Day: <span>July 2, 2021</span>

Desa Sobarade, Dijadikan Lokasi Penangkaran Benih Jagung Keempat di Sumba Barat

Sobarade_ Seluas lebih kurang 5 ha lahan di desa Sobarade Kecamatan Kota Waikabubak, dijadikan lokasi lahan penangkaran benih jagung label ungu untuk memenuhi kebutuhan benih jagung di Kabupaten Sumba Barat.

Bupati Yohanis Dade, SH bersama Wakil Bupati John Lado Bora Kabba serta Kepala Seksi Pengawasan Mutu Benih Dinas Pertanian Provinsi NTT yang berkesempatan hadir untuk melakukan penanaman perdana benih di lokasi milik kelompok tani Elu Toya yang memanfaatkan embung sebagai sumber air untuk mengembangkan penangkaran benih jagung tersebut. Jumat (02/07/2021).

Hasil benih jagung tersebut diharapkan untuk memenuhi kebutuhan benih jagung Musim Tanam I ( Oktober – Maret 2021) di Kabupaten Sumba Barat,

“Dari hasil penangkaran benih jagung ini diharapkan hasilnya dapat di bagikan ke masyarakat lain diluar desa di Kecamatan Kota Waikabubak”, harap Bupati.

Bupati Yohanis Dade meminta juga kepada kelompok tani Elu Toya untuk serius mengurus kebun tersebut.

“Saya yakin dan percaya jika semua bekerja keras, kita pelihara, kita jaga, kita pelihara pasti akan menghasilkan, kalau mau jujur saja ini rakyat Lolina aslinya lebih rajin, apalagi tenaga cukup banyak yang ada disini”, lanjut Bupati

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati berterima kasih atas ungkapan yang tulus disampaikan oleh ketua kelompok tani elu Toya, hal itu menurutku sebagai wujud tanggungjawab sebagai pemimpin dan orang tua masyarakat Sumba Barat.

“Dalam penyampaian oleh Ketua Kelompok tani Elu Toya, baru Bupati ini yang datang lihat anak-anaknya di semak-semak, saya menyampaikan terima kasih, inilah wujud tanggungjawab kami sebagai seorang pemimpin, sebagai ina ama, sebagai orang-tua masyarakat Sumba Barat. Kami ingin masyarakat Sumba Barat keluar dari keterpurukan, untuk meningkatkan ketahanan pangan di Sumba Barat, inilah yang kami lakukan”, ungkap Wakil Bupati John Lado.

Wabup juga berpesan kepada masyarakat Sobarade agar selalu mencintai tanahnya, mau bekerja keras mengolahnya sehingga tidak ada lagi lahan tidur, lahan-lahan yang tidak termanfaatkan. Tentunya Pemerintah selalu ada dan hadir bersama rakyat untuk melihat secara langsung kondisi dilapangan apa yang menjadi kebutuhan rakyat Sumba Barat itu sendiri.(Dhi)

Demikian Siaran Pers Bagian Humas dan Protokol pada Sekretariat Daerah Kabupaten Sumba Barat.

 

Bagikan Informasi Ini

Wabup John Lado Hadiri Sidang Panitia Pertimbangan Landreform Kegiatan Redistribusi

Waikabubak_ Wakil Bupati John Lado Bora Kaba menghadiri Sidang Panitia Pertimbangan Landreform Kabupaten Sumba Barat Dalam Rangka Kegiatan Redistribusi Tanah Tahun 2021. Jumat, (02/07/2021)

Tanah merupakan anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa, yang memiliki arti penting dalam kehidupan umat manusia. Manusia hidup dan tinggal diatas tanah dan dan memanfaatkan tanah untuk sumber kehidupan dengan menanam tumbuh-tumbuhan yang menghasilkan makanan.

Permasalahan mendasar yang dihadapi oleh bangsa Indonesia dalam rangka mewujudkan keadilan sosial dan kesejahteraan umum antar lain kemiskinan struktural, pengangguran yang cukup tinggi dan metimpangan distribusi pendapatan. Salah satu penyebab rangkaian permasalahan tersebut adalah kurangnya proporsionalitas penguasaan dan kepemilikan tanah serta tidak adanya kesempurnaan akses tanah sebagai salah satu sarana atau modal yang belum dikelola dengan baik.

Tahun 2021 ini Kabupaten Sumba Barat menjadi salah satu wilayah yang menyelenggarakan program kegiatan Redistribusi Tanah objek Landreform dengan target 500 bidang tanah yang berlokasi di Desa Elu Loda, Kecamatan Tana Righu.

