Month: <span>November 2022</span>

Raker Pamong Praja dan Sosialisasi Penetapan Batas Daerah, Serta Penandatanganan Berita Acara Penegasan Batas Antar Kelurahan/Desa

https://sumbabaratkab.go.id  Waikabubak, Bupati Sumba Barat membuka dengan resmi kegiatan Raker Pamong Praja dan Sosialisasi Penetapan Batas Daerah serta Penandatanganan Berita Acara Penegasan Batas Antar Kelurahan/Desa bertempat di Aula Bupati Sumba Barat pada Selasa 29 November 2022.

Turut hadir dalam Raker tersebut Wakil Bupati, Pimpinan DPRD, Anggota Forkompimda, Ketua Pengadilan Negeri Waikabubak, Sekretaris Daerah, Para Staf Ahli Bupati, Para Asisten Bupati pada Sekretariat Daerah, Pimpinan Perangkat Daerah/Unit Kerja, Para Camat, Pimpinan Organisasi Wanita se – Kabupaten sumba Barat, Kapolsek/Kapospol dan Danramil/Babinsa se – Kabupaten Sumba Barat serta Lurah/Desa se – Kabupaten Sumba Barat.

Dalam sambutannya Bupati mengatakan Raker Pamong Praja ini dimaksudkan untuk melakukan konsolidasi antara jajaran Aparatur Pemerintahan di daerah, baik pada level  desa/kelurahan sampai pada tingkat kabupaten, sekaligus ajang tukar menukar informasi dan sebagai wahana untuk melakukan evaluasi terhadap program/kegiatan tahun anggaran 2022, dan sebagai bahan acuan perbaikan dan peningkatan kinerja penyelenggaraan pemerintahan di daerah ini, pada tahun anggaran 2023 maupun di tahun – tahun mendatang. Dengan mengusung tema “Melalui Rapat Kerja Pamong Praja Kabupaten Sumba Barat Tahun 2022 Kita Wujudkan Pamong Praja Berakhlak dan Proaktif Untuk Mengoptimalkan Potensi Unggulan Daerah Dalam Rangka Mempercepat Penurunan Stunting dan Kemiskinan Ekstrim”.

Kesempatan yang sama Bupati menyampaikan Raker ini bertujuan untuk mensosialisasikan Permendagri Nomor 43 Tahun 2022 tentang Batas Daerah Kabupaten Sumba Tengah dengan Kabupaten Sumba Barat dan Permendagri Nomor 44 Tahun 2022 tentang Batas Daerah Kabupaten Sumba Barat Daya dengan Kabupaten Sumba Barat Provinsi NTT, dimana penyelesaian batas daerah antar kabupaten ini telah diambil alih dan ditetapkan oleh Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Dalam Negeri.

Dapat diinformasikan juga dalam Raker ini terkait permasalahan stunting yang merupakan tanggungjawab bersama baik dari aparatur pemerintahan sampai dengan tingkat rukun warga, tenaga medis, paramedis yang selalu berinisiatif menganalisa lingkungan tugas, serta orang tua yang harus terus berupaya memenuhi gizi anak. Pemkab sumba Barat memperoleh bantuan PMT dari Anggota Komisi IX DPR RI ibu Ratu N. G. Wulla, ST sebanyak 2 ton, dengan harapan melalui PMT dapat menurunkan angka stunting.

Tim Redaksi

 

Bagikan Informasi Ini

Badan Pusat Statistik Melakukan Pertemuan Penyelenggaraan Statistik Sektoral Bersama Pemkab Sumba Barat dan Pemkab Sumba Tengah

Https://sumbabaratkab.go.id, Waikabubak – BPS Sumba Barat melakukan pertemuan Evaluasi Aplikasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral dengan melibatkan instansi pada Pemerintah Kabupaten Sumba Barat dan Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah yang berlangsung di Rumah Makan Maguro Waikabubak  pada 23 November 2022.

Pertemuan evaluasi penyelenggaraan Statistik Sektoral dibuka dengan resmi oleh Titus Diaz Liuray selaku Kepala BAPPELITBANGDA Kabupaten Sumba Barat, dalam sambutannya mengatakan program Satu Data Indonesia (SDI) menjadi dasar pengambilan keputusan dalam perencanaan program pembangunan. Kesempatan yang sama juga dikatakan bahwa masih terdapat perbedaan data yang dihasilkan oleh instansi sehingga perlu adanya persamaan persepsi dalam pengumpulan data dalam instansi yang dimulai dengan penyusunan definisi operasional yang akan menjadi acuan yang tetap bagi petugas yang melakukan pengumpulan data tersebut.

Dyionosius Jemaru selaku narasumber dari BPS Sumba Barat menjelaskan tentang mekanisme untuk penilaian secara mandiri kualitas proses pengumpulan data yang dilakukan oleh instansi Pemerintah Daerah yang dapat dilakukan secara online dengan menggunakan aplikasi Sebatik maupun secara offline dengan menggunakan aplikasi MS Excel. Penilaian mandiri tentang proses penyelenggaraan data statistik bukanlah untuk menilai kebenaran atau kualitas data yang dihasilkan oleh instansi melainkan untuk menilai kualitas proses pengumpulan datanya. Yang nantinya pada masing – masing instansi akan dibentuk Tim Penilai Internal (TPI) yang terdiri dari admin yang berasal dari Bappelitbangda dan Dinas KIPS, operator dan supervisor yang berasal dari instansi penyelenggara statistik sektoral tersebut, yaitu Dinas Kesehatan dan Dinas Koperasi, Perindustrian dan Pendagangan Kabupaten Sumba Barat serta Dinas Kesehatan dan Dinas Pertanian Kabupaten Sumba Tengah.

Adapun kesepakatan yang digunakan dalam penilaian mandiri statistik sektoral kesehatan yaitu Pelaporan Data Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang kesehatan, dan monitoring dan evaluasi harga sembako pada Dinas Koperindag. Proses penginputan menggunakan aplikasi Sebatik maupun MS Excel akan berlangsung selama 3 hari dengan pendampingan oleh petugas dari kantor BPS Sumba Barat. Diharapkan evaluasi penyelenggaraan statistik sektoral ini akan meningkatkan kualitas proses pengumpulan data dan penyediaan data yang akan dipublikasikan.

Tim Redaksi DKIPS.

Bagikan Informasi Ini

Sosialisasi Komunikasi Informasi dan Edukasi Keamanan Mutu Alat Kesehatan dan PKRT

Waikabubak, 27 November 2022 yang bertempat di kediaman Kepala Desa Modu Waimaringu kec kota waikabubak, Bupati Sumba Barat Yohanis Dade, SH bersama Anggota DPR RI Komisi IX Ibu Ratu N.B.Wulla, ST hadir dalam Kegiatan Komunikasi, Informasi dan Edukasi Keamanan dan Mutu Alat Kesehatan dan PKRT yang di Padukan dengan Pentas Berbahasa Inggris anak-anak sekolah di desa Modu waimaringu binaan dari Lembaga Kusus Bahasa JF.Course

Kedatangan Bupati dan Anggota DPR RI Komisi IX ini disambut dengan meriah lewat iring-iringan berkuda tari-tarian.

Kegiatan yang di buka oleh Bupati Sumba Barat dalam Penyampaian Bupati menyampaikan ucapan rasa terima kasih atas kunjungan Ibu Ratu Wulla dan Tim Kemenkes di desa Modu Waimaringu kecamatan Kota Waikabubak.

Untuk Membangun Daerah ini di butuhkan energi yang betul-betul bekerja untuk rakyat tanpa mengenal lelah mulaj dari Kepala Desa, Camat hingga Bupati. Jika kita semua bergandeng tangan dari berbagai unsur dan Stakeholder saling bersinergi maka apa yg kita targetkan dapat tercapai. Ujar Bupati Yohanis Dade, SH

Bupati juga menyampaikan bahwa dengan kehadiran ibu Ratu di tempat ini dapat membawa berkat bagi kita semua khususnya bantuan-bantuan terkait dengan kesehatan, Pendidikan maupun bantuan Dalam Pemberdayaan ekonomi Keluarga yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Sumba Barat khususnya di desa modu waimaringu.

Terkait kursus bahasa inggris yang berlangsung di desa Modu Waimaringu Kita juga patut berterimakasih kepada ketua kelompok JAFE COURS yg sdh memberikan pelajaran dan kompetensi bagi anak-anak dalam berbahasa inggris yg merupakan bahasa internasional.

Bagikan Informasi Ini

Save The Children Indonesia ‘’PEKAN RAYA PERUBAHAN’’ Sumba Future Changemakers Program

Waikabubak, Rabu 23 Nopember 2022 yang bertempat di Gedung Alfa Omega, Bupati Sumba Barat Yohanis Dade,SH membuka dengan resmi acara ‘’PEKAN RAYA PERUBAHAN’’ yang diselenggarakan oleh Save The Children Indonesia.

Dalam sambutannya Bupati Yohanis Dade, SH mengakui dengan hadirnya Lembaga Save The Children Indonesia Di kabupaten Sumba Barat selama kurang lebih 9 Tahun lamanya sejak Tahun 2013 telah membawa dampak luar biasa bagi kemajuan Pendidikan di kabupaten Sumba Barat.

‘’ Secara pribadi, saya telah mengenal Lembaga Save The Children Indonesia sejak 2014 saat menjabat sebagai kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumba Barat, Satu tahun setelah Lembaga Save The Children dengan resmi menjalin kerja sama dengan pemerintah Kabupaten Sumba Barat. Banyak hal yang terbangun baik antara pemerintah Sumba Barat dengan Save The Children Indonesia, ‘’Ungkap Bupati Yohanis Dade, SH.

Bupati Yohanis Dade, SH juga mengucapkan terimakasih kepada Lembaga Save The Children Indonesia yang dengan tulusnya melalui Porgram-programnya dapat membantu membangun Sumba Barat Melalui Sektor Pendidikan, Sosial dan Lingkungan.

Melalui acara kegiatan Program Sumba Future Changemakers, Anak-Anak Sumba berusia 13-17 Tahun yang terbangun dalam 14 kelompok diberi ruang untuk menjadi Agen perubahan dengan cara mengidintifikasi dan memecahkan persoalan Sosial dan lingkungan Hidup.

Bagikan Informasi Ini