News

58 PEJABAT TANDATANGAN PAKTA INTEGRITAS DAN PERJANJIAN KINERJA

_Waikabubak – Humas SB_

Sebanyak 58 Pejabat Lingkup Pemerintah Kabupaten Sumba Barat melakukan Penandatanganan Pakta Integritas dan Perjanjian Kinerja di hadapan Bupati Sumba Barat Drs. Agustinus Niga Dapawole, Wakil Bupati Sumba Barat Marthen Ngailu Toni, SP dan Sekretaris Daerah Kabupaten Sumba Barat Drs. Umbu Dingu Dedi, M. Si, bertempat di Aula Kantor Bupati Sumba Barat, Kamis, 28/2/2019.

58 Pejabat terdiri dari 7 Pejabat Tinggi Pratama pada Sekretariat Daerah, 10 Kepala Bagian pada Sekretariat Daerah dan 41 Pimpinan Perangkat Daerah Kabupaten Sumba Barat.

Usai Penandatanganan, Bupati Sumba Barat dalam sambutannya mengatakan salah satu langkah mendukung Reformasi Birokrasi adalah penandatanganan pakta integritas dan perjanjian kinerja Pimpinan Perangkat Daerah/Unit Kerja dengan maksud untuk meningkatkan efektivitas pemberantasan korupsi yang akhir – akhir ini menjadi sorotan publik.

“Korupsi merupakan masalah atau penyakit yang merugikan Bangsa dan Negara, dan hal tersebut masih banyak terjadi dilingkup instansi Pemerintah”, ucap Bupati Dapawole.

Menurut Bupati Dapawole Penandatanganan Pakta Integritas dan Perjanjian Kinerja merupakan Perintah Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 49 Tahun 2011 tentang Pedoman Umum Pakta Integritas di Lingkungan Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah dalam rangka Efektivitas Pemberantasan Korupsi di Lingkup Instansi Pemerintah.

Lebih lanjut Dapawole menyampaikan Amanat Untuk melaksanakan penandatanganan kontrak kerja dalam bentuk perjanjian kinerja didasarkan pada Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang petunjuk teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Review atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintahan.

“Dokumen yang kita tandatangan hari ini berisi pernyataan atau janji kepada diri sendiri tentang komitmen melaksanakan seluruh tugas, fungsi, tanggungjawab, wewenang dan peran sesuai dengan perundang-undangan dan kesanggupan untuk tidak melakukan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme”, tegas Dapawole.

Dapawole mengingatkan Penandatanganan Pakta Integritas dan Perjanjian Kinerja harus dilakukan secara berjenjang di setiap OPD dan sampai ke tingkat staf karena merupakan kewajiban bagi seluruh ASN.

Akhir sambutannya, Bupati Dapawole berharap kiranya dengan Penandatanganan Pakta Integritas dan Perjanjian Kinerja ini akan menumbuhkan kesadaran dan tanggungjawab kita sebagai Abdi Negara, Abdi Masyarakat dan Aparatur Pemerintah serta menjadi salah satu masukan dalam menciptakan pemerintahan yang bersih dan berwibawa di Kabupaten Sumba Barat.
(moi)

Siaran Pers Bagian Humas dan Protokol pada Sekretariat Daerah Kabupaten Sumba Barat.

Bagikan Informasi Ini

VIKTOR LAISKODAT, MUHAIMIN DAN GORIS MERE DAPAT GELAR KEHORMATAN DARI RATO WANOKAKA

_Wanokaka – Humas SB_

Rato Wanokaka didampingi Bupati Sumba Barat, Drs.Agustinus Niga Dapawole dan Wakil Bupati Sumba Barat, Marthen Ngailu Toni, S.P, menobatkan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, SH, Wakil Ketua MPR RI, Muhaimin Iskandar dan Staf khusus kepresidenan Goris Mere, sebagai warga kehormatan Wanokaka, Kabupaten Sumba Barat.

Harapan ketiga tokoh tersebut tetap memberikan dukungan terhadap pembangunan Sumba Barat khususnya terhadap pagelaran festival budaya pasola yang berlangsung setiap tahun.

