator memberikan dampak perubahan pada pengetahuan peserta. Ditunjukan dari hasil pre dan post test peserta dengan kenaikan diatas 80%. Perubahan yang cukup significant dari sebuah pelatihan.

Dominggus Kariam (perwakilan PMI) menyatakan bahwa ‘saya pernah mendapat pelatihan ini ditahun 2019, namun pelatihan tahun 2021 lebih detail dan terarah. Tidak semua orang berkesempatan mendapat pelatihan ini, untuk kami yang telah dilatih menjadi fasilitator P3K harus bisa membagi informasi kepada Guru pengelola UKS di SD.’

Dokter Nina Herlina, turut menyampaikan pendapatnya terkait pelaksanaan TOT Pertolongan Pertama. Beliau menyebutkan bahwa kegiatan P3K membawa dampak untuk sekolah-sekolah di Sumba Barat. Penanganan pertama pada penyakit-penyakit yang mungkin mendadak terjadi di sekolah bisa ditangani pertama kali oleh guru UKS. Peluang terjadinya risiko bisa terjadi di lingkungan sekolah, dan terjadi pada anak. Melalui UKS, bisa membantu guru melakukan penanganan pertama pada penyakit.’

Setelah pelatihan TOT, peserta mendapat predikat sebagai fasilitator, dan selanjutnya akan melakukan pelatihan kepada guru-guru UKS di SD. Stimulant Institute akan berkoordinasi dengan fasilitator untuk jadwal pelatihan kepada guru-guru UKS. (PSI RED)

Bagikan Informasi Ini

Bupati Yohanis Dade Lakukan Pertemuan Bersama Petugas Retribusi Pasar

Waikabubak_ Bupati Sumba Barat Yohanis Dade, SH melakukan pertemuan bersama Petugas Retribusi Pasar bertempat di Aula Kantor Bupati Sumba Barat. Senin, (24/05)

Dalam arahannya Bupati Yohanis menegaskan kedisiplinan waktu dan dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawab yang diemban.

“Masih banyak orang di luar sana yang masih menganggur dan membutuhkan pekerjaan. Kalian harus bersyukur karena kalian menjadi salah satu yang terpilih. Oleh karena itu kalian harus kerja, kerja dan kerja”, tandas Bupati.

Bupati mengatakan pasar merupakan tanggungjawab kita bersama. “Saya telah mengarahkan ASN dan TKD lingkup Pemda Kabupaten Sumba Barat untuk melakukan kegiatan pembersihan kota di setiap hari Jumat.

“Saya berharap agar petugas retribusi harus mendukung program ini yaitu dengan menjaga kebersihan pasar. Jangan hanya menjadi penonton, kita harus saling melengkapi dan mendukung”, tegas Bupati.

Pasar inpres disediakan untuk rakyat Sumba Barat, saya tegaskan agar jangan ada oknum tertentu yang memanfaatkan untuk kepentingan sendiri yaitu dengan menjadi calo dan lain sebagainya.

Bupati Yohanis meminta agar Parkiran kendaraan di pasar dan tempat perbelanjaan lainnya dapat di aktifkan. Karena selain dapat meningkatkan PAD juga mampu menambah insentif bagi petugas retribusi.

Bupati mengatakan bahwa pemerintah akan merencanakan pembongkaran pasar lama yang selanjutnya akan dijadikan pasar modern, sehingga dapat membuka lapangan kerja baru bagi rakyat Sumba Barat yang ingin berusaha namun belum memiliki tempat usaha.

Kepada Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Bupati Yohanis harapkan dapat menyediakan anggaran untuk seragam dinas bagi petugas retribusi.

Mengakhiri sambutannya Bupati Yohanis menghimbau kepada petugas retribusi agar tetap mematuhi Protokol Kesehatan dalam melaksanakan tugas. “Bekerjalah dengan jujur dan ikhlas, maka berkat Tuhan akan selalu menyertai kalian”, ucap Bupati Yohanis.

(Moi)

Demikian Siaran Pers Bagian Humas dan Protokol pada Sekretariat Daerah Kabupaten Sumba Barat.

 

Bagikan Informasi Ini