Day: September 25, 2019

Pemda Sumba Barat Lakukan Audiensi Bersama Childfun International

JAKARTA_ Pemerintah Daerah Kabupaten Sumba Barat terus berupaya memperbaiki kualitas kesehatan masyarakat khususnya dalam upaya pencegahan dan penaggulangan Stunting.

Hal ini diimplementasikan dengan terbangunnya komunikasi dan akan berlanjut dengan hubungan kerja sama Pemda Sumba Barat dengan Childfund Internasional di Jakarta bertempat di aula Kantor Childfun Internasional Jalan Marga Satwa no. 36 Jakarta Pusat. Rabu, (25/09).

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Sumba Barat Titus Diaz Liuray, S. Sos, MM saat membuka audiensi tersebut mengatakan bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Sumba Barat saat ini terus berupaya untuk menurunkan angka stunting di Kabupaten Sumba Barat yang masih tinggi.

“Upaya ini dilakukan melalui 3 pilar pencegahan yaitu pola makan, pola asuh dan sanitasi. Dalam melaksanakan pilar ini Pemda Sumba Barat mengharapkan adanya dukungan semua pihak terutama ChildFund”, lanjut Titus untuk Tahun 2020 arah kebijakan APBD Kabupaten Sumba Barat lebih ditekankan pada pengembangan sumber daya manusia dan upaya Pemerintah Daerah dalam menurunkan angka stunting.

Titus juga menjelaskan tentang program kerjasama pembangunan yang telah berjalan selama ini antara beberapa lembaga mitra yang didukung oleh Pemda Kabupaten Sumba Barat.

“Penjajakan kerja sama antara Pemda Sumba Barat dengan ChildFund internasional diawali saat Bunda PAUD Sumba Barat Dra. Metty H. Monteiro di minta sebagai Nara Sumber pada pameran pendidikan di Kupang beberapa waktu lalu untuk berbagi praktik baik yang telah dilakukan oleh Pemda Sumba Barat dalam pengembangan PAUD HI, dimana Childfun Internasional terlibat dalam pamaren tersebut dengan praktik baik yang berhasil dilakukan di daerah binaan yaitu pengasuhan (kelas parenting Bapak)”, jelas Titus.

Hasil koordinasi dari pameran Pendidikan tersebut langsung di tindak lanjuti dengan koordinasi oleh Tim dari Bappeda Kabupaten Sumba Barat dengan ChildFund internasional terkait dengan dukungan yang dapat diberikan juga oleh ChildFund Internasional kepada Pemda Sumba Barat dalam mengembangkan konsep Pengasuhan yang telah berhasil di beberapa daerah binaan, yang kemudian di tindaklanjuti untuk mendapat dukungan dari Bapak Bupati Sumba Barat Drs. Agustinus Niga Dapawole, yang kemudian disambut baik oleh Bupati seraya mengucapkan segala sesuatu yang baik untuk rakyat Sumba Barat harus didukung dan dilaksanakan karena yang kita lakukan ini semuanya untuk kesejahteraan Rakyat Sumba Barat kata bapak Bupati” Bapak Bupati juga meminta agar segera dibicarakan bentuk kerja sama yang dapat dilakukan agar persoalan stunting di kabupaten Sumba Barat dapat segera diatasi”, tambah Titus.

Kemudian Bunda Paud Drs. Metty H. Monteiro mengatakan bahwa Kabupaten Sumba Barat telah menerapkan 4 Konsep Pelayanan Paud HI, namun kami juga ingin lebih mendalami konsep tentang pengasuhan anak oleh kedua orang tua. “Terima kasih saya ucapkan kepada tim childfun yang telah merespon permohonan kami dan berharap agar kedepan dapat membangun kerja sama yang baik demi generasi penerus di Kabupaten Sumba Barat”, ucap Metty.

“Saya bersyukur atas berkat yang diberikan Tuhan melalui bapak Bupati, sehingga saya selaku Ketua Tim Penggerak PKK, dan juga merangkap Ketua Dekranasda dan Bunda Paud dapat turun langsung ke masyarakat untuk melakukan sosialisasi demi pengembangan sumber daya manusia yang dibangun sejak anak-anak”, ujar Metty.

“Kami juga melibatkan pimpinan DPRD dlm hal ini ketua komisi C. Kelembagaan kami sdh sangat kuat krn telah didukung oleh pemda dan juga DPRD. Oleh karenanya kami ingin mempelajari dan menerapkan pada masyarakat kami”, lanjut Metty.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Barat dr. Bonar B. Sinaga saat diberikan kesempatan menjelaskan gambaran Data Stunting tahun 2018 di Kabupaten Sumba Barat. “Di tahun 2019 ada 10 desa dan tahun 2020 ada 36 desa yg menjadi fokus penanganan Stunting di Kabupaten Sumba Barat”, jelas Bonar.

Sedangkan Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Sumba Barat Rambu Jaku Pewu, SE mengatakan bahwa Dinas PMD pada dasarnya selalu mendorong agar desa merencanakan kegiatan pemberdayaan masyarakat seperti salah satunya pencegahan stunting.

Menjawab permohonan Pemda Sumba Barat, Program Direktor Childfun Internasional di Jakarta Grace Hokum mengatakan bahwa pada dasarnya semua tahapan yg dilakukan oleh pemda Sumba Barat sudah hampir sempurna hanya kurang dipublikasi sehingga masyarakat tidak mengetahuinya.

“Kami ingin berkontribusi membantu Pemda Sumba Barat agar desa atau kabupaten Sumba Barat dapat mewujudkan mimpinya menjadi Desa/Kabupaten yang layak Anak, kedepan kita pasti akan bekerja sama dengan baik”, sambut baik Grace.

Turut hadir pada kesempatan itu Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Sumba Barat Anthoneta K. L. Dapawole, SE, Country Directorat Childfun Internasional di Jakarta Hanneke Outker, Spesialis Perkembangan Anak Childfun Internasional di Jakarta Fitriana Herarti.
(moi)

Siaran Pers Humas dan Protokol pada Sekretariat Daerah Kabupaten Sumba Barat.

Bagikan Informasi Ini