Kegiatan Pimpinan

GUBERNUR MINTA TIM KOORDINASI BANSOS PANGAN BEKERJA KERAS

_Waikabubak – Humas SB_

Subsidi Beras Sejahtera pada bulan Januari 2018,telah diubah menjadi bantuan sosial pangan beras sejahtera yang disalurkan kepada 452.523 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur dengan pagu Rastra 2018 sebanyak 54.302.760 Kg, Pagu penyaluran Bansos Rastra untuk Januari hingga September 2018 sebesar 37.201.170 Kg sementara realisasi penyaluran Rastra di NTT baru mencapai 90,76 % atau 35.843.500 Kg.

Sedangkan, Khusus Kota Kupang pada bulan Juli 2018 lalu,telah dialihkan menjadi Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), para KPM menerima kartu elektronik/voucher berisi dana Rp.110.000,- perbulan yang dapat digunakan untuk membeli beras dan atau telur di 20 elektorik warung yang tersebar di seluruh wilayah Kota Kupang.

Demikian kata, Drs.Umbu Dingu Dedi, MSi, Sekertaris Daerah Kabupaten Sumba Barat, saat membacakan sambutan Gubernur NTT dalam acara Pembukaan Rapat Evaluasi Bansos Rastra Tingkat Provinsi bersama Kabupaten/Kota se Nusa Tenggara Timur Tahun 2018,bertempat di Aula SMA Kristen Waikabubak – Sumba Barat, Kamis,(15/11/18).

Menurut Gubernur, untuk menjamin ketersediaan pangan bagi masyarakat adalah tugas pemerintah baik nasional maupun daerah melalui program bansos pangan beras sejahtera rastra, Pemerintah juga terus berupaya mengurangi beban pengeluaran keluarga melalui pemenuhan sebagian kebutuhan pangan beras serta mendorong penguatan ketahanan pangan di tingkat keluarga.

Lanjutnya, dalam penyaluran Bansos Rastra terjadi keterlambatan penyaluran rastra di beberapa daerah NTT disebabkan faktor sarana prasarana yang belum memadai,cuaca alam yang tidak bersahabat dan ini tentunya menjadi persoalan dan tidak bisa dipungkiri dan juga merupakan tantangan utama kita bersama dikarenakan Nusa Tenggara Timur Timur adalah Provinsi Kepulauan.

Disisi lain, terjadi permasalahan mendesak di lapangan,terkait proses verifikasi dan validasi data KPM dikarenakan operator teknis aplikasi sistem informasi kesejahteraan sosial next generation di sejumlah kabupaten belum paham mekanisme aplikasi tersebut,sehingga hal-hal ini menjadi perhatian kita bersama dalam kegiatan evaluasi saat ini, tambah Sekda.

“selain persoalan dan kendala itu, ada juga presentasi yang patut diapresiasi dalam kaitan dengan penyaluran rastra kepada bapak/ibu tim koordinasi Bansos Pangan Rastra Provinsi dan Kabupaten/Kota atas keseriusannya menangani program Bansos Pangan Rastra di wilayah NTT,secara Khusus Tim Koordinasi Bansos Pangan Kabupaten Timor Tengah Selatan, Rote Ndao, Belu, Malaka, Sumba Barat Daya, Sumba Barat, Sumba Tengah, Sumba Timur, Ngada dan Nagakeo yang hingga oktober 2018 telah malakukan penyaluran Rastra di wilayah masing-masing dengan realisasi penyaluran sebesar 100%,” ucap Umbu Dingu.

Sementara, untuk Kabupaten lain, harapannya agar bekerja lebih keras dalam meningkatkan kinerja pelayanan kepada masyarakat khususnya dalam penyaluran Rastra sehingga masyarakat betul-betul merasakan kehadiran negara,berjuang melawan stigma NTT sebagai daerah miskin,dengan membangun motivasi untuk bangkit dan membuat perubahan dengan potensi yang ada seperti sumber daya alam,sumber daya manusia, dan sumber-sumber ekonomi yang tersedia di Provinsi NTT.

Gubernur mengajak semua yang hadir untuk saling bahu membahu, bekerja keras mengelolah sumber daya yang ada tanpa kenal lelah, pola pikir kita harus optimistik,untuk bangkit menuju sejahtera seperti visi pemerintah provinsi tahun 2018 – 2023.

Diakhir Sambutannya Gubernur mengatakan “tidak ada pemerintah yang ingin rakyatnya terlena dengan bantuan sosial sehingga tercatat sebagai keluarga miskin”.

Di tempat terpisah, Pemerintah Daerah Kabupaten Sumba Barat menyelenggarakan Gala Dinner sekaligus pemberian cendera mata berupa penyelempangan Kain Sumba Barat kepada para Bapak/Ibu tamu undangan peserta Kegiatan Rapat Evaluasi Rastra Tingkat Provinsi bersama Kabupaten/Kota se Nusa Tenggara Timur Tahun 2018 yang berlangsung di Rumah Jabatan Bupati Sumba Barat.

Pada kesempatan itu, Bupati Sumba Barat Drs.Agustinus Niga Dapawole menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi yang telah mempercayakan Kabupaten Sumba Barat sebagai Tuan Rumah menyelenggarakan kegiatan ini.

Dapawole menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran dirinya pada saat acara pembukaan dikarenakan masih melakukan tugas ke Luar Daerah, dan malam hari ini demi kebersamaan kita semua saya hadir di acara gala dinner.

Lebih jauh, Dapawole juga mengatakan Sumba Barat khususnya mempunyai beberapa obyek wisata dan sudah menjadi perhatian dunia,seperti salah satunya Hotel Nihi Sumba/Nihi Watu berada di selatan Kabupaten Sumba Barat, dan juga ada Perkampungan Situs Adat yang berada di tengah Kota Waikabubak, dan masih banyak lagi obyek wisata lain yang sering di kunjungi oleh para tamu baik domestik maupun manca negara.
(Moi)

Siaran Pers Bagian Humas dan Protokol pada Sekretariat Daerah Kabupaten Sumba Barat.

Bagikan Informasi Ini

SEKDA BERHARAP, PARA REMAJA HINDARI REPRODUKSI KESEHATAN DAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA

_Waikabubak – Humas SB_

Proses pematangan fisik pada remaja terjadi lebih cepat dari proses pematangan psikososial,dan ini menyebabkan bebagai masalah dalam kehidupan di kalangan para remaja.

Hal itu disampaikan, Sekretaris Daerah Kabupaten Sumba Barat Drs.Umbu Dingu Dedi, MSi, saat membacakan sambutan Bupati Sumba Barat pada Acara Pembukaan Kegiatan Komunikasi, Informasi dan Edukasi Kesehatan Reproduksi Remaja, bertempat di Aula SMA Kristen Waikabubak, Rabu,(14/11/18).

Sekda mengatakan informasi global (paparan media audio-visual) yang mudah diakses oleh para remaja untuk mengadaptasi kebiasaan – kebiasaan tidak sehat seperti, merokok, minum-minuman beralkohol, penyalahgunaan obat dan suntikan terlarang, perkelahian antar remaja atau tawuran, itu disebabkan karena kebanyakan remaja tidak memiliki pengetahuan yang akurat mengenai kesehatan reproduksi dan seksualitas serta tidak memiliki akses terhadap informasi dan pelayanan kesehatan reproduksi termasuk kontrasepsi.

“Dua Alasan yang sering terjadi dan seringkali sulit diatasi di kalangan remaja diantaranya:
Pertama: Ketika masih anak-anak, seluruh masalah mereka selalu diatasi oleh orang dewasa, hal seperti ini yang membuat remaja tidak mempunyai pengalaman dalam menghadapi masalah.
Kedua: Karena remaja merasa dirinya telah mandiri, maka mempunyai gengsi dan menolak bantuan dari orang dewasa”, lanjutnya.

“Kegiatan seperti ini bertujuan membantu remaja agar memahami dan memiliki pengetahuan yang cukup yang sering dialami oleh para remaja,sehingga mereka dapat memiliki kebanggaan sikap dan perilaku sebagai orang yang berjiwa sehat dan tentu saja bertanggung jawab kaitannya dengan masalah kehidupan reproduksi dan penyalahgunaan narkoba” ujar Umbu.

Lebih lanjut, Umbu Dingu mengharapkan melalui Dinas PPKB agar bekerja sama dengan Sekolah untuk membentuk wadah “Pusat Informasi dan Konseling-Remaja”, guna membantu para remaja untuk mendapatkan informasi dan pelayanan konseling yang benar tentang Kesehatan Reproduksi Remaja Penyalahgunaan Narkoba, dan ini merupakan aksi strategis yang bermanfaat bagi remaja sehingga program edukasinya selalu berkesinambungan dan rutin, serta dapat menghindarkan remaja dari perilaku menyimpang.

“Saya berharap kehadiran kita semua pada kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian serta komitmen yang kuat, saling berbagi informasi tentang kesehatan reproduksi remaja dan penyalahgunaan narkoba terhadap semua remaja guna mendapatkan informasi lengkap dan pengetahuan untuk memproteksi serta mereka dapat menghindar dari perilaku negatif”, ucap Umbu Dingu.
(Moi)

Siaran Pers Bagian Humas dan Protokol pada Sekretariat Daerah Kabupaten Sumba Barat.

Bagikan Informasi Ini

BUPATI DAPAWOLE HADIRI RAKORNAS DAN EVALUASI P3MD

_Jakarta – Humas SB_

Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia (Kemendes PDTT RI) selenggarakan Rapat Koordinasi Nasional dan Evaluasi Tahun Anggaran 2018 dengan para Gubernur, Bupati/Walikota dan Kadis PMD Provinsi serta Kabupaten/Kota se Indonesia, bertempat di Hotel Sultan, Jl.Gatot Subroto – Jakarta Pusat,Rabu,(14/11/18).

Saat membuka Rakornas dan Evaluasi, Wakil Presiden RI, H. Muhamad Yusuf Kalla mengatakan dengan dana desa dapat meningkatkan perkembangan pertumbuhan ekonomi dengan melibatkan tenaga kerja di desa sehingga dapat menurunkan angka pengangguran di desa.

“Dana Desa hanya stimulan apabila Desa telah berhasil dikelolah dengan baik maka Desa akan mandiri, dan sesuai rencana di tahun 2019 Dana Desa akan meningkat menjadi 70 Triliun lebih, oleh karena itu para Gubernur, Bupati/Wali Kota se Indonesia harus melakukan pengawasan yang ekstra ketat dan juga di tahun 2019 Kelurahan akan memperoleh bantuan dari Dana APBN”, tegas Wapres.

Wapres juga mengharapkan agar Kepala Desa, harus mempunyai perencanaan yang matang dengan melibatkan warga masyarakat melalui musyawarah dengan berbagai kegiatan pembangunan seperti Posyandu, MCK Polindes, Drainase, Sumur Air Bersih, Paud, Embung dan Sarana Olahraga,sehingga masyarakat Desa dapat menikmati fasilitas yang ada di Desa itu sendiri.

Bupati Dapawole, kepada Humas melalui pesan whatsappnya, saat menghadiri Rakornas dan Evaluasi, mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi kepada Pemerintah Pusat yang telah menaikkan jumlah dana Desa tahun 2019.
“Sumba Barat mendapat Rp.85.550.000.126, untuk 63 desa,” kata Bupati Dapawole.
“untuk itu saya Instruksikan Kadis PMD dan jajaran nya lakukan pendampingan semaksimal mungkin terhadap seluruh Desa agar dana desa tersebut dapat optimal,” tegas Dapawole.

Lebih jauh Bupati Dapawole, menegaskan agar Kadis PMD Sumba Barat segera berkoordinasi dengan pihak terkait terutama Kepala Desa untuk menyiapkan dokumen-dokumen penting yang terkait agar Dana Desa Sumba Barat sudah dapat diproses pencairannya pada awal tahun, pada bulan Januari tahun 2019.

“Semakin cepat proses pencairan dana desa akan semakin bagus serapannya oleh masyarakat sehingga berbagai program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa akan semakin baik”, lanjut Dapawole.

Merespon penegasan Bupati Sumba Barat terkait bertambahnya anggaran dana Desa tahun anggaran 2019, Kadis PMD Kabupaten Sumba Barat Yakub Jefry Ndapamerang, SP, MM kepada Humas Sumba Barat, memberikan apresiasi atas peningkatan anggaran dana desa tersebut, sebagai penanggungjawab teknis pengelolahan dana desa di Kabupaten Sumba Barat. “Kami akan berusaha dan berkomitmen agar dana desa dikelolah secara tepat guna dan tepat sasaran serta tepat pertanggungjawaban oleh seluruh Kepala Desa di Sumba Barat”, kata Jefry.

Hadir pada acara Rakornas dan Evaluasi tersebut Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sanjoyo, Menteri Dalam Negeri Tjahyo Kumolo, Wakil Menteri Keuangan, para Gubernur, para Bupati/Walikota, dan para Kadis PMD Provinsi serta Kabupaten/Kota seluruh Indonesia.
(Moi)

Siaran Pers Bagian Humas dan Protokol pada Sekretariat Daerah Kabupaten Sumba Barat.

Bagikan Informasi Ini

BUPATI DAPAWOLE HADIR PADA PELANTIKAN BUPATI DAN WAKIL BUPATI SUMBA TENGAH

_Kupang – Humas SB_

Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laikodat melantik Drs.Paulus S.K.Limu dan Ir.Daniel Landa sebagai Bupati dan Wakil Bupati Sumba Tengah Periode 2018 – 2023 bertempat di Kantor Gubernur Nusa Tenggara Timur. (Senin, 12 November 2018)

Bupati Sumba Barat Drs.Agustinus Niga Dapawole, di sela-sela menghadiri acara pelantikan tersebut mengatakan, “Atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Sumba Barat dan Masyarakat Sumba Barat mengucapkan Proficiat dan Selamat Mengemban Tugas Negara kepada Bapak Drs.Paulus S.K Limu dan Bapak Ir.Daniel Landa sebagai Bupati dan Wakil Bupati Sumba Tengah”.

 

Bupati Dapawole kepada Humas melalui whatsapp mengatakan Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Sumba Tengah saat ini merupakan hasil pilkada serentak 27 Juni 2018 lalu.

“Drs.Paulus S.K.Limu di waktu yang lalu menduduki jabatan Kepala Inspektorat Provinsi NTT dan kemudian dilantik sebagai Pj. Bupati Sumba Barat sedangkan Ir. Daniel Landa terakhir menduduki jabatan Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Kabupaten Sumba Barat.

Pada kesempatan itu hadir pula Wakil Gubernur NTT, Forkopimda NTT, Para Bupati/ Wali Kota Se Provinsi NTT, Ketua TP PKK Provinsi NTT, para Pejabat Kabupaten Sumba Tengah dan para Keluarga serta para Tamu Undangan Lainnya.

Siaran Pers Bagian Humas dan Dokumentasi pada Sekretariat Kabupaten Sumba Barat.

Bagikan Informasi Ini