Day: <span>February 26, 2020</span>

Bupati Dapawole Serahkan Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat Kota Tanpa Kumuh

TEBARA_ Bupati Sumba Barat Drs. Agustinus Niga Dapawole menyerahkan bantuan Pemerintah untuk Masyarakat yakni Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) bertempat di Kampung Praiijing Desa Tebara. Selasa, (25/02).

Bantuan tersebut diserahkan pada Lurah Maliti, Lurah Wailiang dan Kepala Desa Tebara Kecamatan Kota Waikabubak.

Dalam sambutannya Bupati Dapawole, keberhasilan program dengan model swakelola seperti Program KOTAKU bukan hanya berasal dari bagusnya program tetapi juga keterlibatan masyarakat dimana keikutsertaan masyarakat bisa dilihat dari tumbuhnya swadaya keberhasilan pembangunan.

“Berbicara mengenai penanganan masalah kekumuhan tidak hanya menjadi tanggung jawab Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah, namun menjadi tanggung jawab kita semua, terlebih pada perubahan sikap dan perilaku kita terhadap lingkungan tempat tinggal kita masing-masing. Banyak sarana dan prasarana yang sudah disediakan oleh pemerintah melalui program-program kemasyarakatan, dengan demikian kita sebagai masyarakat harus bisa memelihara dan menjaga aset yang sudah disediakan”, tandas Dapawole.

Dapawole mengharapkan peran Lurah, Kepala Desa, RT/RW, Kepala Dusun, kelompok pengelola dan pemelihara, serta tokoh masyarakat agar dapat menjaga aset-aset yang sudah disediakan, karena aset dalam kegiatan ini merupakan milik masyarakat yang dapat dikelola melalui kelompok pengelola.

Dapawole lanjut mengatakan pada hari ini, ditempat yang sudah menjadi ikon budaya Sumba Barat yakni Kampung Adat Praiijing yang juga merupakan salah satu lokasi penerima Bantuan Pemerintah melalui Program Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perkotaan sampai pada Program KOTAKU, kita sudah sama-sama melihat suatu perubahan kondisi Kampung Adat menjadi salah satu lokasi destinasi yang sudah cukup terkenal di seluruh Nusantara, bahkan menjadi juara 2 Desa Wisata Tingkat Nasional.

Pada kesempatan itu, Bupati Dapawole mengucapkan terima kasih kepada Kepala Desa Tebara yang merupakan sosok muda berbakat menurut Dapawole. “Hal lain yang paling membanggakan adalah bahwa Desa Tebara menjadi contoh Desa Wisata bagi Kabupaten Sumba Barat”, ujar Bupati Dapawole.

Dapawole berharap dengan semakin tertatanya Kampung Adat Praiijing, dapat menjadi contoh bagi kampung-kampung adat yang ada di Kabupaten Sumba Barat. Sebagai salah satu contoh, Desa Tebara menjadi Pilot Project Desa berbasis Digital oleh Stimikom Stellamaris Sumba, sehingga memberikan peluang bagaimana mengelola desa yang transparansi dan akuntabel.

Selain itu, kata Dapawole, Desa Tebara juga sebagai desa binaan Bank NTT Cabang Waikabubak dalam peningkatan ekonomi masyarakat bagi usaha kecil. Ini juga merupakan kebanggaan tersendiri karena pembangunan Infrastruktur dapat berjalan sekaligus dengan pengembangan sumber daya manusia dan peningkatan ekonomi masyarakat.

Dapawole tegaskan banyak aset yang sudah dibangun baik dari dana DAK maupun DAU. “Saya berharap agar aset-aset yang dibangun ini tidak hanya menjadi monumen cipta karya tapi betul-betul dapat dirawat dan dijaga dengan baik oleh masyarakat terutama masyarakat dilingkungan setempat”, harap Dapawole.

Selanjutnya Bupati Dapawole dan seluruh undangan yang hadir menyaksikan Simulasi Alat Pemadam Api Kecil yang merupakan bantuan untuk Desa Tebara yaitu sebanyak 23 unit untuk pencegahan awal bencana kebakaran.

Turut hadir Sekretaris Daerah, Ketua Koordinator Program KOTAKU Nona Palang, Pimpinan Perangkat Daerah, Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman, Camat Kota Waikabubak, Kepala Desa Tebara, Lurah Wailiang, Lurah Maliti dan masyarakat Kampung Praiijing.
(moi)

Siaran Pers Humas dan Protokol pada Sekretariat Daerah Kabupaten Sumba Barat.

Bagikan Informasi Ini