Month: <span>May 2022</span>

Save The Children dan Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Jalin Kerja Sama Untuk Mewujudkan Pelayanan Kesehatan dan Pendidikan Berkualitas Bagi Anak Sumba

Waikabubak, 23 Mei 2021. Save the Children menginisiasi Program Sponsorship di Sumba Barat sejak tahun 2014 dan akan berlangsung hingga tahun 2024. Misi program adalah untuk memenuhi hak anak atas kesehatan dan kesejahteraan dan memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk bertahan hidup, belajar, dan dilindungi. Program ini bertujuan untuk menjangkau 100.000 anak dan komunitas terkait anak dengan durasi program selama 10 tahun untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan pelayanan kesehatan anak-anak di kabupaten Sumba Barat dan Sumba Tengah. Program Sponsorship memiliki 5 program utama yaitu : Program Kesehatan Ibu dan Anak, Program Pengembangan Remaja, Program PAUD, Program Kesehatan dan Nutrisi Anak Sekolah, dan Program Pendidikan Dasar.

Program Sponsorship dilaksanakan oleh Stimulant Institute yang merupakan mitra dari Save the Children, berupaya untuk mengintegrasikan lintas sektor di Kabupaten Sumba Barat dengan tujuan untuk menciptakan lingkungan yang mendukung layanan pendidikan, kesehatan, perlindungan dan pengasuhan yang tepat dan berkualitas bagi anak-anak.

Dalam rangka memasuki tahun ke 8 yang merupakan fase berakhirnya implementasi program, Save the Children bekerjasama dengan Pemerintah Daerah dengan membentuk Tim Transisi. Tim Transisi terdiri dari pemangku kepentingan pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Tujuan dibentuknya Tim Transisi adalah untuk memastikan bahwa program-program yang sudah terlaksana dapat berlanjut sebagai bagian dari kebijakan pemerintah dalam upaya untuk memastikan anak-anak Sumba mendapatkan layanan Kesehatan dan Pendidikan yang berkualitas. Tugas Tim Transisi adalah mendukung dan memastikan adanya integrasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam pelaksanaan layanan Pendidikan, Kesehatan, Pengasuhan dan Perlindungan anak di satuan Pendidikan dan komunitas berkelanjutan.

“Penandatanganan Surat Keputusan Tim Transisi oleh Bupati Sumba Barat merupakah Langkah awal untuk memastikan keberlanjutan program yang telah dilakukan oleh Save the Children di Sumba Barat.” Jelas Erwin Simangunsong / Chief of Program Implementation – Save the Children Indonesia

Erwin juga menambahkan bahwa komitmen ini merupakan upaya peningkatan kualitas layanan pendidikan pada lembaga PAUD dan Satuan Pendidikan Dasar di Sumba Barat. Sedangkan pembentukan Tim Transisi adalah bentuk upaya dalam mewujudkan sustainability plan terkait program peningkatan pelayanan kesehatan dan pendidikan anak-anak di Sumba Barat.

“Tidak Ada Anak yang Tertinggal” merupakan salah satu Prinsip Kerja Save the Children Indonesia yang juga menjadi arah pembangunan sumber daya manusia di Sumba Barat. Melalui pendekatan dan strategi yang komprehensif maka semua anak di Sumba Barat dapat mempunyai hak yang sama untuk mendapatkan Kesehatan dan Pendidikan. Selain itu, dengan adanya Tim Transisi, diharapkan dapat mendokumentasikan praktik-praktik baik program Sponsorship sehingga dapat menjadi pembelajaran bagi pemerintah daerah dalam menyusun rencana dan desain program yang berorientasi pada akses, kualitas, partisipasi dan kebijakan khususnya dalam bidang kesehatan dan pendidikan.

Bagikan Informasi Ini

Program Sponsorship jalin kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Sumba Barat untuk Mewujudkan Pelayanan Kesehatan dan Pendidikan berkualitas bagi Anak Sumba

 Waikabubak, 23 Mei 2021. Save the Children (STC) Indonesia bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Sumba Barat dalam mendukung program-program perlindungan anak di Kabupaten Sumba Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Save the Children menginisiasi Program Sponsorship di Sumba Barat sejak tahun 2014 dan akan berlangsung hingga tahun 2024. Misi program yang didanai Sponsor adalah untuk memenuhi hak anak atas kesehatan dan kesejahteraan dan memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk bertahan hidup, belajar, dan dilindungi. Program ini bertujuan untuk menjangkau 100.000 anak dan komunitas terkait anak dengan durasi program selama 10 tahun untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan pelayanan kesehatan anak-anak di kabupaten Sumba Barat dan Sumba Tengah. Program sponsorship memiliki 5 program utama yaitu: Maternal, Newborn, Child Health and Nutrition (MNCHN); Early Childhood Care and Development (ECCD); Basic Education (BE); School Health and Nutrition (SHN); Adolescent Development (AD).

Program Sponsorship dilaksanakan oleh Stimulant Institute yang merupakan mitra dari Save the Children, berupaya untuk mengintegrasikan lintas sektor di Kabupaten Sumba Barat dengan tujuan untuk menciptakan lingkungan yang mendukung layanan pendidikan, kesehatan, perlindungan dan pengasuhan yang tepat dan berkualitas bagi anak-anak. Dalam rangka memasuki tahun ke 8 yang merupakan fase berakhirnya implementasi program, Save the Children dan Stimulant Institute melalui program Sponsorship bekerjasama dengan Pemerintah Daerah dengan membentuk Tim Transisi. Tim Transisi terdiri dari pemangku kepentingan pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Tujuan dibentuknya Tim Transisi adalah untuk memastikan bahwa program-program yang sudah terlaksana dapat berlanjut sebagai bagian dari kebijakan pemerintah dalam upaya untuk memastikan anak-anak Sumba mendapatkan layanan Kesehatan dan Pendidikan yang berkualitas. Tugas Tim Transisi adalah mendukung dan memastikan adanya integrasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam pelaksanaan layanan Pendidikan, Kesehatan, Pengasuhan dan Perlindungan anak di satuan Pendidikan dan komunitas berkelanjutan.

Pada hari ini, Save the Children bermitra dengan Stimulant Institute dan bekerja sama dengan Bappelitbangda dan Bagian Hukum Setda Sumba Barat, menggadakan agenda pertemuan “Penandatanganan Perjanjian Teknis Kegiatan antara Stimulant Institute dan Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga sekaligus Penandatanganan Surat Keputusan Tim Transisi oleh Bupati Sumba Barat”. Penandatanganan Perjanjian Teknis Kegiatan yang dilakukan, merupakan upaya peningkatan kualitas layanan pendidikan pada lembaga PAUD dan Satuan Pendidikan Dasar di Sumba Barat. Sedangkan pembentukan Tim Transisi adalah bentuk upaya dalam mewujudkan sustainability plan terkait program peningkatan pelayanan kesehatan dan pendidikan anak-anak di Sumba Barat.

Konsep “Tidak Ada Anak yang Terlewatkan” menjadi arah pembangunan sumber daya manusia. Hal ini mengisyaratkan kepada kita, untuk memastikan bahwa semua anak perlu dijangkau melalui pelaksanaan program. Prinsip ini sedang dipastikan oleh Stimulant Institute mitra Save the Children melalui program Sponsorship. Semua anak mempunyai hak yang sama untuk mendapatkan Kesehatan dan Pendidikan, oleh karena itu anak-anak diluar  dampingan program Sponsorship wajib dijangkau oleh pemangku kepentingan”.

Dengan adanya Tim Transisi, diharapkan dapat mendokumentasikan praktik-praktik baik dari pelaksanaan program Sponsorship sehingga dapat menjadi pembelajaran bagi Pemerintah Daerah dalam menyusun rencana dan desain program yang berorientasi pada akses, kualitas, partisipasi dan kebijakan khususnya dalam bidang kesehatan dan pendidikan. Dengan demikian, Kabupaten Sumba Barat mampu mewujudkan pelayanan Kesehatan dan Pendidikan yang berkualitas bagi anak-anak di Kabupaten Sumba Barat. (DKIPS)

Bagikan Informasi Ini

Establish Transition Team Sponsorship Program with District Government Tahun 2022

Waikabubak, 13 Mei 2022 bertempat di aula Bupati Sumba Barat, Rapat Perdana Pengenalan Calon Tim Transisi, Program Sponsorship Yayasan Save the Children (YSTC) telah mencapai tahun ke – 8 di tahun 2022 dari 10 tahun rencana implementasi program Sponsorship di Sumba Barat hingga tahun 2024 mendatang. Selama 8tahun implementasi sudah ada berbagai keberhasilan dan pembelajaran. program yang perlu untuk ditindaklanjuti oleh Pemerintah Daerah pasca berakhirnya fase program implementasi. Untuk itu perlu dipersiapkan strategi yang dapat memastikan agar semua hasil implementasi program memiliki keberlanjutan dibawah tanggung jawab Pemerintah Daerah melalui pembentukan Tim Transisi.

Tim ini merupakan pemangku kepentingan utama di. Daerah yang memiliki peran kunci dan pendukung para aras regulatif, kewenangan dan pengganggaran yang akan terlibat secara langsung maupun tidak langsung selama masa implementasi program Sponsorship di Kabupaten Sumba Barat sehingga perlu dipetakan dan diintegrasikan secara terstruktur yang selaras dengan Tusi yang melekat (embedded) dalam sistem pemerintahan yang sudah berjalan selama ini, untuk memastikan terjadinya komunikasi yang selaras, kolaboratif dan sinergi dengan semua unsur kepentingan untuk mencapai visi program Sponsorship, yaitu : Anak Sumba Barat sehat, cerdas, mendapat pengasuhan dari orangtua/pengasuh serta menjadi kontributor positif bagi masyarakat.

Tim ini juga dibentuk untuk tujuan yang bersifat teknis, yaitu menghindari terjadinya miskoordinasi diantara unsur – unsur pemangku kepentingan pada semua aras siklus program. Sehingga secara umum tugas Tim Transisi ini adalah mendukung dan memastikan layanan Pendidikan, Kesehatan, Pengasuhan dan Perlindungan Anak di Lembaga Pendidikan dan Komunitas berkelanjutan, dan untuk memaksimalkan peran dan Tusi Tim akan didukung Penguatan kapasitas yang berhubungan dengan pengelolaan program Sponsorship. Melalui upaya ini Tim dapat mendokumentasikan praktik – praktik baik program Sponsorship sehingga menjadi acuan bagi Pemda dalam merencanakan program dengan berorientasi pada akses, kualitas, partisipasi dan kebijakan. Dan Tim ini melalui SK kepala Daerah dan selanjutnya bertanggung jawab menyuarakan hak – hak anak Sumba Barat melalui perencanaan dan pelaksanaan program mulai tahun 2022 sampai dengan 2024.

Rapat ini dibuka dengan resmi oleh kepala Bapelitbangda.

Rapat perdana ini dihadiri oleh Kepala, Sekretaris dan para Kabid Bapelitbangda, Kepala dan Sekretaris Dinas Kesehatan, Kepala Dinas PMD, Kepala Dinas P5A, Kadis Sosial, Kadis berserta Kabid Dinas PKO, Kadis dan Perencanaan Dinas Perpustakaan, Kadis dan Kabid Dinas KIPS, Kabag Hukum, Kabag Tata Pemerintahan, Perwakilan PKK, Save The Children dan Perkumpulan Stimulat Institut.

Bagikan Informasi Ini

3 BUMDes Dapat Bantuan Mobil dari Kementerian Desa

Waikabubak,DKIPS–Tiga (3) Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang berada di Kabupaten Sumba Barat mendapat bantuan mobil dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

Penyerahan 3 unit mobil tersebut dilakukan langsung oleh Bupati Sumba Barat Yohanis Dade,SH Selasa (10/05/2022).

Ke-3 BUMDes yang mendapat bantuan mobil operasional jenis Hilux itu yakni BUMDes Kodaka Kecamatan Kota Waikabubak, BUMDes Kareka Nduku Selatan Kecamatan Tana Righu, dan BUMDes Rewa Rara Kecamatan Wanukaka.

Penyerahan bantuan tersebut dihadiri oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Drs. Imanuel M. Anie,M.Si, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Titus Diaz Liurai, S. Sos,MM, Kepala Dinas Perhubungan Drs. Yulianus G. Mezango, SH, Sekretaris dan Kepala Bidang Bapelitbangda.

Tampak Camat Kota Waikabubak dan Camat Tana Righu turut mendampingi para kades dan pengurus BUMDes menerima bantuan mobil.

Bupati Sumba Barat Yohanis Dade,SH menegaskan bantuan mobil tersebut berasal dari Dana Alokasi Khusus Kementerian Desa untuk memperlancar operasional BUMDes sehingga dapat menjadi Desa yang Mandiri.

Bupati Yohanis Dade pada kesempatan itu berpesan agar bantuan mobil tersebut dapat dipergunakan dengan sebaik mungkin.

Dengan mobil BUMDes tersebut hendaknya seluruh hasil bumi baik yang ada di dalam desa maupun di luar desa dapat dibeli oleh BUMDes sehingga bisa meningkatkan pendapatan dalam desa setempat.

“Contohnya Padi dan Jagung, BUMDes bisa beli, termasuk dengan hasil-hasil lainnya dalam rangka meningkatkan pendapatan masyarakat,” ujarnya. Red.DKIPS_JE

Bagikan Informasi Ini