KUNJUNGAN PEMANTAUAN BERSAMA PROGRAM INOVASI DI KABUPATEN SUMBA BARAT

_Waikabubak – Humas SB_

Bupati Sumba Barat Drs. Agustinus Niga Dapawole menghadiri pertemuan dengan Kemendikbud, Kementrian Agama, DFAT, TASS dan INOVASI dalam rangka Kunjungan Pemantauan bersama Program Inovasi di Kabupaten Sumba Barat, yang bertempat di Ruang Rapat Kantor Bappeda Kabupaten Sumba Barat. Selasa, 19/02/2019.

Program Inovasi merupakan program yang tercipta dari hasil kerjasama antara Indonesia dan Australia di Bidang Pendidikan Dasar khususnya kelas awal (kelas 1, 2 dan 3), yang telah berjalan selama 2 tahun di Kabupaten Sumba Barat.

Adapun tujuan dari pertemuan tersebut adalah ingin melihat secara langsung perkembangan program Inovasi pada sekolah – sekolah di Kabupaten Sumba Barat.

Kepala Pusat Penelitian Kebijakan pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Dr. R. Muktiono Waspodo, M. Pd yang sekaligus sebagai Ketua Tim dalam pemaparan hasil pemantauan lapangan mengungkapkan kesannya saat mengunjungi sekolah di Desa Lokory Kecamatan Tanarighu.
“Kesiapan anak murid dalam menerima pelajaran yang masih sangat rendah merupakan tantangan bagi guru”, ujar Muktiono.

“Hasil pemantauan kami bahwa kemampuan guru baik dalam hal mengajar dan menata ruang kelas sudah mengalami perubahan yg nampak meningkat. Karena suasana ruang kelas juga dapat mempengaruhi proses belajar mengajar di kelas”, lanjutnya.

“Saya mengharapkan kehadiran saya dan tim dapat membawa sebuah kebaikan untuk Kabupaten Sumba Barat di Bidang Pendidikan”, harap Muktiono

Muktiono juga mengucapkan terimakasih kepada Pemda Sumba Barat atas komitmennya bagi dunia pendidikan. “Semua ini tak lepas dari kebijakan Pimpinan Daerah”, ucapnya.

Sementata Fasilitator Daerah (guru) Istiana Bayo pada kesempatan itu membagi pengalamannya saat menerapkan program Inovasi di kelas.

“berkat dukungan dan pelatihan yg diberikan Inovasi saya mampu meningkatkan proses pembelajaran saya, serta membagikan ke teman guru tentang cara mengajar yang baik”, kata Istiana.
“Yang awalnya sekolah selalu sepi tetapi sekarang sudah banyak anak murid yang rajin ke sekolah karena perubahan cara mengajar kami. Dalam 2 Minggu kami sudah dapat menghasilkan 20 big book”, sambung Istiana.

Bupati Dapawole mengatakan bahwa program Inovasi di Kabupaten Sumba Barat ibarat sebuah pantun R. A. Kartini, “Habis gelap terbitlah terang”.

Dapawole mengucapkan selamat datang kepada Tim dari Kementrian dan DFAT Australia di Kabupaten Sumba Barat dan terimakasih atas segala perhatiannya terhadap pulau Sumba dan Kabupaten Sumba Barat pada khususnya di Bidang Pendidikan.

“Berbicara tentang pendidikan kita semua pasti sudah tahu bahwa betapa pentingnya pendidikan tersebut. Pendidikan, kemampuan, pengetahuan merupakan salah satu modal yang kita miliki untuk hidup di zaman yang serba sulit ini”, ujar Dapawole.

“Saya merasa bersyukur dengan kehadiran Inovasi di Kabupaten Sumba Barat. Walaupun masih “seumur jagung” tetapi program Inovasi sudah bisa membuat banyak perubahan di bidang pendidikan”, puji Dapawole.

“Sebagai bentuk dukungan Pemerintah Daerah terhadap dunia Pendidikan, telah dibentuk Peraturan Bupati tentang Literasi, Numerasi dan Inklusi”, ujar Dapawole.

Dapawole juga berharap agar kerjasama ini akan terus berjalan demi merubah Sumber Daya Manusia di Kabupaten Sumba Barat yang sadar akan pentingnya pendidikan.

Nampak dalam pertemuan tersebut para Pimpinan Perangkat Daerah terkait, Plt. Kepala Bappeda dan jajarannya.
(Moi)

Siaran Pers Bagian Humas dan Protokol pada Sekretariat Daerah Kabupaten Sumba Barat.

Bagikan Informasi Ini

0 Comments

There are no comments yet

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *