Month: <span>February 2022</span>

DP5A Kab. Sumba Barat Sosialisasikan Kesehatan Reproduksi Pada Anak dan Remaja

Waikabubak, 24 Februari 2022 | Dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan informasi remaja tentang kesehatan reproduksi dan pemenuhan hak – hak reproduksi bagi remaja secara baik dan benar, Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP5A) Kabupaten Sumba Barat menggelar sosialisasi sistem reproduksi pada anak dan remaja.

Plt. DP5A, Khatrina Dade, S.IP didampingi Kepala Bidang Perlindungan Anak Chatrina E. Kariam, S.Kom, membuka dengan resmi pelaksanaan sosialisasi yang bertempat di Aula Hotel Ronita Waikabubak, Kamis, 24 Februari 2022.

Menurut Khatrina Dade, S.IP, sosialisasi terkait kesehatan reproduksi tersebut ditargetkan pada usia remaja, karena masa remaja merupakan peralihan masa kanak-kanak menjadi dewasa yang melibatkan perubahan berbagai aspek seperti biologis, psikologis, dan sosial-budaya. Lebih Lanjut beliau mengingatkan bahwa remaja merupakan generasi calon pemimpin masa depan yang membutuhkan kesehatan baik itu jasmani maupun rohaninya, harus memilik akhlak yang mulia serta kecerdasan.

“Kegiatan ini bertujuan agar adik-adik mengenal diri secara baik tentang reproduksi, agar menjadi generasi berencana dan tidak terjerumus dalam aktivitas free seks, HIV-AIDS dan NAPZA” Tambahnya.

Sosialisasi tersebut dihadiri oleh peserta usia remaja dari jenjang pendidikan Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas sederajat yang berjumlah 25 siswa.

 

 

 

 

 

 

Bagikan Informasi Ini

Prioritaskan Ekonomi Berbasis Pariwisata, Bupati Sumba Barat: Jadikan Pasola Sebagai Tonggak Kemajuan Pariwisata

Beberapa wisatawan asing tampak antusias menyaksikan perhelatan Pasola yang dilaksanakan di Lapangan Pasola Wanokaka yang penuh dengan pengunjung setiap tahun. Pengamanan dan penataan arus pengunjung tanpaknya semakin baik.  Para tamu asing  yang sebagian besar datang dari negara Amerika Serikat, Australia dan Eropa dalam beberapa grup ini bahkan juga telah mengikuti proses ritual Pasola sebelumnya, baik Madidi Nyale dan Pasola pemanasan di pantai Waihura. Beberapa pemandu lokal yang menemani wisatawan ini: Anselimus, Desi, Bonafasius dan Agus, mengatakan bahwa ada begitu banyak tamu yang berminat menyaksikan Pasola. Namun kendala utamanya adalah tidak adanya jadwal yang pasti penyelenggaraan Pasola setiap tahunya, sehingga para wisatawan yang memiliki waktu terbatas tidak bisa melihat salah satu atraksi yang telah menempatkan Sumba dalam peta pariwisata dunia. Kendala lain adalah pandemi Covid-19 yang belum-belum juga selesai. Namun,  demikian  para pelancong ini mengatakan bahwa mereka dengan senang hati akan mengajak teman-teman mereka untuk melihat Pasola serta menikmati keindahan Pulau Sumba. Jumlah wisatawan asing yang berkunjung pada festival adat ini tidak sampai 50 orang. Jumlah ini jauh di bawah tahun-tahun sebelum Covid-19.

Tidak diketahui berapa jumlah wisatawan domestik. Namun  diperkirakan, Wisnus yang berkunjung sebelum pandemi mencapai ratusan dan jumlahnya cenderung meningkat. Oleh karena itu, harapan Pemerintah Daerah, yang disampaikan langsung oleh Bupati Sumba Barat, Johanis Dade, SH bersama Wakil Bupati, John Lado Bora Kabba, S.Pd, dalam sambutan membuka kegiatan pagelaran adat ini, agar Pasola menjadi “Tonggak Kemajuan Pariwisata” dalam salah satu prioritas daerah yakni membangun “Ekonomi Berbasis Pariwisata”, adalah hal yang sangat realistis dan perlu mendapat perhatian serius oleh perangkat daerah terkait serta para pemerhati dan pelaku usaha wisata, bahkan masyarakat setempat. Semoga harapan Pemda untuk menjadikan Pasola sebagai event budaya dan juga pariwisata yang berdampak besar pada perekonomian daerah ini dapat segera terwujud.

Hadir dalam kegiatan ini antara lain Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, beberapa pimpinan Perangkat Daerah serta beberapa pleton Brimob dan Tentara, Satpol PP, dan petugas kebersihan daerah.

Bagikan Informasi Ini

Bupati dan Wakil Bupati Sumba Barat Serahkan Bantuan Aksesoris Pasola Wanukaka

Wanukaka, 19/02/2022 – Bupati Sumba Barat, Yohanis Dade, SH didampingi Wakil Bupati Sumba Barat, John Lado Bora Kabba, S.Pd bersama Camat Wanukaka dan Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan menyerahkan bantuan aksesoris pasola bagi para kasatria pasola Wanukaka yang bertempat di aula kantor Kecamatan Wanukaka. Penyerahan bantuan ini merupakan bentuk perhatian dan kepedulian pemerintah, baik Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia maupun Pemerintah Daerah Kabupaten Sumba Barat melalui Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan dalam rangka menjaga dan memperkuat kelestarian dan keunikan pasola, serta pengembangan pariwisata di Kabupaten Sumba Barat.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Sumba Barat mengatakan bahwa pasola bukan sekedar hiburan, tetapi lebih dari itu. Pasola mengandung makna dan nilai yang sakral sebagai wujud penghormatan kepada leluhur yang telah merintis pasola. Sehingga beliau berharap perlaksanaan atraksi pasola Wanukaka pada tahun 2022 dapat berjalan secara aman, damai dan kondusif.

Ada beberapa hal yang menjadi perhatian berkaitan dengan pelaksaan pasola Wanukaka tahun 2022. Pertama, diharapkan para kasatria pasola berbusana yang baik, lengkap dan khas. Bila perlu, masing-masing kampung menampilkan keunikan busana yang khas. Kedua, para kasatria pasola dilarang membawa senjata tajam dan mengkonsumsi minuman keras (alkohol), baik pada pelaksanaan ritual budaya Pajura, maupun atraksi Pasola. Ketiga, pelaksanaan ritual budaya Pajura dan atraksi Pasola tetap menerapkan protokol kesehatan.

Pada tempat yang sama, Wakil Bupati Sumba Barat mengatakan bahwa pasola Wanukaka adalah pelaksanaan ritual adat yang sangat lengkap, sehingga pergelaran pasola di Kabupaten Sumba Barat memiliki daya tarik tersendiri bagi para wisatawan. Beliau juga berharap dengan adanya perhatian pemerintah dapat menjadi perangsang bagi para kasatria pasola dalam rangka menjaga dan melestarikan keaslian pasola.

Turut hadir pada kegiatan tersebut Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat pada Sekretariat Daerah Kabupaten Sumba Barat dan Pimpinan Perangkat Daerah terkait, para Kepala Desa se-Kecamatan Wanukaka, para tokoh masyarakat dan para kasatria pasola wilayah Kecamatan Wanukaka.

=== kec.wnk-sb ===

Bagikan Informasi Ini

Kunker Ke Sumba Barat, Gubernur NTT Serahkan Kredit Mikro Merdeka Bank NTT

Waikabubak | Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat melakukan kunjungan kerja ke Sumba Barat, Senin 14 Februari 2022, yang merupakan rangkaian kunjungan kerja Gubernur ke daratan Sumba, setelah dua hari sebelumnya melakukan kunjungan kerja di Sumba Timur dan Sumba Tengah.

Salah satu agenda penting yang dilakukan oleh orang nomor satu di NTT itu di Kabupaten Sumba Barat yakni penyerahan kredit mikro merdeka bank NTT yang didampingi Bupati Sumba Barat Yahanis Dade, SH, Wakil Bupati Sumba Barat John Lado Bora Kabba, S.Pd, Dirut Bank NTT dan Sekretaris Daerah Kabupaten Sumba Barat kepada para pedagang di Pasar Weekarou.

Sebanyak 8 orang pedagang menerima kredit mikro merdeka bank NTT sebagai modal usaha perdagangan senilai Rp. 5.000.000,- per orang.

Setelah melakukan penyerahan, Gubernur NTT menyempatkan diri mendatangi lapak dan berbincang dengan para pedagang terkait harga barang.

Bagikan Informasi Ini