BUPATI SUMBA BARAT BUKA DENGAN RESMI SEMINAR HASIL PENELITIAN ANALISIS SITUASI PNEUMONIA PADA ANAK DI KABUPATEN SUMBA BARAT

_Waikabubak – Humas SB_

Pembangunan kesehatan nasional diarahkan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar peningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi – tingginya dapat terwujud. Pembangunan kesehatan periode tahun 2016-2019 adalah Program Indonesia Sehat dengan sasaran meningkatkan derajat kesehatan dan status gizi perlindungan finansial dan pemerataan pelayanan kesehatan.

Program Indonesia Sehat dilaksanakan dengan 3 pilar utama yaitu paradigma sehat, penguatan pelayanan kesehatan dan jaminan kesehatan nasional :
1) Pilar paradigma sehat dilakukan dengan strategis pengarusutamaan kesehatan dalam pembangunan, penguatan promotif, preventif dan pemberdayaan masyarakat
2) Penguatan pelayanan kesehatan dilakukan dengan strategi peningkatan akses pelayanan kesehatan, optimalisasi sistem rujukan dan peningkatan mutu pelayanan kesehatan, menggunakan pendekatan continuum of care dan intervensi berbasis resiko kesehatan
3) Jaminan kesehatan nasional dilakukan dengan strategi perluasan sasaran dan benefit serta kendali mutu dan kendali biaya.

Bupati Sumba Barat Drs. Agustinus Niga Dapawole dalam sambutannya saat membuka kegiatan Seminar Hasil Penelitian Analisis Situasi Pneumonia pada Anak di Kabupaten Sumba Barat yang dilaksanakan di Aula Kantor Bupati, Rabu, 28 November 2018 mengatakan merujuk dari 3 pilar utama tersebut, harapan Pemda Kabupaten Sumba Barat dan kita semua sesungguhnya penanganan masalah kesehatan khususnya penyakit Pneumonia agar dapat menyentuh langsung persoalan – persoalan mendasar.
“Memang harus diakui bahwa perhatian pemerintah pun baru sebatas mengobati. Belum kepada upaya – upaya pencegahan jangka panjang untuk mengurangi penderita penyakit tersebut”, lanjut Dapawole.

Bupati Dapawole mengapresiasi langkah strategis Yayasan Sayangi Tunas Cilik, yang membangun kerjasama dengan dengan Pusat Penelitian Fakultas Keperawatan Universitas Padjajaran, Bandung, berkolabirasi dengan Politeknik Kesehatan (Poltekes) Kupang, Nusa Tenggara Timur, berupaya melakukan pemetaan dan analisis situasi terkini pneumonia pada anak secara nasional dan dengan mengambil contoh kondisi dan penanganannya di tingkat Kabupaten Sumba Barat.

Menurutnya, penelitian ini dilakukan sebagai acuan Yayasan Sayangi Tunas Cilik (YSTC) Indonesia dalam mengimplementasikan kerjanya di Kabupaten Sumba Barat guna membantu upaya pemerintah dalam melakukan perbaikan kesehatan anak di Indonesia dari keterpaparan infeksi pneumonia. “Penelitian itu sendiri mencoba melihat dan menganalisa kebijakan yang sudah ada terkait pneumonia pada anak maupun hal yang berkaitan dengan itu, baik di aras nasional maupun di kabupaten, sehingga bisa dipakai sebagai landasan untuk mengisi celah kebijakan maupun strategi guna perbaikan penanganan pneumonia pada anak di Indonesia”, kata Bupati.

“Penyakit pneumonia merupakan salah satu penyakit yang paling menyita perhatian praktisi kesehatan. Pneumonia dapat dialami oleh manusia pada usia berapapun, namun lebih sering terjadi pada anak-anak. Ini ajang diskusi, tukar pikiran, saling mengisi sehingga diharapkan partisipasi aktif semua peserta. Informasi yang didapat akan menjadi dasar implementasi kebijakan penurunan angka kematian anak”, jelas Dapawole yang juga selaku nara sumber pada kesempatan itu.

Raymond L. K. Dena, S.STP Kepala Bidang Pemberdayaan Manusia dan Masyarakat pada Bappeda Kabupaten Sumba Barat sekaligus sebagai ketua panitia penyelenggara menyampaikan bahwa riset ini dilakukan menindaklanjuti Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas, Kemenkes) tahun 2007 yang menunjukkan bahwa pneumonia menyumbang sebesar 31,4% dari penyebab kematian bayi di Indonesia. “Insidens pneumonia di Indonesia pada tahun 2013 sebesar 1,8% sedangkan prevalensinya 4,5% (Riskesdas 2013). Penyakit ini menduduki peringkat kedua terbesar penyebab kematian pada anak berusia dibawah lima tahun (balita)”, lanjut Raymond.

Mengakhiri sambutannya Bupati Dapawole berkata “Saya juga mendorong semua yang hadir pada saat ini untuk bersama-sama pemerintah menggalakan gerakan penyadaran terhadap penyakit pneumonia”.
“Mari kita kampanyekan hal ini supaya masyarakat umum sadar akan bahaya penyakit tersebut karena kebanyakan masyarakat tidak paham dan tidak tahu”, ajak Dapawole.

Hadir pada kesempatan itu Senior Health Policy and Research Advisor Save the Children United Kingdom London Mrs. Kirsten Mathieson, Ketua Tim Peneliti UNPAD Restuning Widiasih, PhD, Tim Peneliti UNPAD Habsyah S. Agustina, M. Kep, Tim YCTC dari Jakarta Patricia, dr. Evie Douren, Nanik Rahayu, para Pimpinan Perangkat Daerah Kabupaten Sumba Barat, para Camat beserta Kepala Desa, para Kepala Puskesmas beserta Dokter, anggota TPP PKK dan peserta seminar lainnya.
(Moi)

Siaran Pers Bagian Humas dan Protokol pada Sekretariat Daerah Kabupaten Sumba Barat.

Bagikan Informasi Ini

0 Comments

There are no comments yet

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *