Day: <span>July 12, 2021</span>

Terkait Isu Intoleransi, Pemerintah Lakukan Pertemuan Dengan Forkopimda dan FKUB

Waikabubak_ Pemerintah lakukan pertemuan dengan FORKOPIMDA dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), tokoh agama, serta beberapa unsur terkait, Senin (12/07/2021).

Rapat Koordinasi yang dibahas dalam rangka membahas hasil Rapat FKUB dengan adanya postingan di media sosial Facebook menyangkut kerukunan umat beragama dan berkembangnya isu intoleransi serta gerakan keagamaan yang dapat mengganggu sendi-sendi persatuan dan kesatuan dari toleransi antar umat beragama di Kabupaten Sumba Barat.

Isu yang berkembang dan dihembuskan oleh orang-orang tertentu di media sosial adalah adanya Islamisasi oleh kelompok Pejuang Subuh Sumba yang mana hal tersebut tidak benar.

Isu dan provokasi yang di sebarkan di media sosial terhadap kelompok pejuang subuh sumba adalah bermuatan hate speech atau ujaran kebencian, dan tidak dapat dipertanggungjawabkan, hal itu juga telah diklarifikasi KAPOLRES Sumba Barat sebelumnya.

Pertemuan ini salah satunya adalah membahas hasil Rapat FKUB yang diselenggarakan sebelumnya dan untuk memantapkan koordinasi antar lembaga dalam penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, dan Trantibmas di Kabupaten Sumba Barat serta upaya meminimalisir timbulnya kerawanan dan potensi konflik, baik konflik sosial maupun konflik kepentingan di Kabupaten Sumba Barat.

Dari rapat tersebut dihasilkan 8 komitmen dan pernyataan sikap bersama FORKOMPINDA dan Tokoh Agama yang diantaranya adalah :
Kelompok Pejuang Subuh Sumba ini memiliki tujuan mulia dibidang kerohanian dan kemanusiaan sehingga relevan mendukung pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Sumba Barat ;

Isu Islamisasi di Kabupaten Sumba Barat yang dikemukakan melalui media sosial terkait afiliasi Pejuang Subuh Sumba kepada HTI dan FPI adalah tidak benar. (Dhi)

Demikian Siaran Pers Bagian Humas dan Protokol pada Sekretariat Daerah Kabupaten Sumba Barat.

 

Bagikan Informasi Ini

Ingin Tahu Kondisi Terkini, Bupati Lakukan Kunker Perdana ke Desa Kodaka

Waikabubak_ Bupati Sumba Barat, Yohanis Dade, SH lakukan kunjungan kerja di Desa Kodaka, Senin (12/07/2021).

Kunjungan ini merupakan kunjungan resmi perdana Bupati Sumba Barat dari sekian jumlah desa yang ada di Sumba Barat.

Dalam arahannya, Bupati Yohanis meminta kepada semua masyarakat untuk waspada terhadap bahaya penyebaran Covid-19 karena jumlah Pasien yang terkonfirmasi Positif dikabupaten Sumba Barat semakin melonjak secara signifikan.

“kita harus mengurangi Berkumpul dalam skala yang besar, dan menghindari kerumunan karena kalau kita tidak taat Prokes dan menganggap bahwa Covid itu tidak ada. tidak menutup kemungkinan Klaster baru Varian Delta yang jauh lebih ganas akan masuk di Sumba Barat”, ungkapnya

Dalam kesempatan tersebut juga Yohanis Dade menerangkan bahwa terkait dengan percepatan pembangunan di desa, antara Pemerintah Desa dengan Pemerintah Daerah harus bersinergi dan dinas-dinas terkait juga harus mendampingi dan memperhatikan setiap pembangunan yang ada di Desa.

“kalau mau maju desa ini tidak boleh berjalan sendiri. Untuk itu Dalam hal pengelolaan dana Desa di Desa Kodaka harus transparan, sehingga ada hasil Signifikan yang kelihatan apa lagi Desa Kodaka Adalah Desa yang ada di tengah-tengah Kota Waikabubak. Program yang ada harus kita tuntaskan andaikan dana desanya tidak mencukupi bisa kita pakai dana DAU”, kata bupati menjelaskan.

Menurut Bupati, yang menjadi perhatian juga adalah Bidang pendidikan. Patut disyukuri di wilayah Desa Kodaka telah hadir 2 lembaga Sekolah yakni SMA N 1 Waikabubak dan SMA Swasta Karanu, bupati meminta kepada untuk memperhatikan anak-anak agar tetap sekolah, dan tidak jemu-jemu atau bosan menyekolahkan anak.

“Dengan kita sekolah kita akan keluar dari kebodohan dan ketertinggalan. Dan Sekolah juga dapat menjamin kita untuk menjadi apa pun termasuk menjadi seorang pemimpin, karena kepemimpinan bukan milik orang-orang kaya saja tapi milik mereka yang punya potensi dan punya kemauan”, kata Bupati lagi.

Fokus pemerintah saat ini adalah penataan Kota dan situs-situs perkampungan salah satunya dengan tidak ada lagi kampung yang masih.

Di Perkampungan akan dipasang lampu-lampu sorot, sehingga pada malam hari bisa dimanfaatkan untuk anak-anak belajar, mama-mama bisa tenun, dan bapak-bapak bisa membuat kerajinan tangan seperti parang dan lain-lain.

Pariwisata juga merupakan bagian dari Program unggulan. Sumba Barat harus menjadi kota Wisata agar julukan pulau Sumba sebagai pulau terindah di dunia tidak hanya sebagai julukan atau pujian belaka saja, tetapi potensi yang ada harus bener-bener kita kembangkan.

“sekali lagi saya tegaskan situs-situs perkampungan yang berpotensi harus kita Tata untuk menarik Wisatawan. Yang paling penting juga untuk kemajuan Pariwisata di dearah ini adalah perilaku masyarakat kita, ini harus menjadi perhtian serius agar tamu-tamu dari luar yang datang tidak terganggu kenyamanannya. Ketika pulang mereka membawa kesan yang bagus”, tegas Bupati Yohanis Dade.

Masalah kependudukan, kata Bupati, juga menjadi perhatian, para orang tua harus mengurus akte anak-anak, mengurus KTP. karena data tersebut mempengaruhi jumlah Dana DAK yang di peroleh nantinya. (Dhi)

Demikian Siaran Pers Bagian Humas dan Protokol pada Sekretariat Daerah Kabupaten Sumba Barat.

Bagikan Informasi Ini

Bupati Menegaskan Jam Masuk Kantor Kembali Pukul : 07.00 Witeng

Waikabubak_ Bupati Sumba Barat, Yohanis Dade, SH menegaskan jam masuk kantor kembali ke jam 07 pagi. Menurutnya jam masuk kantor yang selama ini 07.30 tidak efektif. Hal itu di tegaskan Bupati ketika memberi arahan pada saat menjadi pembina Apel, Senin (12/072021) pagi.

Menurut Bupati Yohanis, selama ini ditemukan banyak pegawai yang terlambat masuk kantor melebihi waktu yang ditetapkan. Masih banyak kantor yang pegawainya belum disiplin. Kejadian itu ditemukan sendiri Bupati Sumba Barat ketika melakukan beberapakali inspeksi mendadak ke beberapa kantor.

“Saya datang jam setengah delapan tepat, di kesbangpol tidak ada satupun orang pegawai yang hadir disitu. Saya beranjak ke Perpustakaan, juga sama seperti itu. Saya kembali lagi jam 8, juga belum ada satupun pegawai di Kesbangpol, di Perpustakaan cuma ada anak-anak praktek. Sampai setengah sembilan baru satu saja yang hadir”, ungkap Bupati.

“Harusnya kita sadar”, lanjut bupati,

“mata masyarakat tertuju kepada kita, Kesbangpol, kantor masih tertutup, sampah berserakan di mana-mana. Harusnya kita malu, bagaimana kita memberi teladan buat anak-anak kita. Ini peringatan terakhir terhadap dua OPD ini dan semua OPD yang lain”, kata Bupati.

Bupati Yohanis menegaskan akan mengevaluasi hal tersebut sesuai dengan regulasi yang ada, akan menyeleksi dengan ketat terkait jabatan struktural yang ada sehingga tidak akan ada lagi salah penempatan terhadap jabatan-jabatan struktural atau pimpinan-pimpinan OPD.

“Saya tidak mau lagi ada salah penempatan orang yang pada akhirnya berakibat menurunkan kinerja Bupati juga. Kedepan akan ada perampingan organisasi sehingga biar miskin struktur tapi kaya fungsi daripada kaya struktur tapi miskin fungsi. Sesuai dengan kewenangan saya, nanti saya seleksi betul siapa yg akan saya tempatkan”, tegasnya.

Bupati kembali menegaskan bahwa jangan dipikir jika esselon IV, Esselon III, esselon II tdk bisa diturunkan.

“Seperti kata gubernur waktu itu, kalau ada yg tidak mampu mengikuti Bupati, copot saja, karena nantinya akan mempengaruhi kinerja Bupati juga”, Bupati menjelaskan.

Bupati Yohanis juga tidak mau jika pekerjaan hanya diberikan dan dibebankan kepada satu orang, sehingga ketika orang tersebut tidak masuk maka pekerjaan di kantor tidak akan berjalan dengan baik.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Yohanis berterimakasih dan mengapresiasi semua peserta apel yang masih menjaga kedisiplinan dengan setia dan taat mengikuti apel serta masuk kantor tepat waktu.

Ia juga mengapresiasi atas komitmen dan kedisiplinan yang ditunjukkan oleh RSUD, Dinas PUPR dan Dinas Perumahan Rakyat, yang ketika beberapa waktu lalu dilakukan sidak telah baik dalam pelaksanaan pekerjaannya dan kedisiplinan pegawainya.

“Beberapa hari lalu saya ke RSUD, PUPR dan Dinas Perumahan, saya berbahagia saya lihat pegawai sudah apel pagi sendiri dan masuk kantor tepat waktu. Di RSUD saya beberapa kali berkunjung, semua sudah melaksanakan pekerjaannya sesuai dengan SOPnya, di PUPR dan Perumahan saya datang mereka sudah selesai apel sendiri”, Bupati menerangkan.

Terkait covid yang semakin meningkat, Bupati mengingatkan agar disampaikan ke keluarga masing-masing untuk selalu taat prokes.

“Sumba Barat yang sudah terkonfirmasi positif naik jadi 53 orang. Saya minta teman-teman OPD sesuai pertemuan yang lalu untuk turun ke desa. Sampaikan ke desa-desa jangan ada yang melakukan pesta kalau masih ada yg ngotot, tindak tegas. Saya minta kita semua harus menjadi contoh buat saudara-saudara kita terkait prokes. Saya harap dari 53 ini bisa menurun kembali”, kembali Bupati menegaskan. (Dhi)

Demikian Siaran Pers Bagian Humas dan Protokol pada Sekretariat Daerah Kabupaten Sumba Barat.

 

Bagikan Informasi Ini