Month: <span>July 2021</span>

Cegah Meluasnya Penularan Virus Covid-19, Bupati Sumba Barat Tegaskan Kembali Edaran Pemberlakuan PPKM Mikro

Waikabubak_ Bupati Yohanis Dade, SH menegaskan seluruh masyarakat Sumba Barat termasuk para lurah, kepala desa dan camat agar mentaati apa yang sudah diputuskan Bupati Sumba Barat dalam surat edaran Bupati Sumba Barat tanggal 13 Juli 2021 tentang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro demi mencegah meluasnya penularan virus corona.

Hal itu disampaikan Bupati Yohanis Dade dalam arahannya pada acara rapat bersama camat, lurah dan kepala desa se-Kabupaten Sumba Barat tentang pemberlakuan PPKM di aula Kantor Bupati Sumba Barat, Rabu 21 Juli 2021.

Dalam kesempatan itu, ditegaskan pula tentang pelarangan masyarakat Sumba Barat menggelar pesta baik pesta adat perkawinan, pesta pernikahan maupun lainnya. Sedangkan acara terkait kematian, Bupati Yohanis Dade meminta pengaturan protokol kesehatan agar diperketat sehingga tidak terjadi kerumunan masa yang bisa menjadi kluster penyebaran covid-19 yang baru.

Untuk itu, ia meminta seluruh lurah, kepala desa dan camat tidak boleh memberikan ijin kepada masyarakat untuk menggelar pesta dan lainnya. Bila ada warga melanggar dan masih nekat menyelenggarakan acara atau kegiatan sosial budaya, syukuran, atau pesta maka tim satgas covid-19 Sumba Barat akan menindak tegas sesuai ketentuan yang berlaku.

Menurutnya, perkembangan penularan virus corona terus meningkat di wilayah ini. Hari ini, Rabu 21 Juli 2021 terdapat 175 warga Sumba Barat terkonfirmasi positip virus corona.

Sedangkan jumlah korban meninggal dunia sebanyak 31 orang. Jumlah tersebut diperkirakan akan terus bertambah seiring meningkatnya penularan virus corona di wilayah ini. Karena itu ia meminta para kepala desa, lurah dan camat harus proaktif turun ke lapangan memantau situasi masyarakat termasuk harus aktif mengawasi jalannya isolasi terpusat yang terlaksana di desa itu.

“Pastikan masyarakat yang sedang menjalani isolasi terpusat mendapatkan pelayanan yang baik. Menurut Bupati Yohanes, jangan kepala desa hanya duduk manis saja di rumah. Jangan menjadi raja kecil di desa. Setiap hari, kantor desa harus dibuka seperti biasa untuk melayani kepentingan rakyat. Jangan staf sudah ada di kantor, kepala desa masih santai di rumah,” ujarnya

Bupati Yohanes menambahkan, akan dilakukan penyekatan perbatasan-perbatasan . Penegakan protokol kesehatan secara masif juga akan dilakukan untuk mengendalikan dan meminimalkan Penularan Transmisi Lokal Covid-19 di Kabupaten Sumba Barat

“Di lapangan harus tegas namun persuasif Jangan kasar, bupati tidak pernah memerintahkan berbuat kasar”, kata Bupati Yohanis.

Sejalan dengan hal itu, Kapolres Sumba Barat dalam kesempatan yang sama mengatakan akan menindaklanjuti rapat hari ini.

“khusus satgas 3 covid-19, TNI POLRI, DISHUB, Pol PP kita harus perketat penyekatan diperbatasan, namun harus juga melihat pemulihan ekonomi. Tidak boleh menunggu, nanti terlambat, tugas-tugas kita harus dioptimalkan.

“Kita standby kan anggota sampai paling bawah, jika ada petugas saya tidak merespon lapor saya. Kami TNI POLRI hadir membantu rekan-rekan, kita membantu pemerintah”, tegas KAPOLRES AKBP FX Irwan Arianto , S.I.K, M.H. (Dhi)

Demikian Siaran Pers Bagian Humas dan Protokol pada Sekretariat Daerah Kabupaten Sumba Barat.

 

Bagikan Informasi Ini

Bupati Sumba Barat Berikan Arahan ke Nakes Terkait Semakin Tingginya Lonjakan Kasus Positif Covid-19

Waikabubak_ Terkait lonjakan pasien Positif Covid-19, Bupati Sumba Barat berkunjung ke RSUD Waikabubak dan memberikan arahan ke dokter dan para petugas kesehatan lainnya, Senin (19/07/2021).

Lonjakan kasus Positif Covid-19 yang semakin tinggi di Kabupaten Sumba Barat tentunya mengkhawatirkan semua pihak. Berbagai upaya dan langkah antisipatif yang dilakukan dan diambil Pemda Sumba Barat agar tidak terjadi lagi lonjakan pasien positif covid-19. Jika pun terjadi peningkatan kasus maka akan disiapkan beberapa langkah mengatasi hal itu.

“Terkait lonjakan pasien covid, jumlah kemarin 156 orang yang positif saya kuatir tentang semakin naiknya jumlah pasien covid di Sumba Barat. Apalagi terkait berkumpulnya orang di tempat duka, juga kegiatan-kegiatan pesta ini yg memberi kontribusi naiknya jumlah pasien covid. Saya lihat banyak yang tidak pake masker”, ujar Bupati Yohanis Dade.

Kita belajar dari kejadian Bupati Lembata. Kita akan koordinasi dengan aparat keamanan kita harus tegas sudah.

Saya akan tegaskan ke kecamatan dan desa terkait protokol kesehatan jika ada yang melanggar akan saya copot pejabatnya”, kata Bupati Sumba Barat.

Bupati Sumba Barat mengungkapkan bahwa akan mengkaji betul soal penempatan tenaga dokter dan mengatur pembagian tugas dokter merata ke setiap Puskesmas yang ada, sehingga pelayanan kesehatan dapat optimal dilakukan.

“Nanti kita lihat pemondokannya biar pelayanan bisa maksimal. Jangan sampe keteledoran kita ada pasien yang tidak tertangani, karena dokter tidak berada di tempat. Saya Minta dimana ditempatkan harus menerima itulah bentuk pelayanan. Kita bersyukur di Sumba Barat jaraknya tidak ada yg terlalu jauh”, ungkap Bupati Yohanis.

Bupati juga kembali menegaskan bahwa petugas kesehatan biar harus bisa memberikan contoh, masyarakat harus dilayani dengan ramah sesuai protap.

“Jangan berpikir karena dekat dengan bupati atau sudah PNS terus seenaknya. Saya tidak minta banyak dari bapak Ibu sekalian, saya minta kita melayani dengan hati jangan lihat orang lain karena pakaiannya. Layanilah masyarakat dengan rendah hati”, tegas Bupati Yohanis.

Bupati Sumba Barat juga meminta semua NAKES menjaga kesehatan masing-masing. Jika kinerja nakes ini menurun maka akan berpengaruh terhadap masyarakat.

Saya minta tugas dan panggilan para dokter itu sangat mulia, saya sepakat jgn ada yg melecehkan profesi dokter.

Dalam kesempatan itu, Bupati Yohanis terkait pasien isolasi mandiri penempatannya harus terpusat agar mudah dikontrol dan dokter dapat memberi pelayanan maksimal sehingga dapat memberi penguatan serta mereka tidak merasa ditinggalkan.

“Kalo ada pasien yang bandel, ngeyel, saya minta maaf saya minta dokter sabar, saya tau bahwa Nakes sudah bekerja melebihi waktunya. Bekerja saja pasti nanti diperhitungkan.

Saya minta kita bekerja tidak menunggu anggaran karena banyak anggaran yang di refocussing, sebagian anggaran ini habis untuk penanganan covid”, harap Bupati.

(Dhi)

Demikian Siaran Pers Bagian Humas dan Protokol pada Sekretariat Daerah Kabupaten Sumba Barat.

 

Bagikan Informasi Ini

Bupati Sumba Barat Serahkan 2 Ekor Sapi Bantuan Hewan Kurban

Waikabubak_ Sambut Idul Adha tahun ini, Gubernur NTT dan Pemerintah Kabupaten Sumba Barat menyerahkan bantuan hewan kurban kepada masyarakat yang merayakan Idul Adha.

Penyerahan bantuan hewan kurban oleh Bupati Sumba Barat, Yohanis Dade, SH dalam rangka peringatan Hari Idul Adha 1442 H Tahun 2021 dilakukan secara simbolis kepada Pengurus Masjid Al-Azhar dan Masjid Uswatun Khasanah, Senin (19/7/2021).

Bupati Yohanis Dade mengatakan, bantuan ini adalah bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat Sumba Barat dalam melaksanakan ibadah kurban.

Yang paling utama adalah dalam melaksanakan ibadah secara vertikal maupun horisontal serta sebagai sarana komunikasi pemerintah kepada masyarakat, sekaligus melengkapi hewan kurban yang juga diyakini telah disediakan oleh masyarakat yang berkemampuan.

Bupati juga mengajak kepada umat muslim, yang merayakan hari raya Idul Adha untuk mengambil hikmah dan pelajaran, tentang ketaatan kepada Tuhan. Menurut Bupati, banyak pengalaman yang bisa dipetik dari kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail ini.

“Pertama, mengajarkan kita semua untuk ikhlas dalam menghadapi berbagai cobaan. Kedua, mengajarkan hidup ini tidak gratis semua butuh pengorbanan. Ketiga, mengingatkan kita bahwa alam semesta dan isinya adalah milik Tuhan. Keempat, mengajarkan kita untuk taat kepada Tuhan yang Maha Kuasa,” tutur Bupati.

Usai menyerahkan bantuan, pada kesempatan itu Bupati Yohanis juga mengingatkan untuk tetap mengikuti dan menerapkan protokol kesehatan sehingga tidak menyebabkan potensi penyebaran virus di dalam kondisi pandemi Covid-19 yang masih dialami sampai saat ini.

Akhir kata Bupati mengucapkan selamat Hari Idul Adha 1442 H kepada seluruh umat Muslim di Kabupaten Sumba Barat.

Demikian Siaran Pers Bagian Humas dan Protokol pada Sekretariat Daerah Kabupaten Sumba Barat.

 

Bagikan Informasi Ini

Pastikan Sesuai Arah Kebijakan Provinsi dan Nasional, Pemda Lakukan Konsultasi Rancangan Awal RPJMD

Kupang_ Kabupaten Sumba Barat melakukan konsultasi Rancangan Awal RPJMD dengan jajaran Pemerintah Provinsi NTT, Jumat (16/07/2021).

Konsultasi yang diikuti langsung Bupati Sumba Barat, Yohanis Dade, SH ini untuk memastikan bahwa substansi Rancangan Awal RPJMD Kabupaten Sumba Barat sudah sejalan dan searah dengan visi, misi, sasaran dan arah kebijakan provinsi NTT maupun nasional sesuai dengan kewenangan, kondisi, dan karakteristik daerah.

Bupati Yohanis menyampaikan bahwa penyusunan Rancangan awal RPJMD Kabupaten Sumba Barat tahun 2021-2026 telah mengikuti tahapan sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Secara substansial, RPJMD merupakan penjabaran konkrit dari visi, misi dan program kepala daerah serta seluruh aktifitas pemerintahan daerah dalam mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah.

RPJMD menjadi acuan pemerintah daerah dalam melaksanakan program-program strategis dan pemanfaatan pendanaan dalam upaya peningkatan pelayanan, pemberdayaan masyarakat dan pembangunan di daerah. Secara operasional RPJMD memuat arahan untuk peningkatan kinerja pelayanan yang menjadi tanggung jawab kepala daerah dalam melaksanakan tugas dan fungsinya dalam merespons pemenuhan kebutuhan dasar setiap warga masyarakat untuk mempercepat kesejahteraan masyarakat.

Argumen inilah yang menjadikan RPJMD sebagai dokumen perencanaan yang memiliki makna yang strategis dalam mempercepat kemajuan daerah.

Dengan demikian proses penyusunan dokumen RPJMD harus menggunakan pendekatan teknokratis, politis, partisipatif, bottom up dan top dawn dengan tetap memperhatikan penyelarasan dengan arah kebijakan pembangunan baik tingkat provinsi maupun nasional.

“Kami menyadari bahwa dokumen Rancangan Awal RPJMD ini masih jauh dari sempurna, sehingga segala usulan, kritik, saran yang konstruktif akan kami terima dengan senang hati demi penyempurnaan substansi dokumen ini”, ungkap Bupati Yohanis.

“Karena pada prinsipnya kita sama-sama melayani masyarakat yang sama dan yang kita perjuangkan adalah harapan dan cita-cita masyarakat”, lanjut Bupati.

Bupati Yohanis juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada Bapak Gubernur Nusa Tenggara Timur melalui Kepala Bappelitbangda Provinsi NTT dan seluruh jajaran Perangkat Daerah Provinsi NTT atas kesediaan waktunya untuk membahas dan memberikan masukan demi penyempurnaan dokumen Rancangan Awal RPJMD Kabupaten Sumba Barat Tahun 2021-2026.

(Moi)

Demikian Siaran Pers Bagian Humas dan Protokol pada Sekretariat Daerah Kabupaten Sumba Barat.

 

Bagikan Informasi Ini