Kegiatan Pimpinan

BUPATI/WALI KOTA SE NUSA TENGGARA TIMUR TEKEN KERJA SAMA DENGAN KAJARI DAN KAPOLRES SE NUSA TENGGARA TIMUR

_Kupang – Humas SB_

Berdasarkan Perjanjian Kerja Sama Nomor : B-989/P.3/05/2018 dan Nomor : MOU/04/V/2018 tanggal 7 Mei 2018 tentang Koordinasi Aparat Internal Pemerintah (APIP) dengan Aparat Penegak Hukum (APH) dalam Penanganan Laporan atau Pengaduan Masyarakat yang berindikasi Tindak Pidana Korupsi pada penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Nusa Tenggara Timur.

Bupati Sumba Barat kepada Humas mengatakan kegiatan ini merupakan tindak lanjut Perjanjian Kerja Sama berdasarkan Nomor: KS.120.23/165/KSP/V/2018 antara Gubernur Nusa Tenggara Timur dengan Kepala Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur dan Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur.

“Menindaklanjuti hal itu,di Lakukan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Bupati/Wali Kota dengan Kepala Kejaksaan Negeri dan Kepala Kepolisian Resor Kabupaten/Kota se Nusa Tenggara Timur terkait Penanganan Laporan atau Pengaduan Masyarakat yang berindikasi Tindak Pidana Korupsi pada Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Nusa Tenggara Timur dan Daerah Kabupaten/Kota khususnya”, ucap Bupati Dapawole

“Bupati Dapawole mengapresiasi penandatanganan MoU tersebut sebagai bentuk komitmen kuat Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Kabupaten/Kota dalam mewujudkan Pemerintahan yang bersih,bebas KKN( Good Corporate Governance dan Clean Governance pada Pemerintahan Provinsi NTT,Kabupaten/Kota se Provinsi NTT”, tuturnya.

Selanjutnya Bupati Dapawole menambahkan bahwa melalui Komitmen Kuat yang dituangkan dalam MoU Penanggulangan Tindak Pidana Korupsi di NTT sebagai gerbang masyarakat NTT menuju NTT yang adil sejaterah di bawah kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT Victor Bungtilu Laiskodat, SH, MH dan Josef A. Nae Soi, SE, MM.

Demikian disampaikan Drs. Agustinus Niga Dapawole, Bupati Sumba Barat kepada Humas, ketika menghadiri kegiatan Penandatanganan dan Sosialisasi Implementasi PKS bertempat di Neo Hotel By Aston-Kupang, 23 Oktober 2018.

Hadir pada kegiatan Penandatanganan dan Sosialisasi Implementasi PKS diantaranya Wakil Gubernur NTT, Josef A. Nae Soi, SE, MM, Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur, Kepala Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur, Para Bupati/Wali Kota Se Nusa Tenggara Timur, Para Kepala Kejaksaan Negeri dan Para Kepala Kepolisian Resor Kabupaten/Kota Se Nusa Tenggara Timur.
(Moi)

Siaran Pers Bagian Humas dan Protokol Kabupaten Sumba Barat.

Bagikan Informasi Ini

TERWUJUDNYA TENAGA KERJA YANG TRAMPIL DAPAT MEMPERBAIKI SUMBER DAYA MANUSIA DI KABUPATEN SUMBA BARAT

_Waikabubak – Humas SB_

Bupati Sumba Barat Drs. Agustinus Niga Dapawole bertindak selaku Pembina Apel pada Apel Kesatuan yang dipadukan dengan Penyerahan Peralatan Kerja dan Sertifikat bagi Peserta Pelatihan Otomotif dan Meubeler, bertempat di Halaman Kantor Bupati Sumba Barat. (Senin, 22/10/18)

Pendidikan dan Pelatihan Ketrampilan bagi Pencari Kerja merupakan salah satu upaya Pemerintah Daerah Kabupaten Sumba Barat untuk mempersiapkan para pencari kerja dengan berbagai ketrampilan guna berkompetisi di masyarakat terutama untuk meningkatkan kesejahteraan hidupnya sendiri dan keluarga, kata Bupati Dapawole.

Bupati Dapawole juga berpesan kepada penerima bantuan peralatan kerja agar dapat menerapkan dan terus aktif bekerja menggunakan alat kerja yang telah dibagi di wilayahnya masing – masimg sesuai dengan pendidikan dan pelatihan yang sudah didapat.

