Bupati Dapawole Jadi Pembina Apel Kesadaran

Waikabubak_ Bupati Sumba Barat Drs. Agustinus Niga Dapawole bertindak selaku Pembina pada Apel Kesadaran yang dipadukan dengan Peringatan Hari Koperasi ke-73 Tahun 2020. Jumat, (17/07).

Apel Kesadaran semakin hikmat dengan beberapa susunan acara, diantaranya Deklarasi Budaya Kerja oleh Aparatur Sipil Negara pada Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik Kabupaten Sumba Barat dan Badan Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Sumba Barat dilanjutkan penyematan PIN oleh Bupati, dan Penyerahan Akta Pendirian dan Pengesahan “Koperasi Jasa Angkutan Taman Mamoli Indah Permai” serta persembahan Lagu Revolusi Mental oleh ASN pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Sumba Barat.

Dalam sambutannya Bupati Sumba Barat membacakan sambutan Menteri Koperasi dan UKM Republik Indonesia Teten Masduki.

Bupati Dapawole mengatakan bahwa saat ini bangsa Indonesia sedang menghadapi ujian di tengah pandemi Corona Virus Disease (Covid-19). Dimana pertumbuhan ekonomi nasional sedang mengalami tantangan yang cukup serius, angka kemiskinan dan pengangguran meningkat. Dunia usaha, terutama koperasi dan UMKM mengalami dampak yang berat dari sisi produksi, pemasaran dan pembiayaan.

“Tantangan baru yang dihadapi oleh dunia perkoperasian nasional tidak hanya sekedar mengubah cara berbisnis dengan memanfaatkan perkembangan teknologi digital dan inovasi produk, tetapi juga menjadi momentum untuk menghadirkan visi baru di tengah perubahan sosial – ekonomi yang sangat dinamis”, kata Menteri Teten.

Teten kemudian menyampaikan bahwa ada sejumlah inisiatif yang sedang kita lakukan untuk penguatan dan modernisasi koperasi, antara lain :

Pertama, melakukan perbaikan ekosistem kemudahan usaha yang memungkinkan koperasi bisa mengakses pasar yang lebih luas, pembiayaan serta mengembangkan kapasitas usaha seluas-luasnya.

Kedua, saat ini Kementerian Koperasi dan UKM sedang menyusun Strategi Nasional UMKM dan Koperasi. Instrumen kebijakan yang nantinya dapat mewadahi kerja kolaboratif seluruh pemangku kebijakan. Tidak terbatas untuk pendidikan, pelatihan, dan pendampingan koperasi memanfaatkan ekosistem digital. Secara operasional penyediaan infrastruktur dasar digital untuk koperasi dapat diinialisasi oleh pemerintah, pemerintah daerah konsorsium usaha baik swasta maupun BUMN. Digitalisasi harus dipahami sebagai bagian dari perbaikan bisnis proses, tata kelola yang lebih akuntabel dan modernisasi pelayanan.

Ketiga, turbulensi ekonomi masa pandemi Covid-19 memberikan pelajaran berharga bahwa koperasi sektor keuangan atau simpan pinjam sangat rentan dan mudah terkontraksi oleh eskalasi tersebut. Perlu disiapkan sistem pengawas dan penjamin simpanan di koperasi agar bisa memberikan rasa aman bagi mereka yang menaruh simpanan atau investasi di koperasi.

“Kita berharap agar Koperasi di Indonesia mampu menjawab tantangan jaman dan bersaing dengan pelaku ekonomi lainnya. Mari kita kobarkan semangat dengan menjadikan koperasi sebagai kekuatan ekonomi rakyat dalam Pemulihan Ekonomi Nasional”, ajak Teten.

Mengakhiri sambutannya, Bupati Dapawole mengatakan keberhasilan koperasi sangat ditentukan oleh kualitas pengelolanya. Peran sumber daya manusia dalam lembaga koperasi tidak hanya sekedar administratif, melainkan lebih mengarah kepada bagaimana mengembangkannya agar menjadi kreatif dan inovatif. “Dirgahayu Koperasi Indonesia”, ucap Dapawole.

Hadir pada Apel Kesadaran Penjabat Sekretaris Daerah, para Asisten, Pimpinan Perangkat Daerah/Unit Kerja, Pejabat Eselon 3 dan 4, Aparatur Sipil Negara dan Tenaga Kontrak Daerah Lingkup Pemerintah Kabupaten Sumba Barat.
(moi)

Siaran Pers Humas dan Protokol pada Sekretariat Daerah Kabupaten Sumba Barat.

Bagikan Informasi Ini

0 Comments

There are no comments yet

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *