Month: <span>July 2022</span>

SMK I Loli Titik Awal Revolusi Mental Bidang Pertanian dan Lingkungan Hidup Sumba Barat

Waikabubak, DKIPS SB
Pemda Sumba Barat bersama Kemenko PMK dan Kemenko Maritim dan Investasi, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kemendikbud Ristek, Kemenparekraf, Kemenpora, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian LHK dan Perpustakaan Nasional, Kamis 28 Juli 2022 bertempat di halaman belakang SMK 1 Loli Kabupaten Sumba Barat, secara simbolis mengadakan penanaman 40.300 pohon berbagai jenis tanaman produktif dan buah-buahan yang berasal dari BPDAS HL Benain Noelmina, Kupang. Jenis pohon yang ditanam terdiri dari 10.000 pohon trembesi, 30.000 pohon merbau, dan 300 pohon buah seperti Alpukat, Durian, Kelengkeng, Mangga. Kegiatan ini dilaksanakan bersama berbagai unsur organisasi perangkat daerah, masyarakat, civitas akademika, siswa, mahasiswa, dunia usaha, media dan kelompok pecinta lingkungan. Setelah kegiatan penanaman secara simbolis, perwakilan rombongan kementrian dan lembaga yang berkunjung stand pameran berbagai produk olahan paska panen berupa panganan dan tanaman hias serta produk olahan untuk kebutuhan bercocok tanam.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Kemenko PMK merupakan wujud komitmen bersama kementrian dan lembaga Pemerintah untuk mendukung Aksi Nyata Gerakan Nasional Revolusi Mental Penanaman Sepuluh Juta Pohon yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo. Target nasional yang ditetapkan sampai dengan 2023 sebanyak 10 juta pohon bertujuan untuk mendorong perubahan perilaku dan budaya masyarakat untuk peduli pada pengurangan risiko bencana, mendorong kemandirian pangan dengan pohon buah, serta sebagai upaya penghijauan dalam mengurangi dampak perubahan iklim dan pemanasan global. Kegiatan selanjutnya akan dilaksanakan oleh oleh Dinas Lingkungan Hidup Kab.Sumba Barat di lokasi lainya seperti di Wee Tena, Desa Sodana, Kecamatan Lamboya, Kab. Sumba Barat..

Melalui gerakan menanam ini diharapkan seluruh masyarakat dapat mengambil bagian dalam menanamkan nilai revolusi mental utamanya dalam mengubah mental-mental negatif yang merugikan, seperti menebang pohon dan membuang sampah sembarangan menjadi mental positif yang peka dan peduli untuk menjaga alam dan menumbuhkan budaya cinta lingkungan. Aksi Nyata Revolusi Mental melalui penanaman pohon diharapkan menjadi katalisator dalam menimbulkan gaya hidup baru cinta lingkungan melalui proses penanaman dan perawatan pohon, hingga bertumbuh produktif dan memberikan manfaat yang banyak untuk kehidupan kita. Harapannya Gerakan Menanam ini dapat ditindaklanjuti oleh seluruh Sekolah di Sumba Barat dan masyarakat untuk turut berpartisipasi pada upaya perubahan dan menjadi komitmen bersama yang berkelanjutan dalam pengurangan resiko bencana, dan pengendalian perubahan, sekaligus untuk mewujudkan Gerakan Revolusi mental melalui Gerakan Indonesia Bersih, Gerakan Indonesia Mandiri dan Gerakan Indonesia Bersatu dengan semangat Gotong Royong.

Kegiatan ini dilakukan setelah sebelumnya dilakukan Rapat Koordinasi Pembudayaan Literasi, Inovasi, dan Kreativitas bertempat di Kantor Bupati Sumba Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur yang dipimpin oleh Asisten Deputi Literasi, Inovasi dan Kreativitas, Kemenko PMK dan dihadiri oleh Wakil Bupati Sumba Barat, Sekda Sumba Barat, Kepala Bappelitbangda Sumba Barat, perwakilan dari Kemenko Marves, Kemendikbudristek, Perpusnas RI, Kemenpora, Kemenparekraf, KKP, BAKTI Kominfo, Kepala Balai BPDAS LH Benain Noelmina, NTT, Kepala UPT Kesatuan Pengelolaan Hutan Wilayah, Para Kepala Dinas Pemerintah Daerah Kabupaten Sumba Barat, dan Ketua Adat Marapu Sumba Barat pada Rabu (27/7). Tim DKIPS.

