Day: <span>February 9, 2022</span>

Musrenbang Kecamatan Lamboya, Wakil Bupati: Sumba Barat 2021 -2026 Pasti Berseri

Lamboya, Rabu 09 Februari 2022 | Wakil Bupati Sumba Barat, John Bora Kaba, S.Pd, diwakili Penjabat Sekta Sumba Barat, Drs, Daniel Pabala, menyatakan bahwa agar perencanaan matang, diperlukan fokus pada “arah dan tujuan yang jelas sesuai dengan visi dan misi pembangunan daerah dalam dokumen RPJMD Kabupaten Sumba Barat Tahun 2021 – 2026. Sektor-sektor strategis yang diberi tagline ”Pasti Berseri” atau Bersih, Sehat, Rapi dan Indah ini, terdiri dari sector pariwisata, pertanian, infrastruktur pelayanan dasar, sumber daya manusia, dan reformasi birokrasi yang dikemas dalam 6 Program Prioritas, yakni: Pembangunan Ekonomi berbasis Pariwisata, Pembangunan Kesehatan dan Penurunan Angka Stunting, Pembangunan Pendidikan, Pemenuhan Infrastruktur Dasar, Reformasi serta, terakhir Desa dan Kota “Berseri”.

Untuk sukses melaksanakan 6 program di atas, Pemda diperhadapakan dengan banyak tantangan karena itu diperlukan perencanaan yang matang, sumber daya yang memadai serta pelaksanaan program dan kegiatan yang tidak keluar dari visi misi yang sudah ditetapkan. Untuk pembangunan ekonomi berbasis pariwisata, misalnya. Proses perencanaan strategis pengembangan pariwista harus dibangun dari hulu hingga hilil yang berujung pada pemasaran dan promosi pariwisata kepada target dalam negeri maupun internasional. Karena itu pelibatan dan paritisipasi para pemangku kepentingan ditingkat kabupaten, kecamantan sampai ke desa bahkan dusun dalam Musrenbang sangatlah mutlak diperlukan guna menjalin kerjsama agar dampak positif yakni antara lain meningkatkan kesejahteraan dapat tercapai serta menghindari ekse-ekses negative baik terhadap lingkungan alam  maupun sosial budaya daerah.

Untuk diketahui, wisatawan Nusantara menjadi harapan sekaligus roda penggerak pariwisata Indonesia di masa pandemi di mana kunjungan wiatawan mancanegara tahun 2021 hanya mencapai  1,58% atau turun drastis sebesar 60,98% dari tahun sebelumnya. Wisatawan domestik, sebaliknya meningkat sebesar 12%. Seiring dengan itu, devisa meningkat 4% dari US$0,32 menjadi US$ 0,36. Kontribusi PDB pariwisata melonjak sebesar 37,4% dibanding tahun 2020 atau mencapai 4,2% dari total PDB. Demikian juga ekspor ekonomi kreatif yang mencapai US$20,58, atau terjadi peningkatan sebesar Rp 1,273 triliun di banding tahun 2020. Ditargetkan bahwa wisatawan nusantara pada tahun 2022 akan mencapai 260 juta  – 280 juta. Hal ini sangat berpotensi dalam pemulihan sektor pariwisata nasional. Tentu demikian pula harapan Pemerintah Daerah Sumba Barat. Sayangnya data pariwista Badan Pusat Statistik daerah untuk Sumba Barat tahun 2021 hanya mencakup jumlah rumah makan. Namun menyimak Data Distribusi Persentasi Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha di Kabupaten Sumba Barat Tahun 2016 – 2020, Sektor Makan Minum/Akomodasi belum pernah mencapai 0,5%, atau jauh dari target nasional yakni, 5% dari PDB.

Kontribusi Sektor Makan Minum/Akomodasi PDRB Kabupaten Sumba Barat Tahun 2016 – 2020

Sumber Data: Sumba Barat Dalam Angka Tahun 2021, diolah

Memang diperlukan tambahan data untuk mengetahui secara lebih baik kontribusi pariwisata terhadap perekonomian daerah dan bagaimana perencanaan selanjutnya sesuai visi dan misi Pemda. Untuk itu Pemda perlu menjalin kerjasama dengan Badan Pusat Statistik daerah sehingga data-data seperti Jumlah Wisatwan, Lama Menginap, Rata-rata pengeluaran, dan lain-lain yang sangat penting bagi perencanaan strategis dapat ditersedia

Turut berbicara dalam acara pembukaan ini, anggota DPRD dari Dapil Kecamatan Lamboya yang menekankan tentang perlunya sinergitas antara berbagai pendekatan perencanaan baik politis, teknokratis, partisipatif dan bottom-up. Pembukaan ini dilanjutkan dengan diskusi kelompok yang dipandu langsung oleh Kepala Bappelidbanda Kabupaten Sumba Barat, Titus Diaz Liurai, S.Sos, MM.

TIM DKIPS, OK

 

 

 

 

Bagikan Informasi Ini