Day: July 2, 2020

Bupati Dapawole Sambut Kunjungan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

Waingapu_ Bupati Sumba Barat Drs.Agustinus Niga Dapawole didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan dan Perlindungan Anak Kabupaten Sumba Barat Drs. Jimmy O. Dima, Kepala Kesbangpol Kabupaten Sumba Barat Drs. Sape Pua Manung dan Kabag Humas Protokol Setda Kabupaten Sumba Barat Ridho DJ. Samani, SKM, MSc menghadiri Kunjungan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia ibu I GUSTI AYU BINTANG DARMAWATI PUSPAYOGA di Aula Rapat Kantor Bupati Sumba Timur. Kamis, (2/07)

Kehadiran Menteri PPPA di Waingapu dalam rangka Penandatanganan Kesepahaman dan Deklarasi Gerakan bersama Pelindungan Perempuan dan Anak di Pulau Sumba oleh Bupati Sedaratan Sumba.

Kegiatan yang dihadiri oleh Bupati Sedaratan Sumba tersebut merupakan salah satu bentuk Kepedulian Pemerintah Pusat melalui Kementerian PPPA dalam menyikapi situasi akhir akhir ini yang terjadi di wilayah NTT khususnya di Pulau Sumba terkait kekerasan terhadap Perempuan dan anak.

Seperti diketahui bahwa akhir-akhir ini di Pulau Sumba diberitakan telah terjadi “Kawin Tangkap” yang mana tradisi ini sebenarnya merupakan tradisi Orang Sumba yang bila dimaknai secara mendalam sebenarnya telah menjadi kesepakatan kedua belah pihak keluarga yang anaknya akan dikawinkan. Jadi kawin tangkap bukanlah asal-asalan dilakukan karena akan berdampak dalam kehidupan sosial budaya dan kemasyarakatan sehari hari..

Wakil Gubernur NTT, Drs.Yosef Nai Soi, MM dalam sambutannya mengatakan bahwa pertemuan hari ini merupakan salah satu upaya utk mendudukkan kembali harkat dan martabat perempuan Sumba dalam kehidupan budaya Sumba.

“Nilai-nilai budaya yang ada dan diturunkan oleh nenek moyang tidak bisa dihapus, akan tetapi pengaplikasian dalam kehidupan itu yang harus disesuaikan dengan kondisi dan perkembangan jaman”, ujar Yosef.

Wakil Gubernur berharap pertemuan hari ini dapat menghasilkan kesepahaman bersama untuk dapat dilaksanakan dalam kehidupan sehari hari tentang pelaksanaan nilai nilai budaya, kedudukan,hak dan martabat perempuan dan anak di Pulau Sumba..

Menteri PPPA dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih atas penerimaan kedatangannya di pulau Sumba.
Terima kasih jg atas kehadiran seluruh Bupati se Sumba.

“Harkat dan martabat Perempuan dan anak di pulau Sumba Wajib dikembalikan pada posisi yang sebenarnya”, ucapnya.

“Budaya Sumba merupakan budaya turun temurun yang oleh nenek moyang orang sumba sangat dijunjung tinggi, hanya dalam praktek saat ini budaya tersebut telah mengalami perubahan/deviasi yang negatif.
Contoh yang sangat nyata adalah Kasus “Kawin Tangkap” dipulau Sumba yg menurut beliau bahwa praktek ini merupakan suatu pelanggaran atas Hak2 Perempuan dan Anak apalagi perlakuan yang menimla anak dibawah umur”, lanjutnya.

Menteri PPPA memberikan apresiasi terhadap seluruh penggiat dan pemerhati hak-hak Perempuan dan anak di pulau sumba semoga dengan upaya yang dilakukan hari ini dapat memberikan perubahan terhadap perlindungan hak perempuan dan anak serta mendapatkan Solusi yang tepat dalam mengentaskan masalah budaya “Kawin Tangkap” dipulau Sumba.

Menteri juga mengharapkan dukungan dari para Bupati Sesumba dalam mendukung upaya meningkatkan derajad dan martabat peremouan dan anak di Pulau Sumba..

Bupati Sumba Barat saat memberikan tanggapan saat berdiskusi mengatakan bahwa pada Prinsipnya Pemerintah tidak menyetujui adanya kawin tangkap karena bukan merupakan Budaya Sumba oleh karena itu beliau mengusulkan agar kedepannya untk dibuatkan Regulasi yang menolak praktik pelaksanaan kawin tangkap di Sumba Barat dan Pulau Sumba pada umumnya.
(RDjS)

Siaran Pers Humas dan Protokol pada Sekretariat Daerah Kabupaten Sumba Barat.

Bagikan Informasi Ini