Day: <span>June 26, 2022</span>

Program Parenting Dalam Keluarga Mendorong Orangtua Membentuk Karakter Anak Sejak Dini

Waikabubak, 25 Juni 2022. Program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) berkualitas tinggi adalah program pendidikan yang memiliki kesinambungan antara lembaga PAUD dengan keluarga. Keselarasan pendidikan yang dilaksanakan di Lembaga PAUD dan di rumah merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan pendidikan anak secara utuh, menyeluruh dan terintegrasi. Program parenting atau pengasuhan merupakan salah satu kegiatan yang harus dilaksanakan dalam Lembaga PAUD.

Program parenting PAUD berbasis keluarga adalah salah satu upaya keselarasan dan keberlanjutan pendidikan yang di lakukan di rumah. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan keluarga dalam peningkatan gizi dan kesehatan, perawatan, pengasuhan, pendidikan dan perlindungan sesuai tahapan usia anak. Namun, kenyataan yang di jumpai dalam masyarakat, masih banyak keluarga belum memahami pentingnya peran mereka bagi anak, sehingga tidak terpenuhinya hak-hak anak tersebut. Keberadaan hak-hak anak dalam masyarakat belum sepenuhnya diketahui, karena kurangnya sosialisasi dalam masyarakat dan keluarga sehingga sering kali terjadi pelanggaran terhadap hak-hak anak.

Belum semua PAUD melaksanakan program parenting, hal ini dikarenakan pengetahuan yang minim tentang program parenting. Selain minimnya pengetahuan tentang program parenting, lembaga PAUD sulit mendatangkan fasilitator atau narasumber. Selain itu, lembaga PAUD merasa sulit mengundang orang tua, dikarenakan peserta parenting (orang tua) berhalangan hadir karena bekerja atau memiliki kegiatan yang sudah direncanakan. Terdapat pula orang tua yang tidak memiliki pengetahuan tentang tumbuh kembang anak sehingga orang tua mendidik, mengasuh, dan merawat anaknya sebagaimana orang tuanya telah mendidik, merawat, dan mengasuhnya di masa yang lalu.

Untuk meningkatkan pengetahuan orang tua tentang parenting, serta mendekatkan layanan pengasuhan bagi keluarga, lembaga pendidikan dapat melakukan program parenting bagi orang tua berbasis komunitas. Pendekatan keluarga atau komunitas, bertujuan untuk menjangkau lebih banyak orangtua atau keluarga sekaligus membuka ruang diskusi parenting antara teman sebaya (orangtua).

Stimulant Institute mitra Save the Children, bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (DPKO), melaksanakan pelatihan Parenting Bagi Tenaga Pendidik PAUD. Pelatihan diselenggarakan pada tanggal 23 – 25 Juni 2022, bertempat di Aula SMP Negeri 3 Loli. 19 tendik (18 perempuan dan 1 laki-laki) dari 20 PAUD intervensi Sponsorship, dilibatkan dalam pelatihan ini.

Kegiatan dibuka oleh Plt. Kepala Dinas PKO, Yeremia Ndapa Doda. Beliau menegaskan bahwa Pendidikan karakter dimulai sejak usia dini, dan orangtua berperan penting dalam pembentukan karakter anak. Untuk dapat menjangkau orangtua di komunitas, kami membutuhkan kesediaan para tendik PAUD mendampingi orangtua. Pengasuhan yang tepat diwaktu yang tepat, dapat membantu membentuk generasi penerus yang berkualitas, ujar Yeremia. Membentuk karakter anak sejak dini, telah dipikirkan oleh Stimulant sehingga mau menyelenggarakan kegiatan ini. Saya mengajak para tendik, ditengah kesulitan-kesulitan yang kita alami, jangan putus asa, dan harus ikhlas memberikan pelayanan. Bantu anak-anak Sumba untuk menjadi sumber daya manusia yang berkarakter dan berkualitas, penegasan beliau, menutup kata sambutannya.

Tim program PAUD, yang diwakili oleh Novita Rambu Wasak Lodang selaku koordinator program PAUD pada Stimulant Intitute, menyampaikan bahwa sejak tahun 2021, Sponsorship telah melaksanakan piloting kelas pengasuhan dengan pendekatan terintegrasi antara keluarga dan Lembaga Pendidikan. Kelas parenting dengan pendekatan terintegrasi, menggunakan modul yang sebelumnya telah direview berdasarkan konteks local. Modul tersebut berisikan materi pengasuhan yang positif, perkembangan anak, gender, pengenalan literasi dan matematika dasar, kesehatan dan nutrisi keluarga, ujar Novita.

Piloting kelas pengasuhan, dilaksanakan pada 2 lembaga PAUD dengan menyasar langsung orang tua anak di lembaga tersebut. Dan, hasilnya telah memberikan dampak positif bagi orang tua yang rutin mengikuti diskusi hingga akhir sesi. Dampak positif tersebut bagi orangtua, meliputi; cara mendampingi anak belajar di rumah melalui metode yang menyenangkan bagi anak, kesetaraan gender dalam mengasuh anak dan mengurus rumah tangga, pembiasaan hidup sehat dan bersih serta penyediaan makanan yang bergizi bagi anak. Hasil pendampingan memberikan pembelajaran positif, sehingga kami melanjutkan untuk menjangkau lebih banyak lembaga PAUD pada tahun 2022, tegas Novita.

Pelatihan ini difasilitasi oleh tim PAUD Sponsorship, Novita Lodang, Meliana Kristin Patola dan Elvianus Umbu Lowu. Ketiganya berbagi peran dalam memfasilitasi. 12 topik disampaikan kepada 19 peserta melalui metode diskusi dan bermain peran. Setelah pelatihan, tendik akan melakukan pendampingan kepada orangtua di komunitas dengan melakukan sesi diskusi secara rutin.

Salah satu peserta, atas nama Debora Malo tendik PAUD Harapan Baru desa Baliledo, menyampaikan alasannya mengikuti pelatihan parenting, bahwa sebagai tendik saya membutuhkan banyak informasi, apalagi informasi tentang pola asuh. Banyak informasi yang saya dengar baik dari media ataupun saat ikut pertemuan bahwa pengasuhan  menjadi salah satu factor pendukung stunting, ujar Debi (nama panggilan). Materi yang dibagikan sangat lengkap, dan kami tidak saja diberikan materi tetapi ada praktik melalui lagu dan gerak. Hal-hal ini, sangat baik untuk saya dan teman-teman menerapkan di Lembaga PAUD saya.

Ditempat yang sama, Agustina Koba Bulu tendik PAUD Buah Hati desa Tematana menyampaikan bahwa keterlibatan tendik sebagai peserta pelatihan bukan karena uang, melainkan materi dan pengalaman baru yang diperoleh dari tim PAUD dan peserta lainnya. Disini kami belajar untuk saling mendengar pendapat teman, dan mendengarkan informasi sampai selesai. Bagi saya, saling mendengarkan ketika teman sedang bicara adalah hal baik yang selanjutnya harus saya terapkan dalam rumah tangga atau keluarga. Tidak saja di keluarga, namun dalam ruang kelas perlu untuk saling mendengarkan, ujar Agustina.

Harapan tendik disampaikan kepada pemerintah desa dan orangtua, adalah mendukung pelaksanaan parenting di komunitas dengan mendorong orangtua anak PAUD untuk aktif terlibat dalam sesi diskusi parenting di komunitas. Selain itu, membantu menyediakan anggaran bagi tendi selaku fasilitator untuk dapat melakukan kunjungan ke rumah orangtua target sebgai bentu pendampingan keluarga.

Martha Bili tendik PAUD Golgota desa Hupumada, mengeluhkan bahwa kadang orangtua sibuk dengan pertanian, sehingga sulit untuk membagi waktu mengikuti kegiatan rutin seperti kelas pengasuhan. Pemerintah desa, bantu kami dengan menyadarkan orangtua untuk aktif, karena yang kami lakukan untuk anak-anak di desa kita. Bapak Desa kami, memberikan pesan kepada saya, untuk menyampaikan kepada Stimulant untuk melibatkan PAUD lainnya, sehingga banyak anak dapat dijangkau oleh teman-teman tendik lainnya di desa Hupumada.

Salah satu tendik laki-laki, Kuri Bili Nija tendik PAUD Kasih desa Ubu Pede, mengharapkan agar orangtua terkhususnya bapak-bapak, dapat terlibat dalam diskusi parenting di PAUD dampingannya. Menurut beliau, untuk mengasuh anak tidak saja menjadi tanggung jawab mama, melainkan buuth peran bapak. Bapak-bapak harus ikut mama ke kelas parenting, sehingga tahu cara mengasuh anak dengan baik, ujar Kris diakhir sesi diskusi.

Pasca pelatihan, 19 tendik PAUD akan kembali ke desanya, dan melaksanakan sesi parenting bersama 200 pasang orangtua. Per desa menjangkau 10 pasang orangtua. Pendampingan dan diskusi parenting dilakukan dalam empat bulan, terhitung bulan Juli sampai dengan Oktober 2022. Selanjutnya, tim PAUD Sponsorship akan intens melakukan pemantauan dan evaluasi hasil pelaksanaan kelas pengasuhan di 20 desa target. (PSI, Red).

Bagikan Informasi Ini