Day: <span>October 14, 2020</span>

Musrenbang Desa Kodaka

Waikabubak, Kepala Desa Kodaka membuka Kegiatan Musrenbang Desa di aula kantor Desa Kodaka, tanggal 13 Oktober 2020. Kepala Desa Kodaka Marthen Tarawatu Djaga didampingi oleh Ketua Badan Permusyarawatan Desa (BPD) dan Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Desa Kodaka, memimpin Kegiatan Musrenbang Desa yang dihadiri oleh, kepala dusun, Kaur/ Kasie, Ketua RT/RW, kepala sekolah SD, Ketua TP-PKK Desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, bidan dan pendamping desa.

Dalam Sambutannya Kepala Desa menekankan agar peserta dapat betul-betul melihat prioritas program yang diusulkan desa ke kecamatan dalam enam bidang utama oleh 6 orang delegasi nantinya. Kegiatan Musrenbang Desa ini juga sekaligus dipadukankan dengan Penetapan RKP-Des.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Camat Kota Waikabubak, Yopie Malingara, S.STp. dalam sambutannya, Camat Kota Waikabubak menyampaikan bahwa Musrenbangdes menjadi wadah bagi masyarakat untuk berdiskusi dan mengusulkan kegiatan sesuai kebutuhan (bukan keinginan) agar desa semakin maju. “Di bidang infrastruktur, Air dan Listrik adalah kebutuhan yang sangat penting”, beberapa pesan penting lainnya, camat berharap semua aparat dan masyarakat berpolitik secara sehat, dan berpartisipasi mensukseskan kegiatan Pilkada di Sumba Barat. Beliau juga menyinggung dampak corona-19 di bidang ekonomi, pendidikan dan sosial budaya.

Bagikan Informasi Ini

Perkembangan Terakhir Covid-19 di Kabupaten Sumba Barat

Waikabubak – Bertempat di Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Barat, tanggal 14 Oktober 2020, tim dari Dinas Komunikasi dan Informatika, Persandian dan Statistik (DKIPS) Kabupaten Sumba Barat mewawancarai secara langsung dengan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Barat, dr. Bonar B. Sinaga, M.Kes yang juga adalah Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Sumba Barat.

Mengenai jumlah terkonfirmasi positif Covid-19 sampai hari ini tanggal 14 Oktober 2020, terdapat 3 (tiga) orang yang sebelumnya terkonfirmasi positif adalah 29 orang, dan yang sudah dinyakan sembuh adalah 26 orang. Dari 3 orang positif tersebut dilakukan karantina terpusat dan terus dipantau oleh tenaga kesehatan secara berkala, sedangkan kondisi fisiknya dalam keadaan baik, hanya gejala ringan dan bisa diatasi oleh tenaga kesehatan. Menurut  dr. Bonar Sirait, bahwa beliau yakin dan mohon do’a dari warga agar 3 orang terkonfirmasi positif Covid-19 ini bisa segera sembuh.

Dr. Bonar melanjutkan bahwa Pemerintah terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan seperti menjaga jarak, memakai masker, sering mencuci tangan dengan sabun, menjauhi tempat keramaian dan tidak perlu keluar rumah bila tidak benar-benar perlu. Selain itu juga diharapkan agar masyarakat selalu melakukan olah raga, makan dengan gizi yang baik dan seimbang untuk menjaga daya tahan tubuh. Karena menurut penelitian bahwa tidak ada kasus kematian tunggal akibat dari serangan virus covid-19, kematian virus Covid-19 biasanya diikuti oleh penyakit-penyakit penyerta atau comorbid, seperti jantung, hipertensi, stroke, ginjal dan lain-lain. Maka apabila kita dalam kondisi sehat maka dijamin bahwa Covid-19 tidak akan bisa menginfeksi. Walaupun begitu masyarakat tetap diharapkan agar tetap menjalankan protocol covid-19.

Dalam revisi kelima tentang penanganan Covid-19, Kesehatan yang dikeluarkan Kementrian Kesehatan RI dengan  merujuk pada kebijakan WHO, apabila ditemukan orang tanpa gejala (OTG) dengan konfirmasi positif ada 3 kategori, yaitu kategori ringan, kategori sedang dan kategori berat. Yang ditemukan di Kabupaten Sumba Barat adalah yang masuk kategori ringan, maka dilakukan isolasi dan dilihat perkembangannya sampai 14 hari, dan apabila sampai 14 hari tidak ada tanda-tanda klinis yang mengarah pada kategori sedang dan berat, dan dinyatakan baik secara klinis berarti orang tersebut dinyatakan aman dan untuk menularkan atau transmisi virus kepada orang lain adalah kecil kemungkinannya. Untuk itu, dr. Bonar Sirait mengatakan kita tidak perlu memberi stigma yang negatif terhadap orang yang sudah sembuh dari Covid-19. Sedangkan OTG dengan gejala sedang atau berat, maka orang tersebut harus di isolasi di Rumah Sakit. Dan yang paling mungkin untuk mendapatkan gejala Covid-19 dengan kategori sedang hingga berat adalah orang dengan comorbid, atau dengan penyaklit-penyakit bawaan seperti disebut diatas tadi yaitu jantung, hipertensi, ginjal, stroke dan lain-lain.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Sumba Barat yang juga adalah Kepala Dinas Kesehatan, yang dikatakan oleh Pjs. Bupati Sumba Barat sebagai Kepala Dinas paling enerjik ini mengucapkan terima kasih kepada tokoh-tokoh masyarakat, tokoh-tokoh agama, relawan dan masyarakat yang selama ini sudah banyak membantu Pemerintah dalam mensosialisasikan tentang Covid-19 ini dan bantuan-bantuan lainnya demi kelancaran dalam hal meminalisir penyebaran Covid-19 di Kabupaten Sumba Barat.

=== red.dkips_sb ==

Bagikan Informasi Ini