News

PEMDA SUMBA BARAT MENDUKUNG SEPENUHNYA KEGIATAN “MILLENNIAL ROAD SAFETY FESTIVAL”

_Waikabubak – Humas SB_

Bupati Sumba Barat Drs. Agustinus Niga Dapawole menghadiri Pertemuan bersama 5 pilar keselamatan, dalam rangka pembahasan kegiatan “Millennial Road Safety Festival” di Aula Polres Sumba Barat. Selasa, 29 Januari 2019.

Mengawali pertemuan tersebut Kapolres Sumba Barat yang diwakili oleh Kepala Satuan Lalu Lintas AKP. Imanuel Zacharias menjelaskan bahwa kegiatan Millennial Road Safety Festival dilaksanakan oleh 34 Provinsi di Indonesia dan Provinsi NTT menjadi Provinsi yang pertama mendapat jadwal pelaksanaan kegiatan tersebut yaitu di tanggal 02/02/2019. “Namun karena bertepatan dengan terselenggaranya event Pasola di Kecamatan Lamboya Kabupaten Sumba Barat, maka khusus Kabupaten Sumba Barat dimajukan tanggal pelaksanaannya yaitu tanggal 01/01/2019”, jelasnya.

“Millennial Road Safety Festival mengambil tema “Mewujudkan Milenial Cinta Lalu Lintas Menuju Indonesia Gemilang”, alasan mengambil tema ini yaitu karena Laka Lantas merupakan urutan ke-5 penyebab kematian manusia. Dan kebanyakan yang mengalami Laka Lantas yaitu dari kalangan generasi milenial” tambahnya.

Kasat Zacharias menyampaikan bahwa acara ini merupakan agenda Sosialisasi Tertib Lalu Lintas Sebagai Upaya Peningkatan dan Pengokohan Persatuan Bangsa di kalangan generasi muda”, kata Zacharias.

“Oleh karenanya melalui kesempatan ini, kami dari pihak Kepolisian memohon dukungan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Sumba Barat agar pelaksanaan kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dan lancar”, ujar Zacharias.

Bupati Dapawole dalam kesempatan itu mengatakan kepada peserta rapat bahwa kegiatan ini bukan hanya kepentingan Kepolisian semata, namun melalui kegiatan ini juga Kepolisian hendak mengajak kalangan generasi milenial dapat berperan sebagai pelopor dan motivator dalam tertib berlalu lintas.

Saya selaku Bupati menyatakan bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Sumba Barat mendukung sepenuhnya kegiatan tersebut, saya akan menggerakkan seluruh Aparatur Sipil Negara dan Tenaga Kontrak Daerah dilingkup Pemda Sumba Barat untuk berpartisipasi dalam kegiatan tersebut”, ujar Dapawole.

Hadir pada kesempatan itu ke – 5 Pilar Keselamatan (Dinas Kesehatan, Dinas PUPR, Dinas Perhubungan, Jasa Raharja, Bappeda), perwakilan dari Rumah Sakit Umum Dan RSK. Lendemoripa serta anggota Polres Sumba Barat.
(Moi)

Siaran Pers Bagian Humas dan Protokol pada Sekretariat Daerah Kabupaten Sumba Barat.

Bagikan Informasi Ini

PENYERAHAN KEGIATAN PROGRAM PAMSIMAS III DI DESA GAURA

_Waikabubak – Humas SB_

Kegiatan Penyerahan yang dilaksanakan pada hari Senin, 28 Januari 2018 ini dilakukan oleh Wakil Bupati Sumba Barat Marthen Ngailu Toni, SP di dampingi Kepala Dinas PUPR Kabupaten Sumba Barat Ir. FREDI GAH, Camat Laboya Barat, Kepala Desa Gaura dan seluruh warga Desa penerima bantuan.

Dalam sambutan Wabup menyampaikan bahwa air bersih sangat penting dan pokok dalam kehidupan manusia, karena air bersih merupakan lambang kehidupan.

“Tidak hanya di kabupaten lain tetapi kabupaten Sumba Barat juga mengalami kekurangan air bersih tersebut dan terkhususnya para ibu – ibu rumah tangga sangat merasakan itu, karena merekalah yg lebih dekat dgn kegiatan – kegiatan rumah tangga yang berkaitan dengan sumber air”, lanjutnya.

“Pemerintah Pusat bahkan sampai kepada pemerintah kabupaten dan Sampai ke desa pula sangat berusaha untuk mencari solusi dalam menangani kebutuhan air bersih tersebut, dan salah satu program yg menjadi solusi kita adalah program Pamsimas”, jelas Toni.

“Ini namanya program, jadi yg dituntut adalah partisipasi dari masyarakat dalam pengelolaan, pekerjaan dan pemanfaatannya agar masyarakat merasa memilikinya dan pemerintah hanya menyiapkan anggaran dan mekanismenya”, ujar Wabup lanjut mengatakan “Ini bukan proyek yg membutuhkan pihak ketiga sehingga membutuhkan waktu yg lama”.

“saya harap masyarakat wajib berpartisipasi dalam pekerjaannya, pengelolaannya pemeliharaannya supaya dapat bermanfaat bagi banyak orang dan terus di jaga.” Tegas Toni.

“Masyarakat yg memiliki Desa dan Daerah, pemerintah hanya menyiapkan anggarannya saja, oleh karena itu dibutuhkan perhatian ekstra dari masyarakat agar dapat merawat dan menjaganya, dan tentunya dibekali dengan Peraturan Desa pada penggunaan dan pemeliharaannya”, himbau Toni.

” Saya mau katakan begini, Pemerintah adalah Wakil Allah oleh karena itu wajib hukumnya untuk taat pada pemerintah. Jadi kalau ada yang melawan pemerintah maka dia melawan Allah”, lanjut Toni.

“Jangan jadi penumpang di daerah kita sendiri, buktikan dan katakan bahwa saya ada dan saya bisa jadi pemilik daerah ini”, pesan Toni.

Diakhir sambutannya Wabup Toni mengatakan marilah kita sama sama berpartisipasi dalam membangun daerah ini mulai dari diri kita sendiri agar kita bangga memiliki daerah kita yg sangat kaya dan sangat subur ini.. Tuhan Yesus memberkati kita.
(Moi)

Siaran Pers Bagian Humas dan Protokol pada Sekretariat Daerah Kabupaten Sumba Barat.

Bagikan Informasi Ini

BUPATI DAPAWOLE TEGASKAN CAMAT HARUS CEPAT TANGGAP TERHADAP KASUS DBD

_Waikabubak – Humas SB_

Demam Berdarah Dengue (DBD) banyak terjangkit di daerah tropis dan subtropis. Asia menempati urutan pertama dalam jumlah penderita demam dengue tiap tahunnya. Hal ini salah satunya di sebabkan dengan sanitasi lingkungan yang tidak baik.

Menyingkapi kasus tersebut maka Pemerintah Kabupaten Sumba Barat melakukan Rapat Koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan, lintas sektor dan lintas program dalam rangka penanggulangan DBD Tingkat Kabupaten Sumba Barat .

Bupati Sumba Barat dalam arahannya mengatakan Pemerintah sudah berupaya melakukan kebersihan kota, setiap hari jumat di laksanakan kerja bakti bersama bahkan juga dilakukan pembersihan pantai bersama Forkopimda dan ASN. “Upaya Pemerintah tanpa dukung masyarakat, maka semuanya akan menjadi teori belaka”, ujar Dapawole.

“Sebagai salah satu contoh, kelambu anti nyamuk yang dibagikan oleh Puskesmas ke masyarakat, tidak dipakai untuk melindungi keluarga dari gigitan nyamuk namun digunakan untuk melindungi tumbuhan yang ditanam di pekarangan rumahnya”, kata Bupati.

Bupati Dapawole mengungkapkan kekecewaannya atas ketidakhadiran beberapa Camat pada kegiatan tersebut.
“Camat sebagai kepala wilayah harus cepat tanggap terhadap kasus yang terjadi. Jangan tunggu sudah terjadi kasus, baru bertindak”, teguran keras Dapawole.

“Kepala Puskesmas harus melakukan sosialisasi terkait penanggulangan DBD secara terus menerus kepada masyarakat. Hal ini sudah menjadi tugas pemerintah,” tegas Dapawole.

Pada kesempatan itu Bupati Dapawole juga menegaskan agar seluruh ASN untuk tidak melakukan transaksi jual beli kebutuhan pokok bahan makanan diluar dari Pasar Weekarou. “Selama masih ada transaksi, maka pedagang tidak akan bergeser ke pasar Weekarou”, lanjutnya.

Bentuk kepedulian terhadap kasus DBD yang terjadi di Kabupaten Sumba Barat, Dapawole juga melakukan kunjungan ke Rumah Sakit Umum dan RSK. Lendemoripa, untuk mendapatkan informasi sudah berapa jumlah jiwa yang sudah terjangkit DBD.

Sementara Data pada Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Barat di Tahun 2017 ada 11 kasus dan pada Tahun 2018 ada 98 kasus, paling banyak terdapat di wilayah Kecamatan Kota Waikabubak 66 kasus, Loli 22 kasus, Wanukaka 4 kasus, Tanarighu 3 kasus, Laboya Barat 2 kasus, dan Lamboya 1 kasus. Sampai dengan tanggal 24 Januari 2019 di Kabupaten Sumba Barat terdapat 53 kasus dengan kematian 1 kasus.

Adapun materi yang dibahas dalam Rakor yaitu Analisa dan situasi serta Langkah Penanganan DBD di Kabupaten Sumba Barat, yang disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Drg. Bonar B. Sinaga, M. Kes. Dilanjutkan dengan materi Pengendalian DBD, PSN 3 M Plus dan Jumantik, yang disampaikan oleh Nara Sumber dari Dinas Kesehatan Provinsi NTT Asep Effendy, SKM, M. Si.

Acara berlanjut dengan diskusi dan tanya jawab. Kesimpulannya bahwa seluruh pemangku kepentingan, lintas sektor dan lintas program menyatakan kesediaannya untuk bersama – sama melakukan gerakan massal dalam rangka pembersihan lingkungan hidup.
(Moi)

Siaran Pers Bagian Humas dan Protokol pada Sekretariat Daerah Kabupaten Sumba Barat.

Bagikan Informasi Ini

WARTA TERKINI

E-Kliping atau Kliping Elektonik adalah kumpulan file digital dalam satu topik tertentu yang diproses menggunakan software untuk menjadikannya dalam satu kesatuan atau unit. Software dalam hal ini berfungsi sebagai alat untuk membuat “bendel” informasi, sehingga kumpulan informasi tersebut dapat ditampung dalam sebuah media web page.

Bagikan Informasi Ini