 

Bagikan Informasi Ini

Rapat Koordinasi Pembudayaan Literasi, Inovasi dan Kreativitas Lintas Kementerian dan Lembaga Di Kabupaten Sumba Barat

Waikabubak, 27 Juli 2022
Rapat Koordinasi lintas Kementerian dan Lembaga yang bertempat di aula Bupati Sumba Barat dan dibuka dengan resmi oleh Asisten Deputi Literasi, Inovasi dan Kreativitas, Kemenko PMK yang dihadiri oleh Wakil Bupati Sumba Barat, Sekretaris Daerah, Kepala Bapelitbangda, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kepala Dinas Perikanan, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Persandian dan Statistik, dan Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan dan daftar undangan :

Perwakilan Kemenko PMK, Perwakilan Kemenko Maritim dan Investasi, Perwakilan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI), Kemenkoinfo, Perwakilan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Tehnologi, Perwakilan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Perwakilan Kementerian Pemuda dan Olahraga, Perwakilan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Perwakilan Perpustakaan Nasional, dan Perwakilan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional.

Dalam sambutannya Wakil Bupati Sumba Barat sangat mengaharapkan kedatangan sejumlah Perwakilan dari Kementerian dan Lembaga akan membawa dampak positif bagi pengembangan dan pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Sumba Barat yang mampu menguasai tehnologi informasi serta mampu mengembangkan budaya literasi dan inovasi serta mampu mengembangkan ide yang bermanfaat bagi kemajuan SDM di Sumba Barat.
Segala potensi yang dimiliki Kabupaten Sumba Barat baik itu bidang Pariwisata sebagai leading sector dalam peningkatann sumber pendapatan daerah, potensi kelautan, wisata alam dan budaya, belum mampu dikelola secara maksimal karena berbagai faktor penghambatnya, untuk menciptakan manusia yang berkualitas, pembentukan karakter serta untuk penguatan layanan dasar produktivitas diperlukan adanya Gedung Perpustakaan Daerah.
Pada kesempatan ini juga Wakil Bupati Sumba Barat menyampaikan keinginan masyarakat Sumba Barat agar dapat memiliki Gedung Olahraga (GOR) yang kedepannya diharapkan dapat menjadi salah satu vanue pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON). Dalam paparan Kepala Bapelitbangda Kabupaten Sumba Barat mengatakan antara lain kendala – kendala yang dihadapi adalah kemampuan literasi dengan poin 1,45%, akses internet 25, 5% dalam pembelajaran online selama pandemi sangatlah terkendala, serta permasalahan Pemerintah Daerah adalah pengolahan pertanian yang masih bersifat subsisten dan belum berorintasi pasar.
Dalam rakor ini juga para perwakilan Kementerian dan Lembaga menyampaikan paparan materi sesuai bidangnya masing – masing antara lain oleh Direktur Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat mengatakan bahwa Sumba secara keseluruhan selalu mendapat perhatian Pemerintah Pusat melalui Revitalisasi Desa Adat, dan untuk Kepercayaan Marapu diupayakan agar mendapat legalitas Pemerintah melalui Perda ataupun Surat Keputusan Bupati serta usulan tenaga pendidik yang berkepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
Kepala Perpustakaan Nasional mengatakan dalam paparannya upaya pengembangan budaya kegemaran baca dan literasi pada masyarakat, sebaran perpustakaan Nasional di Indonesia terkhususnya di Kepualauan Nusa Tenggara hanya 4% lebih dan nilai kegemaran baca di NTT 63%.
Asisten Deputi Standarisasi dan Infrastruktur Olahraga, mengatakan dukungan Pemerintah Pusat terhadap peningkatan prestasi olahraga di Kabupaten Sumba Barat, dan dukungan sarana dan prasarana olahraga serta peningkatan industry olahraga rekreasi.
Direktur pengembangan Destinasi II mengatakan dukungan Pemerintah Pusat dalam upaya pengembangan destinasi wisata di daerah dengan wajib menjadikan pariwisata sebagai leading sector sebagai kunci keberhasilan kemajuan pariwisata daerah.
Direktur Kapal Perikanan dan Alat Tangkap mengatakan dukungan Pemerintah Pusat dalam upaya peningkatan penangkapan hasil laut melalui kebijakan kapal perikanan dan alat tangkap ikan Tahun Anggaran 2022, dan Pemerintah Daerah diharapkan dapat membuat salah 1(satu) kampung nelayan maju (KALAJU).
Direktur Fungsi Keaksaraan mengatakan kebijakan Pemerintah 1 desa 1 paud.
Direktur Bakti Kemenkominfo mengatakan Bakti adalah untuk melayani wilayah yang tidak tersentuh layanan komersial dan pemerataan infrastruktur telekomunikasi membangun dari pinggiran.

Tim Redaksi DKIPS.

Bagikan Informasi Ini

Festival Anti Kekerasan Terhadap Anak (FAKTA) Stimulant Intitute Sumba Barat: #Barenti Kasih Susah Anak

Desa Gaura, 26 Juli 2022

Stimulant Institute, mitra Save the Children melalui program Gender dan Perlindungan Anak menyenggarakan festival bertema Barenti Kasih Susah Anak dengan tujuan untuk 1). memberikan ruang bagi anak untuk bersuara menghentikan kekerasan terhadap mereka melalui pameran menggambar, lagu daerah, pertunjukan tari, serta sosialisasi melalaui kampanye media sosial; 2). mendorong partisipasi pemuda  dan anak dalam pembangunan melalui Musrenbang; dan 3). membentuk organisasi perlindungan anak berbasis masyarakat PATBM).  Festival yang berlangsung di tingkat Desa berlangsung  di halaman Kantor Desa Gaura Kecamatan Laboya Barat dihadiri oleh warga masyarakat, Perwakilan Perangkat Daerah terkait, Pemerintah Kecamatan, Polsek, Puskesmas serta media.  Pemerintah Kecamatan maupun Desa menyambut baik dan berterimakasih kepada Stimulant Institute yang telah menyelenggarakan kegiatan ini. Kekerasan terhadap anak terus meningkat walaupun sosialisasi terus dilakukan. Karena itu perlu tindakan lebih kongkrit seperti yang dilakukan lembaga Stimulant.

Acara ini diisi dengan persembahan tarian tradisional dan tarian modern, serta fragmen drama yang dibawakan oleh anak – anak dan remaja Desa Gaura. Kegiatan Festival ini dibuka dengan resmi oleh Kepala Desa Gaura. Materi kampanye tentang stop kekerasan anak di sampaikan oleh ketua KPA Desa Gaura.

Deklarasi anti kekerasan terhadap anak ini ditandai dengan penempelan tanda telapak tangan oleh Kepala Dinas Informatika dan Komunikasi, Persandian dan Statistik Kabupaten Sumba Barat, Perwakilan Dinas Sosial, Ketua KPA dan orang tua serta anak – anak pada banner yang disiapkan.

Tim Redaksi DKIPS.

Bagikan Informasi Ini

Sehari Menjadi Pemimpin Untuk Festival Anti Kekerasan Terhadap Anak

Waikabubak, 25 Juli 2022. Kekerasan terhadap anak seringkali terjadi baik di lingkungan keluarga, masyarakat, maupun sekolah. Kekerasan yang dialami berupa tindak kekerasan secara fisik, seksual, penganiayaan emosional, atau pengabaian terhadap anak. Data dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak tahun 2021 mencatat bahwa terdapat sebanyak lebih dari 14.200 Kasus Kekerasan Pada Anak yang dilaporkan melalui dashboard SIMFONI. Daerah sebaran jumlah kasus kekerasan tertinggi terletak di beberapa provinsi seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tengga Timur, dan Sulawesi Selatan. Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Sumba Barat pada tahun 2020, usia kawin perempuan pertama di Sumba Barat sebagian besar adalah pada usia 19 tahun ke atas. Mengenai pernikahan anak, masih terdapat 19,48% anak perempuan menikah di bawah usia 19 tahun, terdiri dari 7,11% di bawah usia 16 tahun dan 12,73% antara usia 17 dan 18 tahun.

Upaya pemerintah untuk melindungi anak tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 101 Tahun 2022 tentang Strategi Nasional Penghapusan Kekerasan Terhadap Anak. Save The Children memiliki misi yang sama untuk menjamin pemenuhan hak anak atas hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara wajar sesuai harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.

Save The Children melalui salah satu Program Sponsorship, Program Gender dan Perlindungan Anak, bekerja sama dengan Stimulant dan Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP5A) menyelenggarakan kegiatan kampanye “Festival Anti Kekerasan Terhadap Anak” atau FAKTA di Sumba Barat. Tujuan kampanye FAKTA ini adalah untuk: 1) memberikan ruang dan kesempatan kepada anak-anak untuk membuat kampanye terkait isu kekerasan terhadap anak secara mandiri melalui festival anak dengan kegiatan yang menyenangkan, (2) mendorong lembaga pemerintah dari tingkat desa hingga kabupaten mendukung partisipasi anak dan pemuda dalam Musrenbang, dan (3) mendorong pembentukan organisasi perlindungan anak terpadu berbasis masyarakat atau PATBM (Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat).

