News

BUPATI AJAK PARA PETANI UNTUK LEBIH MENINGKATKAN HASIL PANEN

_Manola – Humas SB_

“Hari ini kita melakukan Panen Jagung Hibrida sebagai wujud dukungan Pemerintah Daerah Kabupaten Sumba Barat dalam mensukseskan swasembada jagung. Semoga hasil panen ini kian memotivasi para petani untuk lebih meningkatkan luas tanam maupun hasil panen jagung per hektarnya”.

Hal ini disampaikan Bupati Sumba Barat Drs. Agustinus Niga Dapawole saat melakukan Panen Jagung Hibrida bersama anggota kelompok tani di Desa Manola Kecamatan Loli. Kamis, 21/02/2019.

“Kita harus bersyukur karena Tuhan memberikan kita tanah yang subur. Oleh karena itu kesuksesan yang didapat ini harus terus disupport semaksimal mungkin dan dipertahankan”, ucap Dapawole.

“Kalau jaman dahulu, petani hanya berpikir sederhana misalnya menanam jagung berbuah jagung. Namun untuk saat ini paradigma ini harus diubah “tidak saja menanam jagung berbuah jagung tetapi menanam jagung berbuah uang”. Filosofi itu artinya petani mesti berpikir produktif, dalam bercocok tanam harus selektif memilih tanaman pertanian varietas unggul dan prospek pasarnya cerah seperti jagung hibrida guna menghasilkan uang”, lanjutnya.

Dapawole juga berpesan kepada masyarakat petani agar jangan cepat merasa puas dengan hasil panen yang didapat, kelola hasil panen sehingga bisa berkesinambungan dengan memanfaatkan curah hujan yang masih ada untuk terus melakukan penanaman tanaman pangan yang berpeluang pasar cukup baik.

Dapawole juga menghimbau kepada Dinas Pertanian agar memantau hasil produksi jagung di kecamatan lain untuk kepastian jaminan ketersediaan pangan.

“Terima kasih kepada TNI terutama Kodim 1613 Sumba Barat atas dukungannya kepada Pemda Sumba Barat dalam bidang ketahanan pangan”, ujar Bupati.

Sementara Kepala Dinas Pertanian Ir. Amos Dida mengatakan jagung yang dipanen hari ini adalah jagung tanpa pupuk kimia dan khusus Desa Manola terdapat 2 hektar lahan/kebun jagung.

“Harapan kita bersama tanah-tanah yang dikatakan lahan tidur semuanya dapat kita bangun. Pemerintah akan memfasilitasi apapun yg dibutuhkan asalkan masyarakat menyiapkan lahan”, tandasnya.

“Mendukung program kerja Gubernur NTT terkait Revolusi hijau, tahun ini kami juga mengalokasikan anggaran untuk mengadakan anakan kelor”, kata Amos.

Selanjutnya Bupati Dapawole menghimbau para Kepala Desa/Lurah agar lebih semangat untuk mengajak masyarakat petani melakukan tanam jagung. Dan hasilnya tidak hanya untuk dikonsumsi sendiri tapi untuk dijual demi kepentingan ekonomi masyarakat.

“Tahun ini adalah tahun politik, suhunya juga pasti akan semakin panas. Sehingga pesan saya kepada masyarakat untuk selalu waspada dan tidak terprovokasi oleh hoax, informasi/berita yang tidak jelas kebenarannya sehingga tidak ada fitnah, adu domba serta konflik”, pesan Bupati.

“Aparatur Sipil Negara harus netral, tidak boleh berkampanye sekalipun calon legislatif adalah keluarga dekat kita. Hal ini sudah menjadi ketentuan dalam Undang-Undang (UU) Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN, bahwa setiap pegawai ASN tidak berpihak dari segala pengaruh manapun dan tidak memihak kepada kepentingan siapapun. Dan
UU nomor 10 Tahun 2016, pasangan calon dilarang melibatkan ASN anggota Polri dan anggota TNI, dan Kepala Desa atau perangkat Desa lainnya”, tegas Dapawole.

Dapawole juga menyampaikan bahwa atas perintah Gubernur NTT, mulai hari minggu tanggal 24 Februari sampai dengan hari Selasa, 26 Februari 2019 seluruh masyarakat Sumba Barat beraktifitas dengan berpakaian adat Sumba Barat. Bagi umat Kristen/Khatolik agar ke Gereja menggunakan pakaian adat.

“Dan pada hari Senin, 25 Februari sampai dengan Selasa, 26 Februari 2019 dinyatakan sebagai hari libur bagi seluruh Sekolah baik tingkat Paud, TK, SD, SMP maupun SLTA. Hal ini dilakukan sebagai bentuk penghargaan dan pelestarian terhadap budaya kita”, jelas Dapawole.
(Moi)

Siaran Pers Bagian Humas dan Protokol pada Sekretariat Daerah Kabupaten Sumba Barat.

Bagikan Informasi Ini

BUPATI DAPAWOLE BUKA MUSRENBANG TINGKAT KECAMATAN DI LAMBOYA

_Lamboya – Humas SB_

Musyawarah Perencanaan Pembangunan Tingkat Kecamatan hari ketiga dilaksanakan di Kecamatan Lamboya di buka dengan resmi oleh Bupati Sumba Barat Drs. Agustinus Niga Dapawole di Kantor Kecamatan Lamboya. Rabu, 20/02/2019.

Sebelumnya Camat Lamboya Thimotius T. Raga, S. Sos menyampaikan gambaran umum tentang Kecamatan Lamboya.

Thimotius juga menyampaikan masalah – masalah yg dihadapi diantaranya :
– Dalam Bidang Pendidikan yaitu masih kurangnya pengajar/guru dan gedung tempat belajar.
– Bidang Kesehatan : lokasi puskesmas yang sangat sempit dan perlu dikembangkan, belum adanya tenaga rawat medis dan petugas keamanan.
– Bidang trantibmas : masalah hutang piutang karena pesta adat, masalah tanah, serta perlu membuat menerbitkan sertifikat untuk Lapangan Hobakala.

Camat juga melaporkan bahwa terjadi bencana alam yaitu 5 rumah layak huni yang tumbang.
“Kami juga meminta kepada Pemkab untuk
– pembangunan gedung kantor dan kendaraan roda 2 untuk kepala seksi
– Pembangunan jembatan di desa Laboya Dete, penataan kembali Lapangan Hobakala agar ditambah tribun
– Dan perlu ada biaya untuk Tim Pengamanan Pasola nantinya”, tambah Timo.

“Untuk realisasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tahun 2018 dan Dana Desa tahun anggaran 2018 untuk Kecamatan Lamboya telah memcapai 100%”, lapor Camat Timo.

Bupati Dapawole sebelum memulai sambutannya melakukan absensi kehadiran terhadap para Kepala Desa dan para Kepala Sekolah Tingkat SD, SMP dan SMA.

“Musrenbang ini sangat penting karena membahas tentang prioritas kebutuhan masyarakat oleh karenanya semua undangan wajib hadir”, tegas Dapawole.

Dalam sambutannya Bupati Dapawole meminta agar Bappeda, Dinas PMD dan Kecamatan harus bekerja sama untuk memastikan bahwa rumusan usulan prioritas harus memenuhi hak – hak dasar masyarakat dan harus berbasis pemenuhan kesejahteraan masyarakat. “Bukan maunya Kepala Desa atau sekelompok orang”, tegasnya.

“Tahun ini adalah tahun politik, suhunya juga pasti akan semakin panas. Sehingga pesan saya kepada masyarakat untuk selalu waspada dan tidak terprovokasi oleh hoax, informasi/berita yang tidak jelas kebenarannya sehingga tidak ada fitnah, adu domba serta konflik”, pesan Bupati.

Dapawole juga menyampaikan bahwa atas perintah Gubernur NTT, mulai hari minggu tanggal 24 Februari sampai dengan hari Selasa, 26 Februari 2019 seluruh masyarakat Sumba Barat beraktifitas dengan berpakaian adat Sumba Barat. Bagi umat Kristen/Khatolik agar ke Gereja menggunakan pakaian adat.

 

“Dan pada hari Senin, 25 Februari sampai dengan Selasa, 26 Februari 2019 dinyatakan sebagai hari libur bagi seluruh Sekolah baik tingkat Paud, TK, SD, SMP maupun SLTA. Hal ini dilakukan sebagai bentuk penghargaan dan pelestarian terhadap budaya kita”, kata Dapawole.
(Moi)

Siaran Pers Bagian Humas dan Protokol pada Sekretariat Daerah Kabupaten Sumba Barat.

Bagikan Informasi Ini

WABUP TONI MONITORING PERSIAPAN PASOLA WANUKAKA

_Wanukaka – Humas SB_

Wakil Bupati Sumba Barat Marthen Ngailu Toni, SP didampingi Camat Wanukaka dan para Kabid pada Dinas Pariwisata melakukan kunjungan ke Kecamatan Wanukaka dalam rangka memonitoring persiapan Pasola Wanukaka yg akan dilaksanakan pada tgl 26 Februari 2019.

Toni juga memantau persiapan sarana pendukung lainnya dalam rangka terselenggaranya even Pasola di Kecamatan Wanukaka.

Demikian Siaran Pers Bagian Humas dan Protokol pada Sekretariat Daerah Kabupaten Sumba Barat.

Bagikan Informasi Ini

KUNJUNGAN PEMANTAUAN BERSAMA PROGRAM INOVASI DI KABUPATEN SUMBA BARAT

_Waikabubak – Humas SB_

Bupati Sumba Barat Drs. Agustinus Niga Dapawole menghadiri pertemuan dengan Kemendikbud, Kementrian Agama, DFAT, TASS dan INOVASI dalam rangka Kunjungan Pemantauan bersama Program Inovasi di Kabupaten Sumba Barat, yang bertempat di Ruang Rapat Kantor Bappeda Kabupaten Sumba Barat. Selasa, 19/02/2019.

Program Inovasi merupakan program yang tercipta dari hasil kerjasama antara Indonesia dan Australia di Bidang Pendidikan Dasar khususnya kelas awal (kelas 1, 2 dan 3), yang telah berjalan selama 2 tahun di Kabupaten Sumba Barat.

Adapun tujuan dari pertemuan tersebut adalah ingin melihat secara langsung perkembangan program Inovasi pada sekolah – sekolah di Kabupaten Sumba Barat.

Kepala Pusat Penelitian Kebijakan pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Dr. R. Muktiono Waspodo, M. Pd yang sekaligus sebagai Ketua Tim dalam pemaparan hasil pemantauan lapangan mengungkapkan kesannya saat mengunjungi sekolah di Desa Lokory Kecamatan Tanarighu.
“Kesiapan anak murid dalam menerima pelajaran yang masih sangat rendah merupakan tantangan bagi guru”, ujar Muktiono.

“Hasil pemantauan kami bahwa kemampuan guru baik dalam hal mengajar dan menata ruang kelas sudah mengalami perubahan yg nampak meningkat. Karena suasana ruang kelas juga dapat mempengaruhi proses belajar mengajar di kelas”, lanjutnya.

“Saya mengharapkan kehadiran saya dan tim dapat membawa sebuah kebaikan untuk Kabupaten Sumba Barat di Bidang Pendidikan”, harap Muktiono

Muktiono juga mengucapkan terimakasih kepada Pemda Sumba Barat atas komitmennya bagi dunia pendidikan. “Semua ini tak lepas dari kebijakan Pimpinan Daerah”, ucapnya.

Sementata Fasilitator Daerah (guru) Istiana Bayo pada kesempatan itu membagi pengalamannya saat menerapkan program Inovasi di kelas.

“berkat dukungan dan pelatihan yg diberikan Inovasi saya mampu meningkatkan proses pembelajaran saya, serta membagikan ke teman guru tentang cara mengajar yang baik”, kata Istiana.
“Yang awalnya sekolah selalu sepi tetapi sekarang sudah banyak anak murid yang rajin ke sekolah karena perubahan cara mengajar kami. Dalam 2 Minggu kami sudah dapat menghasilkan 20 big book”, sambung Istiana.

Bupati Dapawole mengatakan bahwa program Inovasi di Kabupaten Sumba Barat ibarat sebuah pantun R. A. Kartini, “Habis gelap terbitlah terang”.

Dapawole mengucapkan selamat datang kepada Tim dari Kementrian dan DFAT Australia di Kabupaten Sumba Barat dan terimakasih atas segala perhatiannya terhadap pulau Sumba dan Kabupaten Sumba Barat pada khususnya di Bidang Pendidikan.

“Berbicara tentang pendidikan kita semua pasti sudah tahu bahwa betapa pentingnya pendidikan tersebut. Pendidikan, kemampuan, pengetahuan merupakan salah satu modal yang kita miliki untuk hidup di zaman yang serba sulit ini”, ujar Dapawole.

“Saya merasa bersyukur dengan kehadiran Inovasi di Kabupaten Sumba Barat. Walaupun masih “seumur jagung” tetapi program Inovasi sudah bisa membuat banyak perubahan di bidang pendidikan”, puji Dapawole.

“Sebagai bentuk dukungan Pemerintah Daerah terhadap dunia Pendidikan, telah dibentuk Peraturan Bupati tentang Literasi, Numerasi dan Inklusi”, ujar Dapawole.

Dapawole juga berharap agar kerjasama ini akan terus berjalan demi merubah Sumber Daya Manusia di Kabupaten Sumba Barat yang sadar akan pentingnya pendidikan.

Nampak dalam pertemuan tersebut para Pimpinan Perangkat Daerah terkait, Plt. Kepala Bappeda dan jajarannya.
(Moi)

Siaran Pers Bagian Humas dan Protokol pada Sekretariat Daerah Kabupaten Sumba Barat.

Bagikan Informasi Ini