News

BUPATI DAPAWOLE : KAMI INGIN BANGUN INDUSTRI PARIWISATA DI DAERAH KAMI

_Makasar – Humas SB_

Bupati Sumba Barat Drs. Agustinus Niga Dapawole didampingi Sekretaris Daerah Drs. Umbu Dingu Dedi, M.Si dan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sumba Barat Charles Weru, S.Sos menghadiri Rapat Forum Pariwisata Australia dengan Indonesia Timur, bertempat di Four Points by Sheraton Makasar, Senin, 4 s/d 5 Maret 2019.

Rapat Forum Pariwisata Australia – Indonesia Timur tersebut dibuka oleh Gubernur Sulawesi Selatan Prof. Dr. Ir. H. M Nurdin Abdullah dan dihadiri Steve Noakes sebagai Pemimpin Industri Pariwisata Australia serta Wali Kota Gold Coast dari Queensland Australia.

“Sebagai Pemimpin di Daerah, saya berkeinginan membangun industri pariwisata di Daerah”, ucap Bupati Dapawole.

“apakah Australia dapat berkontribusi terhadap pembangunan sektor pariwisata di daerah kami?” tanya Dapawole.

Dapawole juga mengharapkan pertemuan ini menjadi wadah bagi seluruh peserta untuk saling berkenalan dan tukar ide dalam suasana formal maupun non formal terkait pembangunan sektor industri pariwisata di daerah.

Bupati Dapawole mengatakan investasi pariwisata yang berkelanjutan dan pendidikan komunikasi pariwisata yang moderen dan berbasis digital ini dapat memberi dampak positif bagi daerah Sumba Barat khususnya dan Indonesia Timur umumnya, sehingga dapat di mungkinkan ide investasi akan muncul dari para investor guna mengembangkan destinasi pariwisata di Kabupaten Sumba Barat.

Dapawole juga menyampaikan kegiatan Forum Pariwisata ini bertujuan agar para pratisi industri pariwisata dari Australia dapat bertemu langsung dengan para pemimpin di Daerah dalam suatu kegiatan serta berbagi pengalaman, ide dan rencana tentang pembangunan destinasi wisata di Indonesia Timur dan Sumba Barat khususnya.

Kegiatan tersebut juga dilanjutkan dengan pameran, kemudian diskusi investasi pariwisata dengan para peserta kursus pendek pariwisata berkelanjutan Australia Award Indonesia dan juga membicarakan proyek mereka mengenai kegiatan pariwisata yang terus berkelanjutan di daerahnya.
(Moi)

Siaran Pers Bagian Humas dan Protokol pada Sekretariat Daerah Kabupaten Sumba Barat.

Bagikan Informasi Ini

3 EVENT PASOLA BERJALAN TERTIB DAN DAMAI, DAPAWOLE BANGGA

_Laboya Barat – Humas SB_

“Puji dan syukur patut kita panjatkan pada Tuhan yang maha esa karena atas berkat dan rahmat-Nya, Kabupaten Sumba Barat telah menyelenggarakan event Pasola Lamboya dan Pasola Wanukaka yang berjalan tertib dan damai”, ujar Bupati Sumba Barat Drs. Agustinus Niga Dapawole pada event Pasola Laboya Barat. Sabtu, 02 Maret 2019.

“Dan hari ini kita juga menyelenggarakan Pasola Laboya Barat. Saya berharap kegiatan ini dapat berjalan dengan tertib dan damai pula”, harap Dapawole.

Pada kesempatan itu pula Dapawole mengutarakan tentang masalah tapal batas antara Sumba Barat dan Sumba Barat Daya di wilayah selatan telah selesai, dimana Desa Karang Indah pada tanggal 27 Februari telah diputuskan masuk pada wilayah Kecamatan Laboya Barat Kabupaten Sumba Barat.

“Pada tanggal 6 Mei 2019 mendatang akan diserahkan secara resmi oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Sumba Barat Daya kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Sumba Barat yang disaksikan oleh Gubernur NTT bertempat dikali Polapare”, lanjut Dapawole.

“Oleh karena itu kita hrs konsisten menjaga keamanan agar tetap kondusif hingga hari yang ditentukan. Kepada masyarakat Desa Wetana yang merupakan desa terdekat dengan Desa Karang Indah agar melakukan kegiatan yg tidak menimbulkan keresahan dan gejolak yang menyebabkan hal – hal yang tidak diinginkan”, pesan Dapawole.

Mengakhiri sambutannya Dapawole mengucapkan terima kasih atas kehadiran seluruh masyarakat Kabupaten Sumba Barat dan masyarakat Laboya Barat khususnya. “Marilah kita trus bergandengan tangan membangun Lamboya dan Laboya Barat, Tuhan memberkati kita semua”, himbau Dapawole.

Turut hadir pada acara tersebut Ketua DPRD Kabupaten Sumba Tengah, para Asisten dan Staf Ahli Bupati Sumba Barat, para Pimpinan Perangkat Daerah Kabupaten Sumba Barat, para Rato dan masyarakat Sumba Barat yang menyaksikan event Pasola.
(Moi)

Siaran Pers Bagian Humas dan Protokol pada Sekretariat Daerah Kabupaten Sumba Barat.

Bagikan Informasi Ini

TURUN PASAR BUPATI DAPAWOLE HIMBAU PEDAGANG JAGA KEBERSIHAN

_Weekarou – Humas SB_

Bupati Sumba Barat Drs. Agustinus Niga Dapawole turun pasar dan menghimbau para pedagang serta masyarakat di sekitar Pasar Weekerou untuk jaga kebersihan. Jumat, 01 Maret 2019.

Bupati Dapawole didampingi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Lurah Weekerou serta para petugas pasar bersama-sama turun melakukan pembersihan Pasar Weekarou.

Bupati Dapawole mengatakan kegiatan positif ini terus dilakukan sehingga masyarakat dapat mengerti akan kebersihan dimana pemerintah daerah telah mencanangkan program “Sadar Bersih, Sadar Sampah dan Stop Sampah”.

“Saya harap kita terus galakkan program kebersihan, dan berlaku untuk semua pihak baik Pemerintah, Sekolah, Lembaga Keagamaan, Dunia Usaha, dan masyarakat umum, karena hanya melalui kebersamaanlah suatu usaha akan berhasil”, tegas Dapawole.

Bupati Dapawole juga mengajak masyarakat untuk berpakaian adat Sumba seperti yang saya kenakan hari ini dan sebagai wujud penghargaan terhadap tradisi masyarakat Sumba, dimana pada Hari Sabtu tanggal 2 Maret 2019 akan berlangsungnya
ritual pasola di Desa Gaura Kecamatan Laboya Barat.

“Untuk itu mari kita berbondong-bondong datang dan saksikan atraksi Pasola, karena hanya setahun sekali diselenggarakan. Ini merupakan wujud kecintaan terhadap budaya kita yang juga menjadi aset Pariwisata di Kabupaten Sumba Barat”, ajak Dapawole.
(Moi)

Siaran Pers Bagian Humas dan Protokol pada Sekretariat Daerah Kabupaten Sumba Barat.

Bagikan Informasi Ini

MUSRENBANG KECAMATAN TANARIGHU RESMI DI BUKA BUPATI DAPAWOLE

_Tanarighu – Humas SB_

Musyawarah Perencanaan Pembangunan Tingkat Kecamatan Tanarighu resmi di buka Bupati Sumba Barat Drs.Agustinus Niga Dapawole bertempat di Aula Kantor Kecamatan Tanarighu, Kamis, 28/2/2019.

 

Bupati Sumba Barat didampingi Wakil Bupati, Ketua DPRD, Sekretaris Daerah, Kepala Bappeda dan Camat Tanarighu serta dihadiri Staf Ahli Bupati, para Asisten, para Pimpinan OPD, para Kepala Desa, Kepala Sekolah SD dan SMP se Kecamatan Tanarighu, para Tokoh Masyarakat dan para Perwakilan Masyarakat dari setiap Desa se Kecamatan Tanarighu.

