Month: November 2019

Sumba Barat Kembali Mendapat Penghargaan Dari Pemerintah Pusat, Bupati Dapawole Bangga

JAKARTA_ Malam penghargaan indeks kelola 2019, Kamis, 28 november 2019 bertempat di Gedung Ballroom XXI Jakarta Theater.

Bupati Sumba Barat Drs. Agustinus Niga Dapawole sangat berbangga karena Kabupaten Sumba Barat kembali memperoleh penghargaan dari Katadata Insight Center (KIC) sebagai salah satu daerah terbaik untuk kategori Ketepatan Alokasi Kesehatan Kelompok 4 dalam indeks KELOLA (Kinerja dan Efektifitas Pengelolaan APBD) dalam bidang kesehatan.

Indeks KELOLA itu sendiri adalah metode penilaian yang mengukur keberhasilan dalam mengelola APBD Sehingga berdampak langsung pada masyarakat baik dalam bidang pendidikan, kesehatan, kesejahteraan dan perekonomian.

Dengan metodologi yang dibantu doktor ekonomi dari beberapa fakultas ekonomi dan Bisnis UGM maka dilakukan penilaian secara kualitatif dan kuantitatif terhadap daerah-daerah yang dengan berbagai terobosan dilakukan mampu menghasilkan bukan hanya output tetapi juga outcome yang maksimal bagi masyarakat.

Pemerintah Daerah Kabupaten Sumba Barat menjadi salah satu daerah yang memperoleh penghargaan dengan KETEPATAN ALOKASI KESEHATAN. Oleh karena itu Bupati Dapawole sangat mengharapkan dengan penghargaan yang diberikan menjadi semangat bagi pemerintah daerah dalam membangun Mandaelu Padaeweta yang tercinta.

Dalam sambutan Wakil Menteri Keuangan Bapak Suahazil Nazara memberikan apresiasi kepada Indeks Kelola dimana dalam era desentralisasi saat ini mampu memberikan data yang transparan terhadap pengelolaan di seluruh daerah di Indonesia.

“Harapan kami seluruh anggaran yang telah pemerintah keluarkan baik itu APBN maupun APBD yang diserahkan langsung ke tiap-tiap daerah dapat dikelola dengan baik melalui kinerja dan pengawasan yang akuntabilitas dan berkelanjutan sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan yang berdampak pada perbaikan kondisi masyarakat. Untuk mencapai hal tersebut saya meminta kepada seluruh pemerintah daerah agar secara profesial dengan memanfaatkan SDM yang dimiliki agar seluruh program mencapai hasil yang maksimal kepada masyarakat melalui inovasi-inovasi yang mengedepankan kepentingan masyarakat”, ujar Nazara.

“Disamping itu saya berpesan agar pengelolaan aset tetap menjadi perhatian karena pembangunan infrastruktur yang dilaksanakan saat ini akan bermuara menjadi aset daerah oleh karena itu manfaatkan secara maksimal seluruh aset yang ada untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di daerah.
Jadi pada prinsipnya bukan hanya membangun wilayah tetapi juga masyarakat yang produktif dan berdaya saing yang tinggi, sehingga outcome yang dicapai betul-betul untuk kesejahteraan masyarakat”, lanjutnya.

Kegiatan ini dihadiri oleh sebanyak 64 daerah dari seluruh Indonesia sebagai daerah dengan pengelolaan APBD terbaik.
(JNd)

Siaran Pers Humas dan Protokol pada Sekretariat Daerah Kabupaten Sumba Barat.

Bagikan Informasi Ini

Demi Meningkatkan Kualitas Aparatur Sipil Negara Yang Lebih Unggul, Bupati Dapawole Lakukan Penandatanganan MoU dengan Universitas Terbuka

JAKARTA_ Bupati Sumba Barat Drs. Agustinus Niga Dapawole melakukan penandatanganan MoU (memorandum of understanding) dan PKs (perjanjian kerjasama) antara Pemerintah Kabupaten Sumba Barat dengan Universitas Terbuka terkait layanan pemerintah bagi Tenaga Pendidik dan aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Sumba Barat.

