Day: July 12, 2019

Wabup Toni Hadiri Parade Kuda Sandlewood dan Tenun Ikat di Kabupaten Sumba Timur

PURU KAMBERA_ Wakil Bupati Sumba Barat Marthen Ngailu Toni, SP menghadiri acara Parade Kuda Sandlewood dan Tenun Ikat yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Sumba Timur. Jumat, (12/07).

Pelaksanaan parade kuda sandlewood diawali dengan penyampaian sejarah singkat pulau Sumba dan penghuninya dalam syair adat selanjutnya nyanyian lagu daerah Sumba Timur serta prosesi rombongan penunggang kuda sandlewood memasuki arena depan tribun utama sambil berputar – putar yg diiringi dengan tarian, kakallaka dan payawau.

Acara tesebut yang dilaksanakan di pinggir pantai Puru Kambera Kabupaten Sumba Timur dihadiri oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Bungtilu Laiskodat, Staf Ahli Menteri Bidang Manajemen Kalender of Event Kementerian Pariwisata Republik Indonesia Dra. Esty Reko Astuti, M. Si, Bupati dan Wakil Bupati Sumba Timur, Ketua DPRD Kabupaten Sumba Timur, para anggota Forkompinda Kabupaten Sumba Timur, Sekretaris Daerah dan sejumlah pejabat lainnya.

Dalam sambutan Gubernur NTT mengatakan bahwa acara ini sungguh mengagumkan dan dapat menarik minat wisatan datang ke Sumba.

Oleh karena itu Viktor mengharapkan untuk kedepannya dipersiapkan lebih baik, dan narasikan secara teratur urut-urutan peristiwa yg terjadi dipulau sumba secara keseluruhan.

“Bila perlu kedepan jangan cuma 1001 ekor kuda tetapi 5000 ekor kuda dari seluruh daratan Sumba yaitu Sumba Timur ,Sumba Tengah, Sumba Barat, dan Sumba Barat Daya. Dengan begitu akan lebih meriah lagi dan akan menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke Sumba”, ujar Viktor.

“Pariwisata itu mencakup 3 aspek penting yang saling berkaitan yakni budaya, alam dan ekonomi”, katanya.

Viktor juga menambahkan bahwa untuk Indonesia, pariwisata merupakan penyumbang pendapatan negara nomor dua setelah kelapa sawit, mengalahkan Migas.

“Kita perlu mempersiapkan faktor penunjang lainnya seperti hotel dan restoran, dan kita mengajak pihak pengelolah restoran untuk menyuguhkan makanan berbahan lokal, sehingga perekonomian masyarakat setempat pun meningkat”, tutup Viktor.
(John)

Siaran Pers Humas dan Protokol pada Sekretariat Daerah Kabupaten Sumba Barat.

Bagikan Informasi Ini

Bupati Dapawole Paparkan Kondisi Infrastruktur Di Hadapan Menteri PUPR RI

JAKARTA_ Bupati Sumba Barat Drs. Agustinus Niga Dapawole didampingi Kepala Dinas PUPR Kabupaten Sumba Barat Ir. Fredi Gah memaparkan tentang kondisi infrastruktur jalan, jembatan, embung dan air minum di hadapan Menteri PUPR RI Ir. M. Basoeki Hadimoeljono MSc, Ph.D, Jenderal Purn. Goris Mere, Dirjen Cipta Karya dan Dirjen Bina Marga.Jumat,(12/7/19) bertempat di Ruang Kerja Menteri PUPR RI.

Bupati Dapawole dalam kesempatan mengaku sebagai kepala wilayah harus mampu memberikan yang terbaik dan akan memenuhi yang menjadi kebutuhan prioritas masyarakat yang saat ini masih belum maksimal baik itu pembangunan fisik maupun non fisik.

Bupati Dapawole usai pemaparan singkat kondisi infrastruktur dihadapan Menteri PUPR, Dirjen Bina Marga, Dirjen Cipta Karya dan Purn Jenderal Goris Mere telah mendapat respon positive dan diakomodir serta ditindaklanjuti oleh tim teknis sesuai apa yang menjadi harapan Pemerintah Daerah demi Kesejahteraan Rakyatnya.

Dapawole lebih jauh menyampaikan tujuan Pembangunan Nasional yaitu menjadikan masyarakat adil dan makmur, dimana pada perencanaan kegiatan pembangunan kabupaten sumba barat tahun anggaran 2020, khususnya peningkatan sarana prasarana jalan yang direncanakan pembiayaannya bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

“Perkembangan ekonomi dapat maju jika infrastrukturnya juga menunjang, sehingga kemajuan ekonomi masyarakat dapat berkembang dengan baik pula dan membuahkan hasil yang sehat”, ujar Dapawole.

Lebih jauh Dapawole menyampaikan Pulau Sumba dan Sumba Barat khususnya saat ini menjadi ikon destinasi pariwisata dan hampir setiap hari para wisatawan berkunjung ke daerah.

Dapawole berharap semoga yang manjadi impian masyarakat dapat terjawab di tahun ini dan bahkan tahun mendatang sehingga harapan masyarakat dapat diatasi dan juga menjadi berkat masyarakat sumba barat dalam hal memobilisasi barang dan jasa dari dan ke kota waikabubak dapat memperolah nilai positive.

Dapawole menambahkan di sisi lain menjadi salah satu indikator yakni meningkatnya perekonomian masyarakat yakni pembangunan infrastruktur seperti prasarana jalan, menjadi kebutuhan masyarakat yang sangat mendasar untuk mendorong dan mendukung pembangunan diberbagai bidang lainnya.

Dapawole menuturkan Pemerintah Kabupaten Sumba Barat menyadari betul pentingnya prasarana jalan dan jembatan, sehingga sampai saat ini terus melaksanakan pembangunan, peningkatan dan pemeliharaan hingga ke pelosok -pelosok dan juga sebagai penghubung satu tempat ke tempat lain serta sangat mempengaruhi perkembangan berbagai sektor kehidupan yang ada di kabupaten sumba barat.

Akhir kata Bupati Dapawole mengatakan sebagai keterbatasan kemampuan pembiayaan pemerintah kabupaten sumba barat menjadi kendala dari tahun ke tahun di antaranya sektor pariwisata, sektor ekonomi, sektor kesehatan, sektor pendidikan dan lain sebagainya terkait hal tersebut pemerintah daerah terus berupaya mencari sumber dana untuk pembiayaan pembangunan didaerah Kabupaten.
(moi)

Siaran Pers Humas dan Protokol Pada Sekretariat Daerah Kabupaten Sumba Barat.

Bagikan Informasi Ini

Bupati Dapawole Keluhkan Pembenahan dan Pengoperasian Pelabuhan Bina Natu

JAKARTA_ Bupati Sumba Barat Drs. Agustinus Niga Dapawole mengatakan kepada Menteri Perhubungan Republik Indonesia Ir. Budi Karya Sumadi atas nama Pemerintah dan Masyarakat Sumba Barat mengeluhkan dan perlunya Pembenahan serta Pengoperasian Pelabuhan Bina Natu, Kecamatan Tanarighu Kabupaten Sumba Barat.

Hal itu dikatakan Bupati Sumba Barat ketika bertemu Menteri Perhubungan Republik Indonesia yang juga dihadiri Jend. Purn Goris Mere dan Dirjen pada Kementerian Perhubungan, Bertempat di Ruang Kerjanya pada Jumat, (12/7) sore

Dapawole mengaku sejak dibangunnya pelabuhan laut tersebut hingga saat ini tidak digunakan sehingga kondisi bangunan tersebut semakin rusak.

Dapawole menyampaikan pula, jika memungkinkan Pemerintah Pusat agar bisa mengambil langkah meninjau lokasi lapangan sehingga dapat beroperasi namun sebelumnya dapat melakukan pembenahan menurut kacamata teknis.

Keluhan yang disampaikan Bupati Dapawole mengatasnamakan Pemerintah dan Masyarakat Sumba Barat itu disambut baik dan mendapat respon positif oleh Menteri Perhubungan, selanjutnya ia mangatakan dalam waktu dekat Tim Teknis akan turun ke lokasi untuk melihat lebih dekat kondisi lapangan.

Dapawole menjelaskan masyarakat sumba barat pada umumnya bertani dan berkebun, oleh karenanya dengan beroperasinya pelabuhan tersebut maka dengan sendirinya mata pencarian masyarakat juga dapat maju dan lebih baik dari sebelumnya.

Pada akhir pertemuan itu, Dapawole menyampaikan terima kasih kepada bapak Menteri dan jajaran yang telah merespon baik atas keluhan yang menjadi prioritas utama kebutuhan masyarakat sehingga kesejahteraan masyarakat sumba barat dapat lebih maju.