Menurut Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Sumba Barat Dedi Saba Ora, S. Sos,  peserta angkatan pertama Jurusan Meubeler berjumlah 8 org dari Kecamatan Kota Waikabubak, Kecamatan Loli, Kecamatan Lamboya dan Kecamatan Wanukaka (masing Kecamatan 2 orang), diberikan Peralatan Pertukangan. Angkatan Kedua Jurusan Otomotif berjumlah 8 orang dari Kecamatan Kota Waikabubak, Kecamatan Loli, Kecamatan Tanarighu dan Kecamatan Laboya Barat (masing – masing 2 orang) diberikan Peralatan Perbengkelan.

Pada kesempatan itu juga Bupati Dapawole menegaskan tentang disiplin mengikuti Apel dan juga masuk kerja setiap harinya bagi ASN/TKD. “Kalian adalah ujung tombak keberhasilan program Pemerintahan di Kabupaten Sumba Barat, jadi marilah kita memberikan prestasi kerja yang gemilang demi membangun Kabupaten Sumba Barat lebih maju lagi”, ujar Bupati.

Hadir pada Apel Kesatuan Wakil Bupati Sumba Barat, Sekretaris Daerah Kabupaten Sumba Barat, para Staf Ahli Bupati, para Asisten pada Sekda, para Eselon II, III, IV serta seluruh ASN/TKD lingkup Pemerintah Kabupaten Sumba Barat.
(Moi)

Siaran Pers Bagian Humas dan Protokol pada Sekretariat Daerah Kabupaten Sumba Barat.

Bagikan Informasi Ini

TEMU KARYA NASIONAL, PEKAN INOVASI PERKEMBANGAN DESA DAN KELURAHAN (PINDesKel) DAN GELAR TEKNOLOGI TEPAT GUNA (TTG) XX TAHUN 2018

_Bali – Humas SB_

Presiden Republik Indonesia (RI) Ir. H. Joko Widodo membuka dengan resmi Acara Temu Karya Nasional dan Pekan Inovasi Perkembangan Desa dan Kelurahan (PINDesKel) yang dipadukan dengan Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) XX TAHUN 2018 yang bertempat di Lotus Font Garuda Wisnu Kencana, Ungaran, Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali.(Jumat, 19/10/18)

Tujuan penyelenggaraan kegiatan ini adalah untuk membangun semangat berkompetisi antar Desa dan Kelurahan di setiap daerah, meningkatkan pengetahuan dan wawasan masyarakat tentang pekembangan dan kemajuan administrasi pemerintahan, pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Desa/Kelurahan, mendorong pembangunan inovasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat menuju terwujudnya Desa/Kelurahan yang Maju, Mandiri dan Sejahtera.

Menurut Dirjen Pemdes pada Kemendes PDT RI dr. Nata Irawan, hasil yang diharapkan adalah agar peserta dapat memahami dan meningkatkan inovasi Desa dan Kelurahan sebagai tuntutan kebutuhan dalam mewujudkan Kemandirian, Kemajuan dan Kesejahteraan masyarakat.

Sedangkan Bupati Sumba Barat Drs. Agustinus Niga Dapawole yang hadir pada kesempatan itu menyampaikan kepada Humas, “Kita harus mempunyai tekad dan kemauan yang sama menjadikan desa lebih maju dan mandiri yang akan berdampak pada taraf hidup masyarakat. Sudah banyak dana yang mengalir ke desa dengan jumlah yang tidak sedikit. Kita harus menyadari betul bahwa ini berkat yang harus diurus, dikelola dan dimanfaatkan sebaik – baiknya”, tutur Dapawole.

“Saya secara pribadi dan Pemerintah Kabupaten Sumba Barat merasa bangga sekaligus memberikan apresiasi kepada Kelurahan Kampung Sawah Kecamatan Kota Waikabubak yang sudah bisa meraih juara I (Satu) Lomba Kelurahan Tingkat Provinsi NTT Tahun 2018”, ucap Bupati

Bupati Dapawole kepada Humas juga menyampaikan bahwa ini adalah kerja kita bersama, oleh karenanya bagi Desa/Kelurahan yang belum mendapatkan kesempatan, mari kita selalu memanfaatkan sumber daya manusia yang ada di desa. Begitupun dengan kegiatan atau program – program pembangunan di desa, kita dapat meniru dan mendesign ulang program yang sukses di tempat lain.
“Dengan begitu, saya yakin kita masih akan meraih juara di tahun yang akan datang, tidak hanya Kelurahan tetapi juga Desa”, ujar Dapawole.

