DPRD Kabupaten Sumba Barat Tolak Ranperda Budaya Hidup Hemat

WAIKABUBAK_ Bupati Sumba Barat Drs. Agustinus Niga Dapawole menghadiri Rapat Paripurna VII Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumba Barat bertempat di Ruang Rapat lantai 2 Kantor DPRD. Kamis, 04 Juli 2019.

Rapat Paripurna VII yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Sumba Barat Gregorius H. B. L. Pandango, SE tersebut beragendakan penyampaian pendapat akhir fraksi-fraksi terkait Ranperda Budaya Hidup Hemat dan Ranperda Perubahan Perda nomor 3 tahun 2016 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Sumba Barat Tahun 2016 – 2021.

Adapun kesimpulan dari pendapat fraksi-fraksi adalah sebagai berikut :
– Fraksi Nasdem dalam kesimpulannya menyatakan bahwa menolak Ranperda Budaya Hidup Hemat untuk ditetapkan menjadi Peraturan Daerah dan menerima Perubahan Peraturan Daerah Kabupaten Sumba Barat nomor 3 Tahun 2016 tentang RPJMD Kabupaten Sumba Barat Tahun 2016 – 2021.
– Fraksi Golkar dan Fraksi PKB menyatakan Ranperda Budaya Hidup Hemat belum dapat ditetapkan sebagai peraturan daerah dan menerima Ranperda Perubahan Perda nomor 3 Tahun 2016 tentang RPJMD.
– Sementara Fraksi PDIP, Fraksi Gerindra dan Fraksi Keadilan Nurani menyatakan menerima baik Ranperda Budaya Hidup Hemat maupun Ranperda Perubahan Perda nomor 3 Tahun 2016 tentang RPJMD tahun 2016 – 2021.

Selanjutnya Bupati Dapawole dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada jajaran DPRD Kabupaten Sumba Barat yang telah mencurahkan perhatian yang sungguh-sungguh dalam mengkaji dan membahas serta mengkonsultasikan Ranperda Budaya Hidup Hemat dan Ranperda tentang perubahan Perda nomor 3 Tahun 2016 tentang RPJMD Kabupaten Sumba Barat Tahun 2016 – 2021.

Dapawole juga berharap agar Ranperda Perubahan Perda nomor 3 Tahun 2016 tentang RPJMD Kabupaten Sumba Barat Tahun 2016 – 2021, dapat dievaluasi oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur untuk selanjutnya ditetapkan menjadi Peraturan Daerah.

Pada kesempatan itu pula Dapawole menyatakan atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Sumba Barat, saya menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh rakyat Sumba Barat dimana saja berada, kepada mereka yang menaruh harapan besar bahwa perubahan dapat diraih melalui hidup hemat, Sumba Barat dapat maju dan sejahtera apabila meninggalkan boros dengan menggerakkan adat.

“Sekali lagi maaf karena aspirasimu belum dapat kami wujudkan, keinginanmu agar pada Bulan Agustus 2019, Perda Budaya Hidup Hemat dapat ditetapkan bersama DPRD Kabupaten Sumba Barat Masa Bhakti 2014 – 2019 belum dapat direalisasikan”, tutup Dapawole.

Hadir pada Rapat Paripurna tersebut Wakil Ketua dan anggota DPRD Kabupaten Sumba Barat, Sekretaris Daerah, para Asisten, dan para Pimpinan Perangkat Daerah/Unit Kerja Kabupaten Sumba Barat.
(moi)

Siaran Pers Humas dan Protokol pada Sekretariat Daerah Kabupaten Sumba Barat.

Bagikan Informasi Ini

0 Comments

There are no comments yet

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *