Kegiatan Pimpinan

PENUTUPAN HARI AKSARA INTERNASIONAL KE 53 TINGKAT PROVINSI NTT

_Waikabubak-Humas SB_

Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Bungtilu Laiskodat menyampaikan Apresiasi dan Penghargaan kepada Pemerintah Kabupaten/Kota se Provinsi Nusa Tenggara Timur yang telah berpartisipasi dan mensukseskan penyelenggaraan Peringatan Hari Aksara Internasional ke 53 Tahun 2018 Tingkat Provinsi NTT di Kabupaten Sumba Barat.

Demikian ucap Bupati Sumba Barat Drs.Agustinus Niga Dapawole, saat membacakan sambutan Gubernur NTT pada Acara Penutupan Hari Aksara Internasional (HAI) ke 53 Tingkat Provinsi NTT bertempat di Kantor Daerah Lama, Kelurahan Kampung Sawah, Kecamatan Kota Waikabubak. (Jumat 12/10/2018)

“Prestasi gemilang yang diperoleh melalui berbagai jenis lomba yang diselenggarakan oleh panitia penyelenggara tidak muncul secara instan,tetapi melalui sebuah proses perjuangan yang panjang dan melelahkan serta mendapat penghargaan dari pemerintah, dan ini merupakan wujud dukungan pemerintah kepada seluruh warga belajar yang mengikuti pendidikan pada jalur pendidikan Non Formal untuk terus berjuang meraih prestasi menuju masa depan” kata Bupati Dapawole

Pada momentum itu, Gubernur mangatakan Penyelenggara Satuan Pendidikan Non Formal serta seluruh unsur pendidik, dalam upaya melakukan pendidikan dan pembelajaran kepada warga belajar dalam rangka meningkatkan mutu dan kualitas Pendidikan Keaksaraan,Pendidikan Kesetaraan, Pendidikan Kecakapan Hidup (Life Skil), dan pendidikan pemberdayaan masyarakat lainnya menuju masyarakat yang cerdas, terampil dan berbudaya serta memiliki keahlian vokasional sebagai bekal untuk menata dan meraih masa depan yang lebih baik.

“Pembelajaran Pendidikan Non Formal haruslah di rancang secara lebih terstruktur, terarah, sistimatis, fleksibel dan berkelanjutan,guna mempersiapkan warga belajar untuk secara mandiri dalam berusaha menjawab tantangan yang dihadapi usai mengikuti pendidikan pada lembaga pendidikan Non Formal dan merupakan hal yang paling penting adalah kemauan dan motivasi belajar dari setiap warga belajar” tambah Dapawole serta
menghimbau agar Program Pemerintah bidang Pendidikan Non Formal dalam upaya Pemberantasan Buta Aksara,diantaranya:
1.Membangkitkan motivasi belajar yang total dan penuh kesungguhan dari seluruh warga belajar,melalui berbagai program penuntasan buta aksara yang sesuai kebutuhan masyarakat.
2.Memaksimalkan kerja sama dengan berbagai komponen pembangunan pendidikan antar Iain perguruan tinggi, lembaga agama maupun lembaga swadaya masyarakat (LSM) baik berskala lokal maupun Internasional.
3.Perlu adanya dukungan pembiayaan yang optimal dari pemerintah baik Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dalam rangka pemberantasan buta aksara secara masif.

“Penyelenggara pendidikan Non formal terus dan selalu meningkatkan akses serta mutu penyelenggaraan pendidikan,melalui berbagai program kegiatan pembelajaran seperti Taman Bacaan Masyarakat (TBM), Kampung Literasi dan Desa Vokasi dalam rangka menciptakan masyarakat Nusa Tenggara Timur yang gemar membaca,” ucap Bupati Dapawole mengakhiri sambutan Gubernur.

Peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) ke 54 Tahun 2020 tingkat Provinsi NTT akan dilaksanakan di Kabupaten Alor.

Turut hadir pada kegiatan Hari Aksara Internasional ke 53 tahun 2018 Tingkat Provinsi NTT diantaranya Sekda Kab. Sumba Barat, Asisten III pada Sekda Kab. Sumba Barat Staf ahli Bupati Sumba Barat, Waka Polres Sumba Barat, Pejabat dari Kementrian Agama, Pimpinan Cabang Bank NTT Waikabubak, Para Pimpinan OPD Kabupaten Sumba Barat, Para Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota se Provinsi NTT, Camat Kota Waikabubak, Lurah Kampung Sawah dan 17 Peserta Kontingan Hari Aksara Internasional dari 22 Kabupaten/Kota se Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Moi

Bagikan Informasi Ini

WAKIL BUPATI TEGASKAN PETUGAS KESEHATAN DI PUSKESMAS AGAR BEKERJA OPTIMAL

_Waikabubak-Humas SB_

“Saya berharap agar pencapaian upaya pencegahan penyakit kaki gajah tahap II di Kabupaten Sumba Barat lebih maksimal dari pada tahun sebelumnya, maka melalui pertemuan ini perlu dilakukan evaluasi secara menyeluruh untuk meminimalisir permasalahan dan kendala yang terjadi dalam pelaksanaannya nanti.”

Hal ini disampaikan Wakil Bupati Sumba Barat Marthen Ngailu Toni, SP pada Kegiatan Advokasi Lintas Sektor/Program Dalam Rangka Pelaksanaan POPM Filariasis Tahun 2018 di Kabupaten Sumba Barat, yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Barat, bertempat di Aula Hotel Pelita Waikabubak. (Jumat, 12/10/2018)

“Disamping itu juga saya meminta kepada semua pihak khususnya petugas kesehatan di Puskesmas agar berkerja lebih optimal dalam melayani masyarakat dan meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat untuk minum obat filariasis”, tutur Toni.

“Kita berkewajiban untuk ikut mewujudkan, mempertahankan dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Termasuk dalam kewajiban untuk berperilaku hidup sehat, menjaga dan meningkatkan derajat kesehatan orang lain”, Lanjut Wakil.

Sementara Menurut Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Kab. Sumba Barat sekaligus selaku Ketua Panitia Agustinus Rabila bahwa Tahun 2016 dan 2017 POPM Filariasis telah dilaksanakan di 74 Desa/Kelurahan endemis filariasis, dengan cakupan penduduk minum sebesar 72,78% (tahun 2016) dan 83,9% (tahun 2017) dari jumlah penduduk seluruhnya (target 65%) serta angka keberhasilan pengobatan sebesar 89,68% (tahun 2016) dan 90,2% (tahun 2017) dari jumlah penduduk sasaran (target 85%).

Mengakhiri sambutannya, Wakil Toni memberikan apresiasi kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Barat atas Pelaksanaan Imunisasi Measles Rubela di Kabupaten Sumba Barat yang sudah berjalan dengan baik dan meraih peringkat ke III dengan hasil pencapaian 97,45% dari 22 Kabupaten/Kota. Dan Kabupaten Sumba Barat diundang untuk menerima piagam penghargaan yang diberikan oleh Menteri Kesehatan di Kabupaten Sorong Provinsi Papua Barat.

Hadir pada kesempatan itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Barat, para Lintas Sektor/Program dan para Kepala Puskesmas, dokter dan pengelola.
Moi

Bagikan Informasi Ini

BUPATI HIMBAU KEPALA DESA AGAR MEMANFAATKAN SDM YANG ADA DI DESA

_Waikabubak-Humas SB_

“Kita harus mempunyai tekad dan kemauan yang sama menjadikan desa lebih maju dan mandiri yang akan berdampak pada taraf hidup masyarakat. Sudah banyak dana yang mengalir ke desa dengan jumlah yang tidak sedikit. Kita harus menyadari betul bahwa ini berkat yang harus diurus, dikelola dan dimanfaatkan sebaik – baiknya”.

Hal ini disampaikan Bupati Sumba Barat Drs. Agustinus Niga Dapawole pada Kegiatan Bursa Inovasi Desa yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Sumba Barat, bertempat di Aula SMA Kristen Waikabubak. (Kamis, 11/10/2018)

Bupati menghimbau agar Kepala Desa selalu memanfaatkan sumber daya manusia yang ada di desa. Begitupun dengan kegiatan atau program – program di desa, seharusnya padat karya atau swakelola kepada masyarakat. “Jangan selalu pihak ketigakan program di desa, namun manfaatkan masyarakat setempat. Namanya saja padat karya, berarti warga disitu yang harus kerja. Ini juga supaya uang berputar di desa”, tutur Dapawole.

 

Menurutnya, ini adalah kerja kita bersama, oleh karenanya mari kita kawal bersama, kita harus pastikan bahwa melalui Bursa Inovasi Desa ini dapat menjadi ajang pembangunan Desa dengan cara meniru dan mendesign ulang program yang sukses di tempat lain.

Sementara menurut Kepala Dinas PMD Kab. Sumba Barat Y. Jefri Ndapamerang, SP, MM bahwa Peserta kegiatan Bursa Inovasi Desa Tingkat Kabupaten Sumba Barat berjumlah 280 orang dari 6 Kecamatan yang berada di Kabupaten Sumba Barat, undangan lainnya Tenaga Pendamping Profesional (TA, PD, PLD), LSM (Yakum, Save The Children, Pamsimas, Hivos), Lembaga/Pihak Swasta, Pokja P2KTD dari tiap bidang dan Media.

 

Mengakhiri sambutannya Bupati Sumba Barat menegaskan kepada para Camat, Kepala Desa,
Unsur BPD, Tenaga Pemdamping Profesional untuk mendukung Kepala Dinas PMD serta jajaranya agar penetapan APBDes 2019 paling lambat dilakukan tanggal 31 Desember 2018 sehingga pelaksanaan APBDes Tahun Anggaran 2019 dapat dilakukan lebih awal.

Turut hadir Wakil Bupati Sumba Barat, Sekda Sumba Barat, Pejabat yang mewakili Kepala Dinas Provinsi NTT, Pimpinan BRI Unit Dedekadu, para Camat, para Pimpinan OPD Kabupaten Sumba Barat.
(Moi)

 

Bagikan Informasi Ini

GUBERNUR AJAK BERANTAS BUTA AKSARA

_Waikabubak-Humas SB_

“Berdasarkan data yang dihimpun Badan Pusat Statistik bersama Pusat Data Statistik Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI pada Tahun 2017, jumlah penduduk usia 15 hingga 59 tahun yang telah berhasil dibebasaksarakan mencapai 97,93 persen. Artinya tersisa 2,07 persen penduduk atau sebanyak 3.387.035 orang lagi yang belum melek aksara.”

Demikian kata Ir.Stefanus Ratoe Oedjoe, Asisten Administrasi Umum, saat membacakan sambutan Gubernur NTT dalam acara pembukaan peringatan Hari Aksara Internasioal (HAI) ke-53 yang bertempat di Lapangan Manda Elu Waikabubak, Sumba Barat, Rabu (10/10/2018).

“Khusus NTT, jumlah penduduk buta aksara kita sebesar 5,15 persen atau sebanyak 151.546 jiwa. Angka ini menurun signifikan jika dibandingkan data tahun 2015 yang mencapai 7,27 persen penduduk“ tambah asisten III Sekretaris Daerah Provinsi NTT itu.

Dalam acara yang dilaksanakan dua tahun sekali itu, Gubernur mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menggunakan data capaian tersebut, sebagai acuan dalam menyusun perencanaan dan penganggaran. Untuk membebaskan NTT dari buta aksara. Menurutnya, hal ini penting dalam memerangi kemiskinan dan keterbelakangan daerah.

Untuk menyukseskan Program Indonesia Membaca, Pemerintah Provinsi NTT juga telah mencanangkan Gerakan Literasi pada peringatan Hari Pendidikan Nasional tanggal 2 Mei 2016 lalu.

“Gerakan Literasi ini tidak hanya dimaknai sebagai sebuah ajakan untuk membaca dan menulis. Lebih dari itu, gerakan ini diharapkan dapat mengembangkan ketrampilan vokasional, sesuai konteks lokal, untuk meningkatkan kualitas hidup bersama,” tambah Ratoe Oedjoe.

Dalam acara yang sama Bupati Sumba Barat, Agustinus Niga Dapawole menyampaikan selamat datang kepada 875 peserta yang telah hadir, di luar peguyuban yang turut berpartisipasi. Beliau juga menyampaikan terima kasihnya untuk kepercayaan yang diberikan kepada Sumba Barat sebagai tuan rumah kegiatan. Farah Tayba, perwakilan dari Kementerian Luar Negeri Australia dalam sambutannya, ikut memberikan apresiasi untuk penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Nampak hadir Johanna Lisapaly,SH,M.Si Kepala Dinas Pendidikan NTT bersama pejabat yang mewakili Bupati sedaratan Sumba. Turut hadir Mark Hayward, Direktur Program Inovasi bersama wakilnya, Basilius Bengoteku dan Stephany Charter, juga perwakilan DFAT (Duta Besar Australia), Farah Tayba. Bersama mereka turut hadir perwakilan mitra inovasi dari Provinsi Kalimantan Utara, Jawa Timur dan Nusa Tenggara Barat.

Perayaan HAI tahun ini diawali dengan karnaval budaya yang melibatkan perwakilan dari 17 kabupaten/kota di NTT.

Mengusung tema Mengembangkan Ketrampilan Literasi yang Berbudaya, turut diselenggarakan 18 perlombaan yang berpusat di bekas Kantor Bupati Sumba Barat. Hasilnya akan diumumkan panitia, saat penutupan acara pada Hari Sabtu, tanggal 13 Oktober 2018.

Demikian Siaran Pers Bagian Humas SB untuk dipublikasikan.
Moi.

Bagikan Informasi Ini