News

MUSRENBANG KECAMATAN KOTA WAIKABUBAK

_Waikabubak – Humas SB_

Musyawarah Rencana Pembangunan Tingkat Kecamatan Kota Waikabubak (Musrenbangcam) Jumat, 22 Februari 2019 bertempat di Aula Kantor Kecamatan Kota Waikabubak dengan resmi dibuka Bupati Sumba Barat Drs.Agustinus Niga Dapawole didampingi Plh. Sekda Martha Bili Lalo, SH, Plt. Bappeda Drs. Ibrahim Kedujawa dan Camat Kota Waikabubak Grace W. Ora, S.Si.

Bupati Sumba Barat dalam sambutannya mengatakan Musrenbang hari ini adalah hari keempat tingkat Kecamatan di Kabupaten Sumba Barat dan pelaksanaan kegiatan ini merupakan tahapan perencanaan dalam sistem perencanaan pembangunan nasional dimana seluruh pemangku kepentingan wajib untuk mengusulkan atau menentukan yang menjadi kebutuhan prioritas untuk di tindaklanjuti pada tahun 2020 mendatang.

“Program yang diusulkan harus berdasarkan kebutuhan masyarakat dan bukan atas keinginan seseorang atau kelompok tertentu”, ucap Dapawole dengan tegas.

Camat Kota Waikabubak dalam Laporannya mengatakan gambaran umum kondisi Kecamatan Kota, Pelaksanaan Program/Kegiatan tahun 2018 dan kendala serta permasalahan yang dihadapi di Kecamatan salah satunya di bidang Pemerintahan terkait belum 100 % terealisasinya PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) disebabkan karena adanya pendobelan obyek pajak dan melaporkan kegiatan pembangunan fisik tahun 2018 yang bersumber pada APBDes telah mencapai 100%.

Selanjutnya, Bupati Dapawole menginstruksikan Dinas PMD, Bappeda dan Kacamatan harus bekerja sama untuk memastikan rumusan usulan prioritas yang harus memenuhi kebutuhan masyarakat dan berbasis pemenuhan kebutuhan kesejahteraan masyarakat,serta harus bisa memilah kebutuhan masyarakat yang perlu di tindaklanjuti ke tingkat Kabupaten dan kebutuhan masyarakat yang harus diselesaikan di Desa.

“Oleh karena Desa sudah mempunyai Anggaran sendiri dan apa yang di bangun pemerintah bukan harus besar dan mewah tetapi yang terpenting adalah dia bermanfaat dan memang menjadi kebutuhan masyarakat”, sebut Dapawole.

Dapawole juga menyampaikan kegiatan ini dimaksudkan untuk menentukan usulan yang menjadi skala prioritas dan juga sebagai jalan tengah yang perlu dipikirkan bersama dalam musyawarah, sehingga kesepakatannya dapat menentukan prioritas dan menjadi dokumen acuan dalam proses perencanaan pembangunan pada tahun mendatang.

Kepada peserta Musrenbang, Dapawole berpesan agar kinerja pembangunan tidak hanya ditentukan oleh besaran program/kegiatan yang dapat dibiayai oleh APBD tetapi juga ditentukan oleh peran serta masyarakat dalam mendukung proses pembangunan di Daerah dengan memperhatikan beberapa point penting diantaranya adalah sbb:

Satu: Musrenbangcam harus mampu menjangkau seluruh isu-isu strategis pada tataran lokal.

Dua: Kinerja koordinasi antar lembaga Pemerintah dan Masyarakat harus terpadu,Konsisten dan Konstruktif.

Tiga: Harus ada jaminan pengawalan atas partisipasi masyarakat hingga pada pengambilan keputusan.

Empat: Sinkronisasi antara alokasi program pembangunan dan kebutuhan masyarakat harus sepenuhnya terjamin.

Akhir sambutannya Bupati Dapawole mengingatkan dan menegaskan kepada peserta Musrenbang bahwa perencanaan disusun harus bersumber pada kebutuhan masyarakat dan dapat menghasilkan kesimpulan yang terarah serta transparan tanpa intervensi dari pihak manapun sehingga proses pembangunan perlu dirumuskan secara matang dan tepat sasaran serta bisa dirasakan secara langsung oleh Masyarakat.

Hadir pada kegiatan itu, Wakil Ketua II dan Anggota DPRD Kabupaten Sumba Barat, para Pimpinan OPD Kabupaten Sumba Barat, Ketua dan Wakil Ketua TP. PKK, Kapolsubsektor Kota, Danramil, para Lurah/Kepala Desa se Kecamatan Kota Waikabubak, para Kepala Sekolah SD,SMP/MTs dan SMA/SMK/MA se Kecamatan Kota Waikabubak, para Tokoh Agama,Tokoh Masyarakat se Kecamatan Kota Waikabubak.

