MASYARAKAT SUMBA BARAT DUKUNG PROGRAM PRODUKSI DAUN KELOR/MARUNGGA

_Laboya Barat – Humas SB_

Bupati Sumba Barat Drs. Agustinus Niga Dapawole di dampingi Ketua DPRD dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sumba Barat menjemput Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Bungtilu Laiskodat di dampingi Waka Polda Nusa Tenggara Timur Joni Asadoma serta rombongan lainnya di Bandara Tambolaka yang selanjutnya melakukan perjalanan menuju Desa Weetana Kecamatan Laboya Barat Kabupaten Sumba Barat dengan melintasi jalur jalan Provinsi sepanjang Kecamatan Kodi Sumba Barat Daya.

Kunjungan Gubernur NTT dalam rangka Penanaman Daun Kelor/Marungga di wilayah Desa Weetana, Kecamatan Laboya Barat Kabupaten Sumba Barat tepatnya di Lokasi Perkebunan PT. Timor Mitra Niaga. Jumat, 11 Januari 2019.

Gubernur NTT dan rombonganditerima secara adat oleh Bupati Sumba Barat ditandai dengan penyelempangan kain motif Sumba Barat tepatnya di Jembatan Kali Pola Pare Sumba Barat.

Bupati Dapawole mengucapkan selamat datang di Kabupaten Sumba Barat kepada Gubernur NTT dan rombongan sekaligus menjelaskan bahwa Jembatan Kali Pola Pare merupakan titik tapal batas yang sebenarnya antara Kabupaten Sumba Barat dan Kabupaten Sumba Barat Daya.

Pada kesempatan itu juga Dapawole menyampaikan permohonan kepada Gubernur NTT agar jalan – jalan Provinsi di Kabupaten Sumba Barat khususnya mendapat perhatian dari Pemerintah Provinsi, dikarenakan Kabupaten Sumba Barat merupakan daerah potensi Pariwisata yang sering dikunjungi tamu – tamu domestik dan wisatawan manca negara.

Seusai melakukan penanaman Kelor Gubernur NTT beserta seluruh rombongan dari Provinsi dan Kabupaten melakukan tatap muka bersama masyarakat Desa Weetana di halaman kantor PT. Timor Mitra Niaga yang sebelumnya rombongan disambut dengan tari – tarian dan penyelempangan kain oleh Direktur PT. Timor Mitra Niaga Hengki Lianto.

Direktur PT. Timor Mitra Niaga dalam acara tatap muka bersama mengucapkan terima kasih kepada Gubernur NTT yg telah berkunjung ke kebun kami. “Kami sangat bangga dengan Gubernur yg baru 3 bulan menjabat tetapi sudah berkunjung ke Kabupaten – Kabupaten bahkan sampai ke desa – desa di NTT, apalagi 5 tahun kedepan, saya yakin pertanian dan perkebunan di NTT akan mengalami kemajuan pesat”, puji Hengki.

Hengki juga mengatakan bahwa 17.000 pohon kelor yg akan ditanam di desa Weetana. “Daun Kelor/marungga ini sangat banyak manfaatnya, ada sekitar ribuan bahan makanan bahkan utk bahan kosmetik yang dapat kita buat dari daun kelor”, jelas Hengki.

“Saya mengajak teman – teman para pengusaha, mari kita buka investasi utk memdukung pemerintah Provinsi dan Kabupaten, jgn hanya buka toko/tempat usaha saja. Kalau dengan berinvestasi kita juga membagi berkat dengan sesama yaitu membuka lapangan kerja baru untuk masyarakat sekitar”, ajaknya.

Waka Polda NTT menambahkan baru 2 bulan saya menjabat sebagai Waka Polda, saya sudah mengunjungi beberapa Kabupaten di NTT atas ajakan bapa Gubernur, ujarnya.

Joni juga menegaskan kepada Kapolres agar perintahkan Bhabinkantibmas melakukan pendekatan pesuasif kepada sesama warga agar bersama – sama menjaga situasi Kamtibmas di wilayah masing – masing.

Gubernur NTT dalam sambutannya mengatakan “saya sungguh berbangga hati bisa berada di tempat ini” sekaligus menghimbau kepada para pemangku jabatan di daerah ini harus mendukung pengusaha yang ingin berinvestasi baik itu resort/hotel, perkebunan, dan lain – lain.

“NTT akan memproduksi sabun, shampo, konditioner bahkan teh dari daun Kelor, itu rencana saya dan alat produksinya sedang dirancang,” kata Viktor. “Bahkan makanan untuk babi juga dari daun kelor,” tambahnya.

Selanjutnya Gubernur Viktor pada kesempatan yang sama menanggapi permintaan Bupati Sumba Barat terkait perhatian terhadap jalan – jalan Provinsi akan dan segera dibenahi sebelum berakhir masa kepemimpinannya, dan terkait tapal batas wilayah Kabupaten agar para Bupati segera berkoordinasi dengan pihak Kementerian Dalam Negeri sehingga permasalahan tersebut secepatnya diselesaikan.

“Saya mengharuskan pemda dan seluruh pihak terkait pada Kabupaten yang menyelenggarakan event Pasola agar seminggu sebelum pasola hrs menggunakan tenun ikat. Ini bentuk kita membangun desain Pariwisata NTT”, tegas Laiskodat.

Mengakhiri acara tatap muka bersama tersebut Bupati Dapawole menghimbau masyarakat Sumba Barat agar mendukung program Gubernur terkait produk dari daun Kelor. “Karena dukungan masyarakat adalah salah satu faktor penunjang kesuksesan Program Pemerintah”, tutup Dapawole.

Turut hadir Bupati Sumba Barat Daya, Bupati Sumba Tengah, Sekretaris Daerah Kabupaten Sumba Barat, para Pimpinan Perangkat Daerah Kabupaten Sumba Barat, Sumba Tengah dan Sumba Barat Daya, Kapolres Sumba Barat dan Anggota, Dandim 1613 Sumba Barat dan anggota, Pimpinan Bank NTT cabang Waikabubak, para pengusaha, dan masyarakat Desa Weetana.
(Moi)

Siaran Pers Bagian Humas dan Protokol pada Sekretariat Daerah Kabupaten Sumba Barat.

Bagikan Informasi Ini

0 Comments

There are no comments yet

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *