News

WAKIL BUPATI SUMBA BARAT HADIRI MUSRENBANG RPJMD PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR TAHUN 2018 – 2023

_Kupang-Humas SB_

Wakil Bupati Sumba Barat Marthen Ngailu Toni, SP hadiri Musrenbang RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2018-2023 yang dibuka dengan resmi oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat. Kegiatan dilaksanakan di Hotel Aston Kupang, Jumat, (23/11/18).

Dalam sambutannya, Gubernur Laiskodat mengatakan bahwa kesuksesan Program Pembangunan bergantung kepada tiga hal: pertama: Perencanaan, kedua: karakter yang melaksanakannya dan ketiga: manajemen pelaksanaannya.

Lebih lanjut Gubernur mengatakan bahwa dalam upaya mewujudkan “NTT Bangkit Mewujudkan Masyarakat Sejahtera Dalam Bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia” Perencanaan pembangunan daerah haruslah sinergis dan sinkron antara Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota. Keselarasan kebijakan tersebut diwujudkan dalam penyusunan RPJMD sebagai pedoman Pembangunan daerah selama Lima tahun ke depan.

Gubernur mengucapkan terima kasih kepada Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Republik Indonesia yang telah memberikan pemikiran-pemikiran untuk menyempurnakan program-program Perencanaan Pembangunan Nusa Tenggara Timur.

“Dan saya mengharapkan sumbangan pemikiran dari kita semua yang hadir disini dalam rangka mensukseskan program-program pembangunan Kita. NTT memiliki banyak potensi dan aset-aset daerah yang bila dikelola dengan baik akan mampu mendorong laju pembangunan di NTT”, lanjut Laiskodat.

Setelah membuka kegiatan dengan resmi, Gubernur Laiskodat memberikan kesempatan kepada para Bupati/Wali Kota untuk menyampaikan pendapatnya dalam forum tersebut.

Wakil Bupati Sumba Barat dalam kesempatan tersebut menyampaikan harapannya agar Pemerintah Provinsi dapat membantu Pemerintah Kabupaten untuk menggoalkan usulan-usulan program bantuan DAK ke Pemerintah Pusat, sehingga dengan demikian maka kemajuan sebagaimana yang diharapkan dapat terwujud.

“kami membutuhkan arahan dan juga koordinasi yang sinergis antara Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten agar kita semua dapat melangkah bersama-sama mewujudkan tujuan pembangunan yang kita harapkan”, kata Toni.

Dilanjutkan dengan penandatanganan Komitmen bersama dukungan RPJMD Provinsi oleh Bupati/Wakil Bupati Kabupaten/Kota se Nusa Tenggara Timur.

Turut Hadir pada kesempatan itu Wakil Gubernur NTT, Pejabat dari Bappenas RI, Bupati/Wakil Bupati Kabupaten/Kota se NTT, anggota Forkopimda Provinsi NTT, Tokoh Masyarakat, para Pimpinan Perangkat Daerah Provinsi NTT.

Siaran Pers Bagian Humas dan Protokol pada Sekretaris Daerah Kabupaten Sumba Barat.

Bagikan Informasi Ini

BUPATI SUMBA BARAT TANDATANGAN KERJA SAMA PENDIDIKAN DENGAN UNIVERSITAS KRISTEN PETRA

_Surabaya – Humas SB_

Bupati Sumba Barat didampingi Sekretaris Daerah, Plt. Kepala Bappeda, Kadis Pendidikan, Kepala Bidang Pemberdayaan Manusia dan Masyarakat serta staf Bappeda Kabupaten Sumba Barat menghadiri acara Penandatanganan Perjanjian Kerjasama Pendidikan antara Pemerintah Kabupaten Sumba Barat dan Universitas Kristen Petra Surabaya.

Penandatanganan Perjanjian Kerjasama Pendidikan itu ditandatangani oleh Drs.Agustinus Niga Dapawole, Bupati Sumba Barat dengan Rektor Universitas Kristen Petra, Prof.Dr.Ir.Djawantoro Hardjito, M.Eng, bertempat di Ruang Rapat Universitas Kristen Petra, Jumat, 23 November 2018.

Bupati Sumba Barat dalam sambutannya mengatakan atas nama pemerintah dan masyarakat Kabupaten Sumba Barat mengucapkan terimakasih dengan terselenggaranya kegiatan ini dan kegiatan ini sebagai bentuk tanggung jawab Pemerintah dalam membangun masa depan anak-anak kita.

Menurutnya, untuk membangun pendidikan di Sumba Barat bukanlah upaya sederhana,melainkan suatu kegiatan dinamis dan penuh tantangan yang memerlukan komitmen dan keseriusan dari penyelengara untuk menyediakan layanan pendidikan
untuk mengatasi permasalahan tersebut.

“Pemerintah Daerah melaksanakan program kemitraan bertujuan agar mampu membawa harapan baru untuk menghasilkan tenaga pendidik dan kependidikan yang berkualitas,dan yang paling utama adalah ikut dan terus berpartisipasi aktif membangun sumber daya manusia daerah yang berkualitas dengan selalu meningkatkan dan memperkuat basis pendidikan masyarakat” ucap Dapawole.

Bupati Dapawole juga menyampaikan calon penerima beasiswa pendidikan Universitas Kristen Petra bagi anak berprestasi yang berasal dari keluarga kurang mampu telah dilaksanakan beberapa waktu lalu, dan program ini merupakan salah satu tujuan dalam Visi dan Misi Pemerintah Kabupaten Sumba Barat yakni meningkatkan pendidikan masyarakat yang berkualitas dan berkelanjutan melalui perekrutan calon – calon tenaga pendidik dan kependidikan yang memenuhi kualifikasi pendidikan.

“Penandatanganan Kerja Sama merupakan wujud kepekaan dan kepedulian Universitas Petra terhadap kendala yang dihadapi kalangan siswa/siswi yang masih belum berkecukupan
serta berharap semoga beasiswa dan bantuan dapat menjadi pendorong motivasi belajar anak-anak, agar mereka bisa meraih prestasi yang membanggakan dan dapat dimaknai bukan hanya sekedar amal,derma (Charity),tetapi harus disadari sebagai bentuk Penanaman Modal Manusia (Human investment)”, jelas Dapawole.

Mengakhiri sambutannya, Bupati Dapawole mengucapkan terima kasih atas upaya mendorong percepatan pembangunan di daerah dan masyarakat khusus bidang pendidikan dengan sejumlah keunggulan serta sumber daya yang dimiliki Universitas Petra serta menjadikan Sumba Barat sebagai salah satu daerah pelayanannya dan memberikan kesempatan kepada putra-putri Sumba Barat untuk juga dapat menimba ilmu dan bersaing dengan saudara dan saudarinya yang ada di Petra.

Acara pun dilanjutkan dengan penyerahan cindera mata berupa plakat dari Bupati Sumba Barat kepada Rektor Universitas Kristen Petra, peninjauan lokasi gedung fakultas FKIP Petra yang menjadi lokasi studi bagi mahasiswa penerima beasiswa.
(Moi)

Siaran Pers Bagian Humas dan Protokol pada Sekretariat Kabupaten Sumba Barat.

Bagikan Informasi Ini

BUPATI SUMBA BARAT TANDA TANGANI KOMITMEN PELAKSANAAN PERCEPATAN PENCEGAHAN ANAK KERDIL (STUNTING)

_Jakarta – Humas SB_

Bupati Sumba Barat, Drs. Agustinus Niga Dapawole bersama 99 Bupati/Wakil Bupati yang merupakan 100 Kabupaten Prioritas, menandatangani komitmen bersama untuk melakukan upaya percepatan pencegahan stunting di wilayah masing-masing, Jakarta, Kamis (22/11/2018).

Adapun Komitmen tersebut adalah :
Pertama, Melaksanakan pertemuan daerah percepatan pencegahan stunting bersama dengan seluruh organisasi perangkat daerah, Camat, Kepala Desa dan pihak terkait lainnya;
Kedua, Melakukan aksi konvergensi/integrasi program dan kegiatan yang terkait dengan percepatan pencegahan stunting di daerah
Ketiga, Melakukan pengumpulan dan publikasi data stunting serta program – program percepatan yang sudah dilakukan secara berkala, dan menggunakan data sebagai dasar untuk melakukan perbaikan program
Keempat, Menyusun kebijakan kampanye perubahan perilaku dan komunikasi antar pribadi untuk percepatan pencegahan stunting
Kelima, Meningkatkan peran desa dalam melakukan konvergensi/integrasi percepatan pencegahan stunting di daerah.

Deputi Kepala Sekretariat Wakil Presiden Bidang Dukungan Kebijakan Pembangunan Manusia dan Pemerataan Pembangunan/Sekretaris Eksekutif Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), Bambang Widianto dalam sambutan penutupannya mengatakan bahwa untuk mempercepat pencegahan stunting diperlukan intervensi yang terkoordinir dan konvergen, yaitu sinergi lintas sektor dengan bersama – sama menyasar kelompok prioritas yang tinggal di desa dan perkotaan. “Intervensi program yang terkait dengan gizi, air bersih, sanitasi, perilaku hidup sehat, imunisasi, dan lain-lain, harus dilakukan secara konvergen mulai dari tahap perencanaan dan penganggaran, pelaksanaan, hingga pemantauan dan evaluasi,” tegas Bambang Widianto.

Terkait dengan hal tersebut di atas, Bupati Dapawole menjelaskan bahwa Kabupaten Sumba Barat sudah melaksanakan beberapa program/kegiatan terkait dengan penanganan stunting. ” Hanya saja yang perlu kita perbaiki ke depan adalah agar program/kegiatan tersebut dapat terpadu antar pemangku kepentingan” ujar Dapawole. Oleh karena itu Bupati menginstruksikan kepada Bappeda agar segera melakukan aksi nyata terkait dengan komitmen tersebut.

Mengenai peran desa, Bupati Niga juga menginstruksikan kepada Kepala Dinas PMD agar segera mengawal proses perencanaan yang sementara dilakukan di desa, agar dana desa tahun 2019 tidak hanya berfokus pada kegiatan fisik semata, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat termasuk pelayanan sosial dasar dalam rangka pencegahan stunting.

Kepala Dinas PMD Kabupaten Sumba Barat, Jefry Dapamerang ketika mendampingi Bupati, kepada Humas Sumba Barat menyatakan siap memfasilitasi desa dalam merencanakan program/kegiatan tersebut. “khusus penggunaan desa, Dinas PMD telah dari jauh hari berkomitmen terhadap penanganan stunting. Pada Bulan Oktober yang lalu telah dilaksanakan Bursa Inovasi Desa yang salah satu nya adalah desa telah berkomitmen untuk menganggarkan dana desa untuk mengakomodir pelasayanan sosial dasar,” tegas Jefry.

Rakornis tersebut juga dihadiri oleh Kepala Dinas PMD Jefry Dapamerang, Kepala Dinas PUPR Ir. Fredrik Gah, Kepala Dinas Kesehatan Drg. Bonar B. Sinaga M. Kes, dan Sekretaris Bappeda Ridho Djama Samani, S.KM.MSc.

Siaran Pers Bagian Humas dan Protokol pada Sekretariat Daerah Kabupaten Sumba Barat.

Bagikan Informasi Ini

WAKIL BUPATI MINTA MASYARAKAT SADAR AKAN NILAI – NILAI LUHUR BUDAYA BANGSA

_Waikabubak – Humas SB_

Budaya pada dasarnya memiliki nilai-nilai yang senantiasa di wariskan,di tafsirkan dan dilaksanakan seiring dengan proses perubahan nilai – nilai budaya merupakan bukti legitimasi masyarakat terhadap budaya.

Demikian ucap, Marthen Ngalu Toni, SP, Wakil Bupati Sumba Barat, saat membuka kegiatan sosialisasi peningkatan kesadaran masyarakat akan nilai – nilai luhur budaya bangsa, bertempat di Aula SMA Kristen Waikabubak, Rabu, 21 November 2018.

Dalam sambutannya, Wabup mengatakan Bangsa Indonesia memiliki keragaman nilai – nilai luhur kebudayaan dan merupakan sarana dalam membangun karakter warga negara, baik itu karakter privat maupun karakter publik.

Menurutnya, upaya peningkatan karakter warga negara sampai saat ini belum optimal seiring perkembangan zaman terhadap eksistensi budaya dan nilai – nilai budaya yang dapat berakibat pada kehancuran suatu bangsa yakni menurunnya perilaku sopan santun, perilaku kejujuran, rasa kebersamaan dan rasa gotong royong diantara anggota masyarakat serta kegiatan tersebut bertujuan untuk tetap mengingatkan kepada generasi muda akan adanya nilai – nilai budaya Luhur Bangsa khususnya masyarakat Sumba Barat.

Lanjut Wabup, mengatakan 10 tanda perilaku manusia yang menunjukan arah kehancuran suatu bangsa yaitu:
Satu, Meningkatnya kekerasan dikalangan masyarakat.
Dua, Ketidakjujuran yang membudaya.
Tiga, Semakin tingginya rasa tidak hormat kepada orang tua.
Empat, Pengaruh peer group terhadap tindakan masyarakat.
Lima, Meningkatnya kecurigaan dan kebencian
Enam, Penggunaan bahasa buruk
Tujuh, Penurunan Etos Kerja
Delapan, Menurunnya rasa tanggungjawab individu dab warga negara.
Sembilan, Meningginya perilaku merusak diri
Sepuluh, Semakin kaburnya pedoman moral.

Wabup Toni menegaskan pentingnya transformasi nilai-nilai budaya lokal sebagai salah satu sarana untuk peningkatan karakter bangsa diantaranya:
Pertama, Secara filosofis, Peningkatan karakter merupakan sebuah kebutuhan asasi dalam proses berbangsa karena hanya bangsa yang memiliki jati diri yang kuat dan eksis.
Kedua, Secara Idealogis,Peningkatan karakter merupakan mengejawantahkan ideologi pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Secara normatif, peningkatan karakter bangsa merupakan wujud nyata langkah mencapai tujuan negara.
Ketiga, Secara Historis, Peningkatan karakter bangsa merupakan sebuah dinamika inti proses kebangsaan yang terjadi tanpa henti dalam kurun sejarah, baik pada jaman penjajah,maupun pada jaman kemerdekaan.

Keempat, Secara Sosiokultural peningkatan karakter bangsa merupakan suatu keharusan dari suatu bangsa yang multikultural.

Usai acara pembukaan tersebut dilanjutkan dengan acara sosialisasi oleh nara sumber.

Hadir pada acara tersebut anggota Forkopimda Kabupaten Sumba Barat, Ketua Pengadilan Negeri, para Pimpinan Perangkat Daerah dan para peserta kegiatan sosialisasi.
(Moi)

Siaran Pers Bagian Humas dan Protokol pada Sekretariat Daerah Kabupaten Sumba Barat.

Bagikan Informasi Ini