Day: <span>July 7, 2021</span>

INSEMINASI BUATAN SIKOMANDAN GENCOT POPULASI TERNAK SUMBA BARAT?

Waikabubak, 7 Juli 2021 | Berbagai upaya pembenahan  dalam pemenuhan kebutuhan daging dalam negeri telah dilakukan Pemerintah sejak tahun 2000, Program Swasembada Daging Sapi (tahun 2000), Program GBIB, atau Gertak Birahi dan Inseminasi Buatan (2015 – 2016) dan Program  Upaya Khusus Sapi Induk Wajib Bunting, atau UPSUS SIWAB (2017-2019), yang pada tahun 2010, berganti nama menjadi Program SIKOMANDAN, atau Sapi Kerbau Komoditas Andalan Negeri.

SIKOMANDAN merupakan program andalan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementrian Pertanian untuk mengurangi ketergantungan pada import sapi dan kerbau. Sebagai gambaran, pada tahun 2019, dari total konsumsi daging nasional sebesar 686.271 ton, baru 404.596 ton (dari 2.02 juta hewan yang dipotong) yang dapat dipenuhi dari dalam negeri. Sisanya, yakni 281.681 ton, dengan rincian: sapi bakalan 99.980 ton, daging sapi 92,000 ton dan daging kerbau 100.000 ton adalah hasil import.

Program SIKOMANDAN yang dilaksanakqn di 34 propinsi di Indonesia ini secara nasional sangat sukses. Salah satu upaya untuk meningkatkan populasi sapi dan kerbau ialah melalui optimalisasi IB (inseminasi buatan) secara masal sejak tahun 2017. Jumlah kelahiran sapi dan kerbau hasil program ini dari tahun 2017 sampai dengan 2020 adalah 7.760.194 ekor, atau Rp 46,5 Triliun jika dikonversikan ke uang dengan harga per ekor Rp 6 juta.

Pelayanan IB ini gratis untuk yang pertama, dan yang kedua jika bibit ternak masih ada. IB yang ketiga dan selanjutnya ditanggung pemilik ternak. Selain IB, peternak juga mendapat pelayanan Pemeriksaan Kebutingan (PKB) secara gratis setelah tiga bulan diberikan IB. Sarana penunjang yang disediakan pemerintah berupa semen beku, N2 cair serta kontainer.

Bagaimana program ini di Kabupaten Sumba Barat?

Perlu diketahui bahwa jumlah populasi sapi dan kerbau di Sumba Barat adalah 14.336 ekor, masing-masing 1.644 dan 12.692 ekor berdasarkan Data Statistik tahun 2019. Target IB tahun 2021 hanya 25 ekor namun bibit yang disediakan sebanyak 50 atau dua kali lipat karena tidak ada data lapangan jumlah ternak betina sapi dan kerbau. Pada bulan Juli ini, sudah dilakukan IB sebanyak 26 kali sehingga diperkirakan prosentasi IB mencapai 200% pada akhir tahun. Ini berarti masih sisa 24 bibit yang dapat diakses peternak. Bibit sapi yang disediakan adalah jenis sapi Brahman. Target PKB 42 ekor dan 40 kelahiran. Sudah ada 14 kelahiran ternak melalui pelayanan IB ini.

Ditanya mengapa Sumba Barat hanya mendapat target 25 IB tahun 2021, Sekretaris Dinas Peternakan Kabupaten Sumba Bara, Dorkas Solidina, S.Hut, mengatakan bahwa jumlah ternak menjadi salah satu pertimbangan target IB untuk setiap wilayah. Kabupaten Kupang, misalnya, mendapat 2050 IB, Sumba Timur 600, dan Sumba Tengah 150. Namun, lagi menurut Dorkas, target yang tidak tercapai juga merupakan  alasan lain mengapa sebuah kabupaten mendapat alokasi IB yang sedikit. Karena itu ada kemungkinan jika Sumba Barat dapat melaksanakan IB sampai 200% tahun 2021, maka target IB akan dinaikkan.

Menurut Dorkas, dengan koordinasi yang lebih baik, kendala yang ada dilapangan  dalam pelaksanaan program SIKOMANDAN ini akan semakin baik pula di masa yang akan datang sehingga populasi ternak dapat terus ditingkatkan. Program SIKOMANDAN ini juga tidak sekedar memberi pelayanan IB dan PKB gratis guna meningkatkan jumlah kelahiran ternak, tetapi juga mencakup aspek peningkatan produktifitas, pengendalian penyakit hewan, penjaminan keamanan dan pemasaran.

Memang jumlah populasi sapi dan kerbau masih sangat kecil dan target 200% IB untuk tahun 2021 pun adalah angka yang sulit dibayangkan dapat mendongkrak populasi sapi dan kerbau di Sumba Barat. Semoga keberhasilan di tingkat nasional dapat pula terealisasi di tingkat daerah, khususnya Kabupaten Sumba Barat.

Tim DKIPS: AB, US, OK.

Bagikan Informasi Ini

Bupati Sumba Barat Tinjau RSUD Waikabubak

Waikabubak_ Bupati Sumba Barat, Yohanis Dade, SH mengunjungi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waikabubak hari ini, rabu pagi (07/07/2021). Kunjungan ini dalam rangka mengecek kesiapan fasilitas kesehatan atau ruang isolasi dalam penanganan masyarakat yang tertular virus covid-19.

Direktur RSUD dr. Japendi R.P. Saragih, Sp.A. M. Biomed menyambut langsung kedatangan orang nomor satu di Kabupaten Sumba Barat ini. Dia melaporkan kesiapan pihak Rumah Sakit bila ada lonjakan pasien yang terindikasi tertular Covid-19.

Yohanis Dade juga sempat berkeliling memeriksa beberapa fasilitas di Rumah Sakit, ruang VIP dan ruangan-ruangan yang baru dibangun, dia sempat bertanya mengenai jumlah pasien umum dan pasien yang diisolasi di Rumah Sakit kebanggaan Sumba Barat ini.

Kunjungan ini merupakan bagian dari langkah kesiapan dan antisipasi mengingat belakangan ini di daerah lain terjadi peningkatan kasus masyarakat terconfirmasi covid-19 dan ditemukannya varian baru Virus Corona.

Dalam kunjungannya ke Rumah Sakit Umum Daerah ini, Bupati juga sempat memeriksa berbagai fasilitas yang ada di Rumah Sakit ini, memeriksa beberapa ruangan perawatan serta fasilitas pendukung lainnya. Sesekali dr. Japendi R.P. Saragih menjelaskan beberapa fasilitas dan peralatan yang di miliki Rumah Sakit ini serta rencana kebutuhan dan rencana pembangunan fasilitas ruang kesehatan lainnya. (Dhi)

Demikian Siaran Pers Bagian Humas dan Protokol pada Sekretariat Daerah Kabupaten Sumba Barat.

 

Bagikan Informasi Ini