Pada kegiatan ini, Save The Children juga berkolaborasi dengan komunitas lokal seperti English Goes to Kampung, Sumba Cendekia, dan Forum Anak Daerah untuk mengajak publik menghentikan kekerasan yang kerap terjadi kepada anak dengan mengusung tagline #BarentiKasihSusahAnak. Kampanye FAKTA terbagi menjadi 3 rangkaian yaitu kampanye di tingkat desa, Sehari Menjadi Pemimpin, dan kampanye di tingkat kabupaten yang dilaksanakan mulai tanggal 5 Juli – 25 Agustus 2022. Untuk pelaksanaan FAKTA tingkat desa telah terselenggara sejak tanggal 5 Juli – 29 Juli 2022 di 8 desa intervensi program gender.

“Melalui kegiatan Festival Anti Kekerasan Terhadap Anak atau FAKTA, kita ingin mengajak publik untuk menyadari kekerasan yang kerap terjadi pada anak dan menghentikan tindakan-tindakan yang dapat merujuk ke perilaku kekekerasan. Kami mengajak publik untuk menghentikan kekerasan terhadap anak melalui tagline #BarentiKasihSusahAnak. Harapannya ke depan, anak-anak dapat bertumbuh, berekspresi, dan berpartisipasi dalam menyampaikan dan mendapatkan hak-haknya sebagai anak,” ucap Silverius Tasman Muda selaku Senior Manager Program Implementation.

Pada hari ini Senin, 25 Juli 2022, Sehari Menjadi Pemimpin menjadi bagian dari perayaan dalam memperingati Hari Anak Nasional (HAN) di mana anak-anak akan diajak memerankan menjadi pejabat daerah dan berdiskusi bersama Pemerintah Daerah di Kantor Aula Bupati Sumba Barat. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan motivasi kepada anak-anak menjadi pemimpin di masa depan dan berani mengeluarkan pendapat tentang suatu isu atau masalah yang menjadi tema perbincangan khusus dan berpartisipasi dalam Musrenbang Anak.  Tema diskusi yang menjadi topik pembahasan adalah kekerasan anak yang semakin meningkat dan semakin rendahya angka literasi anak di kabupaten Sumba Barat pasca pandemic Covid.

Sebelumnya, tim program bekerja sama dengan Forum Anak Daerah dan DP5A menyeleksi anak-anak di wilayah perkotaan dan perdesaan. Proses seleksi dilakukan secara partisipatif, dengan dukungan pemerintah desa dan pihak sekolah. Sebanyak 9 anak yang terpilih menjadi representatif kegiatan Sehari Menjadi Pemimpin, akan melakukan simulasi peran sebagai pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) seperti menjadi Bupati, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Bappelitbangda, dan Kepala Dinas DP5A. Selain itu, anak-anak berkesempatan untuk berdialog langsung dengan Pemerintah Daerah sehingga dapat menyampaikan aspirasinya terkait isu kekerasan terhadap anak.

Sebagai salah satu peserta Sehari Menjadi Pemimpin, Claudia mengatakan, “Kegiatan Sehari Menjadi Pemimpin sangat bagus karena memberikan kesempatan kepada kami untuk dapat merasakan bagaimana menjadi seorang pemimpin di sebuah instansi pemerintah. Harapannya jika suatu saat kami menjadi pemimpin, kita mampu menjadi pemimpin yang dapat memberikan ruang dan kesempatan kepada anak agar bisa menyampaikan pendapatnya tanpa rasa takut”

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Stimulant Institute dan Save the Children atas sumbangsih pemikiran yang diberikan untuk mewujudkan dan melaksanakan program-program pemenuhan hak anak di Sumba Barat,” ungkap Yohanis Dade, SH, Bupati Kabupaten Sumba Barat.

Puncak kegiatan kampanye FAKTA akan diselenggarakan pada tanggal 25 Agustus 2022 yang terwujud dalam one day event “Konser Peduli Anak dan Talkshow Kampanye Anti Kekerasan Terhadap Anak dengan tema #BarentiKasihSusahAnak” di lapangan Manda Elu, Waikabubak. Kegiatan ini akan dihadiri oleh perwakilan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kepala Daerah Sumba Barat, Forum Anak Daerah, Global Ambassador Ending Violence Against Children (EVAC), dan perwakilan Sumba Future Change Makers.

#BarentiKasihSusahAnak #FestivalKekerasanTerhadapAnak #FAKTA #BerpihakPadaAnak

Bagikan Informasi Ini