Bupati Dapawole: Kehadiran Gereja Menghasilkan Program Pelayanan Dan Sumber Daya Yang Militan

LAMBOYA_ Bupati Sumba Barat Drs. Agustinus Niga Dapawole berharap Kehadiran Gereja Kasih Karunia Indonesia (Gekari) akan menghasilkan program pelayanan dan sumber daya yang militan dalam menata dan membangun pelayanan sesuai amanat Agung Yesus Kristus.

Demikian hal itu dikatakan Bupati Dapawole ketika memberikan sambutan pada acara Peresmian Gereja Kasih Karunia Indonesia di Desa Laboya Bawa, Kecamatan Lamboya. Minggu,(1/9).

Sebelumnya, Bupati Dapawole melakukan pengguntingan pita dan penandatanganan prasasti mengawali rangkaian acara, kemudian dilanjutkan dengan ibadah pemberkatan gedung ibadah oleh Pdt. Daniel Henubau, dalam kesempatan itu pula lantunan lagu dan puji-pujian dipersembahkan oleh Kaum Bapa dari Pemerintah Daerah.

Bupati Dapawole menyampaikan peristiwa sukacita menjadi momentum yang tepat untuk memperkokoh semangat kebersamaan serta memberikan nuansa baru dalam menumbuhkan tekad dan motivasi bagi segenap warga jemaat dalam memanfaatkan gedung gereja secara optimal.

“Proses pergumulan dengan itikad dan harapan melalui gedung gereja akan tumbuh dan berkembang pesekutuan yang indah dan utuh, menghasilkan jemaat yang sanggup menjadi pengemban misi pelayanan gerewi”, ujar Dapawole.

Bupati Dapawole mengingatkan pembangunan fisik ini penting tapi jangan menjadi yang utama. karena yang lebih penting adalah membangun spritual, mental dan hati agar jemaat semakin menghayati apa yang di ajarkan Yesus dalam kehidupan sehari-harinya, baik dalam bermasyarakt, berbangsa dan bernegara serta dalam hidup bergeraja.

“Apalah artinya sebuah gedung yang megah tanpa diimbangi dengan kemegahan sikap dan perilaku serta iman jemaatnya”, tegas Dapawole.

Bupati Dapawole mengatakan kerjasama dan kreatifitas dalam membangun pelayanan itu penting dalam menjangkau jiwa-jiwa untuk diselamatkan dan bukan hanya bertambah tapi harus bertumbuh, artinya jemaat harus bertumbuh kualitas imannya dan bukan hanya mengejar jumlah jemaatnya.

“Oleh karena itu, dinamika penatalayanan dan pertumbuhan iman jemaat sangat ditentukan juga keberadaan para hamba Tuhan/Pendeta yang harus menjadi contoh dan teladan dalam segala hal, baik dalam perkataan maupun dalam perbuatan”, pesan Dapawole.

Bupati Dapawole juga menegaskan jadilah pemimpin yang memiliki integritas, yang melayani, selalu bertindak konsisten, disiplin dalam Iman, jangan abaikan teguran, bertanggung jawab dan bekerja sama.

Bupati Dapawole menyatakan pada sisi lain peran dan bantuan semua jemaat, para tokoh gereja dalam mendukung program pemerintah serta memberikan kontribusi, partisipasi aktif dan nyata dalam mengatasi berbagai krisis dan tantangan, untuk itu semua pihak harus mampu menjaga ketenangan dan kejernihan dalam bertindak dan berpikir sehingga kita tidak muda terpancing dengan isu-isu yang menghasut dan mampu mengatasi serta memandang persoalan hidup dengan bijaksana.

Mengakhiri sambutannya, Dapawole berharap semoga Gedung ini dapat dimanfaatkan sebagai sarana peribadatan, pendidikan rohani, pembinaan karakter dan keterampilan jemaat serta harus bisa membangun kerjasama dengan gereja-gereja lainnya dan harus menjadi tembok yang kuat untuk menghadang berkembangnya ajaran sesat seperti isu-isu radikalisme agama, terorisme dan berbagai gerakan yang dilakukan sekelompok orang yang tega bertindak ekstrim.

Turut hadir pada kesempatan tersebut, Pimpinan Sinode Gekari Indonesia, Para Kepala Perangkat Daerah/Unit Kerja, Camat Lamboya, Kapolsek Lamboya, Pejabat Kantor Kementerian Agama, Para Pendeta dan para jemaat.

Siaran Pers Humas dan Protokol Pada Sekretariat Daerah Kabupaten Sumba Barat.

Bagikan Informasi Ini

0 Comments

There are no comments yet

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *