Day: <span>August 30, 2021</span>

Talkshow Sosprom Program UT Sumba Barat, Bupati Beri Kesempatan Seluas-Luasnya ASN kuliah di Universitas Terbuka

Pendidikan, sebagai bidang yang penting dan memiliki tujuan mulia untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Di bidang pendidikan, penyesuaian harus dilakukan dalam pelayanan, yaitu dengan memanfaatkan teknologi dan mengurangi layanan tatap muka. Pembelajaran online atau pembelajaran jarak jauh telah dilaksanakan oleh Universitas Terbuka sejak lama. Hal itu diungkapkan Direktur UT Kupang, Drs. Yos Sudarso, M.Pd, Senin (30/08/2021).

Kegiatan Talkshow dengan tema Pemanfaatan Teknologi dalam penerimaan mahasiswa baru ini menghadirkan Bupati Sumba Barat, Yohanis Dade, SH, Wakil Ketua DPRD Lukas Lebu Gallu, SH, mantan Wakil Bupati, Rekor Deta, S.IPem, Ketua Komisi C, Dominggus Baiyo, David Moto Lele, S.S, M.Pd, Ande Djapalata dan Samuel Bili, S.Pd.

Bupati Yohanis Dade mengatakan akan memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada ASN untuk mengikuti perkuliahan di Universitas Terbuka.

Menurutnya, salah satu keuntungan kuliah di Universitas Terbuka adalah ASN tidak perlu meninggalkan pekerjaannya dan biaya kuliah di UT pun terjangkau.

“Kami juga akan menganggarkan dan mengupayakan pemberian beasiswa kepada mahasiswa yang kurang mampu namun mempunyai keinginan kuat untuk mengembangkan kompetensinya, itu merupakan salah satu misi kami untuk pengembangan SDM melalui pendidikan. Kepada ASN juga diberikan kesempatan seluas-luasnya untuk kuliah, tapi yang serius bukan sekedar ikut-ikutan”, pungkas Bupati Yohanis.

Saat ini UT sudah mendapat ijin Penyelenggaraan untuk Program Doktor Ilmu Manajemen dan Doktor Imu Administrasi Publik sebagai satu-satunya Program dengan modus Pendidikan Jarak Jauh (PJJ). Sebagai PTJJ, UT memiliki unit layanan di daerah yang disebut Unit Program Belajar Jarak Jauh (UPBJJ-UT). Saat ini UT memiliki 39 UPBJJ-UT di seluruh Indonesia, salah satunya adalah UPBJJ-UT Kupang yang memiliki wilayah kerja layanan sejumlah 22 kabupaten/kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur. (Dhi)

Bagikan Informasi Ini

Cek Proyek Peningkatan Jalan, Bupati Sumba Barat Kecewa Menemukan Kualitasnya Buruk

Bupati Sumba Barat, Yohanis Dade, SH didampingi Kepala Dinas PUPR Kabupaten Sumba Barat, Ir. Fredy Gah meninjau langsung proyek peningkatan jalan dan saluran air, di Kecamatan Loli dan Wanukaka, Senin (30/08/2021).

Orang nomor satu di Sumba Barat ini melihat langsung kualitas pengerjaan yang menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) dan memperhatikannya secara detail kekuatan struktur campurannya, ia bahkan mengambil palu dan menumbuk beton untuk memeriksa kualitasnya. Hasilnya, bupati kecewa karena menurutnya campuran semen dan pasirnya tidak proporsional.

Ketika ditanyakan kepada Kepala Tukang dan pengerja ditempat tersebut, sangat disayangkan mereka menggunakan campuran 1:12 yang sebelumnya mereka tidak mengatakan dengan sebenarnya. Sehingga jika ada air atau tekanan pasti rusak.

“Kalau campurannya seperti itu, beton yang dihasilkan tidak tahan lama dan gampang hancur saat ada air atau tekanan. Ini belum apa-apa saja sudah hancur,”ucap Bupati Yohanis kepada salah satu pekerja

Bupati juga melihat bahwa pengerjaan bagian dasar pasangan batunya hanya diletakkan saja diatas tanah tanpa diberi campuran semen.

“Tolong perhatikan pekerjaan ini, karena kalau asal kerja, masyarakat yang rugi. Ini sama saja merugikan daerah ini, ini yang dipakai anggaran negara dengan uang rakyat ini, kualitas harus baik, kualitas harus diperhatikan,” tutur Bupati Yohanis.

Bupati menegaskan kepada pelaksana agar segera mengganti bahan sesuai dengan spesifikasi yang direncanakan serta memperbaiki pekerjaan yang kurang bagus dengan segera sehingga dapat menjamin kualitas pengerjaan sebuah proyek pemerintah.

Bupati juga menegaskan akan terus melakukan sidak ke sejumlah proyek infrastruktur di Sumba Barat. Karena hal ini sudah menjadi komitmen dirinya.

Sementara itu Kepala DPUPR, Ir. Fredy Gah mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti temuan itu dan terus melakukan pengawasan temuan tersebut serta memanggil pihak kontraktor yang mengerjakan proyek itu. Peringatan akan diberikan agar kontraktor mengerjakan proyek dengan material sesuai spek dan memastikan kualitas pengerjaan agar tidak asal-asalan.(Dhi)

Bagikan Informasi Ini

Rapat Evaluasi Kegiatan Pengawasan dan Penertiban Distribusi BBM Bersubsidi

Waikabubak | Untuk Untuk menjamin penyaluran bahan bakar minyak bersubsidi yang merata, Bupati Sumba Barat, Yohanis Dade, SH memimpin langsung rapat evaluasi kegiatan pengawasan dan penertiban distribusi BBM bersubsidi, Senin (30/08/2021).

Kegiatan Pengawasan dan Penertiban ini bertujuan agar distribusi BBM tepat sasaran dan tepat aturan, untuk mencegah penimbunan dan kelangkaan BBM bersubsidi di Kabupaten Sumba Barat serta untuk menertibkan pedagang eceran BBM yang tidak taat aturan.

Kegiatan pengawasan dan penertiban ini dilaksanakan sejak tanggal 10 Juni 2021 hingga Agustus 2021.

Bupati Yohanis yang memimpikan langsung rapat tersebut menyebutkan bahwa persoalan minyak ini sangat sensitif karena menyangkut kebutuhan orang banyak.

Menurutnya, kegiatan yang dilatarbelakangi oleh beberapa permasalahan dengan makin maraknya oknum yang sering melakukan kegiatan pengisian BBM bersubsidi secara berulang-ulang, dan kemudian menjual secara berulang-ulang kepada masyarakat melalui pedagang-pedagang eceran dengan harga yang lebih mahal dari harga bahan bakar minyak bersubsidi di SPBU.

“Akibat dari tindakan pengisian BBM bersubsidi yang berlebihan tersebut, menimbulkan antrian yang panjang di sepanjang jalan yang menyebabkan macet dan situasi lalulintas menjadi macet di sepanjang area SPBU sehingga berefek pada terjadinya kelangkaan di suatu daerah atau habisnya volume BBM subsidi di SPBU dalam waktu cepat”, ungkapnya.

Ditengah kondisi sulit yang dihadapi oleh Pemerintah akibat semakin meningkatnya permintaan BBM Bersubsidi dan naiknya harga BBM di pasar dunia, ada pihak-pihak tertentu baik perseorangan maupun korporasi yang melakukan perbuatan tidak bertanggung jawab berupa, pengoplosan, penimbunan, penyelundupan, pengangkutan dan penjualan BBM Bersubsidi kepada industri. Perbuatan tersebut bertujuan untuk mendapatkan keuntungan bagi diri sendiri atau korporasi dengan mengorbankan kepentingan orang banyak.

Dari hasil evaluasi kegiatan pengawasan dan penertiban distribusi BBM bersubsidi tersebut menurut laporan Kabag. ESDM dan Kehutanan Sekretariat Daerah, Grace W. Ora, S.Si masih ditemukannya beberapa kendala yakni masih kurangnya kesadaran masyarakat dalam hal penggunaan BBM bersubsidi, hal ini ditandai dengan masih adanya masyarakat yang menjual BBM bersubsidi (premium) dan menjual BBM lainnya tidak sesuai aturan yang berlaku.

Semenjak ditutupnya SPBU Benita, semua kendaraan yang melakukan pengisian BBM bermuara di SPBU galaxy sehingga hal ini menimbulkan kemacetan di sepanjang jalur menuju SPBU Galaxy.

Lambatnya respon pihak SPBU Benita terkait rekomendasi Tim dalam upaya pembenahan fasilitas yang masih kurang, seperti : masih belum berfungsinya 4 (empat) noksel, belum ada operator khusus untuk melayani solar industri, security hanya 1 (satu) orang, CCTV yang tidak berfungsi dan tabung pemadam kebakaran yang tidak selalu terisi serta jumlah anggota tim pengawasan dan penertiban BBM yang masih kurang memadai. (Dhi)

Bagikan Informasi Ini