Kegiatan Pimpinan

BUPATI DAPAWOLE TEGASKAN CAMAT HARUS CEPAT TANGGAP TERHADAP KASUS DBD

_Waikabubak – Humas SB_

Demam Berdarah Dengue (DBD) banyak terjangkit di daerah tropis dan subtropis. Asia menempati urutan pertama dalam jumlah penderita demam dengue tiap tahunnya. Hal ini salah satunya di sebabkan dengan sanitasi lingkungan yang tidak baik.

Menyingkapi kasus tersebut maka Pemerintah Kabupaten Sumba Barat melakukan Rapat Koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan, lintas sektor dan lintas program dalam rangka penanggulangan DBD Tingkat Kabupaten Sumba Barat .

Bupati Sumba Barat dalam arahannya mengatakan Pemerintah sudah berupaya melakukan kebersihan kota, setiap hari jumat di laksanakan kerja bakti bersama bahkan juga dilakukan pembersihan pantai bersama Forkopimda dan ASN. “Upaya Pemerintah tanpa dukung masyarakat, maka semuanya akan menjadi teori belaka”, ujar Dapawole.

“Sebagai salah satu contoh, kelambu anti nyamuk yang dibagikan oleh Puskesmas ke masyarakat, tidak dipakai untuk melindungi keluarga dari gigitan nyamuk namun digunakan untuk melindungi tumbuhan yang ditanam di pekarangan rumahnya”, kata Bupati.

Bupati Dapawole mengungkapkan kekecewaannya atas ketidakhadiran beberapa Camat pada kegiatan tersebut.
“Camat sebagai kepala wilayah harus cepat tanggap terhadap kasus yang terjadi. Jangan tunggu sudah terjadi kasus, baru bertindak”, teguran keras Dapawole.

“Kepala Puskesmas harus melakukan sosialisasi terkait penanggulangan DBD secara terus menerus kepada masyarakat. Hal ini sudah menjadi tugas pemerintah,” tegas Dapawole.

Pada kesempatan itu Bupati Dapawole juga menegaskan agar seluruh ASN untuk tidak melakukan transaksi jual beli kebutuhan pokok bahan makanan diluar dari Pasar Weekarou. “Selama masih ada transaksi, maka pedagang tidak akan bergeser ke pasar Weekarou”, lanjutnya.

Bentuk kepedulian terhadap kasus DBD yang terjadi di Kabupaten Sumba Barat, Dapawole juga melakukan kunjungan ke Rumah Sakit Umum dan RSK. Lendemoripa, untuk mendapatkan informasi sudah berapa jumlah jiwa yang sudah terjangkit DBD.

Sementara Data pada Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Barat di Tahun 2017 ada 11 kasus dan pada Tahun 2018 ada 98 kasus, paling banyak terdapat di wilayah Kecamatan Kota Waikabubak 66 kasus, Loli 22 kasus, Wanukaka 4 kasus, Tanarighu 3 kasus, Laboya Barat 2 kasus, dan Lamboya 1 kasus. Sampai dengan tanggal 24 Januari 2019 di Kabupaten Sumba Barat terdapat 53 kasus dengan kematian 1 kasus.

Adapun materi yang dibahas dalam Rakor yaitu Analisa dan situasi serta Langkah Penanganan DBD di Kabupaten Sumba Barat, yang disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Drg. Bonar B. Sinaga, M. Kes. Dilanjutkan dengan materi Pengendalian DBD, PSN 3 M Plus dan Jumantik, yang disampaikan oleh Nara Sumber dari Dinas Kesehatan Provinsi NTT Asep Effendy, SKM, M. Si.

Acara berlanjut dengan diskusi dan tanya jawab. Kesimpulannya bahwa seluruh pemangku kepentingan, lintas sektor dan lintas program menyatakan kesediaannya untuk bersama – sama melakukan gerakan massal dalam rangka pembersihan lingkungan hidup.
(Moi)

Siaran Pers Bagian Humas dan Protokol pada Sekretariat Daerah Kabupaten Sumba Barat.