Hal itu disampaikan para rato melalui Bupati Kabupaten Sumba Barat, Drs.Agutinus Niga Dapawole dihadapan puluhan ribu warga yang menyaksikannya di lapangan Pasola Wanokaka, Selasa (26/2/2019) setelah memberikan selempangan kain adat Sumba lengkap dengan parang kepada tiga tokoh itu.

Kepada masyarakat Sumba Barat yang membanjiri lapangan Pasola Wanokaka, Bupati Dapawole mengatakan bahwa dengan resmi menjadi warga Wanokaka Kabupaten Sumba Barat maka harapan kita adalah terus mendapat dukungan untuk membangun pariwisata Sumba ke depan lebih maju.

Pasola Wanokaka kali ini berlangsung sukses dan tampilan berbagai kegiatan yang tertata baik. Hal itu sebagai wujud keseriusan Gubernur NTT membangun pariwisata Sumba.

Sementara itu Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat yang diminta komentar sesaat sebelum meninggalkan lokasi acara pasola, berjanji ke depan, festival pasola akan kita tata lebih baik, lebih rapih dan meriah. Dengan demikian, banyak wisatawan mengunjungi daerah ini.
(pet)

Siaran Pers Bagian Humas dan Protokol pada Sekretariat Daerah Kabupaten Sumba Barat.

Bagikan Informasi Ini

PEMDA SUMBA BARAT TERIMA KUNJUNGAN GUBERNUR NTT

_Waikabubak – Humas SB_

Bupati Sumba Barat Drs. Agustinus Niga Dapawole didampingi Wakil Bupati Marthen Ngailu Toni, SP dan Sekretaris Daerah Drs. Umbu Dingu Dedi, M.Si menerima kedatangan Gubernur NTT dan rombongan di Bandara Udara Tambolaka Kabupaten Sumba Barat Daya. Minggu, 24/02/2019.

Tujuan kedatangan Gubernur NTT adalah untuk mengikuti seluruh rangkaian acara adat menjelang Pasola sampai dengan hari terselenggaranya event Pasola tersebut.

Bupati Dapawole mengucapkan selamat datang dan terimakasih atas kunjungan Gubernur NTT dan rombongan.

“Hal ini merupakan suatu bentuk dukungan yang sangat baik untuk memajukan Pariwisata di pulau Sumba khususnya dan Nusa Tenggara Timur pada umumnya melalui event nasional “Pasola” yang juga telah dikenal di tingkat Internasional “, ucap Dapawole.

Tiba di Kabupaten Sumba Barat, Gubernur NTT bersama rombongan disambut oleh masyarakat Kecamatan Kota Waikabubak dengan iringan tarian adat Sumba Barat dan “pakalak” (seruan ucapan kegembiraan bagi masyarakat Sumba Barat).

Pada kesempatan itu, Gubernur NTT melakukan peresmian Bumdes “PAYILI DOBBA” atau dalam Bahasa Indonesia Kerja Bersama yang terletak di Desa Lapale Kecamatan Kota Waikabubak.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Jefry Dapamerang menjelaskan bahwa Bumdes ini merupakan Bumdes pertama di Kabupaten Sumba Barat yang bergerak di sektor Pariwisata.

Gubernur NTT sebelum melakukan pengguntingan pita sebagai tanda diresmikan Bumdes tersebut memberikan apresiasi bahwa Bumdes ini merupakan mimpi terbesar masyarakat Nusa Tenggara Timur.

Gubernur juga mengatakan Bumdes ini akan menjadi Bumdes percontohan bagi seluruh Bumdes Pariwisata di Nusa Tenggara Timur.

“Bersama Bupati dan Wakil Bupati Sumba Barat dan disaksikan oleh Camat, Kepala Desa ditempat ini kita sama-sama meresmikan Bumdes ini”, ujar Viktor seraya melakukan pengguntingan pita.

Dilanjutkan dengan foto bersama pada spot – spot yang tersedia.

Selanjutnya malam ini, Gubernur NTT bersama rombongan akan menyaksikan kegiatan “Pajura”, yang merupakan ritual adat menjelang event Pasola.

Pajura merupakan tradisi masyarakat Sumba yaitu adu tinju antara desa. Para peninju adalah anak-anak muda dengan menggunakan sarung tinju terbuat dari alang-alang. Ritual ini berlangsung pada dini hari, mulai pukul 00.00 sampai sekitar jam 04.00 pagi.

Nampak dalam rombongan Gubernur NTT diantaranya Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTT Ir. Wayan Darmawa, MT, Kepala Biro Humas dan Protokol Provinsi NTT Dr. Jelamu A. Marius, M. Si, Kabid Pelayanan Kesehatan pada Dinas Kesehatan Provinsi NTT Ema Simanjuntak, S.K.M, MPH, Kabag Protokol pada Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT Pricilia Q. Parera, SE, staf protokol, staf Tata Usaha, dan Walpri Gubernur NTT.
(Moi)

Siaran Pers Bagian Humas dan Protokol pada Sekretariat Daerah Kabupaten Sumba Barat.

Bagikan Informasi Ini

BUPATI DAPAWOLE PIMPIN KERJA BHAKTI

_Lapale – Humas SB_

Bupati Sumba Barat Drs. Agustinus Niga Dapawole memimpin kerja bhakti bersama pasukan hijau Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sumba Barat (petugas kebersihan) di sepanjang jalan Lapale – Wanukaka, Sabtu,23/2/19.

Bupati Sumba Barat dalam kesempatan tersebut mengatakan kegiatan kerja bhakti hari ini merupakan program pemerintah daerah sejalan dengan telah mencanangkan pada hari sabtu setiap minggu sebagai hari bhakti kebersihan dengan semboyan “Sadar Bersih, Sadar Sampah, Stop Sampah”.

Kerja bhakti dipimpin langsung oleh Bupati Dapawole bersama Kadis Lingkungan Hidup dan jajaran bersama masyarakat Desa Lapale dan sekitarnya.

Kegiatan ini juga “bermakna memberi teladan dan motivasi bagi masyarakat Sumba Barat bahwa sampah bukan hanya tanggungjawab Dinas Lingkungan Hidup saja,tapi harus menjadi tanggungjawab semua warga masyarakat, pesan Dapawole.

Menurutnya, masalah sampah dan masalah kebersihan lingkungan harus menjadi bahagian tidak terpisahkan dari gaya hidup masyarakat, artinya selama manusia hidup maka seharusnya masalah kebersihan juga menjadi kebutuhan penting seperti pola makan dan minum serta cara berpakaian.

Bupati Dapawole sangat mengharapkan kegiatan bersih-bersih kintal/kerja bhakti harus terus digalakkan oleh semua pihak baik pemerintah, sekolah, lembaga keagamaan, dunia usaha, dan masyarakat umum, karena hanya melalui kebersamaanlah suatu usaha akan berhasil.

Pada akhir kegiatan kerja bhakti bersama Bupati Dapawole mengajak masyarakat untuk berpakaian adat Sumba sejak hari minggu pada saat ibadah hari minggu, 24 Februari 2019 bagi umat nasrani sampai dengan hari Selasa, 26 Februari 2019 pada saat pelaksanaan ritual pasola sebagai wujud penghargaan terhadap tradisi masyarakat Sumba sebagimana telah diinstruksikan oleh Gubernur NTT.

Lebih lanjut Dapawole mengingatkan seluruh masyarakat Sumba Barat untuk berbondong-bondong datang menyaksikan ritual pasola Wanukaka pada tanggal 26 Februari 2019 dan tetap menjaga keamanan, ketentraman dan kenyamanan diri sendiri dan orang lain teristimewah kenyamanan bagi setiap tamu yang berkunjung yang berkunjung di Sumba Barat dan yang menyaksikan ritual pasola, tegas Bupati Dapawole.

Sehubungan dengan “gerakan sadar bersih, sadar sampah, stop sampah” Bupati Dapawole mengapresiasi kerja nyata Dinas PMD bersama TP.PKK Kabupaten Sumba Barat yang telah berinisiatif menempatkan kotak sampah
di sepanjang Jl.Ahmad Yani, karena itu Bupati Dapawole menghimbau Perangkat Daerah lainnya dan berbagai pihak berani berperan nyata khususnya di bidang kebersihan, harap Dapawole.

Siaran Pers Bagian Humas dan Protokol pada Sekretariat Daerah Kabupaten Sumba Barat.

Bagikan Informasi Ini