Day: <span>August 19, 2021</span>

Apresiasi Kinerja Kadis PMD, Bupati : Diperlukannya Kolaborasi Antar Instansi Terkait

Bupati Sumba Barat, Yohanis Dade, SH mengapresiasi kinerja Kadis PMD ketika mengunjungi Kampung Bondowero Desa Karekanduku Selatan untuk melihat langsung ternak kambing dan pembuatan kandang kambing, hari ini Kamis (19/08/2021).

“Saya berterima kasih dan mengapresiasi Kepala Dinas PMD beserta jajarannya, yang sudah luar biasa bekerja tidak kenal lelah tidak kenal waktu, berinovasi dan membuat terobosan-terobosan kegiatan. Bahkan hari libur juga Pak Jefri saya lihat tetap bekerja. Hal itu merupakan bentuk cinta kasih terhadap daerah ini”, ungkap Bupati Yohanis.

Ia berharap kepada Dinas Teknis terutama Dinas Peternakan agar memanfaatkan seluruh sumberdaya yang dimiliki untuk aktif melakukan pendampingan di Desa. “Berkolaborasilah dengan instansi terkait, dengan Desa, buatlah kegiatan, inovasi dan terobosan sesuai dengan tupoksi saudara-saudara seperti sekarang ini yaitu inovasi ‘Kampung Ternak’. Para dokter hewan lakukanlah pendampingan. Banyak hal yang dapat dilakukan asalkan kita memiliki semangat dan ketulusan”, katanya sambil memberikan tanda pengenal atau eartag pada beberapa kambing.

Desa Karekanduku Selatan di Kecamatan Tanah Righu merupakan salah satu desa yang memanfaatkan alokasi dana desa untuk pemberdayaan masyarakat melalui usaha peternakan kambing.

Kampung Bondowero Desa Kareka Nduku Selatan merupakan salah satu yang akan dijadikan “kampung ternak”. Ada 1.586 ekor kambing pengadaan melalui dana desa Tahun 2021 di Kecamatan Tanah Righu dari jumlah kesuluruhan 1.863 ekor di Kabupaten Sumba Barat

Untuk modal awal cara ternak Kambing yang tepat, kandang ini adalah salah satu hal penting yang nantinya akan menunjang keberhasilan dari usaha ternak kambing yang akan dijalankan.

Kandang yang baik juga akan menimbulkan kenyamanan yang membuat kambing menjadi mudah gemuk dan berkembangbiak. “Meniru yang dilakukan oleh desa Kareka Nduku Selatan yaitu membuat kandang bagi seluruh ternak kambing, saya memberikan waktu paling lama satu bulan bagi desa-desa yang terdapat kegiatan pengadaan ternak kambing melalui APBDes nya untuk segera membuat kandang kambing,

saya akan menugaskan Tim Kabupaten (bapak ASUH) untuk mengecek langsung pelaksanaannya di masing-masing Desa”, tegas Bupati Yohanis.

Dengan menggunakan cara ternak Kambing yang baik dan benar maka sebuah usaha ternak kambing akan berjalan dengan lancar dan juga hasil perkembangbiakannya akan lebih maksimal.

Saat ini memang ternak kambing menjadi hal yang biasa terutama untuk yang tinggal di pedesaan, rata-rata para penduduk desa memang berprofesi sebagai petani dan peternak, dan pada umumnya mereka akan memelihara kambing, sapi, ayam, dan binatang ternak lainnya.

Menurut Bupati Yohanis, masih banyak potensi di desa yang bisa digali dan dikembangkan sehingga dapat menciptakan nilai tambah dan mendorong perekonomian daerah.

Menurutnya, Masyarakat Tana Righu harus berbangga mempunyai dua putra terbaik asal Tana Righu yang menjadi Bupati. “Saya mau kita bangkit, kita harus berlari cepat saya tidak mau hanya sekedar berlari. Dibawah kepemimpinan Saya Saya mau Tanarighu harus bangkit dan maju. Itulah kenapa saya minta kepala desa harus hadir supaya bisa melihat langsung dan jika ada hal-hal yang menjadi kendala bisa segera dikomunikasikan”, pungkasnya.

Pada kesempatan tersebut juga, Bupati yang akrab di panggil John Dade memberikan beberapa penegasan yakni para Kepala Desa wajib mendukung upaya pemerintah dalam penanganan COVID-19 di masing-masing Desa dengan menerapkan Protokol kesehatan 5 M yang ketat, melarang segala bentuk pesta yang menimbulkan kerumunan, dan mobilitas.

Para Kepala Desa juga di haruskan mempersiapkan lahan untuk menghadapi musim tanam terutama lahan yang dibiayai APBDes Tahun 2021.

Ia juga menegaskan seluruh Desa harus mempersiapkan fasilitas isolasi mandiri terpusat untuk menampung warga yang terkonfirmasi positif karena alokasi dana 8% penanganan Covid telah dicairkan. Demikian juga posko Desa agar tetap diaktifkan. “Jika Puskesmas melakukan tracking dan testing di Desa, wajib Kepala Desa atau perangkat desa mendampingi. Terakhir, saya ingatkan agar seluruh Kepala Desa menyisipkan dana untuk kegiatan pemberdayaan masyarakat oleh PKK”, ujar Bupati mengingatkan. (Dhi)

Demikian Siaran Pers Bagian Humas dan Protokol pada Sekretariat Daerah Kabupaten Sumba Barat.

Bagikan Informasi Ini