Bagikan Informasi Ini

BUPATI DAPAWOLE TINJAU RUMAH WARGA YANG TERKENA BENCANA CUACA EKSTRIM DI KECAMATAN LAMBOYA

_Lamboya – Humas SB_

Pasca Kejadian cuaca ekstrim hujan disertai angin yang kencang mengakibatkan 5 (lima) rumah warga di Kecamatan Lamboya mengalami Kerusakan, 4 (empat) rumah warga mengalami rusak berat (roboh) dan 1 (satu) rumah mengalami rusak ringan.

Bupati Sumba Barat Drs.Agustinus Niga Dapawole setibanya dari Dinas Luar Daerah langsung mengunjungi warga yang mengalami bencana.

“Saya atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Sumba Barat dan secara pribadi turut merasa prihatin atas kejadian yang dialami. Kejadian ini merupakan fenomena alam yang tak terencana dan tidak dapat dihindari, oleh karena itu biarlah kita dapat menyingkapinya dengan lapang dada dan kiranya kita selalu memohon perlindungan Tuhan,” pesan Dapawole saat berada di lokasi kejadian. Sabtu,26/1/2019.

Bupati Dapawole juga berjanji bahwa setelah pelaksanaan event Pasola di Kecamatan Lamboya, Pemerintah akan sesegera mungkin menyalurkan bantuan. Hal ini dikarenakan saat ini keluarga di Kecamatan Lamboya sedang memasuki tahapan bulan pemali menyambut acara ritual Pasola yang akan digelar tanggal 2/2/19 mendatang. “Tentunya Pemerintah Daerah tetap akan memperhatikan semua keluarga yang mengalami musibah”, ujar Dapawole.

Setelah bertatap muka dengan warga, Bupati Dapawole pun melakukan peninjauan ke rumah-rumah warga yang terkena bencana yang berlokasi di Desa Kabu Karudi, Desa Laboya Bawa, dan Desa Ringu Rara didampingi Camat Lamboya Thimotius T. Ragga, S.Sos.

Selanjutnya Dapawole menghimbau kepada warga yang mengalami bencana dan juga bagi setiap warga Sumba Barat yang akan membangun rumah kelak, harus memperhatikan nilai tradisi, nilai artistik dan nilai estetika dari Rumah Adat Sumba yang tahan terhadap bencana. Selain itu tujuannya agar kearifan lokal dan warisan nenek moyang kita tidak punah begitu saja.
(Moi)

Siaran Pers Bagian Humas dan Protokol pada Sekretariat Daerah Kabupaten Sumba Barat.

Bagikan Informasi Ini

WABUP TONI LAKUKAN KOORDINASI DI KEMENTRIAN PUPR RI

_Waikabubak – Humas SB_

Kabupaten Sumba Barat semakin dipandang di kancah Nasional bahkan sampai di mata dunia. Hal ini dibuktikan dengan berbagai prestasi yang diterima Pemda Kabupaten Sumba Barat di tingkat Nasional. Oleh karenanya Pemerintah Daerah Kabupaten Sumba Barat terus berbenah.

Sebagai salah satu bentuk kepedulian Pemerintah Daerah Kabupaten Sumba Barat, pada hari Jumat, 25/01/19 Wakil Bupati Sumba Barat Marthen Ngailu Toni, SP melakukan Rapat dengan Ditjen Bina marga pada Kementrian PUPR RI, dalam pembahasan terkait peningkatan jalan – jalan di wilayah Kabupaten Sumba Barat.

Dalam kesempatan itu Wabup menyampaikan bahwa potensi pariwisata di Kabupaten Sumba Barat sangat tinggi dan terkenal di Indonesia bahkan di dunia. Potensi pariwisata lokal tersebut tidak lepas dari dukungan Pemerintah Desa, Kabupaten bahkan sampai pada Pusat.

“Hal tersebut mendorong kami sebagai Pemerintah Kabupaten untuk berkontribusi didalamnya, dimana kami ikut bertanggung jawab dalam menjaga, melestarikan bahkan memperkenalkan kepada Indonesia dan dunia bahwa ada potensi pariwisata terbaik dan berkelas ada di Kabuten Sumba Barat, ada budaya Megalit yg masih mempesona, ada tari – tarian dan kataga, ada Atraksi Pasola dan Hotel terbaik dunia yaitu Hotel Nihiwatu”, ujar Wabup.

