Month: <span>July 2021</span>

Bupati Launching Pelaksanaan Penyaluran Perdana Bantuan Beras PPKM 2021

Waikabubak_ Bupati Sumba Barat, Yohanis Dade, SH., Launching Pelaksanaan Penyaluran Perdana Bantuan Beras PPKM 2021 dari Kementerian Sosial untuk keluarga penerima manfaat melalui Program Keluarga Harapan (PKH), dan Bantuan Sosial Tunai (BST), Kamis (29/7/2021).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyampaikan bahwa, penyaluran beras kali ini harus cepat dan tepat sasaran, dan pembagian beras kepada KPM harus tetap mengikuti protokol kesehatan pengendalian penyebaran Covid19.

“Dinas Sosial Kabupaten sumba Barat harus menentukan dan menetapkan titik-titik pembagian beras per dusun dalam desa untuk menghindari terjadinya kerumunan orang. Saya tegaskan kepada para Camat, Kepala Desa dan Lurah untuk melakukan pengawasan pada saat penyaluran dan pembagian beras di wilayah masing-masing”, tegas Bupati Sumba Barat.

Kebijakan pemerintah memberikan bantuan sosial berupa beras 10 Kilogram per Kelompok Penerima manfaat (PKM) sejalan dengan Pemberlakuan Pembantasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sebagai upaya pengendalian penyebaran covid-19.

Sasaran penyaluran dan pembagian beras PPKM tahun 2021 di Kabupaten Sumba Barat adalah kepada kelompok penerima manfaat sejumlah 16.627 KPM dengan kelompok penerima manfaat bantuan sosial tunai sebanyak 3.668 KPM dan Kelompok penerima manfaat Program keluarga harapan sebanyak 12.985 KPM.

“Sebagai tahap awal pada hari ini akan disalurkan bantuan beras ke wilayah Kecamatan Kota Waikabubak dengan Jumlah penerima sebanyak: 2.756 KPM”, Bupati menjelaskan.

Bupati Yohanis juga mengucapkan terima kasih kepada Perum Bulog Sumba Barat yang telah menyediakan beras, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sumba Barat bersama seluruh staf yang telah menyediakan data KPM dan semua pihak yang telah membantu dan turut berpartisipasi dalam Kegiatan Launching bantuan beras PPKM tahun 2021 ini.

“Semoga dengan launching bantuan beras PPKM 2021 hari ini dapat membantu dan mengurangi beban masyarakat dalam situasi pandemik Covid-19 di Kabupaten Sumba Barat”, tutur Bupati Yohanis mengakhiri sambutannya. (Dhi)

Demikian Siaran Pers Bagian Humas dan Protokol pada Sekretariat Daerah Kabupaten Sumba Barat.

 

Bagikan Informasi Ini

Bupati Kumpulkan Anggota Satpol PP, Berikan Pembinaan

Waikabubak_ Dalam rangka mewujudkan SATPOL PP Kabupaten Sumba Barat yang SIGAP & HUMANIS, Bupati Sumba Barat berikan pembinaan dan latihan Peraturan Baris Berbaris (PBB), Rabu, (28/07/2021).

Seluruh anggota Satpol PP yang tidak berhalangan/bertugas hari ini diwajibkan mengikuti kegiatan pembinaan yang dipimpin oleh Bupati Sumba Barat yang bertempat di lapangan Upacara Kantor Bupati Sumba Barat.

Ini merupakan tindak lanjut dari upaya penegakan disiplin kerja bagi seluruh anggota Satpol PP Kabupaten Sumba Barat sekaligus

“Saya kalau tegas dan marah itu untuk kebaikan, biar Pol PP punya kewibawaan. Pol PP Harus tegas tapi tetap humanis, sepanjang kita bertindak untuk kepentingan rakyat. Mari kita disiplin, dimulai dari POL PP. Tidak ada yg berhasil tanpa disiplin. Saya sebagai bupati bukan tukang ancam tukang kasi pindah orang, saya ingin Pol PP ini baik. Bekerja dengan jujur”, ungkapnya.

Sebelum Bupati memberi arahan, terlebih dahulu seluruh anggota Pol PP melaksanakan latihan Peraturan Baris Berbaris (PBB).

Bupati Yohanis mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk melakukan latihan fisik dan mental para anggota. Kegiatan Baris Berbaris juga bertujuan agar setiap personil Satpol PP selalu mengingat pengetahuan dasar khususnya tentang Peraturan Baris Berbaris (PBB). Karena dengan memahami betul PBB sekaligus akan tertanam semangat disiplin, kebersamaan dan loyalitas serta cermin disiplin.

“Tujuannya agar seluruh anggota Satpol PP mempunyai mental dan fisik yang kuat untuk menjalankan tugas setiap harinya dalam menjaga Ketenteraman dan ketertiban umum, menegakan Peraturan Daerah/Peraturan Kepala daerah, dan Perlindungan Masyarakat.” ucapnya.

Seluruh anggota yang bertugas di Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Sumba Barat diwajibkan untuk menjaga kebugaran tubuh agar memiliki fisik yang sehat dan kuat dalam menjalankan tugas sehari-hari.

Karena tugas yang diemban di Satuan Polisi Pamong Praja itu, tidak hanya sebagai tenaga administrasi di kantor saja, tapi juga bertugas ke lapangan, seperti melakukan razia, penertiban masyarakat atau suatu badan usaha yang melanggar Perda/Perkada, serta melaksanakan pengamanan suatu acara atau kegiatan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Sumba Barat.

“Kalian polisinya Bupati, polisinya daerah ini. Tugas Pol PP berat dan mulia, Pol PP harus berwibawa caranya harus jadi contoh dan disiplin, harus bekerja dengan baik. Kalian ini tangan kanan bupati, dalam penegakan disiplin. Kalau PNS disiplin masyarakat pasti disiplin, Seragam yang kalian pakai mencerminkan wibawa yang di emban”, tegas Bupati Yohanis. (Dhi)

Demikian Siaran Pers Bagian Humas dan Protokol pada Sekretariat Daerah Kabupaten Sumba Barat.

 

Bagikan Informasi Ini

Hari Anak Nasional Ditandai Dengan Peluncurah Buku Cerita Hasil Karya Anak-Anak Sumba

Waikabubak, 23 Juli 2021. Hari Anak Nasional (HAN) tidak saja sebagai momentum belaka tetapi bentuk penghargaan Pemerintah Indonesia kepada anak-anak untuk memberikan penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan hak anak sebagai generasi penerus bangsa. Selain itu, Pemerintah menyadari bahwa di pundak anak-anak terletak masa depan bangsa. Bagaimana upaya pemerintah agar penerus bangsa bisa mendapat tempat yang sejajar dengan orang dewasa lainnya? Salah satu yang dilakukan melalui program nyata di masyarakat terkhususnya bagi anak-anak. Tema besar HAN tahun 2021 “Anak Terlindungi, Indonesia Maju” memberikan informasi kepada kita semua bahwa dengan melindungi anak-anak dari segala bentuk kekerasan, secara tidak langsung kita sedang memajukan Bangsa Indonesia.

Perkumpulan Stimulant Institute (PSI) bekerjasama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) dan Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik (DKIPS) Sumba Barat, menyelenggarakan perayaan HAN tingkat kabupaten Sumba Barat. Kegiatan dilakukan secara virtual melalui media Zoom. Dalam perayaan HAN, hadir Bupati dan  Wakil Bupati Sumba Barat, Bunda PAUD, Kepala Kementerian Agama, Kepala BAPPEDA, Kepala Dinas PPPA, Kepala Dinas KIPS, Kepala Dinas Pendidikan, Pimpinan Save the Children kantor Sumba, Direktur PSI, perwakilan 100 anak-anak dari jenjang Pendidikan PAUD, SD dan SMP serta pelaku kependidikan.

Direktur PSI, Stepanus Makambombu dalam sambutannya menegaskan bahwa anak-anak tetap bisa belajar dan produktif di masa pandemi Covid-19. Hasilnya telah terlihat dengan adanya buku cerita hasil karya anak-anak Sumba. Pernyataan tersebut ditegaskan kembali oleh David Wala, pimpinan Save the Children kantor Sumba, bahwa program Sponsorship telah melaksanakan berbagai upaya untuk mencapai anak Sumba Sehat dan mendapatkan Pendidikan yang berkualitas. Upaya-upaya yang dilakukan harus dapat memenuhi empat pilar besar, yaitu tersedianya akses, dukungan partisipasi, kualitas layanan dan adanya kebijakan yang mendukung implementasi program. Salah upaya yang dilakukan untuk memenuhi hak anak-anak yakni melalui lomba literasi.

Kami menyadari bahwa semua upaya ini membutuhkan dukungan dari semua pihak terutama pemerintah daerah, untuk itu, ditempat ini kami mohon dukungan Bapak Bupati, Wakil Bupati dan Bunda PAUD serta pimpinan OPD terkait untuk mencapai visi dan misi bersama yaitu anak Sumba sehat, terlindungi dan mendapat Pendidikan yang berkualitas ungkap David.

Bupati Sumba Barat, Yohanes Dade, SH dalam sambutannya menyatakan bahwa tujuan HAN di Sumba Barat untuk mengajak pemerintah, masyarakat, keluarga untuk menghormati dan menjunjung tinggi hak anak-anak tanpa perlakuan diskriminasi. Kualitas anak dan generasi muda sangat menentukan tingkat kemajuan sebuah bangsa. Oleh karena itu, setiap anak perlu mendapat kesempatan seluas-luasnya untuk tumbuh dan berkembang secara optimal secara fisik, mental maupun social. Untuk mencapai hal ini, perlu dukungan dari semua pihak, yaitu; pemerintah, masyarakat, dan keluarga.

Upaya membangun karakter anak-anak merupakan kewajiban berkelanjutan yang hasilnya dapat terlihat dalam beberapa decade mendatang. Peran keluarga sangat penting untuk pembangunan karakter tegas Yohanes Dade, SH

Peringatan HAN merupakan momentum yang sangat strategis dalam upaya meningkatkan hak asasi dan kehormatan anak-anak. Tema HAN tahun ini, tersirat makna penting untuk perlindungan kepada anak-anak. Saya berharap sekolah mampu melindungi kekerasan fisik dan psikis terhadap anak-anak. Pastikan disetiap sekolah tidak ada anak-anak yang mengalami kekerasan fisik. Tolong ingat akan hal ini. Ditempat ini juga saya ucapkan terima kasih kepada Save the Children dan Stimulant yang telah membantu pemerintah daerah melalui kegiatan-kegiatan program pemenuhan hak anak-anak. Melalui moment HAN, saya selaku Bupati Sumba Barat, menyerahkan 13 judul buku cerita karya anak-anak Sumba untuk dibaca dan diteruskan kepada anak-anak lainnya. Jadikan ini sebagai semangat juang untuk membangun Sumba Barat. Pernyataan ini mengakhiri sambutan sekaligus membuka acara HAN secara resmi.

Selanjutnya, dialog antara Bupati dan Wakil Bupati Sumba Barat serta Bunda PAUD, diambil alih oleh Alfret Jems Lay Ratu selaku Spesialist Basic Education Save the Children dan Novita Rambu Lodang, Project Officer program PAUD Stimulant Institute. Jems memperkenalkan 12 penulis cerita anak-anak kepada peserta HAN yang terhubung dalam ruang virtual. Para penulis berasal dari 10 Sekolah Dasar yang tersebar di lima kecamatan. Sementara, dua penulis lainnya, merupakan staff Stimulan Institute, yaitu Adriana Loru dan Meliana Kristin Patola.

Dialog antara Bupati, Wakil Bupati dan Bunda PAUD Sumba Barat berjalan lancar. Sekalipun kegiatan dilakukan secara virtual, namun tidak mengurangi suasana keakraban dan humanis yang terjalin saat dialog. Bupati dan Wakil Bupati mampu memposisikan diri selayaknya anak-anak maupun orangtua bagi anak-anak. Suatu pemandangan yang mengharukan sehingga anak-anak begitu antusias dan tertawa lepas ketika beliau berdua berbagi pengalaman masa kecil.

Wakil Bupati Sumba Barat, Jhon Lado Bora Kabba, menyampaikan kepada anak-anak bahwa untuk mencapai posisi pengambil kebijakan, harus belajar, berusaha, dan berdoa. Kami berasal dari anak kampung dan orangtua kami petani, tetapi dari hasil lumpur kami bisa menjadi Bupati dan Wakil Bupati. Tidak ada yang mustahil, jika kita mau berusaha. Demikian pernyataan Jhon Lado mengakhir pesannya kepada anak-anak.

Martha Bili Lalo, SH selaku Bunda PAUD menyampaikan pesan kepada semua keluarga dan anak-anak, bahwa anak adalah anugerah terbesar yang diberikan oleh Tuhan kepada orangtua dan keluarga. Untuk membuat suatu bangsa menjadi kuat membutuhkan anak-anak yang cerdas. Saya mengajak semua orangtua dan keluarga mari lindungi dan berikan yang terbaik kepada anak-anak, karena di tanggan mereka terletak masa depan Sumba Barat. Keenam kepala Badan dan Dinas terkait, turut memberikan pesan kepada anak-anak Sumba, untuk memotivasi dan mendorong mereka agar terus belajar dan mengapai cita-cita.

