Day: <span>November 12, 2021</span>

Apresiasi Ide Kreatif Prajurit KODIM 1613, Pemda Sumba Barat Luncurkan Aplikasi Tertib BBM

DKIPS – WAIKABUBAK | Hampir setiap hari antrian panjang kendaraan roda empat dan roda dua memadati sebelah sisi ruas jalan raya sampai ke tempat pengisian bahan bakar di dua SPBU Kota Waikabubak. Sebagian besar antrian, sesuai hasil pengamatan, diisi oleh kendaraan yang akan “tap” bensin. Tidak cukup sampai di situ, dari sisi depan tempat pengisian, puluhan jerigen berukuran 20 liter ke atas ikut mengantri. Sering juga diamati pengemudi kendaraan, di tengah-tengah antrian panjang, menuangkan hasil “tapnya” ke jerigen-jerigen untuk mereka yang ingin mendapatkan bensin tanpa mengantri, yang kemudian dijual lagi. Karena itu, tidak jarang para pengendara yang benar-benar ingin mengisi kendaraanya yang sudah “lowbat” frustrasi karena setelah mengantri lama, bahan bakar yang di nanti habis, sehingga tidak ada pilihan lain selain membeli dengan harga mahal pada para penjual bensin eceran yang banyak dijumpai di pinggiran jalan.

Pemerintah daerah pernah melakukan penertiban terhadap penjualan Premium secara eceran pada saat bahan bakar ini masih tersedia. Namun,  masih ada juga segelintir masyarakat yang tetap menjualnya. Sisanya beralih menjual Pertalite dan Petramax.

Situasi di atas otomatis membuat bensin menjadi mahal dan cenderung langkah bukan saja Pertalite tetapi juga Petramax. Tidak sedikit pemilik kendaraan yang memarkirkan kendaran roda empatnya di rumah. Oleh karena hal-hal di atas, Pemerintah Daerah mengapresiasi  ide seorang prajurit TNI KODIM 1614 Sumba Barat, yang tidak disebutkan namanya, atas hadirnya Aplikasi Tertib BBM.

“Atas nama Pemerintah Daerah, saya mengucapkan terimakasih atas ide dibuatnya aplikasi Tertib BBM. Kami bangga bahwa ide ini lahir dari prajurit KODIM 1613 Sumba Bara dalam upaya membantu masyarakat Sumba Barat agar lebih tertib dan disiplin melalui peran digitalisasi. Semoga aplikasi ini dapat bermanfaat, efektif dan efisien”, demikian sambutan Bupati Sumba Barat, yang dibacakan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Drs. Imanuel Mesakh Ani, M.Si, dalam acara Launchin Perdana Aplikasi Tertib BBM yang bertema: “Pantang dan Malu Isi Dobel”. Kegiatan ini berlangsung di depan Kantor SPBU Benita, Waikabubak, Jumat 12 Nopember 2021.

Kepala Bagian ESDM dan Kehutanan, Sekrerariat Daerah Kabupaten Sumba Barat, Grace Weru Ora, S.Si, selaku panitia penyelenggara kegiatan ini, menyampaikan bahwa ada tiga persoalan yang sering terjadi dalam hal penyaluran BBM di Sumba Barat, yakni:

  1. Masyarakat mengisi lebih dari 1 kali dalam sehari;
  2. Pengawasan kasat mata manual tidak maksimal, misalnya: nomor polisi dan supir dapat diganti untuk mengelabui pengawas SPBU; dan
  3. Operator SPBU sendiri yang tidak taat aturan.

Permasalahan di atas sesuai hasil pengawasan dan kajian Tim Pengawasan dan Penertiban BBM (Wastib) menjadi dasar bagi Pemda untuk memanfaatkan sistem digitalisasi tertib BBM dengan tujuan:

  1. Membantu SPBU dan Tim Wastib meminimalisir pendobelan pengisian bahan bakar dalam sehari untuk mencegah penimbunan dan kelangkaan BBM;
  2. Membantu SPBU dan Tim Wastib mendeteksi kecurangan dan monopoli pengisian BBM; dan
  3. Menanamkan pada masyarakat pengguna BBM budaya disiplin dan budaya malu dalam hubungan dengan aturan yang berlaku.

Sasaran aplikasi ini adalah:

  1. Untuk jangka pendek: kendaraan roda 4 pengguna BBM Pertalite dan Petramax, kecuali kendaraan dinas dan luar kabupaten Sumba Barat yang melintas; dan
  2. Untuk jangka panjang: kendaraan roda 2 dan roda 4 pengguna BBM bersubsidi dan non-subsidi.

Cara kerja aplikasi ini adalah sebagai berikut:

  1. Untuk keperluan deteksi, kendaraan sasaran akan ditempel stiker/barcode berwarna biru untuk SPBU Benita dan berwarna emas untuk SPBU Galaxi;
  2. Setiap kendaraan hanya bisa dilayani satu SPBU sesuai warna stiker;
  3. Dalam keadaan tertentu, misalnya, SPBU kehabisan bensin, pengendara dapat memberitahu petugas aplikasi agar dapat dilayani di SPBU yang masih tersedia BBMnya; dan
  4. Setiap SPBU akan memiliki seorang petugas aplikasi.

Semoga aplikasi ini dapat menjadi solusi yang sudah lama dinantikan masyarakat. Namun juga dibutuhkan kerja sama semua pihak agar tidak terjadi lagi kelangkaan serta mahalnya harga BBM karena harus membeli hasil “tap”.  Pemda menginginkan agar selalu tersedia BBM secara tertib, tepat sasaran dan merata bagi masyarakat. Karena itu perlu alternatif bagi sebagian masyarakat yang mengharapkan rezeki dengan menjual BMM secara tidak resmi baik sebagai sumber penghasilan utama maupun tambahan.

 

 

Bagikan Informasi Ini