Pada kesempatan itu, Camat Tanarighu Nimrot Saingo,S.Kom menyampaikan laporan singkat terkait kondisi Pemerintah Kecamatan secara garis besar di antaranya terkait Batas Daerah antara Desa Lokorry dan Desa Susuwendewa Kecamatan Mamboro Kabupaten Sumba Tengah kemudian Desa Malata dengan Desa Bodo Boghila Kecamatan Loura Kabupaten Sumba Barat Daya agar secepatnya bisa diselesaikan.

“Hal ini menjadi penting dalam pelayanan administrasi pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan agar tidak terhambat”, ujar Nimrot.

Lanjutnya mengatakan perlu perhatian terhadap penyediaan air bersih bagi masyarakat karena pada musim kemarau masyarakat mendapatkan air dengan membeli air tangki dengan harga yang tidak terjangkau.

Nimrot juga menyampaikan keterbatasan tenaga didik dan tenaga medis serta mohon dukungan tambahan anggaran dana untuk kecamatan dikarenakan Kecamatan Tanarighu membawahi 18 Desa dan mempunyai luasan wilayah.

Dan pada kesempatan yang sama, Bupati Dapawole dalam arahannya mengatakan semua usulan/program yang diajukan tidak boleh tumpang tindih dan secara transparan dengan melibatkan masyarakat sehingga program yang dirumuskan nantinya harus matang dan benar-benar tepat sasaran serta bermanfaat bagi kepentingan masyarakat.

“Semua program yang diusulkan harus berdasarkan kebutuhan masyarakat dan bukan atas keinginan seseorang atau kelompok tertentu”, ucap Dapawole dengan tegas.

Lebih jauh, Dapawole mengharapkan pada Camat, Kepala Desa, tokoh masyarakat harus berperan aktif dengan pihak keamanan dalam menjaga situasi politik dimana pada tahun 2019 kita akan menghadapi pesta Demokrasi Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden dan juga Pemilihan Anggota Legislatif dari tingkat Pusat hingga ke Daerah.

Sementara, Wakil Bupati Marthen Ngailu Toni, SP menambahkan bahwa Esensi dan momen yang perlu di usulkan adalah sesuai kebutuhan masyarakat dan kepada tim teknis dalam hal ini Bappeda harus bisa memilah mana program yang di lanjutkan oleh Pemerintah Kabupaten dan mana yang perlu diselesaikan oleh Pemerintah Desa.

Kemudian, Ketua DPRD Gregorius H.B.L Pandango, SE dalam kesempatan itu mengatakan sebagai wakil rakyat agar program/usulan masyarakat harus benar-benar menjadi kebutuhan masyarakat dan bukan keinginan.

“program yang di usulkan berdasarkan kebutuhan masyarakat dan bukan atas keinginan seseorang, hal ini merupakan dukungan saya sebagai Wakil Rakyat sejalan dengan komiten Bapak Bupati”, ujar Gregorius.

“Kegiatan musrenbang ini merupakan tradisi yang setiap yang setiap tahun dilaksanakan untuk itu kepada masyarakat dan peserta musrenbang harus teliti, konsen dalam mengusulkan program yang betul-betul menjadi kebutuhan masyarakat”, pesan Gregorius.

 

Akhir arahanya Gregorius pun menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Daerah dalam hal ini Bupati dan Wakil Bupati karena pada tahun 2019 ini program pembangunan di Kecamatan Tanarighu hampir mencapai 10 Milyard,hal ini merupakan dukungan pemerintah kepada masyarakat, untuk itu semua program pemerintah yang sudah diberikan agar dijaga, dirawat dan dipelihara karena pembangunan yang sudah ada itu menjadi tanggung jawab kita semua.
(Moi)

Siaran Pers Bagian Humas dan Protokol pada Sekretariat Daerah Kabupaten Sumba Barat.

Bagikan Informasi Ini