Kegiatan Pimpinan

RAPAT KERJA GUBERNUR NTT DENGAN PARA BUPATI, KETUA DPRD, KETUA KOMISI DPRD,PARA CAMAT, KEPALA DESA/LURAH REGION 6 SUMBA

Untuk mempercepat progres pembangunan di Provinsi NTT khususnya di Pulau Sumba, Pemerintah Provinsi NTT menyelenggarakan Rapat Kerja Gubernur NTT dengan para Bupati,Ketua DPRD, Ketua Komisi DPRD, Camat, Kepala Desa/Lurah se daratan Sumba bertempat di aula Gedung Nasional Umbu Tipuk Marisi, Waingapu Kabupaten Sumba Timur, Kamis (6/12/2018).

Rapat Kerja ini dipimpin lansung oleh Gubernur NTT Victor Bung Tilu Laiskodat, SH, MH. Agenda rapat kerja adalah wujud kebersamaan pimpinan daerah NTT – Gubernur, para Bupati, Ketua DPRD, Ketua Komisi DPRD, Camat, Kades/Lurah.

Gubernur NTT dalam arahannya dalam rapat kerja tersebut menegaskan point-point penting pembangunan NTT, dan khusus region 6 Pulau Sumba, persoalan mendesak yang menjadi prioritas adalah mengacu pada 5 program unggulan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT periode 2018-2023 dan khusus region 6 Sumba, Gubernur menekankan peningkatan pembangunan Infrastruktur, Kesejahteraan Rakyat, SDM, Pariwisata, dan Reformasi Birokrasi.

Gubernur menegaskan agar pembangunan di Pulau Sumba harus holistik, komprehensif dan tidak boleh terkotak-kotak berdasarkan kepentingan sempit daerah. Karenanya Gubernur meminta para Bupati di Pulau Sumba untuk duduk bersama membicarakan program pembangunan yang konektif dan tidak terputus,tegas Gubernur Victor.

Lebih jauh, Victor memaparkan bahwa setiap orang NTT harus termotivasi untuk membangun NTT yang selama ini penuh dengan berbagai stigma negatif seperti NTT miskin, NTT terbelakang dan berbagai stigma negatif lainnya, padahal NTT sangat kaya akan potensi khususnya potensi pariwisata dan khusus pulau Sumba telah dikukuhkan sebagai pulau Terindah di Dunia”, kata Gubernur.

“Persoalan di NTT dan Sumba khususnya adalah persoalan infrastruktur, air bersih dan listrik.Tetapi menurut Gubernur hal itu bukan persoalan tapi hanya bagaimana managemen bekerja memenej potensi yang ada untuk meningkatkan derajat hidup masyarakat”, kata Viktor.

Karena itu Gubernur meminta seluruh Bupati/Wali Kota khususnya di Sumba harus bergerak cepat dan simultan dalam merumuskan kebijakan pembangunan, semua harus bergerak cepat ke arah perbaikan. “Tidak boleh stagnan, tidak boleh ada hari istirahat bekerja keras tetapi hanya ada jam istirahat kerja”, tandasnya.

Selanjutnya dalam sesion diskusi Bupati Sumba Barat Drs. Agustinus Niga Dapawole menegaskan dukungan Pemerintah Kabupaten Sumba Barat terhadap program kerja Gubernur dan Wakil Gubernur NTT.

Bupati Dapawole mengakui apa yang disinggung Gubernur tentang produk pangan seperti cabe, bawang dan tomat yang selama ini disuplai dari Bima, sekarang telah berangsur-angsur dipasok dari Kabupaten Sumba Barat sendiri yaitu dari Kecamatan Lamboya, kata Dapawole.
Sebagaimana hal ini juga dibenarkan oleh Ketua DPRD Sumba Barat Gregorius H. B. L. Pandango, SE.

Sebagaimana dipaparkan oleh Gubernur bahwa di bidang infrastruktur, Pemerintah Provinsi NTT akan membangun seluruh jalan Provinsi yang ada di pulau Sumba sejak tahun anggaran 2019 melalui pembiayaan yang berasal dari pinjaman pihak ketiga, baik Bupati Dapawole maupun Ketua DPRD Pandango, menyetujui hal itu, karena akan berdampak nyata pada peningkatan kesejahteraan rakyat di Pulau Sumba.

Menyinggung program penanaman Kelor di NTT, semua Bupati dan Ketua DPRD se daratan Sumba sangat mendukung.
Di sektor pariwisata, Gubernur meminta agar para Bupati mewajibkan investor yang akan membangun hotel harus menggunakan produk lokal seperti sayur-sayuran, agar masyarakat mendapatkan manfaat kehadiran investasi di pulau Sumba.

Mengakhiri arahannya Gubernur Victor mengajak seluruh Bupati dan komponen masyarakat di daratan Sumba bekerja keras dan bekerja cerdas mewujudkan kesejahteraan rakyat.

Dilanjutkan dengan acara penyerahan anakan pohon marungga/kelor oleh Gubernur NTT kepada para Bupati se Daratan Sumba, sebagai bentuk dari program Revolusi Hijau.

Turut hadir pada kegiatan tersebut para Bupati,Wakil Bupati, Ketua DPRD se Daratan Sumba, Pimpinan Perangkat Daerah terkait tingkat Provinsi NTT, Camat, Kepala Desa/Lurah se daratan Sumba.

Siaran Pers Bagian Humas dan Protokol pada Sekretariat Daerah Kabupaten Sumba Barat.

Bagikan Informasi Ini

WAKIL BUPATI HADIRI PEMBAHASAN TINDAK LANJUT PENYEDIAAN BAHAN BAKU PLTBM

_Jakarta – Humas SB_

Wakil Bupati Sumba Barat Marthen Ngailu Toni,SP didampingi Plt.Bappeda Drs.Ibrahim Kedujawa dan Kabag ESDM dan Kehutanan G.Umbu Yappu Dapamede, S.Pt mewakili Pemerintah Daerah Kabupaten Sumba Barat menghadiri Rapat Pembahasan Tindak Lanjut Penyediaan Bahan Baku PLTBm
di Jakarta, Selasa, (4/12/2018).

Rapat tersebut dipimpin oleh Trois Dilisusendi, Kasubdit Penyiapan Program Bioenergi pada Ditjen EBTKE pada kesempatan tersebut, Trois mengatakan PT.Usaha Tani Lestari telah menyampaikan surat kepada Direktur Bioenergi tanggal 29 November 2018 tentang pihaknya belum siap mendukung pengadaan bahan baku kaliandra untuk jangka waktu kontrak kurang dari 10 tahun.

Lanjutnya mengatakan terkait hal itu Ditjen EBTKE, PLN dan Pemkab Sumba Barat perlu melakukan Amandemen KSO khususnya pengadaan bahan baku PLTBm Bodohula demi dan untuk membantu pemenuhan bahan baku melalui penggunaan hasil pengelolaan sampah kota sebagai sumber energi.

Wakil Bupati Sumba Barat pada kesempatan itu mengapresiasi kegiatan tersebut,selanjutnya mengatakan Pemerintah Daerah Kabupaten Sumba Barat menyetujui rencana amandemen KSO dengan syarat dalam penyedian bahan baku dengan mengikutsertakan pemberdayaan masyarakat.

Toni juga mengutarakan pengelolaan sampah kota sebagai energi alternatif dan dapat dilakukan di Sumba Barat, dikarenakan Kabupaten Sumba Barat telah dibangun TPA (Tempat Pembuangan Akhir) yang sangat baik dan berada dekat dengan lokasi pembangkit listrik PLTBm Bondo Hula.

Selanjutnya, Dewanto mewakili Devisi EBT PT. PLN memohon kepada Pemkab Sumba Barat untuk mengutus tenaga terampil yang siap untuk mengikuti magang, sehingga pada saat Pembangkit Listrik Biomasa (PLTBm) Bondo Hula beroperasi dan di hibahkan ke Pemkab Sumba Barat maka sudah ada tenaga teknis yang siap beroperasi pekerjaan tersebut.
(Moi)

Siaran Pers Bagian Humas dan Dokumentasi pada Sekretariat Daerah Kabupaten Sumba Barat.

Bagikan Informasi Ini

BUPATI SUMBA BARAT BUKA DENGAN RESMI PELATIHAN PENGUATAN MANAJEMEN BAGI PENGURUS BUMDES SE – KABUPATEN SUMBA BARAT

Waikabubak-Humas SB_

Bupati Sumba Barat, Drs. Agustinus Niga Dapawole “menantang” Kadis PMD Kabupaten Sumba Barat untuk membina BUM Desa di Sumba Barat sehingga paling lambat tahun 2020 harus ada satu atau dua BUM Desa yang akan menjadi BUM Desa percontohan baik pada level provinsi maupun nasional.

Demikian disampaikan Bupati Dapawole ketika membuka dengan resmi Pelatihan Penguatan Manajemen bagi pengurus BUM Desa dan kepala desa se- Kabupaten Sumba Barat bertempat di Aula Kantor Bupati, Senin (3/12/2018).

Bupati Dapawole dalam arahannya menegaskan pendirian BUM Desa didasarkan pada kebutuhan dan potensi desa, sebagai upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat, yang bertujuan meningkatkan perekonomian desa, meningkatkan pendapatan asli desa; meningkatkan pengelolaan potensi desa sesuai dengan kebutuhan masyarakat; serta menjadi tulang punggung pertumbuhan dan pemertaan ekonomi pedesaan.

“Sasaran pembentukan BUMDes yakni terlayaninya masyarakat di desa dalam mengembangkan usaha ekonomi produktif dan tersedianya media beragam usaha dalam menunjang perekonomian masyarakat desa sesuai potensi desa dan kebutuhan masyarakat,” tegas Dapawole.

Lebih lanjut Bupati Dapawole mengharapkan kepada peserta agar memanfaatkan momentum ini sebagai sarana memperoleh informasi dan pengetahuan. “Ikutilah kegiatan ini dengan sebaik-baiknya agar mendapatkan pemahaman yang utuh dan komprehensif guna pelaksanaan pengelolaan BUM Desa secara baik terutama administrasi,” ujar Dapawole.

Sebelumnya, Kepala Dinas PMD Kabupaten Sumba Barat, Y. Jefry Dapamerang, SP, MM dalam pengantarnya menjelaskan bahwa pelatihan ini digagas untuk memotivasi pengurus BUM Desa dan para Kepala Desa tentang arti penting BUM Desa bagi pengembangan potensi ekonomi di desa.

Dijelaskan pula oleh Jefry, dengan pelatihan ini dapat menumbuhkan jiwa entrepreneurship pengurus BUM Desa dan Kepala Desa. Terkait tantangan Bupati Dapawole, Jefry menyatakan siap merealisasikan keinginan tersebut. “Dengan dukungan semua pihak terkait, BUM Desa percontohan di Sumba Barat dapat tercapai,” kata Jefry.

Kegiatan pelatihan BUM Desa menghadirkan narasumber Rudy Suryanto, SE, M.Acc.,Ak.,CA selaku founder Bumdes.Id. Kegiatan pelatihan akan berlangsung selama dua hari dengan materi antara lain Cara Pemetaan Potensi dan Pemilihan Usaha, Tata Kelola BUM Desa yang baik, Penyusunan renstra BUM Desa dan Rencana Kegiatan dan Anggaran Tahunan serta Penatausahaan, Pencatatan dan Pelaporan Keuangan BUM Desa.

Acara pembukaan pelatihan tersebut juga dihadiri oleh Wakil Bupati Sumba Barat, Marthen Ngailu Toni, SP, Sekretaris Daerah, Drs. Umbu Dingu Dedi, M.Si, Staf Ahli/Asisten, Pimpinan Perangkat Daerah/Unit Kerja.

Siaran Pers Bagian Humas dan Protokol pada Sekretariat Daerah Kabupaten Sumba Barat.

Bagikan Informasi Ini