BUPATI DAPAWOLE BUKA MUSRENBANG TINGKAT KECAMATAN DI LAMBOYA

_Lamboya – Humas SB_

Musyawarah Perencanaan Pembangunan Tingkat Kecamatan hari ketiga dilaksanakan di Kecamatan Lamboya di buka dengan resmi oleh Bupati Sumba Barat Drs. Agustinus Niga Dapawole di Kantor Kecamatan Lamboya. Rabu, 20/02/2019.

Sebelumnya Camat Lamboya Thimotius T. Raga, S. Sos menyampaikan gambaran umum tentang Kecamatan Lamboya.

Thimotius juga menyampaikan masalah – masalah yg dihadapi diantaranya :
– Dalam Bidang Pendidikan yaitu masih kurangnya pengajar/guru dan gedung tempat belajar.
– Bidang Kesehatan : lokasi puskesmas yang sangat sempit dan perlu dikembangkan, belum adanya tenaga rawat medis dan petugas keamanan.
– Bidang trantibmas : masalah hutang piutang karena pesta adat, masalah tanah, serta perlu membuat menerbitkan sertifikat untuk Lapangan Hobakala.

Camat juga melaporkan bahwa terjadi bencana alam yaitu 5 rumah layak huni yang tumbang.
“Kami juga meminta kepada Pemkab untuk
– pembangunan gedung kantor dan kendaraan roda 2 untuk kepala seksi
– Pembangunan jembatan di desa Laboya Dete, penataan kembali Lapangan Hobakala agar ditambah tribun
– Dan perlu ada biaya untuk Tim Pengamanan Pasola nantinya”, tambah Timo.

“Untuk realisasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tahun 2018 dan Dana Desa tahun anggaran 2018 untuk Kecamatan Lamboya telah memcapai 100%”, lapor Camat Timo.

Bupati Dapawole sebelum memulai sambutannya melakukan absensi kehadiran terhadap para Kepala Desa dan para Kepala Sekolah Tingkat SD, SMP dan SMA.

“Musrenbang ini sangat penting karena membahas tentang prioritas kebutuhan masyarakat oleh karenanya semua undangan wajib hadir”, tegas Dapawole.

Dalam sambutannya Bupati Dapawole meminta agar Bappeda, Dinas PMD dan Kecamatan harus bekerja sama untuk memastikan bahwa rumusan usulan prioritas harus memenuhi hak – hak dasar masyarakat dan harus berbasis pemenuhan kesejahteraan masyarakat. “Bukan maunya Kepala Desa atau sekelompok orang”, tegasnya.

“Tahun ini adalah tahun politik, suhunya juga pasti akan semakin panas. Sehingga pesan saya kepada masyarakat untuk selalu waspada dan tidak terprovokasi oleh hoax, informasi/berita yang tidak jelas kebenarannya sehingga tidak ada fitnah, adu domba serta konflik”, pesan Bupati.

Dapawole juga menyampaikan bahwa atas perintah Gubernur NTT, mulai hari minggu tanggal 24 Februari sampai dengan hari Selasa, 26 Februari 2019 seluruh masyarakat Sumba Barat beraktifitas dengan berpakaian adat Sumba Barat. Bagi umat Kristen/Khatolik agar ke Gereja menggunakan pakaian adat.

 

“Dan pada hari Senin, 25 Februari sampai dengan Selasa, 26 Februari 2019 dinyatakan sebagai hari libur bagi seluruh Sekolah baik tingkat Paud, TK, SD, SMP maupun SLTA. Hal ini dilakukan sebagai bentuk penghargaan dan pelestarian terhadap budaya kita”, kata Dapawole.
(Moi)

Siaran Pers Bagian Humas dan Protokol pada Sekretariat Daerah Kabupaten Sumba Barat.

Bagikan Informasi Ini

0 Comments

There are no comments yet

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *