Month: <span>October 2022</span>

Apresiasi Save The Children dan Stimulant Institute, Sekda Sumba Barat, Yeremia Nadapa Doda, S.Sos: Pemda akan Adopsi Kiat NGO Intervensi UKS Dan PAUD

Waikabubak, DKIPS SB

Sekda Yeremia Ndapa Doda, S.Sos mengatakan hal demikian pada acara Workshop Diseminasi Hasil Monev Terpadu Program UKS dan PAUD HI Tahun 2022, Selasa, 25 Oktober 2022, di Aula Kantor Bupati Sumba Barat. Sekda Yeremia lebih lanjut menegaskan bahwa

“…monitoring dan evaluasi pelaksanaan program ini sangat diperlukan dalam rangka peningkatan efektifitas pererapan kebijakan PAUD HI di tingkat kabupaten dan desa. Hendaknya diskusi-diskusi yang akan dilaksanakan dalam pertemuan ini dapat menjadi wadah tukar pikiran, ide, informasi agar dapat menjadi pembelajaran serta refleksi atas perencanaan dan pelaksanaan program kerja sehingga dapat dikembangkan menjadi program pada periode selanjutnya. Hasil workshop ini juga saya harapkan dapat berguna sebagai masukan dan acuan bagi pemerintah ke depannya dalam merumuskan kebijakan-kebijakan terkait pengembangan anak usia dini di Kabupaten Sumba Barat,

Ketua Komisi C DPRD sekaligus Ketua Taman Pawoda Kabupaten Sumba Barat, Alexander Dapawole, yang juga tampil memberi kata pengantar mengatakan bahwa terdapat perbedaan yang mencolok dari 28 PAUD yang diintervensi dan karena itu ia mengapresiasi Save the Children dan Stimulant Intitute atas upaya yang dilakukan bersama Pemda. Alexander mengharapkan agar honor yang diterima rata-rata para pengajar TK dan PAUD di desa ke depan dapat ditingkatkan dua kali dari Rp 200.000 yang didapatkan saat ini dan agar anggaran 20% untuk pendidikan dapat lebih menjangkau kualitas SDM selain pembangunan fisik. Apa yang disampaikan Ketua Taman Pawoda ini telah sejalan dengan tekad Pemerintah Sumba Barat.

Pada kesempatan itu, Kepala Bapelitbangda, Tituz Diaz Liurai, S.Sos, MM, menyampaikan laporan hasil Monev Tim Transisi secara terperinci serta sembilan rekomendasi. Rekomendasi tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Sekolah Contoh pelaksanaan program UKS diadakan disetiap kecamatan;
  2. Menyediakan regulasi dan peninjauan regulasi pendukung pelaksanaan program UKS seperti Juknis BOS;
  3. Membentuk tim pelaksana UKS kecamatan atau sekolah;
  4. Penguatan kapasitas TP UKS di berbagai level;
  5. Monev Rutin;
  6. Menyediakan SOP pelaksanaan program UKS pada jenjang Sekolah Dasar dan SMP;
  7. Menyelenggarakan Refresh Training program UKS dan P3K bagi kepala sekolah dan pengelola UKS;
  8. Mengalokasikan anggran untuk pemeliharaan fasilitas; dan
  9. Melaksanakan kampanye sekolah sehat untuk mencegah dampak perubahan iklim.

Setelah presentasi, acara workshop ini dilanjutkan dengan tanya jawab. Kegiatan ini dihadiri oleh Tim Transisi bersama anggota yang terdiri dari beberapa OPD terkait . Tim DKIPS

Bagikan Informasi Ini

Workshop Pengelolaan Perpustakaan Sekolah/Madrasah  Wilayah Kabupaten Sumba Barat & Kabupaten Sumba Tengah

