Kegiatan Pimpinan

SEKRETARIS DAERAH MENYERAHKAN SECARA SIMBOLIS OBAT FILARIASIS KEPADA KEPALA DESA SE KECAMATAN LAMBOYA

_Laboya- DKIPS_
Sekretaris Daerah Kabupaten Sumba Barat, Drs. Umbu Dingu Dedi. MSi. Bertindak selaku Pembina Apel, pada Upacara Pencanangan Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) Filariasis/kaki Gajah ke -3 thn 2018 Bertempat di Halaman SMAN1 Lamboya, kec. Lamboya. Pada kesempatan tersebut Drs. Umbu Dingu Dedi. MSi menyerahkan secara simbolis obat pencegahan Filariasis kepada para kepala desa di kecamatan Lamboya.

 

Kabupaten Sumba Barat sendiri telah melaksanakan program pemberian obat pencegahan masal filariasis sejak 2016 dan akan memasuki tahun ke-3 pada tahun 2018 ini. Target pemberian obat pencegahan masal filariasis berakhir pada tahun 2020 mendatang.

Turut hadir pada Upacara Pencanangan Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) Filariasis/kaki Gajah ke -3 thn 2018 diantaranya Pejabat yang mewakili Kepala Kejaksaan Negeri Waikabubak, Asisten I, Asisten III pada Sekda Kab. Sumba Barat, Staf ahli Bupati Sumba Barat, Para Pimpinan OPD Kabupaten Sumba Barat, Para Kepala Desa Kecamatan Lamboya dan Para Dokter . US

Bagikan Informasi Ini

BUPATI SUMBA BARAT TERIMA PIAGAM PENGHARGAAN PENCAPAIAN TARGET KAMPANYE IMUNISASI MEASLES RUBBELA (MR)

_Sorong – Humas SB_

Sebagai Bentuk Kepedulian Pemerintah Pusat dan Wujud Pembangunan di bidang Kesehatan Anak Indonesia dan untuk pemberantasan penyakit campak pada ibu hamil dan anak usia balita di Indonesia dan Kabupaten Sumba Barat khususnya.

Demikian penyampaian Drs.Agustinus Niga Dapawole Bupati Sumba Barat kepada Humas ketika menerima Piagam Penghargaan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia atas Keberhasilan mencapai di atas 95% cukupan Kampanye Imunisasi MR Fase II, Senin 15/10/2018 bertempat di Kabupaten Sorong-Provinsi Papua Barat.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia memberikan Piagam Penghargaan kepada 51 Kabupaten/Kota se Indonesia, diantaranya Kabupaten Sumba Barat – Provinsi Nusa Tenggara Timur atas Pencapaian Target Kampanye Imunisasi Measles Rubbela(MR) Fase II atau telah berhasil mencapai cukupan Imunisasi di atas 95%.

Piagam Penghargaan itu, diserahkan langsung oleh Ibu Menteri Kesehatan Republik Indonesia kepada 51 Bupati/Wali Kota se Indonesia pada acara Pencanangan Nasional Bulan Eliminasi Kaki Gajah (BELKAGA) Tahun 2018 se Indonesia yang dipusatkan di Kabupaten Sorong-Provinsi Papua Barat.

Turut hadir pada kegiatan itu, Menteri Kesehatan RI, Gubernur Papua Barat, Dirjen P2, 51 Bupati/Wali Kota dan Kadis Kesehatan se Indonesia yang cukupan Imunisasi diatas 95%.
Moi

Bagikan Informasi Ini

PENUTUPAN HARI AKSARA INTERNASIONAL KE 53 TINGKAT PROVINSI NTT

_Waikabubak-Humas SB_

Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Bungtilu Laiskodat menyampaikan Apresiasi dan Penghargaan kepada Pemerintah Kabupaten/Kota se Provinsi Nusa Tenggara Timur yang telah berpartisipasi dan mensukseskan penyelenggaraan Peringatan Hari Aksara Internasional ke 53 Tahun 2018 Tingkat Provinsi NTT di Kabupaten Sumba Barat.

Demikian ucap Bupati Sumba Barat Drs.Agustinus Niga Dapawole, saat membacakan sambutan Gubernur NTT pada Acara Penutupan Hari Aksara Internasional (HAI) ke 53 Tingkat Provinsi NTT bertempat di Kantor Daerah Lama, Kelurahan Kampung Sawah, Kecamatan Kota Waikabubak. (Jumat 12/10/2018)

“Prestasi gemilang yang diperoleh melalui berbagai jenis lomba yang diselenggarakan oleh panitia penyelenggara tidak muncul secara instan,tetapi melalui sebuah proses perjuangan yang panjang dan melelahkan serta mendapat penghargaan dari pemerintah, dan ini merupakan wujud dukungan pemerintah kepada seluruh warga belajar yang mengikuti pendidikan pada jalur pendidikan Non Formal untuk terus berjuang meraih prestasi menuju masa depan” kata Bupati Dapawole

Pada momentum itu, Gubernur mangatakan Penyelenggara Satuan Pendidikan Non Formal serta seluruh unsur pendidik, dalam upaya melakukan pendidikan dan pembelajaran kepada warga belajar dalam rangka meningkatkan mutu dan kualitas Pendidikan Keaksaraan,Pendidikan Kesetaraan, Pendidikan Kecakapan Hidup (Life Skil), dan pendidikan pemberdayaan masyarakat lainnya menuju masyarakat yang cerdas, terampil dan berbudaya serta memiliki keahlian vokasional sebagai bekal untuk menata dan meraih masa depan yang lebih baik.

“Pembelajaran Pendidikan Non Formal haruslah di rancang secara lebih terstruktur, terarah, sistimatis, fleksibel dan berkelanjutan,guna mempersiapkan warga belajar untuk secara mandiri dalam berusaha menjawab tantangan yang dihadapi usai mengikuti pendidikan pada lembaga pendidikan Non Formal dan merupakan hal yang paling penting adalah kemauan dan motivasi belajar dari setiap warga belajar” tambah Dapawole serta
menghimbau agar Program Pemerintah bidang Pendidikan Non Formal dalam upaya Pemberantasan Buta Aksara,diantaranya:
1.Membangkitkan motivasi belajar yang total dan penuh kesungguhan dari seluruh warga belajar,melalui berbagai program penuntasan buta aksara yang sesuai kebutuhan masyarakat.
2.Memaksimalkan kerja sama dengan berbagai komponen pembangunan pendidikan antar Iain perguruan tinggi, lembaga agama maupun lembaga swadaya masyarakat (LSM) baik berskala lokal maupun Internasional.
3.Perlu adanya dukungan pembiayaan yang optimal dari pemerintah baik Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dalam rangka pemberantasan buta aksara secara masif.

“Penyelenggara pendidikan Non formal terus dan selalu meningkatkan akses serta mutu penyelenggaraan pendidikan,melalui berbagai program kegiatan pembelajaran seperti Taman Bacaan Masyarakat (TBM), Kampung Literasi dan Desa Vokasi dalam rangka menciptakan masyarakat Nusa Tenggara Timur yang gemar membaca,” ucap Bupati Dapawole mengakhiri sambutan Gubernur.

Peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) ke 54 Tahun 2020 tingkat Provinsi NTT akan dilaksanakan di Kabupaten Alor.

Turut hadir pada kegiatan Hari Aksara Internasional ke 53 tahun 2018 Tingkat Provinsi NTT diantaranya Sekda Kab. Sumba Barat, Asisten III pada Sekda Kab. Sumba Barat Staf ahli Bupati Sumba Barat, Waka Polres Sumba Barat, Pejabat dari Kementrian Agama, Pimpinan Cabang Bank NTT Waikabubak, Para Pimpinan OPD Kabupaten Sumba Barat, Para Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota se Provinsi NTT, Camat Kota Waikabubak, Lurah Kampung Sawah dan 17 Peserta Kontingan Hari Aksara Internasional dari 22 Kabupaten/Kota se Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Moi

Bagikan Informasi Ini

WAKIL BUPATI TEGASKAN PETUGAS KESEHATAN DI PUSKESMAS AGAR BEKERJA OPTIMAL

_Waikabubak-Humas SB_

“Saya berharap agar pencapaian upaya pencegahan penyakit kaki gajah tahap II di Kabupaten Sumba Barat lebih maksimal dari pada tahun sebelumnya, maka melalui pertemuan ini perlu dilakukan evaluasi secara menyeluruh untuk meminimalisir permasalahan dan kendala yang terjadi dalam pelaksanaannya nanti.”

Hal ini disampaikan Wakil Bupati Sumba Barat Marthen Ngailu Toni, SP pada Kegiatan Advokasi Lintas Sektor/Program Dalam Rangka Pelaksanaan POPM Filariasis Tahun 2018 di Kabupaten Sumba Barat, yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Barat, bertempat di Aula Hotel Pelita Waikabubak. (Jumat, 12/10/2018)

“Disamping itu juga saya meminta kepada semua pihak khususnya petugas kesehatan di Puskesmas agar berkerja lebih optimal dalam melayani masyarakat dan meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat untuk minum obat filariasis”, tutur Toni.

“Kita berkewajiban untuk ikut mewujudkan, mempertahankan dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Termasuk dalam kewajiban untuk berperilaku hidup sehat, menjaga dan meningkatkan derajat kesehatan orang lain”, Lanjut Wakil.

Sementara Menurut Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Kab. Sumba Barat sekaligus selaku Ketua Panitia Agustinus Rabila bahwa Tahun 2016 dan 2017 POPM Filariasis telah dilaksanakan di 74 Desa/Kelurahan endemis filariasis, dengan cakupan penduduk minum sebesar 72,78% (tahun 2016) dan 83,9% (tahun 2017) dari jumlah penduduk seluruhnya (target 65%) serta angka keberhasilan pengobatan sebesar 89,68% (tahun 2016) dan 90,2% (tahun 2017) dari jumlah penduduk sasaran (target 85%).

Mengakhiri sambutannya, Wakil Toni memberikan apresiasi kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Barat atas Pelaksanaan Imunisasi Measles Rubela di Kabupaten Sumba Barat yang sudah berjalan dengan baik dan meraih peringkat ke III dengan hasil pencapaian 97,45% dari 22 Kabupaten/Kota. Dan Kabupaten Sumba Barat diundang untuk menerima piagam penghargaan yang diberikan oleh Menteri Kesehatan di Kabupaten Sorong Provinsi Papua Barat.

Hadir pada kesempatan itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Barat, para Lintas Sektor/Program dan para Kepala Puskesmas, dokter dan pengelola.
Moi

Bagikan Informasi Ini