BUPATI AJAK SELURUH PIHAK DI SUMBA BARAT PEDULI PENDIDIKAN

Pendidikan adalah pondasi dalam membangun hidup dan kehidupan manusia, karena itu saya mengajak semua pihak agar ikut peduli masalah pendidikan di Sumba Barat. Marilah kita bekerja dengan hati, menjaga kebersamaan, kekompakan, dengan demikian tujuan kita pasti tercapai”, pesan Dapawole.

Bupati Dapawole menyoroti masih rendahnya mutu pendidikan di Kabupaten Sumba Barat “yang tentu sebagai Bupati saya menyadari, hal ini disebabkann oleh banyak faktor seperti masih terbatasnya sarana prasarana pendidikan, kwalitas guru juga masih rendah serta managemen pendidikan oleh institusi yang bertanggungjawab secara terkait juga masih belum fokus dan belum optimal”, kata Dapawole.

Secara spesifik Dapawole menggunakan Ayat Alkitab pertama Korintus pasal 1 ayat 10 yang berbunyi: “Tetapi Aku Menasihatkan Kamu Saudara-Saudara, Demi Nama Tuhan Kita Yesus Kristus supaya kamu seiya sekata dan jangan ada perpecahan diantara kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu erat bersatu dan sehati sepikir”.
Untuk itu Bupati Dapawole meminta kesediaan salah satu peserta Rakord untuk membacakan nats Alkitab tersebut bagi peserta lainnya.Bupati Dapawole menjelaskan bahwa semua agama pasti mengajarkan hal yang sama hanya beda bunyi dan bahasanya.

Hal ini disampaikan oleh Bupati Dapawole untuk menggugah para guru dan semua pihak terutama peserta Rapat Koordinasi Daerah Bidang Pendidikan agar semua bersatu padu dalam merumuskan berbagai kebijakan dan khususnya penyusunan Peraturan Bupati Sumba Barat tentang Pendidikan.

Ajakan ini disampaikan Dapawole ketika membuka secara resmi Rapat Koordinasi Daerah Bidang Pendidikan Kabupaten Sumba Barat Dalam rangka konsultasi publik Peraturan Bupati Sumba Barat tentang Literasi,Numerasi dan Inklusi bertempat di Aula SMA Kr.Waikabubak, Jumat, 2 Nopember 2018.

Sementara itu Provinsial Manager Inovasi/Area Manager Sumba, Hironimus memaparkan kepada peserta Rakord bahwa program Inovasi cukup berhasil di daratan Sumba, salah satu indikatornya terjadinya perubahan sikap para guru melalui penerapan Guru Senior Mengajar Pada Kelas Rendah (Kelas 1 s/d kelas 3) pada Sekolah Dasar. “Diikuti peningkatan kemampuan baca tulis serta daya serap siswa – siswa pada sekolah-sekolah yang menjadi mitra Inovasi dan juga keberpihakan Pemerintah Kabupaten se daratan Sumba mengalokasikan anggaran pendidikan dalam APBD sebesar 20 prosen”, puji Hironimus.

Lebih jauh Hironimus menuturkan bahwa dana Pendidikan memang sudah menjadi amanat Undang-Undang yang mewajibkan Pemerintah dan Pemerintah Daerah menganggarkan 20 prosen dalam APBN dan APBD, namun dengan hadirnya Program Inovasi, maka terjadilah sharing anggaran antara Pemda mitra Inovasi dengan Inovasi kata Hironimus. “Dengan sharing anggaran maka program pendidikan lebih fokus dan terarah sehinggah out put jelas”, kata Hironimus.

Rapat Koordinasi Daerah Bidang Pendidikan Kabupaten Sumba Barat tahun 2018 dibuka secara resmi oleh Bupati Sumba Barat Drs.Agustinus Niga Dapawole dan dihadiri Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Sumba Barat Lukas Lebu Gallu, SH dan T. Lero Sairo, SH, Bunda PAUD Sumba Barat Ny. Dra. M. H. W. Monteiro-Dapawole, Provinsial Manager Inovasi Hironimus, Kadis Pendidikan Kabupaten Sumba Barat, Sekretaris Bappeda Kabupaten Sumba Barat.

 

Hadir sebagai peserta para Pengawas, Kepala SD dan SMP se Kabupaten Sumba Barat.
Kepala Bidang Pembangunan Manusia pada Bappeda Kabupaten Sumba Barat Raymond L.K.Dena,S.STP selaku penanggung jawab teknis Rakor, kepada Humas Sumba Barat mengatakan bahwa Rakor berlangsung selama 1 hari. Raymond berharap Rapat Koordinasi ini akan mendapatkan input yang signifikan menjadi referensi penyusunan Peraturan Bupati Sumba Barat tentang Pendidikan dalam kemitraan dengan NGO Inovasi.
(AP)

Siaran Pers Bagian Humas & Protokol pada Sekretariat Daerah Kabupaten Sumba Barat

Bagikan Informasi Ini

0 Comments

There are no comments yet

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *