Day: <span>November 18, 2022</span>

Dharma Wanita Persatuan Mitra Strategis Pemda dalam Implementasi Visi, Misi dan Program Prioritas Pembangunan

Waikabubak, DKIPS SB

Hal ini ditegaskan Bupati Sumba Barat dalam acara Serah Terima Jabatan Ketua dan Pengukuhan Pengurus dan Anggota Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Sumba Barat, pada Kamis, 17 November 2022, bertempat di Aula Kantor Bupati Sumba Barat. Berdasarkan Keputusan Nomor Kep.45/DWP.PROV.NTT/XI/2022 Tentang Pengesahan Ketua Antar Waktu dan Pengurus Antar Waktu Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Sumba Barat Propinsi Nusa Tenggara Timur Masa Bakti 2019 – 2024  tertanggal 15 November 2022  terlantik ketua baru Kristina Lali Ndpa Doda-Deke menggantikan ketua sebelumnya Margaretha Rambu Dingu Dedi – Podu. Bupati Yohanis Dade lanjut menjelaskan:

“…Dharma Wanita Persatuan di Indonesia lahir pada tanggal 5 Juli 1974 dengan anggota pengurusnya terdiri dari istri-istri Pegawai Negeri Sipil dan merupakan organisai masyarakat perempuan terbesar di Indonesia dan kerena itu layak untuk memiliki standing position serta peran strategis dalam setiap konstelasi pembangunan.”

Bupati mengharapkan Dharma Wanita Persatuan Sumba Barat untuk terus bersatu, kuat, bersinergi, inovatif dan kolaboratif dengan Perangkat Daerah dan Organisasi lainnya  dan masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah dalam berbagai aspek seperti stunting, pemulihan ekonomi, gizi dan kesehatan keluarga serta pemberdayaan wanita. Pemda akan menjadi payung untuk mendukung, mengayomi serta memajukannya. Selain itu ditegaskan bahwa peran istri dalam mendukung kinerja para suami sangat penting karena di samping suami yang sukses ada istri yang hebat.

Ucapan terimakasih disampaikan kepada Pejabat Ketua Dharma Wanita yang lama, Margaretha Rambu Dingu Dedi – Podu atas pengabdiannya. Tim DKIPS

Bagikan Informasi Ini

Bupati membuka acara jalan sehat kerukunan Hari Amal Bhakti Kementrian Agama ke-77 dan Lounching Tahun Toleransi 2022.

Waikabubak, Rabu (16/11/2022), Bupati Sumba Barat Yohanis Dade,SH membuka acara jalan sehat dalam rangka memperingati Hari Amal Bhakti Kementerian Agama Ke-77 Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumba Barat dan Tahun Toleransi Tahun 2022.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Hari, Rabu 16 November 2022, dengan dihadiri oleh Bupati Sumba Barat beserta Ibu Ketua Tim PKK Kabupaten Sumba Barat, SEKDA, Kasdim 1613 Sumba Barat, Pimpinan Perangkat Daerah/Unit Kerja, Kantor KEMENAG Sumba Barat berserta jajarannya.

Kepala KEMENAG Sumba Barat dalam sapaannya mengatakan kegiatan ini adalah perjumpaan kekeluargaan tanpa memandang suku, agama dan ras dalam syukur dan doa untuk mensyukuri peristiwa bersejarah yaitu Hari Amal Bakti Kementerian Agama RI ke 77.

Dalam sambutannya Bupati Yohanis Dade, SH menyampaikan dukungan atas apa yang telah dilaksanakan oleh KEMENAG Kab. Sumba Barat berupa jalan sehat kerukunan ini, Mari kita maknai kegiatan ini secara positif, yang pertama tentunya mempunyai dampak yang positif bagi kesehatan, yang kedua antar umat beragama bisa saling mengasihi sehingga kerukunan umat beragama selalu terjalin dan selalu bersatu, Ucap Bupati Yohanis Dade, SH

Bupati Yohanis Dade, SH juga menyampaikan kalau semua Agama itu baik Dimata Tuhan, Semua mengajarkan tentang kasih dan damai. Dan Bupati juga meminta semua yang hadir disini betul-betul saling menghormati apapun agamanya, Ia juga meminta kegiatan jalan sehat ini setidaknya rutin dilaksanakan setidaknya 3 bulan sekali dan melibatkan masyarakat, anggota TNI, POLRI, dan berbagai unsur lainnya sehingga tercipta kebersamaan antara semuanya karena daerah ini bukan milik sekelompok orang melainkan untuk kita semua.

Dalam sambutan akhir, Bupati menyampaikan, Memohon do’a restu Tuhan Yang Maha Kuasa jalan sehat dalam rangka Hari Amal Bhakti KEMENAG Kab. Sumba Barat saya lepas dengan resmi.

Bagikan Informasi Ini

Membangun Kesepahaman Bersama (Sense – Making) Dan KO – Kreasi Dengan Para Pihak Menuju Rumah Belajar Humba

https://sumbabaratkab.go.id Waikabubak, Save the Children melalui kemitraan strategis dengan mitra – mitra terkait, terutama dengan Pemerintah Kabupaten Sumba Barat, mendukung upaya – upaya pemenuhan hak – hak anak di Sumba sejak tahun 2014. Tujuan besarnya adalah untuk melihat anak – anak, terutama yang terkena dampak diskriminasi dan ketidaksetaraan, terpenuhi hak – haknya atas kelangsungan hidup, perkembangan, perlindungan, dan partisipasi. Untuk mencapai tujuan tersebut, Save the Children di Sumba telah melaksanakan beberapa program inti yang terdiri dari Kesehatan Ibu dan Anak, Pendidikan dan Pengembangan Anak Usia Dini; Pendidikan Dasar; Kesehatan dan Gizi Sekolah; dan, Pengembangan Remaja dengan inisiatif-inisiatif untuk menunjang mutu pendidikan menjadi salah satu fokusnya.

Bupati Sumba Barat membuka dengan resmi kegiatan diskusi terkait pembentukan “Rumah Belajar Humba” dan dalam sambutannya menyambut baik pembentukan suatu wadah lokal dan berkelanjutan yang dapat menjadi rumah belajar bagi aktor – aktor pendidikan di Kabupaten Sumba Barat, pada Selasa, 15 November 2022.Sebagai informasi Rumah Belajar Humba merupakan wadah belajar bersama atau sarana diskusi dan umpan balik isu – isu kunci pendidikan di daerah, dengan demikian akan sangat membawa dampak positif bagi kemajuan pendidikan kearah yang lebih baik kedepannya. Pembangunan sektor pendidikan di Sumba Barat perlu difokuskan pada peningkatan kemampuan literasi, numerasi dan pendidikan karakter, terutama bagi anak yang sedang berada di sekolah formal, dengan berbagai tantangan yang dihadapi diantaranya pergantian kurikulum; kesiapan penggunaan tehnologi informasi dalam penerapan Kurikulum Merdeka Belajar; Kompetensi, kualifikasi dan kapasitas pendidik yang kurang memadai; tingkat literasi dasar yang rendah dari anak – anak di desa; terbatasnya dukungan dan wadah untuk peningkatan kompetensi dan sertifikasi guru; dan persoalan lainnya.  Adapun dalam upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan di Sumba Barat, telah banyak inisiatif yang dilakukan, terutama dalam upaya – upaya untuk peningkatan kapasitas tenaga kependidikan, lingkungan kebijakan yang mendukung (enabling policy environment), dan penyediaan sarana pra – sarana pendukung. Terkait upaya – upaya peningkatan kapasitas tenaga kependidikan, program – program pelatihan menyasar tendik PAUD/TK, Pengelola PAUD/Kepala TK, guru SD, Kepala Sekolah SD, pengawas SD, Komite Sekolah dengan tema mulai dari srategi pembelajaran, kemampuan manajemen, coaching dan mentoring sampai dengan pendekatan – pendekatan pembelajaran yang efektif, khususnya untuk mendukung kemampaun literasi dan numerasi anak didik. Terkait lingkungan kebijakan yang mendukung, regulasi dan peraturan yang menunjang penyelenggaraan pendidikan sedangkan dalam bidang penyediaan sarana dan prasarana, dukungan yang disediakan antara lain PAUD – HI, alat – alat pembelajaran yang menyenangkan, UKS, Pos Baca, Penataan Perpustakaan, dan sarana – prasarana yang ramah anak. Namun demikian, proses untuk menuju rumah belajar bersama ini mengadopsi humancentered designdesain program berdasarkan kebutuhan, yang menitikberatkan pada proses mendengarkan secara mendalam dan memahami pemilik masalah. Tahapan ini menjadi tahapan dasar dan utama sebelum melakukan proses-proses sense-making – membangun kesepahaman bersama, dan ko – kreasi untuk melahirkan ide solusi.

Tahapan mendengarkan dan memahami pemilik masalah telah dilakukan dan melibatkan berbagai pihak yang terdiri dari tenaga kependidikan dan mitra terkait. Untuk tenaga kependidikan, melibatkan 20 tendik PAUD, 12 Pengelola PAUD/Kepala TK, 20 guru Sekolah Dasar, dan 12 Kepala Sekolah SD. Selain tenaga kependidikan, pihak – pihak yang telah diajak berdikusi untuk penggalian isu melibatkan Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga dan mitra – mitra lokal yang bergerak di bidang pendidikan antara lain: Stimulant, Inovasi, Yayasan Literasi Indonesia, Sumba Cendikia, English Goes to Kampung, dan Sakola Huba.

 

Tim Redaksi

Bagikan Informasi Ini