Day: June 19, 2020

Bupati Dapawole Hadiri Sosialisasi Peraturan KPU RI tentang Pilkada

Waikabubak_ Bupati Sumba Barat Drs. Agustinus Niga Dapawole menghadiri kegiatan Sosialisasi Peraturan Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2020 tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 15 Tahun 2019 tentang Tahapan, Program dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tahun 2020.

Sosialisasi yang dibuka dengan resmi oleh Ketua KPU Kabupaten Sumba Barat Sophia Marlinda Djami, S. Hut bertempat di Aula Kantor KPU Kabupaten Sumba Barat. Jumat, (19/06).

Dalam sambutannya, Ketua KPU mengatakan bahwa Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati di Kabupaten Sumba Barat akan berjalan sesuai tahapan yang telah direncanakan sebelumnya.

“Dan tidak ada pemangkasan terhadap tahapan-tahapan yang akan dilaksanakan, tinggal menjalankan yang tertunda”, ujar Sophia.

Sophia juga menyampaikan bahwa ada beberapa perubahan terkait anggaran, yaitu terkait dengan persiapan pelaksanaan Pilkada dengan tetap mengikuti aturan Protokol Kesehatan Covid-19.

“Demokrasi tetap berjalan dan masyarakat tetap aman dari Covid-19 dengan mentaati Protokol Kesehatan Covid-19”, tandas Ketua KPU.

“Kami juga akan menyelenggarakan live streaming sosialisasi dari KPU agar dapat disaksikan dan diikuti oleh masyarakat”, lanjutnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi oleh anggota KPU dan diskusi.

Bupati Dapawole dalam kesempatan itu mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Sumba Barat pada dasarnya akan mendukung penuh terhadap pelaksanaan Pilkada di Kabupaten Sumba Barat.

Dapawole memberikan masukan agar KPU juga dapat mengundang Camat, Lurah dan Kepala Desa dalam sosialisasi-sosialisasi selanjutnya.

“Diharapkan kerjasama antara Pemerintah dan KPU dalam mensinkronisasikan data wajib pilih dilakukan dengan teliti agar setiap penduduk yang merupakan wajib pilih dapat terdata sehingga dikemudian hari tidak dikatakan bahwa kegiatan ini dianggap ada kepentingan politik”, ujar Dapawole.

Hadir pada kesempatan itu Anggota KPU Kabupaten Sumba Barat, Kepala Kejaksaan Negeri, Wakil Ketua Pengadilan Negeri, Pejabat mewakili Kapolres Sumba Barat, Pejabat mewakili Dandim 1613-01 Sumba Barat, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat pada Sekretariat Daerah Kabupaten Sumba Barat, Ketua Partai Politik se Kabupaten Sumba Barat.
(moi)

Siaran Pers Humas dan Protokol pada Sekretariat Daerah Kabupaten Sumba Barat.

Bagikan Informasi Ini

Sepi Tamu Akibat Covid 19, Pemilik Musa Homestay Beralih Potong Padi

Patiyala Bawa, 19 Juni 2020. Dampak Covid 19 terhadap pariwisata tak dapat dipungkiri sangatlah besar. Menurut Kepala Biro Komunikasi Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Agustini Rahayu, seperti dilansir dari Detikcom tanggal 20 April lalu, menurunnya anka kunjungan wisata akibat pandemi Covid 19 telah mengakibatkan hilangnya separuh dari devisa pariwisata Indonesia pada tahun ini. Tentunya hal ini berarti bahwa penyumbang devisa subsektor ini, yakni industri pariwisata mengalami penurunan pendapatan secara drastis dengan sebagian terpaksa menghentikan operasinya sama sekali sehingga sudah jelas kehilangan pendapatan.

Walaupun belum terhitung berapa besar kerugiannya, subsektor pariwisata Sumba Barat, baik usaha akomodasi, perjalanan wisata maupun obyek-obyek wisata, sama seperti pada daerah-daerah lain di Indonesia, sangat terpukul akibat pandemi ini. Salah satu usaha wisata akomodasi yang merasakan sengat Covid 19 adalah Musa Homestay.

Musa Homestay berlokasi di pinggir Pantai Kerewei, Desa Patiyala Bawa, Kecamatan Lamboya, Sumba Barat, sekitar 37 km atau 1 jam perjalanan dari Kota Waikabubak dan  70 km dari Bandara Tambolaka.  Penginapan sederhana yang sudah mendunia ini dimiliki oleh seorang putra daerah bernama Mussa Mati Pati. Terdapat 7 kamar yang dapat detempati 2 orang dengan harga kamar Rp 300,000 sampai Rp 400,000 semalam dengan tiga kali makan. Empat kamar memiliki kamar mandi dalam.

Terdapat sebuah pendopo untuk tamu dan pengunjung pantai yang ingin minum dan makan mie instant sambil menikmati udara segar dari pohon kelapa yang menghiasi pinggiran pantai Kerewei yang sangat indah dan bersih.

I Stayed at Musa Homestay for couple nights!
Everything was without any problem. Musa and his family is very friendly and helpful.
We didnt need to ask anything, everything was privided to us and we didnt even had to think about it. Would definitely come back again to meet this nice people and place!!
Greg & Lukas TripAdvisor


Banyak aktivitas yang dapat dilakukan di tempat ini seperti berdua dan hiking sepanjang pantai pasir putihnya yang sangat panjang, sunbathing, berenang dan berbagai aktivitas air lainnya. Pada sore hari, penduduk setempat mencari ikan menjelang Sun Set yang sangat indah. Di pantai ini pula persiapan Pasola dilaksanakan, mulai dari ritual adat, Pajura, sebuah olahraga tinju tradisional, serta pertandingan pemasan peserta Pasola sebelum peserta menuju, Hoba Kala, tempat pentas puncak Festival Pasola, yang diselenggarala setiap tahun pada bulan Januari, Februari dan Maret di Kabupaten Sumba Barat.  Beberapa menit dari akomodasi ini juga teradapat Pantai Watu Bela dan Marosi yang juga sangat memukau, Di samping itu, kurang dari satu km meter dari tempat ini, terdapat pula Kampung Adat Waru Wora, yang masih sangat orisinil.

Masih banyak aktivitas lain yang dapat dilakukan pengunjung yang menginap di tempat ini yang membuatnya cukup popular di mata wisatawan domestik maupun  asing. Oleh karena itu, masa-masa sebelum Covid 19 merupakan masa-masa yang indah penuh impian bagi sang pemilik homestay ini untuk mengembangkan usahanya.  Saat kunjungan kami, Musa, tidak berada di tempat, kerena sedang Potong Padi di sawah milik keluarga besar. Istrinya mengatakan hal itu terpaksa dilakukan karena tidak ada pendapatan lain bagi keluarga selain dari wisatawan yang berkunjung ke tempatnya.  Padahal, sebelum Covid 19, keluarga telah merencanakan untuk memperbaiki dan mengembangkan fasilitas penginapan yang dimiliki. “Kami berencana mendapatkan alang baru untuk rumah-rumah yang ada saat ini, namun rencana itu terpaksa kami batalkan karena situasi sekarang ini. Tidak ada lagi pemasukan, karena tidak ada tamu. Suami saya terpaksa mengikuti ajakan kuluarganya untuk memotong padi agar kami punya makan. Lumayan, , satu tengah bulan ini, kami mendapat tiga karung padi”, ujar istrinya.  Namu demikian sang istri berkata mereka memiliki iman bahwa Tuhan pasti akan buka jalan dan Covid 19 akan segera berakhir sehingga usaha mereka dapat kembali berjalan seperti dulu bahkan jauh lebih baik. “Kami juga mohon perhatian pemerintah agar beberapa ruas jalan menuju lokasi wisata ini dapat diperbaiki”, tambah sang istri pada saat kami hendak meninggalkan lokasi. RED.DKIPS.

Bagi pembaca berencana mengunjungi tempat ini dapat menghubungi Musa di nomor di bawah ini

 

Bagikan Informasi Ini