Kegiatan yang dilaksanakan pada selasa, 26 november 2019 bertempat di gedung UTCC, yang dihadiri secara langsung oleh Rektor Universitas Terbuka bapak Prof. Ojat Dajorat, M.Bus.,Ph.D ,Wakil Rektor IV Dr. Liestyodono Bawono Irianto, M.Si, Kepala UPBJJ-UT Kupang bapak Drs. Yos Sudarso, M.Pd, Kepala Badan Kepegawaian Pelatihan dan Pendidikan, bapak Woldeman H. Wello S.Si, M.Si

“Demi peningkatan kualitas sumber daya manusia bagi aparatur sipil negara pada Pemerintah Daerah Kabupaten Sumba Barat maka dengan adanya kerjasama ini kami sangat bersyukur dengan harapan pemerintah daerah dalam memberikan tugas belajar bagi para ASN adalah mampu meningkatkan kualitas diri lebih baik dari sebelumnya, karena dengan peningkatan kualitas SDM dari para ASN maka akan sangat mendukung dalam hal pembangunan didaerah”, ujar Dapawole dalam sambutannya.

“Oleh karena itu Universitas Terbuka merupakan pilihan yang tepat, selain universitas berbadan hukum yang jelas, juga diakui oleh BKN, dan ini sangat baik bagi pengembangan karier para ASN di Kabupaten Sumba Barat”, lanjutnya.

Dapawole kemudian menghimbau kepada seluruh ASN yang telah diberikan kesempatan untuk berkuliah pada Universitas Terbuka harus semangat serta rajin membaca modul yang merupakan acuan dari materi perkuliahan sehingga dapat menunjukkan prestasi dan selesai tepat waktu serta menunjukkan hal-hal positif yang berdampak bagi pembangunan sesuai harapan Pemerintah Kabupaten Sumba Barat.

Menyambung hal yang disampaikan Bupati Dapawole, Rektor Universitas Terbuka Ojat Dajorat menyampaikan bahwa Universitas Terbuka saat ini sudah tersebar di 42 negara di dunia serta 39 daerah di seluruh Indonesia. Dengan didukung oleh tenaga pengajar yang berkompeten dan teknologi internet yang semakin maju maka bukan hal yang sulit lagi untuk berkuliah pada UniversitasTerbuka, khususnya para ASN dengan berbagai tanggung jawab dalam pekerjaan dan keluarga, tanpa meninggalkan semua itu tetap dapat melaksanakan perkuliahan.

“Sesuai pesan bapak bupati bahwa semangat dan rajin membaca merupakan kunci utama dalam melaksanakan perkuliahan. Saya sebagai rektor sangat berbangga dengan kepercayaan yang telah diberikan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Sumba Barat kepada kami, harapan kami agar seluruh ASN yang telah menimba ilmu di Universitas Terbuka bisa menunjukan kualitas yang lebih, baik dari buah pikiran yang membangun serta etos kerja yang lebih baik”, kata Darojat.

Di sela- sela kegiatan Bupati Dapawole didampingi beberapa pejabat pada Universitas Terbuka menyempatkan diri untuk melihat beberapa fasilitas penunjang yang dimiliki oleh Universitas tersebut.
(JNd)

Siaran Pers Humas dan Protokol pada Sekretariat Daerah Kabupaten Sumba Barat.

Bagikan Informasi Ini

Wabup Toni : Apabila Rakyat Lapar, Maka Pemerintah Juga Gagal

WANUKAKA_ Persoalannya bukan bagaimana rakyat memiliki banyak uang tetapi lebih sederhana bagaimana agar rakyat tidak kelaparan. Karena apabila rakyat lapar, maka pemerintah juga gagal.

Demikian dikatakan Wakil Bupati Sumba Barat Marthen Ngailu Toni, SP saat membuka acara Hari Pangan Sedunia ke 39 Tingkat Kabupaten Sumba Barat di Halaman Kantor Desa Katikuloku Kecamatan Wanukaka. Selasa, (26/11).

Wabup Toni mengatakan Kegiatan ini jangan hanya sekedar seremonial belaka tetapi harus diterapkan dan dikelola menjadi suatu kebutuhan bagi masyarakat. “Kegiatan seperti ini harus melibatkan para Petani karena merekalah penghasil pangan lokal”, tegas Toni.

“Kita yang hadir saat ini sebagian besar bagian dari pemerintah, oleh karena itu kita harus terus mengkampanyekan hal-hal yang bersifat optimis bagi masyarakat, bukan hal-hal pesimis. Contohnya melalui raut wajah kita yang penuh syukur dan kasih yaitu wajah yang selalu tersenyum”, ujar Wabup Toni.

Wabup Toni mengatakan kalau kita bicara pangan dan ekonomi merupakan hal yg saling menunjang. Kita mempunyai kekayaan alam, hanya bgmn kita memandang itu dan mengelola sehingga menghasilkan suatu hasil yang bernilai utk meningkatkan ekonomi masyarakat kita.

Selanjutnya kepada para Kepala Desa, Wabup Toni menghimbau agar uang yg dipercayakan negara kepada saudara akan dapat menjawab persoalan yang terjadi di masyarakat.

Turut hadir Sekretaris Daerah, Kepala Dinas Pangan, Camat Wanukaka, Ketua TP PKK Kabupaten Sumba Barat, Pimpinan Perangkat Daerah/Unit Kerja, para Camat, Kapolsek Wanukaka, Babinsa Wanukaka, dan seluruh peserta.
(moi)

siaran Pers Humas dan Protokol pada Sekretariat Daerah Kabupaten Sumba Barat.

Bagikan Informasi Ini

Sekda Umbu Dingu Buka Dengan Resmi Pelatihan Manajemen Homestay di Kabupaten Sumba Barat

WAIKABUBAK_ Sekretaris Daerah Kabupaten Sumba Barat Drs. Umbu Dingu Dedi M. Si membuka dengan resmi Pelatihan Manajemen Homestay/Pondok Wisata/Rumah Wisata di Kabupaten Sumba Barat bertempat di Aula Kantor Bupati Sumba Barat. Senin, (25/11).

 

Mengawali sambutannya, Sekda Umbu Dingu mengatakan kita patut syukuri untuk narasumber yang berkesempatan hadir pada kegiatan ini, dengan padatnya kegiatan akan sangat sulit untuk bertemu beliau berdua, namun hari ini mereka hadir ditempat ini selaku narasumber yang akan melatih peserta pelatihan.

Oleh karenanya Sekda berharap agar peserta benar-benar serius mengikuti pelatihan ini. Sehingga dapat diterapkan di homestay dan di kampungnya masing-masing.

“Ciri khas kita orang Sumba adalah senyuman yang merupakan bentuk keramahtamahan, jadikan ini sebagai modal kita untuk menarik wisatawan, tidak hanya karena keindahan alamnya tetapi juga keramahan orang-orangnya”, ujar Umbu Dingu.

Umbu Dingu juga mengatakan bahwa pemerintah sangat mendukung dan mendorong agar kampung-kampung kita bisa menjadi homestay/pondok wisata/rumah wisata bagi para wisatawan sehingga perekenomian masyarakat di kampung semakin meningkat.

Kepala Bidang Pengembangan Produk Wisata pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sumba Barat Adeleida L. Dapawole, SE dalam laporannya menyampaikan narasumber dari kegiatan tersebut yaitu Presiden Guide Asia Mangku Kadiah dan Pajabat dari Sekretariat Dubes Finlandia I Ketut Budhi Agawe. Dan peserta pelatihan yaitu masyarakat disekitar obyek wisata, kampung wisata dan pemilik homestay di Kabupaten Sumba Barat.

Hadir pada kesempatan itu Staf Ahli Bupati bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sumba Barat, dan seluruh peserta.
(moi)

Siaran Pers Humas dan Protokol pada Sekretariat Daerah Kabupaten Sumba Barat.

Bagikan Informasi Ini