Acara selanjutnya sesi dialog antara peserta musrenbang dan pihak pemerintah kabupaten kemudian dilanjutkan secara teknis oleh tim teknis dalam hal ini pihak Bappeda Kabupaten Sumba Barat.

Siaran Pers Bagian Humas dan Protokol pada Sekretariat Daerah Kabupaten Sumba Barat.

Bagikan Informasi Ini

BUPATI AJAK PARA PETANI UNTUK LEBIH MENINGKATKAN HASIL PANEN

_Manola – Humas SB_

“Hari ini kita melakukan Panen Jagung Hibrida sebagai wujud dukungan Pemerintah Daerah Kabupaten Sumba Barat dalam mensukseskan swasembada jagung. Semoga hasil panen ini kian memotivasi para petani untuk lebih meningkatkan luas tanam maupun hasil panen jagung per hektarnya”.

Hal ini disampaikan Bupati Sumba Barat Drs. Agustinus Niga Dapawole saat melakukan Panen Jagung Hibrida bersama anggota kelompok tani di Desa Manola Kecamatan Loli. Kamis, 21/02/2019.

“Kita harus bersyukur karena Tuhan memberikan kita tanah yang subur. Oleh karena itu kesuksesan yang didapat ini harus terus disupport semaksimal mungkin dan dipertahankan”, ucap Dapawole.

“Kalau jaman dahulu, petani hanya berpikir sederhana misalnya menanam jagung berbuah jagung. Namun untuk saat ini paradigma ini harus diubah “tidak saja menanam jagung berbuah jagung tetapi menanam jagung berbuah uang”. Filosofi itu artinya petani mesti berpikir produktif, dalam bercocok tanam harus selektif memilih tanaman pertanian varietas unggul dan prospek pasarnya cerah seperti jagung hibrida guna menghasilkan uang”, lanjutnya.

Dapawole juga berpesan kepada masyarakat petani agar jangan cepat merasa puas dengan hasil panen yang didapat, kelola hasil panen sehingga bisa berkesinambungan dengan memanfaatkan curah hujan yang masih ada untuk terus melakukan penanaman tanaman pangan yang berpeluang pasar cukup baik.

Dapawole juga menghimbau kepada Dinas Pertanian agar memantau hasil produksi jagung di kecamatan lain untuk kepastian jaminan ketersediaan pangan.

“Terima kasih kepada TNI terutama Kodim 1613 Sumba Barat atas dukungannya kepada Pemda Sumba Barat dalam bidang ketahanan pangan”, ujar Bupati.

Sementara Kepala Dinas Pertanian Ir. Amos Dida mengatakan jagung yang dipanen hari ini adalah jagung tanpa pupuk kimia dan khusus Desa Manola terdapat 2 hektar lahan/kebun jagung.

“Harapan kita bersama tanah-tanah yang dikatakan lahan tidur semuanya dapat kita bangun. Pemerintah akan memfasilitasi apapun yg dibutuhkan asalkan masyarakat menyiapkan lahan”, tandasnya.

“Mendukung program kerja Gubernur NTT terkait Revolusi hijau, tahun ini kami juga mengalokasikan anggaran untuk mengadakan anakan kelor”, kata Amos.

Selanjutnya Bupati Dapawole menghimbau para Kepala Desa/Lurah agar lebih semangat untuk mengajak masyarakat petani melakukan tanam jagung. Dan hasilnya tidak hanya untuk dikonsumsi sendiri tapi untuk dijual demi kepentingan ekonomi masyarakat.

“Tahun ini adalah tahun politik, suhunya juga pasti akan semakin panas. Sehingga pesan saya kepada masyarakat untuk selalu waspada dan tidak terprovokasi oleh hoax, informasi/berita yang tidak jelas kebenarannya sehingga tidak ada fitnah, adu domba serta konflik”, pesan Bupati.

“Aparatur Sipil Negara harus netral, tidak boleh berkampanye sekalipun calon legislatif adalah keluarga dekat kita. Hal ini sudah menjadi ketentuan dalam Undang-Undang (UU) Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN, bahwa setiap pegawai ASN tidak berpihak dari segala pengaruh manapun dan tidak memihak kepada kepentingan siapapun. Dan
UU nomor 10 Tahun 2016, pasangan calon dilarang melibatkan ASN anggota Polri dan anggota TNI, dan Kepala Desa atau perangkat Desa lainnya”, tegas Dapawole.

Dapawole juga menyampaikan bahwa atas perintah Gubernur NTT, mulai hari minggu tanggal 24 Februari sampai dengan hari Selasa, 26 Februari 2019 seluruh masyarakat Sumba Barat beraktifitas dengan berpakaian adat Sumba Barat. Bagi umat Kristen/Khatolik agar ke Gereja menggunakan pakaian adat.

“Dan pada hari Senin, 25 Februari sampai dengan Selasa, 26 Februari 2019 dinyatakan sebagai hari libur bagi seluruh Sekolah baik tingkat Paud, TK, SD, SMP maupun SLTA. Hal ini dilakukan sebagai bentuk penghargaan dan pelestarian terhadap budaya kita”, jelas Dapawole.
(Moi)

Siaran Pers Bagian Humas dan Protokol pada Sekretariat Daerah Kabupaten Sumba Barat.

Bagikan Informasi Ini

BUPATI DAPAWOLE BUKA MUSRENBANG TINGKAT KECAMATAN DI LAMBOYA

_Lamboya – Humas SB_

Musyawarah Perencanaan Pembangunan Tingkat Kecamatan hari ketiga dilaksanakan di Kecamatan Lamboya di buka dengan resmi oleh Bupati Sumba Barat Drs. Agustinus Niga Dapawole di Kantor Kecamatan Lamboya. Rabu, 20/02/2019.

Sebelumnya Camat Lamboya Thimotius T. Raga, S. Sos menyampaikan gambaran umum tentang Kecamatan Lamboya.

Thimotius juga menyampaikan masalah – masalah yg dihadapi diantaranya :
– Dalam Bidang Pendidikan yaitu masih kurangnya pengajar/guru dan gedung tempat belajar.
– Bidang Kesehatan : lokasi puskesmas yang sangat sempit dan perlu dikembangkan, belum adanya tenaga rawat medis dan petugas keamanan.
– Bidang trantibmas : masalah hutang piutang karena pesta adat, masalah tanah, serta perlu membuat menerbitkan sertifikat untuk Lapangan Hobakala.

Camat juga melaporkan bahwa terjadi bencana alam yaitu 5 rumah layak huni yang tumbang.
“Kami juga meminta kepada Pemkab untuk
– pembangunan gedung kantor dan kendaraan roda 2 untuk kepala seksi
– Pembangunan jembatan di desa Laboya Dete, penataan kembali Lapangan Hobakala agar ditambah tribun
– Dan perlu ada biaya untuk Tim Pengamanan Pasola nantinya”, tambah Timo.

“Untuk realisasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tahun 2018 dan Dana Desa tahun anggaran 2018 untuk Kecamatan Lamboya telah memcapai 100%”, lapor Camat Timo.

Bupati Dapawole sebelum memulai sambutannya melakukan absensi kehadiran terhadap para Kepala Desa dan para Kepala Sekolah Tingkat SD, SMP dan SMA.

“Musrenbang ini sangat penting karena membahas tentang prioritas kebutuhan masyarakat oleh karenanya semua undangan wajib hadir”, tegas Dapawole.

Dalam sambutannya Bupati Dapawole meminta agar Bappeda, Dinas PMD dan Kecamatan harus bekerja sama untuk memastikan bahwa rumusan usulan prioritas harus memenuhi hak – hak dasar masyarakat dan harus berbasis pemenuhan kesejahteraan masyarakat. “Bukan maunya Kepala Desa atau sekelompok orang”, tegasnya.

“Tahun ini adalah tahun politik, suhunya juga pasti akan semakin panas. Sehingga pesan saya kepada masyarakat untuk selalu waspada dan tidak terprovokasi oleh hoax, informasi/berita yang tidak jelas kebenarannya sehingga tidak ada fitnah, adu domba serta konflik”, pesan Bupati.

Dapawole juga menyampaikan bahwa atas perintah Gubernur NTT, mulai hari minggu tanggal 24 Februari sampai dengan hari Selasa, 26 Februari 2019 seluruh masyarakat Sumba Barat beraktifitas dengan berpakaian adat Sumba Barat. Bagi umat Kristen/Khatolik agar ke Gereja menggunakan pakaian adat.

 

“Dan pada hari Senin, 25 Februari sampai dengan Selasa, 26 Februari 2019 dinyatakan sebagai hari libur bagi seluruh Sekolah baik tingkat Paud, TK, SD, SMP maupun SLTA. Hal ini dilakukan sebagai bentuk penghargaan dan pelestarian terhadap budaya kita”, kata Dapawole.
(Moi)

Siaran Pers Bagian Humas dan Protokol pada Sekretariat Daerah Kabupaten Sumba Barat.

Bagikan Informasi Ini

WABUP TONI MONITORING PERSIAPAN PASOLA WANUKAKA

_Wanukaka – Humas SB_

Wakil Bupati Sumba Barat Marthen Ngailu Toni, SP didampingi Camat Wanukaka dan para Kabid pada Dinas Pariwisata melakukan kunjungan ke Kecamatan Wanukaka dalam rangka memonitoring persiapan Pasola Wanukaka yg akan dilaksanakan pada tgl 26 Februari 2019.

Toni juga memantau persiapan sarana pendukung lainnya dalam rangka terselenggaranya even Pasola di Kecamatan Wanukaka.

Demikian Siaran Pers Bagian Humas dan Protokol pada Sekretariat Daerah Kabupaten Sumba Barat.

Bagikan Informasi Ini