Turut hadir pada kegiatan tersebut Pejabat dari Kemendagri, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, para Kepala Dinas PMD Provinsi, para Kepala Dinas PMD Kabupaten/Kota, para Camat, Lurah, Kepala Desa, Ketua Tim Penggerak PKK di Lokasi juara Lomba Desa/Kelurahan Tingkat Provinsi Tahun 2018.
(Moi)

Siaran Pers Bagian Humas dan Protokol pada Sekretariat Daerah Kabupaten Sumba Barat.

Bagikan Informasi Ini

DIREKTORAT PEMBINAAN PENDIDIKAN KELUARGA MENGEMBANGKAN PROGRAM PEMBERIAN DANA BANTUAN PADA 1.000 HPK KEPADA DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN

_Waikabubak – Humas SB_

Status gizy dan kesehatan ibu dan anak merupakan penentu kualitas sumber daya manusia, status gizy dan kesehatan ibu pada masa pra hamil, saat kehamilannya dan saat menyusui merupakan periode yang sangat kritis atau yang kita kenal dengan 1.000 hari pertama kehidupan.

Stunting atau kerdil adalah kondisi gagal tumbuh pada anak Balita (bayi dibawah lima tahun) akibat dari kekurangan gizy kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 menyatakan bahwa sekitar 37% (hampir 9 juta) anak Balita mengalami stunting. Indonesia adalah Negara dengan prevalensi stunting kelima terbesar.

Upaya untuk menangani dan mengurangi prevalensi stunting di Indonesia, salah satunya dilakukan melalui pendidikan bagi keluarga/orang tua tentang perawatan dan pengasuhan pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (1.000 HPK). Keluarga merupakan unit terkecil dari masyarakat yang mempunyai peran penting dalam pendidikan anak untuk mewujudkan generasi emas 2045.

Demikian penjelasan singkat oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumba Barat Sairo Umbu Awang, SE sekaligus selaku Ketua Panitia Kegiatan Sosialisasi Pendidikan Keluarga Pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan Dan Paud Holistik Integratif Tahun 2018 di Kabupaten Sumba Barat, yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Sumba Barat, bertempat di Aula SMA Karanu Waikabubak. (Jumat, 19/10/18)

Direktur Pimpinan Pendidikan Keluarga Kemdikbud RI Dr. Sukiman, M. Pd mengatakan bahwa dalam rangka mendukung terlaksananya tujuan tersebut, Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga mengembangkan program pemberian dana bantuan penyelenggaraan sosialisasi pendidikan keluarga pada 1.000 HPK dengan sasaran perwakilan masyarakat desa kepada Dinas Pendidikan Kabupaten.

Wakil Bupati Sumba Barat Marthen Ngailu Toni, SP, dalam sambutannya mengatakan pada kesempatan ini saya mengajak seluruh peserta sosialisasi agar dapat memanfaatkan momen ini untuk meningkatkan pengetahuan tentang 1.000 HPK dengan cara berdiskusi dan banyak bertanya kepada nara sumber dan fasilitator sehingga setelah peserta mengikuti kegiatan ini dapat melanjutkan informasi yang sudah diperoleh di Desa/Kelurahan masing – masing.

“Kepada narasumber dan fasilitator, saya berharap agar dapat memberikan informasi yang lengkap dan harus ada Rencana Tindak Lanjut (RTL). Sehingga setelah selesai sosialisasi ini tidak hilang begitu saja tetapi ada tindakan nyata yang dilakukan peserta di tempat mereka masing – masing”, tegas Toni.
“Kepada Panitia Pelaksana, bekerjalah dengan sukacita sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan baik”, lanjutnya.

Mengakhiri sambutannya Wakil Toni mengajak semua pihak agar bekerjasama dalam mendukung terwujudnya gizy seimbang menuju bangsa sehat berprestasi dan percepatan perbaikan gizy 1.000 HPK. “saya percaya, dengan upaya yang maksimal salah satunya melalui pendekatan keluarga, kita akan mampu mencapai hasil yang lebih baik di masa depan asalkan kita dengan sungguh – sungguh melakukannya”, tutur Wakil Bupati, sekaligus membuka dengan resmi kegiatan tersebut.
(Moi)

Siaran Pers Bagian Humas dan Protokol pada Sekretariat Kabupaten Sumba Barat.

Bagikan Informasi Ini