“Ditambahkan pula jika tim teknis hendak ke Kabupaten Sumba Barat agar perlu juga melihat Pelabuhan Rua Kecamatan Wanukaka dan jika tidak memungkinkan secara teknis maka kiranya di berikan kesempatan untuk melihat di Lokasi pantai Kerewei Kecamatan Lamboya yang mana lokasi tersebut terletak di Selatan dari Kota Waikabubak Ibu Kota Kabupaten, dimana saat ini sering dikunjungi para wisatawan baik itu wisatawan domestik maupun wisatawan asing dan meminta agar beroperasinya kembali Pesawat Garuda Indonesia dari dan Ke Bandara Tambolaka”, tutup Dapawole.
(moi)

Siaran Pers Humas dan Protokol Pada Sekretariat Daerah Kabupaten Sumba Barat.

Bagikan Informasi Ini

Bupati Dapawole Lakukan Koordinasi di Kementerian ESDM

JAKARTA_ Bupati Sumba Barat Drs.Agustinus Niga Dapawole menghadiri Rapat Kordinasi dengan Kementerian ESDM yang berlangsung di ruang rapat Direktorat Bio Energi EBTKE dengan Agenda Pembahasan terkait Rencana Penyerahan AsetPLTBm di Desa Bondosula Kecamatan Lamboya dan Keberlanjutan Pengoperasian PLTBm Bondosula Pasca Penyerahan Aset tersebut.

Bupati Dapawole didampingi Kepala BKAPDDrs. Daniel B. Pabala, Kepala Dinas PUPR Ir. Fredy Gah, Kabag ESDM dan Kehutanan Ir. Umbu Yappu Dapa Mede,Kabag Humas dan Protokol Ridho DJ. Samani, SKM, MSc , Kabid IPW Bappeda Yopi Malingara, S.STp.

Pertemuan tersebut dipimpin oleh Direktur Bio Energi Andriah Feby Misna. Pada kesempatan itu, Misna menyampaikan bahwa dengan dikeluarkannya surat dari Kementerian Keuangan tentang Persetujuan Hibah Barang Milik Negara selain tanah dan atau bangunan pada kementerian ESDMmaka perlu untuk segera dilakukan serah terima aset ke daerah agar dapat dimanfaatkan bagi kepentingan masyarakat.

“Kita harus segera pastikan bahwa alat tersebut dapat dimanfaatkan serta
kelangsungan operasionalnya dapat berjalan dengan baik”, ungkap Misna.

General Manajer PT. PLN Wilayah NTT Ignatius Rendroyoko yang juga hadir dlm pertemuan
tersebut mengatakan bahwa PT. PLN siap melaksanakan kerjasama pengoperasian PLTBm dengan Pemda Sumba Barat yang Konsep Pola kerjasamanya akan didiskusikan secara internal olehpihak PT. PLN dan akan disampaikan kepada Ditjen EBTKE pada minggu pertama bulan Agustus2019.

“Pada prinsipnya PT. PLN mendukung dan mengharapkan adanya pembangkit listrik
baru utk melayani masyarakat NTT umumnya dan Sumba Barat Khususnya”, ujar Ignatius.

Sementara itu Robiatna A. Fanhar yang hadir mewakili pihak PT. Usaha Tani Lestari mengatakan bahwa pihaknya telah menanam Kaliandra sebagai bahan baku pembangkit PLTBm seluas 40Ha. “Untuk selanjutnya pihak UTL menunggu kepastian kontrak jangka panjang minimal 10 tahununtuk eksoansi dan penanaman kembali tanaman Kaliandra”, lanjut Fanhar.

Bupati Dapawole pada kesempatan yang sama menyampaikanterima kasih atas kepercayaan Pemerintah Pusat kepada Pemda Sumba Barat untuk menerimadan mengelola Aset yg sangat besar ini. Hari ini kita bertemu untuk memastikan dengan benartentang kesiapan kita untuk menerima Aset tersebut.

“Pastikan dengan benar apakah PLTBm di Bondosula dalam kondisi baik dan lengkap, oleh karena itu sebelum dilakukan serah terimaaset maka harus didahului pengecekan secara bersama dilapangan tentang Kondisi PLTBm diBondosula, apakah masih sesuai dengan Pengadaan Awal atau tidak”, tegas Dapawole.

Bupati Dapawole mengharapkan agar secepatnya dilakukan pengecekan lapangan agar segera bisa dilakukan serah terima aset tersebut.

Selanjutnya Bupati meminta kepada pihak PT. UTL agar dapat memenuhi komitmennya dalam menyediakan bahan baku bagi PLTBm dan dapat meninjau kembali besaran biaya pembelianKaliandra dari masyarakat yang pada akhirnya agar dapat membantu meningkatkan ekonomi masyarakat sekitarnya.
(Rdjs72)

Siaran Pers Humas dan Protokol pada Sekretariat Daerah Kabupaten Sumba Barat.

Bagikan Informasi Ini