“Saya menyambut baik kegiatan ini, dan atas nama pemerintah daerah saya menyampaikan terima kasih atas kerja keras kita semua, khususnya Badan Pertanahan Nasional yang telah membentuk Panitia Pertimbangan Landreform kegiatan Redistribusi Tahun Anggaran 2021, semoga pemerintah Daerah mempercepat penyelesaian proses redistribusi tanah bersama BPN dan pihak terkait”, harap Wabup John Lado.

“Apa yang kita lakukan hari ini, merupakan upaya dalam rangka mempercepat agar masyarakat kita memiliki haknya memperoleh sertifikat Tanah. Pemerintah berupaya memberikan kepastian kepada Masyarakat tentang legalitas tanah mereka”, ujar Wabup mengakhiri sambutannya.

Acara dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara kesepakatan seluruh Panitia Pertimbangan Landreform. (HB)

Demikian Siaran Pers Bagian Humas dan Protokol pada Sekretariat Daerah Kabupaten Sumba Barat.

 

Bagikan Informasi Ini

Pelantikan Pengurus Ikada Faperta, Ini Pesan Bupati Sumba Barat

Lapale_ Bupati Sumba Barat, Yohanis Dade, SH mengikuti pelantikan Badan Pengurus Ikatan Alumni Universitas Nusa Cendana (Ikadana) Fakultas Pertanian (Faperta) Kabupaten Sumba Barat periode 2021-2025, Jumat (02/07/2021).

Pengurus Ikadana Faperta Sumba Barat ini dilantik oleh Dekan Faperta Undana, Dr. Ir. Damianus Adar, M.Ec. bertempat di Pendopo Taman Rindu Alam, Desa Lapale.

Bupati Yohanis Dade dalam sambutannya mengatakan bahwa saat ini di Kabupaten Sumba Barat sedang melaksanakan pembukaan lahan penangkaran dan penanaman benih jagung seluas lebih dari 3.000 hektare dan meminta alumni FAPERTA UNDANA yang ada di Sumba Barat agar dapat berkontribusi bagi daerah dan masyarakat Sumba Barat dan sebagai wujud tanggung jawab mendukung program pemerintah daerah terutama terkait pertanian.

Menurut Bupati Yohanis, masyarakat Sumba Barat sebagaian besar bermata pencaharian sebagai petani, dan di dalam visi misi Bupati dan Wakil Bupati Sumba Barat salah satu program prioritas unggulan dan urutan pertama adalah sektor pertanian.

“Kami membuka lahan kering lebih kurang 3.000 hektare untuk tanaman jagung, saya titipkan dipundak teman-teman sekalian, tolong bantu sehingga penangkaran jagung untuk di kembangkan di Kabupaten Sumba Barat untuk 6 kecamatan dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Di pundak teman-teman saya pertaruhkan nasib para petani”, pesan Bupati.

Lebih lanjut ia mengharapkan sinergitas antara IKADANA FAPERTA UNDANA dengan Pemerintah Daerah di bidang pertanian. Ketika sektor pertanian menjadi maju pasti akan di ikuti oleh sektor pendidikan, sektor kesehatan dan sektor-sektor lainnya.

“Saya minta ada kerjasama semua. Saya tentu akan memanfaatkan semua sarjana pertanian yang ada di Sumba Barat.

Saya juga mengucapkan terimakasih banyak kepada Adik saya Pak Marthen Ngailu Toni yang berkenan datang. Yang sebenarnya kalau orang lain tidak mungkin datang, ya karena wujud cinta kasih beliau terhadap Sumba Barat, apalagi beliau basicnya adalah bidang pertanian. Saya tetap akan melanjutkan apa yang telah dibuat selama 5 tahun kepemimpinan selama untuk kepentingan dan kemajuan masyarakat Sumba Barat”, ungkap Bupati Yohanis.

Sejalan dengan hal itu, Dekan Fakultas Pertanian Undana, Damianus Adar dalam sambutannya mengatakan bahwa Alumni merupakan salah satu komponen penting dalam mendukung pengembangan kampus terutama dalam mendukung akreditasi kampus sekaligus juga berkolaborasi dengan kampus mendukung pengembangan kapasitas masyarakat dan mendukung program pemerintah daerah baik Provinsi maupun kabupaten/kota.

Lebih lanjut dikatakannya dirinya mengharapkan kehadiran Alumni Fakultas Pertanian Undana melalui wadah Ikadana Faperta akan dapat memberikan kontribusi dalam mendukung pengembangan kapasitas masyarakat dan program pembangunan Pemerintah Daerah Kabupaten Sumba Barat.

Setelah pelaksanaan pengukuhan, acara dilanjutkan dengan pemberian bantuan benih holtikultura dan Saprodi pertanian kepada kelompok tani di desa Lapale.(Dhi)

Demikian Siaran Pers Bagian Humas dan Protokol pada Sekretariat Daerah Kabupaten Sumba Barat.

 

Bagikan Informasi Ini