Gubernur NTT : Contohi Kabupaten Sumba Barat dengan Kemajuan Bumdesnya!

LABUANBAJO_ Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Bungtilu Laiskodat memberikan apresiasi kepada Kabupaten Sumba Barat untuk kemajuan Bumdesnya yang patut menjadi contoh bagi Kabupaten lainnya.

“Bumdes yang awalnya cuma tempat pembuangan sampah, tapi mampu ditatakelola kembali menjadi tempat wisata yang banyak dikunjungi wisatawan dan penghasilannya mampu meningkatkan ekonomi masyarakat di Desa”.

Demikian disampaikan Gubernur Laiskodat pada acara Rapat Kerja Gubernur NTT dengan para Bupati/Wali Kota se NTT beserta Pelaku Ekonomi Tahun 2019 bertempat di Ayana Komodo Resort, pantai Waecicu, Labuanbajo, Kabupaten Manggarai Barat.

“Saya mendorong para Bupati/Wali Kota untuk bekerja sama secara tersinergi antara Pemprov, Pemkab, Bank NTT, Pelaku ekonomi/koperasi di masing-masing wilayah. Kita harus bangkit, dan keluar dari label sebagai Provinsi termiskin,” tegasnya.

Caranya, menurut Gubernur VBL, dengan mengembangkan produk-produk ekonomi lokal dan memasarkannya di antara wilayah Kabupaten/Kota. Jadikanlah NTT sebagai pasar utama dari semua komoditas yang dihasilkan oleh rakyat NTT sendiri.
“Saya yakin NTT ini memiliki produk ekonomi local yang sangat potensial. Kembangkan itu, pasarkan antara Kabupaten, kita harus saling mendukung,” pintanya.

Dikatakannya, kebiasaan mendatangkan produk-produk dari luar harus ditinggalkan. Kita harus mengurangi ketergantungan terhadap produk-produk dari luar. Kita harus melakukan perlindungan terhadap semua komoditas ekonomi yang dimiliki, contohnya Kopi.

“Kopi yang kita miliki sangat luar biasa enak dan menjadi kopi terbaik dunia, tetapi hotel-hotel, restauran-restoran di NTT masih menggunakan kopi dari luar, ” katanya.
Menurut dia, ke depan penggunaan Kopi luar harus dibatasi bahkan ditiadakan.

“Selama saya menjadi Gubernur NTT, saya tidak boleh melihat itu lagi. Saya minta para Bupati/Wali Kota yang hadir untuk melakukan kontrol di Hotel-hotel dan juga restaurant. Jangan ragu-ragu bertindak,” katanya.

Kita harus bekerja luar biasa dan dengan cara-cara luar biasa juga. Kita punya bawang, cengkeh, ikan, fanili, mete, garam, rumput laut, jagung, padi dan sebagainya tetapi kita belum mengembangkannya dengan baik.

Dalam rapat kerja tersebut, dirinya mengajak para Bupati/Wali Kota untuk merumuskan langkah-langkah konkrit yang dilanjutkan dengan deklarasi Masyarakat Ekonomi NTT.

“Saya ajak, agar pada hari ini Kita rumuskan dan sepakati bersama mendeklarasikan Masyarakat Ekonomi NTT. Kita harus menjadi produsen sekaligus konsumen. Kalau surplus baru ekspor keluar. Utamakan dulu kebutuhan di dalam wilayah NTT sendiri,” katanya.

Ditambahkannya, ke depan tugas seorang Bupati/Wali Kota mungkin semakin berat. Seorang Bupati/Wali Kota harus turun langsung ke desa-desa untuk melihat pergerakan Ekonomi di desa, pastikan roda perekonomian berjalan.

“Bupati/Wali Kota harus lihat pergerakan ekonomi di desa-desa, lihat koperasi-koperasi termasuk Badan Usaha Milik Desa (Bumdes), ketemu langsung masyarakat setiap saat, pantau dan kontrol. Sedangkan untuk urusan administrasi perkantoran diserahkan kepada Wakil Bupati/Wakil Wali Kota,” katanya.

Sementara Bupati Sumba Barat Drs. Agustinus Niga Dapawole memaparkan beberapa produk unggulan di Kabupaten Sumba Barat yang dapat diolah dan dikembangkan serta mendukung terwujudnya masyarakat ekonomi di Kabupaten Sumba Barat khususnya dan NTT pada umumnya.

Bupati Dapawole didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat pada Setda, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kepala Bappeda beserta Kasubag, Kepala Bagian Tata Pemerintah dan Kasubag Humas dan Dokumentasi Bagian Humas dan Protokol pada Setda Kabupaten Sumba Barat.

Pada kesempatan itu pula Pemerintah Daerah Kabupaten Sumba Barat menyerahkan sampel beras gogo yang merupakan hasil salah satu Bumdes di Kabupaten Sumba Barat, yang nantinya akan menjadi kebutuhan bagi masyarakat NTT sehingga dapat disuplai ke Kabupaten lainnya.

Acara berlanjut dengan penandatanganan rumusan kesepakatan rapat (Deklarasi Komodo), penandatanganan MoU pemanfaatan Dana Desa untuk mendukung pembangunan rumah layak huni di NTT, Penandatanganan MoU bidang Koperasi yang dilakukan oleh seluruh Bupati/Wali Kota se NTT, dan Penandatanganan Peta Batas Daerah Kabupaten Sumba Barat dan Sumba Barat Daya, serta Kabupaten Ngada dan Manggarai Timur bertempat di Rumah Jabatan Bupati Manggarai Barat.

Turut hadir dalam Rapat Kerja dengan Tema Membangun Kolaborasi Dalam Mewujudkan Masyarakat Ekonomi NTT ini, Wakil Gubernur NTT, Yosef A. Naesoi, para Pimpinan OPD Provinsi dan Kab/Kota se-NTT terkait, Staf Khusus dan Staf Ahli Gubernur.

Serta, para Asisten Setda Provinsi NTT, Pimpinan Bank NTT, para pelaku ekonomi dan undangan lainnya.
(moi)

Siaran Pers Bagian Humas dan Protokol pada Sekretariat Daerah Kabupaten Sumba Barat.

Bagikan Informasi Ini

0 Comments

There are no comments yet

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *