Month: July 2019

Bupati Sumba Barat : Bali Adalah Masa Lalu,Labuhan Bajo Masa Kini Sumba Adalah Masa Depan Pariwisata Indonesia

Waitabula – Bupati Sumba Barat Drs.Agustinus Niga Dapawole menegaskan Pulau Sumba sebagai pulau tujuan wisata masa depan bagi Indonesia,” di depan Menteri Pariwisata RI dan Gubernur NTT saya menyatakan bahwa Bali adalah masa lalu,Labuhan Bajo sebagai masa kini sedangkan Sumba adalah masa depan pariwisata Indonesia”kata Bupati Dapawole.

 

Hal itu ditegaskan Bupati Dapawole ketika menjadi pembicara pertama pada acara pertemuan Bupati sedaratan Sumba dengan agenda Penyusunan Grand Design Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan Pulau Sumba bertempat di meeting room Sumba Hospitality School Mananga Aba Kabupaten Sumba Barat Daya, Rabu (31/07).

Berbicara di depan Forum Pertemuan para Bupati sedaratan Sumba,Dapawole menyoroti permasalahan yang dihadapi pemda sedaratan Sumba adalah persoalan sampah yang cukup mengganggu, dan sumber daya manusia (SDM) yang handal di bidang kepariwisataan baik itu di sektor pemerintah maupun sektor swasta dan beberapa bulan terakhir tidak beroperasinya penerbangan maskapai Garuda melayani rute dari dan ke Pulau Sumba yang cukup menggelisahkan para tamu dan pegiat wisata di Pulau Sumba,di samping itu juga mengajak para sejawatnya Bupati sedaratan Sumba dan berbagai komponen masyarakat yang bersimpati dengan pembangunan kepariwisataan di Pulau Sumba untuk terus mengagendakan pembicaraan serius tentang pembangunan di Pulau Sumba secara menyeluruh dan saling terhubung salah satunya bidang kepariwisataan.”Mustahil bagi kita masyarakat Sumba akan mencapai kesejateraan tanpa saling bekerjasama dan saling menopang,komunikasi dan koordinasi intens adalah salah satu hal penting”kata Dapawole.

Selanjutnya Dapawole berpesan kepada semua pihak baik itu Pemda di Pulau Sumba dan komunitas pegiat pariwisata dan berbagai stakeholders untuk terus membangun kebersamaan,visi,misi dan koordinasi lintas pemerintah dan swasta untuk kesatuan gerak pembangunan sektor pariwisata yang sangat potensial di 4 Kabupaten Pulau Sumba.

Pemda sedaratan Sumba telah memiliki pengalaman dalam hal bekerja sama lintas Pemda di bidang Kesehatan dan Pendidikan dengan NGO/LSM Bidang Pendidikan dan Kesehatan,tentu diharapkan kerjasama kepariwisataan akan berhasil seperti keberhasilan kerjasama di bidang kesehatan dan pendidikan selama ini,harap Dapawole.

Pertemuan ini digagas oleh Sumba Hospitality School,Mananga Aba Kabupaten Sumba Barat Daya dengan agenda Penyusunan Grand Design Pembangunan Kepariwisataan Berkelanjutan Pulau Sumba.

Hadir pada pertemuan tersebut Bupati Sumba Barat Drs.Agustinus Niga Dapawole,Bupati Sumba Timur Drs.Gidion Mbilyjora,M.Si,Wakil Bupati Sumba Barat Daya Drs.Dara Tanggu Kaha,Wakil Bupati Sumba Tengah Ir.Danial Landa,Mr.Cloud,Pejabat terkait dari 4 Kabupaten,Tim HIVOS dan beberapa NGO dan Agen Travel Pariwisata yang beroperasi di Pulau Sumba dan para pegiat pariwisata regional NTT dan daerah.

Salah satu point penting kesepakatan pertemuan tersebut adalah penandatanaganan Memorandum Of Understanding(MoU) para Bupati sedaratan Sumba tentang komitmen para pihak untuk membangun sinergitas antar Pemda dan sektor swasta dalam mewujudkan formula berupa grand design pembangunan kepariwisataan berkelanjutan di Pulau Sumba.
Sejalan dengan sejawatnya Bupati Sumba Timur Drs.Gidion Mbilyjora,M.Si dan para Wakil Bupati sedaratan Sumba yang hadir sepakat dengan agenda pembicaraan dan berharap agar agenda tersebut segera ditindaklanjuti pada tataran teknis lintas pemda.”Tentu agenda ini akan menjadi kebijakan bersama Pemda dan DPRD sedaratan Sumba bersama-sama stakeholders pariwisata lainnya “harap Gidion.

Pada akhir pertemuan para Bupati dan peserta rapat sepakat agar MoU yang telah ditandatangani para Bupati akan segera difollow up dengan pembentukan sebuah instititusi formal yang mewadahi sinergitas antar pemda sedaratan Sumba dengan regulasi yang jelas “pertemuan hari ini harus ada payung hukum dan kelembagaan yang memadai agar kegiatan bersama kepariwisataan terarah dan efektit”kata Gidion,sapaan akrab Bupati Sumba Timur menutup pembicaraannya.

Siaran Pers Humas dan Protokol Pada Sekretariat Daerah Kabupaten Sumba Barat.

Bagikan Informasi Ini

Rapat Rencana Kerja Sosialisasi Saber Pungli

Waikabubak-Inspektur Pembantu II Inspektorat Kabupaten Sumba Barat, Melkianus Konda, S.Pt, membuka Rapat Rencana Kerja Sosialisasi Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Selasa 30/07/2019 bertempat di Aula Ruang Rapat Kantor Inspektorat Kabupaten Sumba Barat.

Rapat dipimpin oleh Inspektur Pembantu II Inspektorat Kabupaten Sumba Barat, Melki Kondo, S.Pt, Wakil Kepala Polisi Resort Sumba Barat, I Nyoman Budi Artawan, SH, S.I.K, MM, dan Kepala Seksi  Intel Kejaksaan Sumba Barat, Varian Jati Utomo.

Rapat tersebut membahas beberapa hal penting, antara lain persiapan terkait Kegiatan Sosialisi Saber Pungli di Kabupaten Sumba Barat, dan sosialisasi ini akan fokus pada Instansi, Organisasi Perangkat Daerah yang rawan atau rentan terhadap pungutan liar. Tujuan Sosialisasi Saber Pungli ini salah satunya untuk meminimalisir dan atau mengurangi kegiatan pungutan liar.

Dalam rapat ini, turut hadir pula Kepala Bagian Hukum Sekretariat Daerah Sumba Barat, Pasi Intel DIM 1613 Sumba Barat, Pasi Pers Dim 1613 Sumba Barat, Kepala Bidang Reskrim Polres Sumba Barat, Kabag Sumda Polres Sumba Barat, Kepala Satuan Binmas Polres Sumba Barat, Kepala Seksi Propam Polres Sumba Barat, Kepala Seksi Pengawasan Polres Sumba Barat, Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Sumba Barat, Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Sumba Barat, Komandan Regu Provost Sumba Barat, serta Inspektur Pembantu III Inspektorat beserta staf – RED-DKIPS

Bagikan Informasi Ini

Bupati Dapawole: Kategori Terbaik Pemerintah Daerah Dalam Pengelolaan Data SIKP

Kupang – Bupati Sumba Barat Drs. Agustinus Niga Dapawole mengapresiasi dan berterima kasih atas kinerja Pemerintah Daerah dimana hari ini Pemerintah Daerah Kabupaten Sumba Barat mendapat Kategori Terbaik Pengelolaan Data Sistem Informasi Kredit Program (SIKP) di jajaran Pemerintah Daerah dan Intansi Vertikal Lainnya di Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Demikian hal itu disampaikan Bupati Dapawole ketika menerima Piagam Penghargaan dari Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi NTT Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Selasa,(30/7) bertempat di Ballroom Grand Mutiara Hotel – Jalan Timor Raya – Kupang.

Penyerahan Piagam Penghargaan itu diberikan langsung oleh Wakil Gubernur NTT Josef A. Nae Soi didampingi Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi NTT, Lydia Kurniawati Christyana di hadapan para Bupati, Forkopimda dan Instansi Vertikal di Provinsi NTT.

Tema,”Optimalisasi APBN Menuju NTT Sejahtera”, menurut Dapawole, sangatlah cocok karena hari ini Pemerintah Kabupaten Sumba Barat menerima penghargaan sebagai bukti bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Sumba Barat dalam Penganggaran tepat waktu, tepat sasaran dan tepat jumlah. Ketiga tepat itu bisa kita lakukan mulai dari perencanaan (planning) dan didalam managemen modern terkenal dengan kata Pemerintah Daerah Kabupaten Sumba Barat dalam Penganggaran tepat waktu,tepat sasaran dan tepat jumlah namun ketiga tepat itu bisa kita lakukan berarti Mulai dari perencanaan dan didalam managemen modern terkenal dengan “Plan,Do,Check,Act” (Rencanakan,Kerjakan,Cek,Tindak Lanjuti) atau lebih simpel dengan kata”PDCA cycle”. Kita harus mengetahui apa kekuatan kita, apa kelemahan kita dan apa tantangan kita.

“Oleh karenanya harapan saya pada tahun mendatang kita bisa menghasilkan suatu program atau suatu kegiatan yang sudah ada dan tidak mendapatkan kesulitan dalam perencanaan hingga pelaksanaannya”imbuh Dapawole

Dapawole menghimbau kepada ASN dan mengingatkan bahwa apa yang sudah dicapai pada hari ini,tidaklah membuat kita berbangga hati, namun menjadi pendorong untuk kinerja yang lebih baik dalam pelaksanaan program kegiatan di Unit Kerja masing-masing.

Acarapun dilanjutkan dengan sesi dialog dan selanjutnya diabadikan dalam sesi foto bersama.

Demikian Siaran Pers Humas dan Protokol Pada Sekretariat Daerah Kabupaten Sumba Barat.

Bagikan Informasi Ini

Bupati Dapawole Hadiri Rakornas TPID Tahun 2019


Jakarta – Bupati Sumba Barat Drs.Agustinus Niga Dapawole,didampingi Kepala Bagian Ekonomi pada Sekretariat Daerah Kabupaten Sumba Barat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional X Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Tahun 2019 di Jakarta, Kamis (25/7/2019)

Rakornas tersebut dibuka oleh Wakil Presiden RI H.Yusuf Kalla dan pada kesempatan tersebut Wapres mengatakan Rakornas X TPID mengusung tema “Sinergi dan Inovasi Pengendalian Inflasi untuk Penguatan Ekonomi yang Inklusif”.

Menurutnya,tingkat inflasi yang terjaga, pendapatan negara, dan pertumbuhan ekonomi (Produk Domestik Bruto/PDB) menjadi indikator dari kemajuan suatu bangsa dan Inflasi juga akan berpengaruh terhadap daya beli masyarakat.

Lanjutnya mengatakan Rakornas X TPID diselenggarakan Bank Indonesia (BI) ini sangat penting untuk mengatur strategi agar angka inflasi bisa terjaga di level rendah,sehingga, target inflasi pada tahun ini yakni 3,5% plus minus 1% bisa kembali tercapai.

Bupati Dapawole kepada Humas SB mengatakan berkaitan dengan hal tersebut bahwa indikator penting dalam kegiatan tersebut adalah mengukur kemajuan bangsa yakni Produk Domestik Bruto/PDB dalam hal pertumbuhannya dan inflasi disebabkan daya beli naik atau turun oleh masyarakat.Contoh menurutnya,daya beli yang menurun bisa memicu bertambahnya angka pengangguran dan kemiskinan,dan inflasi tinggi serta daya beli turun maka kemiskinan akan naik.

Sementara, Gubernur Bank Indonesia
Perry Warjiyo menegaskan, sinergi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan BI menjadi kunci dalam pengendalian inflasi, terbukti hal demikian inflasi yang terjaga rendah di kisaran 3% sejak tahun 2015.

Gubernur Bank Indonesia juga menyampaikan tiga strategi kebijakan untuk mendukung pengendalian inflasi ke depan diantaranya :
Satu, terus melanjutkan dan mempercepat pembangunan infrastruktur pertanian dan pendukungnya melalui sinergi antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, terutama di luar Jawa. Sinergi ini diperlukan untuk menjaga ketersediaan pasokan hingga komunikasi yakni mengkoordinasi pasokan dan kelancaran “Sinergi 4K keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi dan koordinasi komunikasi yang efektif. Sinergi ini dengan memperkuat setiap aspek khususnya infrastruktur dan kelancaran distribusi pangan yang memang masih perlu kita tingkatkan khususnya di luar Pulau Jawa.

Dua,meningkatkan inovasi program pengendalian inflasi, antara lain melalui pengembangan model kerja sama perdagangan antar daerah yang mengoptimalkan kelembagaan ekonomi dari tingkat desa di daerah Strategi.

Tiga,memperluas penggunaan teknologi informasi (Information Technology/IT) secara terintegrasi guna mendorong peningkatan produksi pertanian dan perluasan akses pasar bagi petani.

Lebih jauh Gubernur Bank Indonesia menyatakan berbagai daerah sudah mengadposi inovasi digital untuk setiap mata rantai proses pengendalian inflasi dari hulu sampai hilir. Hal ini bisa direplikasi sehingga menjadi inovasi berskala nasional. Dengan inovasi di IT ini, mata rantai dari petani sampai konsumen bisa dipendekkan sehingga manfaat lebih banyak dari nilai tambah akan ke petani. konsistensi kebijakan pengendalian inflasi yang didukung oleh program pengendalian inflasi di seluruh wilayah di Indonesia dapat mengarahkan inflasi nasional dalam empat tahun terakhir 2015-2018 berada dalam kisaran target.

Dikatakan juga Inflasi hingga pertengahan 2019 juga tetap terkendali dalam rentang sasaran 3,5±1%.

Acarapun dilanjutkan pemberian penghargaan kepada Kabupaten,Kota, dan Provinsi yang Tim Pengendalian Inflasi Daerah-nya (TPID) mampu menjaga inflasi dan Penghargaan tersebut diberikan secara langsung oleh Wapres RI guna memotivasi Pemerintah Daerah untuk mengendalikan inflasi.

Siaran Pers Humas dan Protokol Pada Sekretariat Daerah Kabupaten Sumba Barat.

Bagikan Informasi Ini