Day: <span>November 3, 2021</span>

LAKUKAN KUNJUNGAN DI DESA WANOKAZA, BUPATI HARAPKAN ADANYA PENINGKATAN KINERJA PEMBANGUNAN DAN PRIORITASKAN KEPENTINGAN RAKYAT

Bupati Sumba Barat, Yohanes Dade, SH dan Wakil Bupati Sumba Barat, John Lado Bora Kabba, S.Pd berkunjung ke Desa Wanokaza untuk meninjau langsung perkembangan pembangunan dan melihat langsung pengembangan ternak kambing yang bersumber dari dana desa serta pelaksanaan proses inseminasi buatan pada ternak Kerbau. Rabu (03/11/2021).
Turut mendampingi, para Asisten Sekda Sumba Barat, Kadis PMD, Kadis PU, Kadis Kesehatan, Kadis Peternakan, Kadis Pendidikan, PLT Kepala Kesbangpol dan ASN OPD terkait.
Kegiatan tersebut juga dihadiri Camat Tanarighu, para kepala Desa se Kecamatan Tanarighu, guru serta masyarakat desa Wanokaza.
Dalam kesempatan tersebut Bupati Sumba Barat berharap agar dapat meningkatkan kinerja pembangunan di Desa. Menurutnya, kedepan semua Kecamatan harus bangkit dan sejajar dengan kecamatan-kecamatan lain di NTT. Sehingga dapat keluar dari predikat daerah miskin atau daerah tertinggal.
“Yang paling utama ada kemauan, tekad semua untuk lebih giat lagi bekerja, bekerja lebih keras lagi. Kita tidak punya waktu untuk berjalan lambat, kita bukan hanya harus berlari tapi harus berlari cepat untuk mengejar ketertinggalan ini.” ucap Bupati Yohanis.
Lanjutnya, “setiap dana yang turun di desa masing-masing harus benar-benar menyentuh kepentingan masyarakat. Kita programkan apa yang menjadi kebutuhan atau kepentingan masyarakat, bukan apa yang menjadi kepentingan dari seorang Kepala Desa.”
Bupati Yohanis juga berterima kasih kepada Kepala Desa Wanokaza yang telah menjadikan salah satu desa yang melakukan pengembangan ternak kambing selain Desa Kareka Nduku Selatan.
“Saya harap nanti dapat di ikuti desa-desa lainnya. Hal ini juga merupakan tantangan bagi Dinas Peternakan untuk memberikan pendampingan.” ungkapnya.
Menurut Bupati Yohanis, kunjungan ke desa-desa akan lebih intens dilakukan kedepannya.
“Dimasa kepemimpinan kami, kita tidak sekedar menerima laporan atau hanya dibelakang meja saja namun hsrus lebih banyak berada di tengah-tengah masyarakat sehingga kami tau apa yang menjadi kebutuhan masyarakat,”jelasnya.
Sejalan dengan hal tersebut, Wakil Bupati Sumba Barat, John Lado Bora Kabba, S.Pd mengungkapkan bahwa desa adalah perpanjangan tangan Camat, Camat adalah perpanjangan tangan dari Bupati dan Wakil Bupati sehingga Desa lah yang lebih tau karakteristik maupun keunggulan desanya.
“Kepala Desa yang lebih tau kebutuhan rakyatnya. Karena dia yang lebih dekat dengan wilayah, lebih dekat dengan masyarakatnya.”kata Wabup John Lado.
Wabup John Lado juga dalam kesempatan yang sama menjawab keinginan kepala Desa yang mana menginginkan agar menambah jumlah tenaga pendidik PNS, maka Wabup menyatakan akan diusahakan dan menjadi perhatian pemerintah daerah.
Selepas kunjungan di Desa Wanokaza, Bupati beserta rombongan melanjutkan kunjungannya ke Desa Kalembu Anakaka untuk melaksanakan kegiatan penanaman jagung, pisang dan lamtoro serta beraudiensi langsung dengan masyarakat didesa tersebut. (Dhi)
Bagikan Informasi Ini

Peningkatan Kapasitas Tim Pembina UKS/M Kabupaten Sumba Barat dan Sumba Tengah

Waikabubak – Stimulant Institute mitra Save The Children mengadakan pelatihan bagi Tim Pembina Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah (TP UKS/M) Kabupaten Sumba Barat dan Sumba Tengah yang bertempat di Aula Alfa Omega Waikabubak. Kegiatan ini merupakan salah satu program Sponsorship yang bersinergi dengan Program Pendidikan Dasar (SD) dan Program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), yaitu Kesehatan Nutrisi Sekolah (School Health and Nutrition). Melalui program ini, Stimulant mitra Save the Children mengadakan pelatihan bagi Tim Pembina UKS/M Kabupaten untuk meningkatkan kapasitas Tim Pembina UKS/M dalam pelaksanaan UKS/M yang meliputi pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, dan pembinaan lingkungan sekolah/madrasah yang sehat.

Pada Tahun 2015, Save the Children mulai memikirkan bahwa ada satu hal yang penting mengenai kualitas pendidikan bagi anak-anak usia sekolah, dan bukan hanya terpaku pada kapasitas guru. Hal penting tersebut adalah Kesehatan. Sehingga melalui kebijakan pemerintah, Save the Children mendorong program UKS di lingkungan sekolah, terutama di lingkungan sekolah yang belum menjalankan sistem UKS. Sistem UKS memiliki 3 (tiga) aspek, yaitu pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, dan lingkungan sekolah yang sehat.

Berdasarkan data pada tahun 2019, dari 72 sekolah, sekitar 25 sekolah di Kabupaten Sumba Tengah dan sekitar 44 sekolah di Kabupaten Sumba Barat, ditemukan bahwa hanya 30% sekolah yang memiliki sistem UKS yang baik. Menariknya, jika ditelusuri lebih jauh, ternyata sekolah yang memiliki sistem UKS yang baik berbanding lurus dengan peningkatan prestasi belajar anak. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa peran kesehatan terhadap prestasi belajar anak di lingkungan sekolah sangat penting.

Pada kegiatan tersebut, melalui sambutannya, Bupati Sumba Barat mengatakan bahwa kegiatan peningkatan kapasitas Tim Pembina UKS/M adalah kegiatan strategis dalam pengembangan dan peningkatan UKS/M, baik di tingkat kabupaten, kecamatan, maupun di lingkungan sekolah. Keberhasilan pengembangan dan peningkatan UKS/M terlihat pada perilaku hidup bersih, serta derajat kesehatan pada anak-anak, sehingga layanan pendidikan dan kesehatan sangat dibutuhkan oleh anak-anak usia sekolah, tambah beliau.

Beliau juga menegaskan bahwa dalam Keputusan Bersama 4 (empat) Kementerian, yaitu Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi, Kementerian Kesehatan, dan Kementerian Agama, mengamanatkan kepada pihak terkait untuk membina, mengembangkan, dan meningkatkan perilaku hidup bersih kepada peserta didik dilaksanakan secara terencana dan bertanggung jawab. Program UKS merupakan upaya untuk membina dan mengembangkan perilaku hidup sehat yang dilakukan secara terpadu melalui program pendidikan dan pelayanan kesehatan di lingkungan sekolah guna meningkat status kesehatan dan prestasi belajar para peserta didik.

Kegiatan pelatihan bagi Tim Pembina UKS/M ini berlangsung selama 2 (dua) hari, mulai tanggal 3 November 2021 sampai 4 November 2021 dan dihadiri oleh Tim Pembina UKS/M Kabupaten Sumba Barat, Tim Pembina UKS/M Kabupaten Sumba Tengah, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumba Barat dan Kabupaten Sumba Tengah, Sumba Field Manager Yayasan Save The Children, serta para narasumber, Agus Suharyanto (Pembina Analis Pengembangan Sarana dan Prasarana, Sekditjen PAUD, Diknas dan Dikmen pada Kemendikbudristek Republik Indonesia) dan Mysjem sonyman Taopan (Kasubag Kesejahteraan dan Pelayanan Dasar pada Biro Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi NTT).

“anak-anak belajar untuk menjadi sehat, dan sehat untuk bisa belajar”

=== dkips.sb ===

Bagikan Informasi Ini

BUPATI SUMBA BARAT MEMBUKA KEGIATAN PENINGKATAN KAPASITAS TIM PEMBINA UKS/M

Dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan pada anak usia dini dan usia sekolah melalui program Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah (UKS/M), dilakukan kegiatan Peningkatan Kapasitas Tim Pembina UKS/M di Aula Alfa Omega yang di Buka oleh Bupati Sumba Barat, Yohanis Dade, SH, Rabu (03/11/2021).
Kegiatan ini menghadirkan narasumber pembina Analis Pengembangan Sarana Prasarana Setditjen PAUD, DIKNAS dan DIKMEN pada Kemendikbudristek RI, Bapak Agus Suharyanto, MA dan Kasubag Kesejahteraan dan Pelayanan Dasar pada Biro Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi NTT.
Bupati dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atau penghargaan serta ucapan terima kasih atas dilaksanakannya kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan peningkatan kapasitas Tim Pembina UKS yang diselenggarakan merupakan kegiatan strategis dalam pembinaan dan pengembangan, terutama dalam menyatukan persepsi, meningkatkan kordinasi, motivasi dan sinkronisasi dalam pelaksanaan UKS baik pembinaan dan pengembangan UKS ditingkat kabupaten, kecamatan, desa/kelurahan dan di sekolah/madrasah dengan sasaran pembinaan dan pengembangan pada anak-anak usia sekolah.
“Anak usia sekolah merupakan generasi penerus dan asset bangsa, sebab dipundak mereka terletak masa depan negara ini. Untuk menjaga dan melindungi asset bangsa, dibutuhkan kerjasama multi pihak untuk dapat memberikan yang

terbaik

bagi mereka. Diusia ini, anak-anak membutuhkan pengetahuan, ketrampilan dan asupan makanan bergizi untuk Pertumbuhan dan perkembangan yang maksimal.”ungkapnya.

Dijelaskan, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992 Bab V tentang Kesehatan dalam pasal 45 ayat 1 menyebutkan, bahwa kesehatan sekolah diselenggarakan untuk meningkatkan kemampuan hidup peserta didik dalam lingkungan hidup sehat, sehingga peserta didik dapat belajar, tumbuh dan berkembang secara harmonis dan optimal menjadi sumber daya manusia yang lebih berkualitas.
Untuk melaksanakan amanat UU tersebut, telah diterbitkan surat keputusan bersama 4 menteri, yaitu Menteri Pendidikan Nasional, Menteri Kesehatan, Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Nomor 6/X/PB/2014: Nomor 73 Tahun 2014: Nomor 41 Tahun 2014 dan Nomor 81 Tahun 2014 tentang Pembinaan dan Pengembangan Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah (UKS/M).
Dalam pasal 4 dan 5 mengamanatkan bahwa kegiatan pokok UKS/M yaitu penanaman dan pembudayaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Penyempurnaan Pedoman Pelaksanaan UKS /M di sekolah merupakan implementasi Peraturan Bersama (PB) empat Kementerian. Oleh karena itu, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, sebagai Tim Pembina UKS/M Tingkat Pusat yang secara teknis melakukan dan menyiapkan kebijakan, standar pedoman serta pembinaan secara berjenjang dimulai dari Tim Pembina UKS/M Provinsi, Tim Pembina UKS/M Kab / Kota, Tim Pembina UKS/M Kecamatan hingga Tim Pelaksana UKS /M.
Penyempurnaan pedoman ini dilakukan berdasarkan masukan dari berbagai pihak mulai dari tim pembina daerah sampai tingkat pusat yang berkomitmen untuk terlaksananya UKS/M di sekolah.
“Hal ini bertujuan bahwa pelaksanaan UKS/M dapat lebih berdaya guna dan berhasil guna, yang sesuai dengan tujuan pendidikan nasional, yaitu untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertagwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.” jelas Bupati Yohanis mengakhiri sambutannya. (Dhi)
Bagikan Informasi Ini