Https://sumbabarat.go.id Waikabubak, 20 Oktober 2022, Stimulant Institute melaksanakan workshop secara hybird, dengan panitia pelaksana YWKW, dengan narasumber lokal Pejabat Fungsional dari Bapelitbangda Kab. Sumba Barat yang memaparkan tentang kebijakan perencanaan Tahun 2023 dari Pemerintah Daerah Kab. Sumba Barat terkait Perpustakaan Sekolah. Kabid Pengelola Perpustakaan pada Dinas Perpustakaan Sumba Barat Dominggus Bora, SE. pada kesempatan ini juga memaparkan tentang Program Perpustakaan Daerah dalam Mendukung Pelayanan Perpustakaan Sekolah. Sekretaris Dinas PPO Kab. Sumba Barat Dominggus B. Mesa, SS memberikan materi tentang Kebijakan Alokasi Dana BOS dalam mendukung Pelayanan Perpustakaan Sekolah. Dalam sesi diskusi yang dipandu oleh moderator Agus Wahyudi dari Perpusnas RI. dengan  Narasumber dari para Pustakawan Ahli Pertama  Perpustakaan Nasional, seperti oleh Ratih Nur Hidayah, SIP yang memaparkan secara tuntas terkait Pelayanan dan Promosi Perpustakaan Sekolah/Madrasah, Anisa Kristiani Tarigan (Universitas Sumatra Utara) yang juga mengupas tuntas  terkait Manajemen Perpustakaan dan Pengembangan Koleksi Perpustakaan.

kegiatan workshop ini bertempat di Aula GKS Waikabubak pada Kamis, 20 Oktober 2022 yang dimulai pada Pukul 09.00 Witeng hingga Pukul 16.30 Witeng. Metode pelaksanaannya dilakukan dengan media  Zoom Meeting.  Dengan peserta berasal dari keterwakilan 16 Sekolah Dasar dari Kab. Sumba Barat terutama Kepala Sekolah bersama Pengelola Perpustakaan Sekolah maupun 14 keterwakilan Pengelola Perpustakaan Sekolah yang berada di Kabupaten Sumba Tengah. Turut hadir secara online Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sumba Tengah yang sekaligus membuka secara resmi kegiatan workshop ini. Dalam kesempatan ini beliau memaparkan secara garis besar agar adanya pemanfaatan ruang perpustakaan secara optimal dengan menata ruang perpustakaan yang menyenangkan sehingga dapat menjadikan perpustakaan sebagai tempat rekreasi dan taman bacaan anak.

Sebagai pengantar acara ini oleh Bapak Jems Alfreth (save the children) yang Secara garis besar juga menyampaikan pentingnya pengelolaan perpustakaan sekolah yang sebelumya telah dilakukan intervensi ke beberapa sekolah untuk mengetahui pengelolaan perpustakaan sekolah karena sebagian besar pengelola perpustakaan sekolah di kelola oleh orang yang sebagian besar tidak memiliki latar belakang sebagai pustakawan tetapi oleh karena hanya ditugaskan saja oleh sekolahnya masing – masing  sebagai  pengelola perpustakaan sekolah, sehingga sebagai pengelola perpustakaan mereka harus berjuang sendiri semampunya saja. Disamping karena melihat bahwa perpustakaan adalah salah satu tempat yang menyediakan informasi yang diperlukan, tempat untuk bisa mengakses semua hal yang dibutuhkan terkait ilmu pengetahuan, juga sebagai Duta Baca Sekolah. perpustakaan juga adalah wajah dari sebuah sekolah. Sehingga hal ini juga dimaksudkan untuk melihat seberapa besar kualitas dan peran perpustakaan sekolah. Pada kesimpulannya, penggagas berupaya agar hasil intervensi terhadap perpustakaan sekolah akan membuat Perpustakaan sekolah menjadi lebih menarik yang salah satunya didesign tata ruangan, mempromosikan pemberdayaan perpustakaan sekolah dll sehingga menarik untuk dikunjungi  dengan tujuan Perpustakaan akan dapat meningkatkan kemampuan literasi siswa terhadap minat baca anak dan kreatifitas anak.  Dengan upaya menata ruang perpustakaan menjadi lebih menarik sehingga akan membuat perpustakaan menjadi tempat rekreasi anak. Untuk itu perlu juga adanya dukungan Pemerintah Daerah dalam rangka untuk peningkatan pemanfaatan perpustakaan sekolah.

Dalam kesempatan workshop ini juga kegiatannya di susun dalam suatu time schedule, sehingga setiap pemaparan materi oleh nara sumber di buka dengan sesi Tanya jawab terkait materi – materi yang disampaikan . Dalam pemaparan oleh Ratih Nurhidayaha, SIP. terkait pelayanan dan promosi perpustakaan sekolah diinformasikan juga tentang Sistem Layanan Perpustakaan yang terbagi dalam sistem terbuka, sistem tertutup dan sistem gabungan keduanya baik yang terbuka maupun tertutup yang semuanya dapat dilakukan sesuai dengan sistem  layanan yang mau digunakan oleh sekolah, juga menjabarkan secara tuntas pula tentang jenis layanan perpustakaan, baik layanan sirkulasi, baca ditempat, layanan referensi, ruang diskusi, kerjasama perpustakaan pendidikan pemakai, integrasi kurikulum layanan ekstensi dan promosi perpustakaan.

 

Kesempatan yang sama Ibu Ratih juga membuat peserta workshop semakin antusias dala mengikuti setiap materi yang disampaikan dengan membangun pola kumunikatif yang interaktif dan menyenangkan. Salah satunya dengan memberikan bonus atas kuis dari  pertanyaan yang diberikan kepada peserta workshop. Hal – hal lain terkait pengembangan perpustakaan di sekolah masing – masing peserta workshop. Selanjutnya pemaparan oleh Ibu Anisa terkait Manajemen Perpustakaan dan Pengembangan Koleksi Perpustakaan juga mengajak pengelola perpustakaan dapat menyusun deskripsi yang menjadi tugas tenaga perpustakaan sekolah, kemudian harus membuar struktur organisasi sekolah, merancang program pengembangan perpustakaan dan pada akhirnya dapat mengembangkan koleksi perpustakaan sekolah baik melalui pembelian, hadiah, tukar menukar,maupun kegiatan pengeluaran koleksi dari daftar koleksi perpustakaan karena sudah tidak sesuai dengan kebutuhan pemustaka. Disis lain juga membahas tentang pentinganya dilakukan identifikasi dan seleksi bahan perpustakaan sekolah. Pada akhir pemaparanya beliau juga mengajak peserta untuk dapat melakukan evaluasi terhadap koleksi perpustakaan. Dan diakhiri dengan sesi Tanya jawab. Kegiatan workshop ini dilakukan dengan harapan apa yang menjadi tujuan perpustakaan dapat benar – benar terwujud, maju dan berkembang dengan baik  dengan sistem layanan yang baik pula.

 

Tim Redaksi DKIPS

Bagikan Informasi Ini

Studi Banding Pemerintah Daerah Kabupaten Sleman – Yogyakarta Di Kabupaten Sumba Barat

https://sumbabarat.go.id Waikabubak – 20 Oktober 2022, Bertempat di Aula Kantor Bupati Sumba Barat melalui Plh. Sekretaris Daerah Kabupaten Sumba Barat. Drs. Imanuel M. Anie, M. Si dengan didampingi Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam pada sekretariat Daerah Grace W. Ora, S.Si, dan para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah /Unit Kerja lainnya menerima Tim Studi Banding Pemerintah Daerah Kabupaten Sleman – Yogyakarta dan mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada Tim yang dipimpin oleh  Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Sleman, Drs. Budiharjo, M. Si. Ini merupakan suatu kehormatan dan momentum persaudaraan untuk menjalin kerja sama, saling berbagi dan mengisi terutama dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan.

Tim Studi Banding Kabupaten Sleman – Yogyakarta berjumlah 39 orang, dengan maksud dan tujuan melakukan Studi Banding ke Kabupaten Sumba Barat terkait peningkatan kapasitas lembaga keuangan dan pengembangan potensi ekonomi di Kabupaten Sleman dengan tema pengelolaan lembaga keuangan terutama pengelolaan kredit, pengembangan potensi ekonomi (Pariwisata, UMKM, Peternakan, Pertanian, dan pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid – 19) dan tata kelola keuangan di Sekretariat Daerah Kabupaten Sumba Barat.

Dalam sambutan Bupati yang sampaikan oleh Plh. Sekretaris Daerah Kabupaten Sumba Barat, Bupati mengungkapkan rasa bangganya karena Kabupaten Sumba Barat dipilih sebagai lokasi Studi Banding, dan  menyampaikan selamat datang di Tanah Pada Eweta Manda Elu. Disampaikan pula oleh Plh. Sekda Sumba Barat gambaran singkat mengenai Kabupaten Sumba Barat, baik itu dari aspek administrasi Pemerintah, sumber daya alam, sektor pariwisata ( Atraksi Pasola, Wisata Alam, Wisata Budaya dll), Sektor pertanian komoditi unggulan antara lain (jambu mente, kelapa dan kakao), Sektor Peternakan (ternak kuda, sapi dan kerbau), Sektor Perikanan (ikan dan budidaya rumput laut).

Pada kegiatan ini juga dilakukan pertukaran cinderamata oleh masing – masing Pemerintah Kabupaten Sumba Barat dan Pemerintah Kabupaten Sleman – Yogyakarta yang merupakan hasil dari UMKM binaan dinas Koperindag.

Bagikan Informasi Ini

Pembinaan desa cinta statistik  Desa cantik tebara

Https://sumbabaratkab.go.id, Waikabubak – 18 Oktober 2022 Program Desa Cantik merupakan bentuk tanggungjawab BPS dalam melakukan pembinaan statistik sektoral, sebagaimana tertuang dalam UU Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik. Dengan menargetkan peningkatan kompetensi aparatur Desa dengan fokus utamanya mempersiapkan aparatur desa yang lebih paham statsitik dan diharapkan dengan program ini akan lahir komunitas – komunitas cinta statistik dari desa – desa.

Kepala Desa Tebara, Marthen Ragowino Bira, SS dalam sambutannya mengatakan dengan adanya program desa cantik di Desa Tebara melakukan inovasi pendataan hutang budaya dan diharapkan akan menjadi contoh yang baik bagi desa dan kelurahan lain untuk menerapkan kegiatan tersebut, walaupun pada saat pendataan mendapat banyak tantangan dari warga masyarakat, dan hasil pendataan tersebut akan dilaporkan kepada Bupati Sumba Barat.

Kepala BPS Kabupaten Sumba Barat, Ir, Joke Ratna Christina dalam sambutannya mengatakan bahwa pembinaan Desa Cantik ini menempatkan desa bukan lagi sebagai obyek tetapi sebagai subyek atau pelaku dalam pendataan, karena data merupakan hal penting dan mendasar untuk kepentingan pembangunan. Desa Tebara selaku Desa Terbaik 10 Tingkat Nasional akan dijadikan role mode bagi Desa dan Kelurahan lain dalam hal inovasi mengubah data manual menjadi data digital dan dalam bentuk peta tematik.

Kepala Dinas KIPS Kabupaten Sumba Barat Ir. Israil Y. Meok, M. Si dalam sambutannya mengatakan Dinas KIPS adalah sebagai wali data sektoral, persoalan pendataan akan menjadi sangat penting dan mendasar karena menjadi basis perencanaan untuk kepentingan pembangunan. Data yang dituangkan dalam web akan sangat memudahkan bagi pengguna data dan dapat dilihat kapanpun dan dimanapun.

Kegiatan pembinaan selanjutnya dijelaskan secara tehnis oleh tim dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Sumba Barat kepada aparatus Desa dan Kelurahan.

Tim Redaksi DKIPS.

 

Bagikan Informasi Ini