Pada akhir kegiatan, Drs. Djemi Octovianus Dima, MM Kepala Dinas PPPA, menyampaikan bahwa momentum HAN ini sebagai upaya pemerintah untuk terus mendorong program yang berpihak kepada anak-anak. Pihaknya akan terus mengedukasi masyarakat dan keluarga melalui pendekatan referral system ditingkat komunitas. Dengan memberikan edukasi dan perlindungan sejak dini kepada anak-anak, kita telah menyiapkan asset bangsa yang berkarakter. (PSI, RED)

Bagikan Informasi Ini

Mendukung pelaksanaan pembelajaran di Tahun Ajaran 2021-2022, Dinas Pendidikan Kab. Sumba Barat dan tim waliku mengadakan online refreshment training aplikasi waliku

Waikabubak, 17/07/2021, Dinas Pendidikan bekerja sama dengan tim Waliku, Save The Children Kembali mengadakan pelatihan penyegaran tentang penggunaan aplikasi Waliku ke 34 operator sekolah dampingan Waliku. Dikarenakan naiknya kasus Covid di Kabupaten Sumba Barat, dan untuk menyelaraskan pencegahan penyebaran Covid, kegiatan ini diselenggarakan selama 3 hari berturut-turut dari hari Kamis, 17-19 Juli secara daring melalui aplikasi Zoom. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan operator sekolah tentang manfaat, kegunaan, implikasi, dan pengoperasian aplikasi Waliku V.3.3 di masa pandemi ini. Kegiatan diikuti oleh 34 operator sekolah dari kec. Kota Waikabubak, Wanokaka, dan Lamboya. Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Kab. Sumba Barat, Sairo Umba Awang, SE.

Dalam sambutan sekaligus membuka kegiatan pelatihan ini di hari Kamis 17 Juli 2021, Kadis Pendidikan, Bpk Sairo Umbu Awang menegaskan bahwa melihat situasi dan kondisi pandemic covid-19 di Kab. Sumba Barat saat ini, pelaksanaan pembelajaran di tahun ajaran baru ini bisa terjadi secara daring dan juga secara luring. Untuk itu, setiap kegiatan wajib mengikuti protokol Kesehatan untuk menghindari  penyebaran covid-19.

Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa aplikasi Waliku merupakan aplikasi Kerjasama  dinas Pendidikan Sumba Barat dan tim Waliku untuk membantu guru dan sekolah memantau kehadiran anak dalam mengikuti pembelajaran. Apalagi di masa pandemi ini, banyak anak yang hilang dari sekolah sehingga para operator sekolah diharapkan untuk terus membantu kepala sekolah dan guru-guru untuk merekam absen kehadiran dan memantau pembelajaran melalui aplikasi Waliku sehingga anak-anak yang hilang/tanpa kabar selama belajar dari rumah bisa ditelusuri dan ditindaklanjuti untuk tetap mendapat hak Pendidikan.

Selanjutnya,  Koordinator Waliku untuk Indonesia, Alowisya Iki, M.A menyatakan untuk memperkuat layanan Waliku untuk Anak Sumba, selain aplikasi Waliku Admin dan Waliku Class, kami telah mengembangkan dua aplikasi Waliku yang terbaru, yakni Waliku Assess dan Waliku Clinic. Waliku Assess akan dipakai oleh guru UKS mendata anak-anak yang sakit, termasuk jika nanti ada anak yang mengalami gejala Covid. Data ini akan dikoneksikan ke Waliku Clinic yang akan digunakan oleh petugas Puskesmas untuk memberikan pertolongan medis kepada anak sesuai kebutuhan anak.

Kegiatan berlangsung dengan baik dimana para operator sekolah terlibat aktif dalam pelatihan Waliku versi terbaru. Pada hari ke-3 Sabtu, 17 Juli 2021, kegiatan pelatihan online ini ditutup oleh sekretaris dinas Pendidikan Sumba Barat, Yehuda Malorung, S.Pd. Beliau menegaskan bahwa aplikasi Waliku adalah aplikasi milik dinas Pendidikan Sumba Barat, dan sekolah-sekolah telah mengalokasikan dana untuk pembelian pulsa internet dari dana BOS; sehingga, tidak ada alasan bagi sekolah untuk tidak menggunakan aplikasi Waliku untuk kepentingan perekaman absen dan tindak lanjut siswa yang tidak hadir di sekolah

Sebelum menutup kegiatan pelatihan daring ini, Bapak Yehuda berpesan bahwa “Pendidikan kab Sumba Barat dan generasi Sumba Barat ada di tangan kita. Waliku ini adalah salah satu inovasi yang dilakukan untuk mempercepat kemajuan. Kita tidak bisa berlari kencang, kita hanya bisa melangkah setapak demi setapak, tujuan pasti tercapai namun waktunya saja berbeda’.

Bagikan Informasi Ini