Day: <span>October 6, 2021</span>

Sponsorship Membagikan Paket Belajar Kepada 918 Anak Sekolah Dasar

Waikabubak| 06 Oktober 2021. Pandemi Covid-19 tidak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat, tetapi juga mempengaruhi kondisi perekonomian, pendidikan, dan kehidupan sosial masyarakat. Pandemi ini mengharuskan pemerintah daerah menerapkan kebijakan – kebijakan yang berimplikasi terhadap pembatasan aktivitas masyarakat, termasuk aktivitas ekonomi, pendidikan, dan lain sebagainya. Menurunnya berbagai aktivitas, berdampak pada kondisi sosial-ekonomi masyarakat, khususnya masyarakat rentan dan miskin, dan efek yang ditimbulkan, mengkhawatirkan dan merambat hingga ke aspek Pendidikan.

Kebijakan yang diambil oleh pemerintah yaitu meliburkan seluruh aktivitas pendidikan, dalam hal ini membuat pemerintah dan lembaga pendidikan harus mencari cara agar pendidikan tetap berjalan walaupun pada saat pandemi seperti ini. Dengan munculnya pandemi Covid-19, kegiatan belajar mengajar yang semula dilaksanakan di sekolah, dan menjadi belajar dari rumah melalui belajar daring. Bagi peserta didik di wilayah perkotaan dan keluarga mampu, mungkin tidak akan kesulitan untuk mendapatkan informasi bahan belajar. Berbanding terbalik dengan peserta didik di wilayah pedesaan terkhususnya yang terbatas dengan akses, jaringan,  perangkat dan ekonomi. Pada akhirnya memicu gap yang semakin berjarak. Selain itu, hal ini dapat memunculkan kehilangan minat anak untuk belajar, karena keterbatasan. Kehilangan minat belajar, jika terjadi dalam waktu yang panjang, akan mempengaruhi kualitas pendidikan. Kualitas yang dipengaruhi oleh keterbatasan dan kesempatan dikarenakan akses terhadap fasilitas belajar.

Bagaimana meminimalkan gap, agar anak-anak marginalized atau terpinggirkan memiliki kesempatan yang sama untuk belajar?

Program Sponsorship, yang dilaksanakan oleh Perkumpulan Stimulant Institute (PSI) Sumba mitra Yayasan Save the Children (YSTC) merespon terhadap situasi pandemi Covid-19 yang masih berlangsung hingga saat ini. Kami mendukung dengan menyediakan paket belajar kepada peserta didik untuk belajar dari rumah. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu anak-anak yang tergolong marginalized di daerah intervensi Sponsorship yang kesulitan akses dan pendapatan keluarga di bawah rata-rata yang terkena pandemi saat ini untuk tetap belajar menggunakan paket pembelajaran yang disediakan. Penentuan anak yang menerima paket pembelajaran ini dilakukan melalui proses assesment untuk mendapatkan informasi yang valid, sehingga paket pembelajaran yang diberikan tepat sasaran. Hasil assessment dan konfirmasi data anak melibatkan pihak sekolah dan pemerintah desa.

Merujuk dari hasil assessment, terpilih 918 anak (513 anak laki-laki dan 405 anak perempuan) dari 47 SD intervensi Sponsorship untuk berkesempatan menerima paket bantuan belajar. Paket bantuan yang diberikan berupa; tas sekolah, alat tulis, buku cerita, alat peraga seperti puzzle, kartu surat dan lain-lain. Paket bantuan yang diberikan kepada peserta didik ini akan membantu anak  belajar dan mengerjakan pekerjaan rumah yang diberikan oleh guru wali kelas. Hal ini juga memotivasi siswa untuk semangat belajar dan meningkatkan kemampuan literasi yang walaupun masih dalam kondisi pandemi Covid-19.

Distribusi dilakukan dalam dua tahap, bulan Agustus dan bulan September 2021. Bantuan diserahkan secara langsung kepada anak-anak. Upaya yang dilakukan telah menyumbang pada pencapaian pemerataan fasilitas belajar bagi anak-anak yan tergolong dalam kelompok marginalized sehingga mereka memiliki kesempatan dan akses yang sama terhadap fasilitas belajar. (PSI, RED)

 

 

 

Bagikan Informasi Ini

BKPP Fasilitasi Pembekalan Pelaksanaan Ujian Dinas Tahap II Tahun 2021

Waikabubak – Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Kabupaten Sumba Barat memfasilitasi pembekalan kepada para peserta Ujian Dinas Tingkat I, II dan Ujian Kenaikan Pangkat Penyesuaian Ijasah Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahap 2 (dua) Tahun 2021. Pembekalan Ujian Dinas ini diberikan oleh Pegawai BKD Provinsi NTT, Maria Y. S. Kiak dan Cyntia D. Pattiasina, yang bertempat di Aula SD Tabulo Dara Kelurahan Weekarou, Kecamatan Loli pada tanggal 06 Oktober 2021.

Materi pembekalan yang diberikan adalah menyangkut kisi-kisi ujian dinas, yaitu wawasan kebangsaan, terutama Pancasila, UUD 1945, amandemen dan lembaga legislatif, serta beberapa materi tentang sejarah perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia. Selain itu, para peserta diberikan kisi-kisi tentang ASN, KORPRI, peraturan Pemerintah Daerah dan instansi vertikal, otonomi dan ekonomi daerah, serta pelayanan publik. Untuk bentuk soal Ujian Dinas terdiri dari Pilihan Ganda dan Essay.

Ujian Dinas Tahap I (satu) telah selesai dilaksanakan dengan jumlah peserta sebanyak 84 orang. Pada tahap II (dua) kali ini, Ujian Dinas diikuti sebanyak 40 orang, yang terdiri atas 16 orang Ujian Dinas Tingkat I, 21 orang Ujian Dinas Tingkat II, Ujian Dinas Penyesuaian Ijasah Sarjana sebanyak 2 orang dan ijasah SMA sebanyak 1 orang.

=== dkips.sb ===

Bagikan Informasi Ini

PELAKSANAAN PEREKAMAN E-KTP DI SEKOLAH MENENGAH NEGERI 1 LOLI

KTP Elektronik merupakan KTP Nasional yang telah memenuhi semua ketentuan yang telah diatur dalam UU Nomor 23 Tahun 2006, Perpres Nomor 26 Nomor 2009 serta Perpres Nomor 35 Tahun 2010 dan berlaku nasional sehingga mempermudah masyarakat dalam memperoleh pelayanan dari lembaga pemerintah dan swasta.
Guna melaksanakan amanat undang-undang ini Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (DUKCAPIL) Kabupaten Sumba Barat kemarin , 6 Oktober 2021, menyelenggarakan kegiatan Perekaman KTP Elektronik di SMAN 1 Loli Kegiatan yang dihadiri langsung oleh Kepala Dinas, Kepala Sekolah, tenaga administrasi, para guru dan siswa-siswi sekolah tersebut serta masyarakat sekitar. Berhasil direkam pada kesempatan tersebut 57 orang yang berasal masyarakat dan pelajar.
Kegiatan perekrutan ini direncanakan dilakukan di setiap kecamatan dan desa dari tanggal 4 sampai dengan 24 Oktober. Masyarakat yang berusia 17 tahun ke atas yang belum mempunyai KTP menjadi sasaran kegiatan ini. Mereka yang belum mempunyai KTP pada usia 17 akan dinonaktifkan Nomor Induk Kependudukannya untuk sementara sehingga akan sulit mendapat pelayanan seperti BPS kesehatan dan lain-lain dengan demikian masyarakat didorong segera melakukan perekaman.
TIM DKIPS OK

Bagikan Informasi Ini