“Salah satu corong pendukung kelestarian potensi pariwisata tersebut adalah Infrastruktur. akses untuk dapat menikmati semua potensi pariwisata tersebut secara utuh membutuhkan perhatian lebih kepada pihak pemerintah, dan oleh karena itu kami meminta kepada pemerintah Pusat agar lebih serius memperhatikan permintaan kami yang tentunya melalui mekanisme yg ada agar supaya infrastruktur yg sangat menunjang potensi pariwisata kami ini, dapat terwujud dan dapat menunjang pembangunan di daerah Kabupaten Sumba Barat”, harap Toni.
(Moi)

Siaran Pers Bagian Humas dan Protokol pada Sekretariat Daerah Kabupaten Sumba Barat.

Bagikan Informasi Ini

BUPATI DAPAWOLE : SUMBA BARAT SIAP MENYAMBUT PGI XVII

_Waikabubak – Humas SB_

Sidang Raya Persekutuan Gereja – Gereja di Indonesia (PGI) ke 17 tahun 2019 yang akan dilaksanakan di Sumba pada bulan November mendatang akan didahului oleh kegiatan Pra Sidang Raya yaitu Pertemuan Raya Perempuan Gereja yang akan dilaksanakan di Waitabula, Sumba Barat Daya yang diikuti oleh 500 peserta. Pertemuan Raya Pemuda Gereja di Waikabubak, Sumba Barat yang diikuti oleh 400 peserta. Sidang Majelis Pekerja Lengkap PGI di Waibakul, Sumba Tengah yang diikuti oleh 250 Pimpinan Sinode Gereja2 anggota PGI. Dan sebagai puncak acara Sidang Raya PGI XVII di Pulau Sumba akan dilaksanakan di Sumba Timur

Dalam rangka mensukseskan kegiatan tersebut, Bupati Sumba Barat Drs. Agustinus Niga Dapawole bersama para Pendeta se Sumba hadir pada Rapat Pemantapan Persiapan Pelaksanaan Kegiatan pada hari ini 25/01/19 bertempat di Kantor PGI Pusat, Jakarta Pusat.

Bupati Dapawole yang sekaligus selaku Ketua Panitia Penyelenggara Pra Sidang Raya Pemuda pada kesempatan itu mengatakan Pemerintah Daerah Kabupaten Sumba Barat sangat mendukung pelaksanaan Sidang Raya di Pulau Sumba.

Dapawole juga menyampaikan bahwa Pemerintah bersama pengurus Gereja dan masyarakat di Sumba Barat juga turut ambil bagian mempersiapkan lokasi persidangan dan berbagai kebutuhan para peserta persidangan yang akan hadir di Kabupaten Sumba Barat.

“Sebagai Pemerintah, saya berharap melalui Sidang Raya PGI XVII di Sumba benar-benar dapat menjadi peristiwa iman serta peristiwa budaya yang akan mengangkat kekayaan budaya dan alam masyarakat Sumba, sekaligus menggerakan ekonomi masyarakat Sumba”, ujar Dapawole.

Adapun pembahasan dalam Rapat tersebut yaitu tentang sejauh mana persiapan yang telah dilakukan panitia di masing-masing Kabupaten di Sumba baik administrasi, akomodasi dan pengaturan teknis pelaksanaan kegiatan Sidang Raya nantinya serta kendala-kendala yang dihadapi selama proses persiapan dengan harapan acara Sidang Raya PGI ke XVII yang rencananya akan di hadiri langsung oleh Presiden RI ini, dapat berjalan dengan baik.

Hadir pada Rapat tersebut Sekretaris Umum PGI Pdt. Gomar Gultom, Sekretaris Exekutif Bidang Keesaan dan Pembaruan Gereja Pdt. Julianus Mojau, Kepala Biro Pemuda dan Remaja Abdiel Fortunatus Tanias, Kepala Biro Perempuan dan Anak Repelita Tambunan, Direktur Yakoma dan Humas PGI Irma R. Simanjuntak, Kepala Biro Litbang Beril Hutiselan, Staf Sekretaris Umum PGI Herman Agustinus dan para Pendeta se Sumba selaku panitia pelaksana.
(Moi)

Siaran Pers Bagian Humas dan Protokol pada Sekretariat Daerah Kabupaten Sumba Barat.

Bagikan Informasi Ini